A Little Desire of Anti-Hero ¦ Alihero
———
Rion, seorang half-elf yang dijauhi kerena dia mempunyai rambut berwarna hitam yang dianggap sebagai bentuk kemalangan.
Namun, dia tidak mengindahkan apa yang dikatakan orang lain, baginya selama ada sosok ibunya itu sudah cukup.
Sampai saat semua itu hilang. Bahkan saat dia mencoba melepaskan semua itu, dia dipaksa kembali.
Melahirkan sosok paling menakutkan.
———
[Slow Updates]
Hai sahabat pembaca di mana pun kalian berada, jangan lupa support author ya! Caranya gampang tinggal tekan tombol like, komen dan rate *5 pada bagian depan!
Dur ¦ @rohimdur00
Salam dari Dur
#hanyapendatang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SE.7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arc I - Chapter 17 : Kekacauan Dalam Benteng - 4
Setelah ledakan terjadi, situasi dalam benteng pun berubah dengan cepat. Kepanikan timbul akibat keterkejutan dan ketidaksiapan atas apa yang tengah terjadi.
"Perintahkan semua pasukan mencari penyerang itu!" raung Seriana pada Demand yang kini ada di depannya.
Setelah sedikit tenang, dia melanjutkan, "Demand, kau arahkan pasukan untuk mencari penyerang itu."
Demand mengangguk ringan sebelum mengundurkan dirinya. Hendak melaksanakan apa yang Seriana perintahkan padanya.
Di dalam ruangan yang kini sepi tanpa kehadiran lain selain dirinya, raut wajah Seriana semakin mengerut lebih dalam bersama dengan darahnya yang kian mendidih. Namun, semua itu tak menghalangi kecantikannya.
Menenangkan dirinya, Seriana mencoba memikirkan tempat asal getaran keras tadi terjadi.
Para prajurit kebingungan saat tidak dapat menemukan asal getaran tersebut, ledakan yang tepat terjadi di dalam benteng, tempat di mana kekacauan dapat disembunyikan secara rapat. Menggunakan metode eliminasi, Seriana mencoba mempersempit kemungkinan yang ada.
Saat semua telah selesai, mata Seriana melebar. Hanya ada satu tempat yang ada yang memenuhi semua itu ... laboratorium!
Hanya itu tempat yang memenuhi semua variabel. Dikarenakan sebagian besar prajurit tak mengetahui keberadaan laboratorium itu sendiri, letak yang tersembunyi, dan membuat tempat itu tak dapat ditemukan dengan mudah.
'Hanya siapa yang dapat masuk ke benteng ini tanpa disadari? Bahkan sampai tahu keberadaan laboratorium itu,' pikir Seriana saat otaknya bekerja dengan keras, mencoba mengetahui siapa sosok yang dapat menyerang benteng ini.
Pintu tiba-tiba terbuka saat seseorang masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu. Namun, sebelum Seriana dapat berkata apa pun orang itu berkata dengan panik.
"Nona! Nona! Kondisi laboratorium... hancur lebur!"
Suara pecah segera terdengar saat Seriana melemparkan sebuah guci di atas mejanya.
Seriana yang selalu terlihat anggun dan seolah tak tersentuh emosi negatif, kini memperlihatkan emosi yang jarang dia tunjukkan.
Kemurkaan! Dia kini murka terhadap semua kejadian yang tidak dapat diatasi dengan cepat tepat seperti dirinya yang biasa.
Melihat wajah Serina yang berwarna merah padam, penjaga yang melaporkan itu pun semakin takut. Meski dia adalah orang yang beruntung karena selamat dari ledakan yang terjadi di laboratorium, dia juga tak tahu tentang asal muasal ledakan itu sendiri.
Laboratorium itu, semua hal yang telah Seriana bangun seorang diri selama beberapa tahun terakhir sekarang lenyap tak tersisa. Tak perlu ditanyakan lagi dia kini merasakan frustrasi, ini adalah hal pertama yang tak sesuai apa yang dia inginkan.
Seriana menghembuskan napas panjang, berusaha menenangkan emosinya yang tengah bergejolak. "Sampaikan ini pada Demand! Perintahkan kepada semua prajurit untuk berjaga di posnya masing-masing. Juga segera nyalakan suar atau sihir penerangan jika melihat sesuatu yang mencurigakan!"
Selesai memberi perintah, Seriana menyandarkan tubuhnya. Lebih kurang merasa hari ini adalah hari yang sangat kacau baginya.
Menyaksikan bahwa penjaga itu telah pergi, pikiran Seriana tiba-tiba tertuju ke dalam kemungkinan yang selalu dia abaikan. Memiliki tingkat kemustahilan serta ketidakmungkinan untuk itu terjadi adalah apa yang membuat dia mengabaikannya.
Akan tetapi, intuisi dalam dirinya tiba-tiba muncul dengan kuat, menyebabkan Seriana menghentikan pola pikiran selama ini dan mencoba berpikir dari sudut pandang yang berbeda.
Meskipun hanya ini yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin, tapi Seriana menolak untuk percaya bahwa ini nyata.
Serangan yang tidak dapat dideteksi oleh siapa pun, pemilihan tempat dan waktu yang sangat tepat untuk menyerang, mengetahui benteng seolah itu rumahnya, dan yang terpenting ... mengetahui letak laboratorium. Jika Seriana mencoba memikirkan ulang semua ini di luar sudut pandangnya, hanya ada satu sosok yang dapat dia pikirkan, subjek tes E-R1203, Rion!
Hanya subjek tes E-R1203 lah yang Seriana rasa memenuhi semua itu. Mendapati kemungkinan ini, perasaan tidak nyaman segera menggantung di udara bersama jerat tali yang terasa melilitnya.
Bahkan jika hanya ini kemungkinan yang didapatinya, Seriana masih berharap untuk mengabaikan hal ini. Selain karena faktor subjek tes yang tidak mungkin untuk lolos dari metode pengendalian pikiran, juga karena Rion dirasa rasa terlalu lemah untuk bisa menyebabkan kekuatan penghancur sekuat ini.
Akan tetapi, setelah dia mendapati kemungkinan ini, Seriana tak dapat dengan mudah mengabaikannya. Hanya demi memastikan, bahkan jika kemungkinan itu hanya satu per sekian perseroan dia tak dapat membiarkan kemungkinan itu lolos.
Memanggil ulang penjaga yang masih belum pergi jauh, Seriana menambahkan sebuah perintah, "Juga segera cari keberadaan Subjek E-R1203! Tangkap dia dan bawa kemari setelah menemukannya, bahkan jika dia tak bersenjata atau melawan, bawa dia secara paksa!"
Bahkan jika itu hanya untuk memastikan, Seriana ingin menenangkan kekhawatiran yang tengah dia rasakan.
"Baik!"
Setelah penjaga itu benar-benar pergi, Seriana bersandar di kursinya. Menghembuskan nafas panjang, senyum aneh terlihat di wajah cantiknya.
'Entah kenapa ... hal ini, hal yang menjengkelkan ini mulai terasa sedikit menyenangkan.'
***
Dalam bayang-bayang benteng, sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang saling memandang satu sama lain saat merasakan getaran hebat dalam benteng yang kini membuat situasi menjadi kacau.
Salah satu anggota memandang sang kapten sebelum bertanya, "Apakah ada pasukan lain yang datang, Kapten?"
"Aku rasa tidak Zee. Seharusnya tidak ada tim lain, apalagi pasukan yang dapat membuat serangan yang dapat membuat dampak seperti ini," jelas Xion, kapten tim ini.
Bagaimanapun negara mereka —Beatria Union— tidak memiliki kelonggaran untuk mengutus pasukan lebih. Bahkan jika mereka mengutus pasukan meski hanya untuk mengalihkan perhatian, setidaknya tim mereka akan diberitahukan sebelumnya. Berdasarkan semua ini, Xion berani membuat kesimpulan bahwa ini bukanlah serangan dari pihak mereka.
"Kalau begitu ... ini mungkin adalah keberuntungan dipihak Beatria Union, bukan? Menyerang di saat yang tepat," ucap Yuzu riang.
Mendengar ini Dian mengangguk dengan senyum yang ada di bibirnya. "Kamu mungkin benar Yuzu."
"Yuzu, Dian, diamlah!" bentak Zee. Memikirkan bahwa mungkin mereka tak memahami situasi, dia pun menjelaskan. "Hal ini justru dapat membuat operasi kita semakin sulit tahu. Wess, bagaimana menurutmu?"
Akan tetapi, Wess hanya mengangguk sebagai tanggapan. Setelah melihat hal ini, Xion dan Zee tersenyum kecut.
Dian, Wess, Xion, Yuzu, dan Zee. Mereka adalah tim operasi khusus dari Beatria Union yang beranggotakan beast-kin jenis ras bangsa kucing.
Sekarang ini mereka tengah menjalankan misi yang berupa menyusup ke benteng selagi pertarungan besar terjadi. Dengan tujuan utama untuk membunuh Duke Arcchild, mereka seharusnya menjalankan misi secara diam dan rahasia.
"Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi. Namun, tetap fokus pada tujuan operasi kita, bahkan jika kita terbunuh pastikan Duke Arcchild terbunuh! Jika pasukan mereka kacau, walaupun hanya sejenak itu dapat menjadi peluang kemenangan bagi kita!"
"Baik, Kapten!" jawab anggota lain serentak.
Xion menyuarakan perintahnya menghadapi situasi yang tak dapat diduga sama sekali ini. Apa pun yang sebenarnya terjadi, selama tujuan mereka tercapai maka tidak masalah. Jika misi mereka sukses, maka arah angin pertempuran selanjutnya pasti akan berpihak pada mereka.
Menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah dengan cepat, Xion bersama timnya terus berusaha menjalankan misi secekatan mungkin.
kenapa ada cairan bening keluar dari mata😢
ditunggu kelanjutannya 👍
salam dari "Ruler of Night" mampir ya ? heheh, dijamin ceritanya seru
Genre : Action,Fantasi,Petualang
Judul : Di panggil ke dunia lain
Jangan lupa mampir ya min
Mampir lagi ke cerita aku.
Reborn Little army.
I am Dragon