"Mas Kenzo! Pocongnya kabur lagi!" teriak Srini sambil ngemil ceker ayam._
"Bukan waktunya makan, sri! Itu pocong bawa kabur anak kepala desa!"
Kenzo, dukun muda nyeleneh dan Srini, kuntilanak centil juga narsis , harus menghadapi Gerombolan pocong pemburu nyawa,Pengkhianatan makhluk gaib yang mereka percaya ,Rahasia mengerikan di balik kematian orang tua Kenzo.
misteri apa yang terjadi mengapa bisa ribuan pocong mengepung sebuah desa dan mengapa orang tua Kenzo bisa mati secara misterius. temukan jawabannya di buku ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the last shadow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Malam ini genap tiga puluh hari Kenzo melakukan pertapaan. Namun, sesuatu yang aneh terjadi ia merasa seperti ada tangan tak terlihat, menarik sukmanya keluar dari tubuhnya.
Saat matanya terbuka, Kenzo mendapati dirinya berada di tempat asing yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Langit biru cerah terbentang luas, dan hamparan rumput hijau tanpa ujung menyelimuti pandangan. Ini bukan dunia manusia, juga bukan alam gaib.
"Di mana aku?" gumamnya bingung.
Di hadapannya berdiri seorang wanita luar biasa cantik,memakai dress berwarna biru langit. Bulu matanya lentik, alisnya rapi sempurna, hidung mancung, dan bibir tipis merah merekah. Rambut hitam panjang terurai, sementara matanya berkilauan biru terang seperti permata langit. Kecantikannya seolah tak berasal dari dunia fana.
"Akhirnya kita bertemu, bocah!" suara wanita itu bergema lembut namun tegas.
"Siapa kau? Di mana aku?" tanya Kenzo penuh kewaspadaan.
Wanita itu terkekeh kecil melihat ekspresi bingung Kenzo. "Kalau bukan karena aku, kau mungkin sudah mati berkali-kali," katanya dengan nada serius.
Kenzo mengerutkan kening. "Maksudmu apa?"
Wanita itu menatapnya dingin. "Namaku Azura Mayang, dan tempat ini adalah alam bawah sadarmu."
Kenzo terdiam sejenak, mencoba memahami situasinya. "Mengapa kau menarikku ke sini? Apa yang sebenarnya terjadi?"
Azura mendesah, lalu menjelaskan dengan nada tegas. "Aku adalah penjagamu—manusia mungkin menyebutku kodam. aku bukan kodam seperti para jin lemah itu. Aku adalah iblis tingkat tinggi yang seharusnya tak peduli dengan manusia. Namun, aura mu membuatku tertarik padamu. Kau berbeda dari manusia lainnya, dan takdirmu nanti akan mempengaruhi keseimbangan dua alam."
Kenzo terdiam mendengar penjelasan itu. "Jadi... semua ilmu kanuragan yang kumiliki selama ini itu darimu?"
Azura mengangguk. "Ya, aku yang memberikanmu kekuatan itu. Aku juga yang mengendalikan tubuhmu saat kau hampir terbunuh oleh pocong kecil itu."
Kenzo terkejut. "Jadi kau yang menyelamatkanku waktu itu?"
Azura menatapnya tajam. "Benar. Tapi aku tidak memanggilmu ke sini untuk sekadar minum teh dan berbincang santai, bocah. Ada hal penting yang harus kau ketahui. Ini peringatan terakhirku."
Kenzo menegakkan tubuh. "Peringatan apa?"
"Ada seorang wanita sakti dari bangsa jin yang sedang mencari-cari dirimu. Kehadiranmu mengganggu rencananya, dan ia ingin melenyapkanmu. Aku telah menyegel auramu dan menyamarkan lokasi gubuk tempat tinggalmu agar ia tidak dapat melacakmu. Tapi segel itu tidak akan bertahan selamanya."
Kenzo mengepalkan tangan. "Jadi aku harus menjadi lebih kuat?"
"Tepat sekali. Jika kau tetap lemah, kau akan mati, atau lebih buruk lagi kehilangan orang-orang yang kau sayangi," kata Azura tajam.
Sebelum Kenzo sempat bertanya lebih lanjut, dunia di sekelilingnya mendadak gelap. Kesadaran Kenzo kembali ke tubuhnya, dan ia terbangun dari pertapaannya.
Dengan napas berat, ia menatap langit-langit gubuknya. "Sepertinya aku memang harus menjadi lebih kuat lagi. Aku tidak boleh kalah lagi," gumamnya.
Sebuah senyum terkembang di wajahnya. "Ternyata aku masih lemah banget!" Kenzo terkekeh, matanya bersinar penuh tekad.
Kenzo terbangun dari pertapaan panjangnya. Tubuhnya kaku, tapi ada perasaan berbeda yang menyelimuti hatinya. Ia berdiri perlahan, melangkah keluar dari gubuk kecilnya yang dikelilingi pohon-pohon tua Hutan Wingit.
Suasana malam terasa sunyi, hanya suara daun yang bergesekan tertiup angin. Kenzo menghela napas panjang, menatap langit yang dihiasi taburan bintang.
"Jadi dia yang selama ini melindungi aku? Azura Mayang..." gumam Kenzo dengan nada rendah. "Ternyata aku memang masih lemah."
Ia mengepalkan tangannya erat. "Tapi aku nggak mau terus-terusan begini. Aku harus jadi lebih kuat."
Langkahnya terhenti ketika mendengar suara familiar dari arah belakang.
"Eh, akhirnya bangun juga, Mas Kenzo! Lama banget udah kayak nunggu jodoh," suara Srini menyentak suasana.
Kenzo menoleh, melihat Srini yang berdiri dengan senyum usil khasnya.
"Kamu nggak bikin masalah, kan?" tanya Kenzo datar.
Srini memanyunkan bibirnya. "Ih, nggak sopan banget. Aku ini kuntilanak cantik yang taat aturan, tahu!"
Kenzo hanya terkekeh kecil. "Kalau nggak ada aku, mungkin hutan ini udah hancur gara-gara tingkahmu."
Srini melotot. "Eh, jangan fitnah aku, ya! Aku tuh menjaga hutan ini dengan elegan!"
Kenzo tertawa tipis. Namun tawanya terhenti ketika teringat pesan Azura Mayang. "Srini, aku butuh latihan lebih keras mulai sekarang."
Srini mengerutkan alis. "Latihan buat apa? Emang ada apa?"
Kenzo menatap Srini dengan serius. "Ada seorang wanita sakti dari bangsa jin yang mencari aku. Katanya aku ganggu rencananya."
"Srini terdiam sejenak, lalu wajahnya mendadak serius. 'Wah, kalau bangsa jin sampai turun tangan, berarti ini bukan masalah sepele, Mas.'"
"Makanya, aku harus lebih siap. Nggak boleh lengah lagi," tegas Kenzo.
Srini menyeringai penuh percaya diri. "Serahin aja sama aku! Musuh pasti kabur jauh kalau lihat aku!"
Kenzo melirik tajam. "Kabur bukan karena takut, tapi karena jijik."
Srini langsung manyun. "Ih, nyebelin banget sih kamu, Mas Kenzo!"
Malam itu, di bawah langit Hutan Wingit yang tenang, Kenzo meneguhkan tekadnya. Dengan ancaman yang semakin dekat, ia harus menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Srini mungkin terlihat usil dan konyol, tapi keberadaannya selalu membuat perjalanan Kenzo lebih berwarna.
feed back la yaa😍