NovelToon NovelToon
Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: MishiSukki

Musim semi tiba, tapi Xiao An hanya mengeluh. Di dunia kultivator perkasa, ia malah dapat "Sistem" penipu yang memberinya perkamen dan pensil arang—bukan ramuan OP! "Sistem scam!" gerutunya. Ia tak tahu, "sampah" ini akan mengubah takdir keluarga Lin yang bobrok dan kekaisaran di ambang kehancuran. Dia cuma ingin sarapan enak, tapi alam semesta punya rencana yang jauh lebih "artistik" dan... menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Sketsa Ajaib di Istana

Kasim Utama membuka kotak itu dengan cekatan, gesit seperti biasa. Di dalamnya, tersusun rapi beberapa lembar kertas dan tiga gulungan perkamen. Dengan gerakan halus, Kasim mulai menyerahkan dokumen berupa kertas-kertas terlebih dahulu kepada Kaisar.

Kaisar Tianfei menerimanya. Matanya yang tajam, meskipun lelah, segera mencermati setiap baris tulisan. Ini adalah laporan rutin dari Prefektur Selatan, sebuah wilayah yang dikenal damai, berbeda jauh dengan laporan-laporan sebelumnya yang penuh gejolak.

Sambil Kaisar Tianfei mencermati laporan-laporan dari Prefektur Selatan, Kasim Utama berkomentar dengan nada yang lebih ringan dari biasanya.

"Yang Mulia," ujarnya, suaranya mengalir tenang seperti air di musim semi,

"Perbatasan selatan ini sungguhlah berbeda."

Dia melanjutkan,

"Dari masa ke masa, wilayah ini selalu dikenal sangatlah damai. Tak ada desas-desut pemberontakan, tak ada laporan tentang bandit besar atau sekte hitam yang berani membuat onar."

Senyum tipis terukir di wajah Kasim, seolah kedamaian wilayah itu juga menenangkan hatinya.

"Tanahnya subur makmur, Yang Mulia. Hasil panen selalu melimpah, sungai-sungainya jernih dan penuh ikan. Rakyatnya hidup tenteram, jauh dari hiruk pikuk intrik dan perang yang melanda wilayah lain."

Kaisar Tianfei, yang terbiasa dengan laporan berisi kabar buruk, mengangkat alisnya. Sebuah gejolak kecil dari sesuatu yang menyerupai kelegaan menjalar di hatinya. Prefektur Selatan, sebuah oase ketenangan di tengah lautan badai yang melanda kekaisaran.

Wilayah selatan itu memang istimewa. Kaisar Tianfei, yang biasanya fokus pada masalah-masalah genting, kini merasa seperti teringat oleh beberapa hal yang terlupakan tentang wilayah damai itu.

Sebuah memori samar, mungkin dari masa mudanya, atau dari laporan-laporan lama yang kini terasa begitu jauh. Dia merenung cukup dalam, matanya terpejam sejenak, seolah mencoba menarik kembali kepingan-kepingan ingatan yang tersebar.

Ketika membuka mata, Kasim Utama sudah siap. Dengan gerakan halus dan tanpa suara, Kasim menyodorkan gulungan pertama dari tiga perkamen yang ada di dalam kotak. Gulungan itu tampak lebih tebal dari kertas-kertas laporan biasa, dan permukaannya terasa lebih halus di bawah sentuhan Kaisar.

Kaisar Tianfei membuka gulungan perkamen pertama. Isinya adalah laporan ekonomi yang terperinci dari Prefektur Selatan. Matanya menelusuri angka-angka dan grafik, melihat data produksi hasil bumi, laporan perdagangan, dan penerimaan pajak. Tidak ada defisit, tidak ada keluhan tentang paceklik, bahkan ada surplus yang signifikan.

Senyum tipis merekah di bibir Kaisar. Dia sangat puas dengan laporan ekonomi ini. Di tengah gejolak dan kesulitan finansial yang melanda wilayah lain, Prefektur Selatan tetap menjadi mercusuar stabilitas, sebuah bukti bahwa masih ada bagian dari kekaisaran yang berfungsi dengan baik.

Kinerja yang solid ini adalah sebuah anomali yang menyegarkan di antara tumpukan kabar buruk yang biasa ia terima.

Adapun gulungan kedua, Kaisar Tianfei membukanya dengan antisipasi yang lebih besar. Ini adalah laporan tentang perkembangan budaya dan bakat di Prefektur Selatan. Matanya menyapu daftar nama-nama sarjana muda yang berprestasi, seniman yang karyanya mulai dikenal, dan bahkan beberapa kultivator muda yang menunjukkan bakat luar biasa.

Ada juga catatan tentang festival budaya yang sukses, pembangunan perpustakaan baru, dan peningkatan jumlah sekolah.

Sebuah senyum lebar yang tulus merekah di wajah Kaisar. Dia sangat berbahagia dengan perkembangan para jenius dan budaya di wilayah ini. Di tengah kekacauan politik dan militer, melihat tunas-tunas bakat baru bermekaran dan budaya berkembang pesat adalah sebuah oase yang menyejukkan jiwa.

Ini adalah bukti bahwa semangat kekaisaran, setidaknya di beberapa tempat, masih hidup dan berkembang. Ini adalah harapan bagi masa depan Kekaisaran Tianlong.

"Satu lagi, Yang Mulia," Kasim Utama berkata, menyodorkan gulungan perkamen terakhir.

Dengan suasana hati yang bahagia dan sebuah senyum yang masih tersisa dari laporan-laporan sebelumnya, Kaisar Tianfei membuka gulungan ketiga. Namun, begitu matanya menelusuri isi gulungan itu, senyumnya memudar. Perlahan, dahinya mengernyit dalam, sebuah ekspresi kebingungan bercampur tanda tanya.

INI

Gulungan ketiga itu bukan laporan atau daftar nama. Itu adalah sebuah sketsa pensil arang yang digambar di atas perkamen. Gambarnya adalah seorang kultivator muda, berdiri kokoh di puncak tebing, pakaiannya berkibar oleh angin yang menerpa.

Tangan kanannya mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, seolah menusuk surga, sementara tangan kirinya terentang ke samping, menyeimbangkan diri. Posturnya penuh kekuatan, memancarkan aura yang mendominasi.

Namun, yang membuat Kaisar Tianfei mengernyit adalah detail pada wajah kultivator itu. Tatapan matanya sangat tajam, lebih dari sekadar guratan arang. Ketika Kaisar melihat lebih jelas mata kultivator itu, dia merasa seolah-olah diawasi balik olehnya dengan pandangan tajam dan penindasan yang nyata, sebuah sensasi yang membuat bulu kuduknya merinding.

Itu bukan sekadar gambar; itu adalah sepasang mata yang hidup, memancarkan kehendak yang tak tergoyahkan. Sebuah karya seni yang luar biasa, namun juga aneh dan mengganggu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!