Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SULIT (REVISI)
Kai segera menoleh saat pintu ruangannya di buka dengan begitu kasar dan memperlihatkan wanita dengan wajah ditekuk itu, dia terlihat kesal dan marah. "Ada apa Jenn?" tanya Kai sedikit terperanjat "Kau masih bertanya ada apa?" sahut Jenifer dengan kesal "Kau mengabaikan aku!" rutuk Jenifer "Kemana saja kau beberapa hari ini, kau tak memperdulikan aku Kai!" sambungnya "Bahkan kau meninggalkan aku hari itu, tanpa pamit sama sekali, ada apa denganmu!" sambungnya penuh emosi.
"Kryatal masuk rumah sakit hari itu, jadi aku harus segera menemuinya," jawab Kai "Waa jadi perempuan murahan itu lebih penting ketimbang aku? begitu?" kata Jenifer "Dia hanya pelayan club yang tak sengaja kau buat hamil! ingat itu!" sambung Jenifer dengan pedasnya "Jen!!!" bentak Kai saat tak suka dengan ucapan wanita itu.
"Wah.. Bahkan kau membentakku karena wanita itu, apa aku tak berarti lagi untukmu?" tanya Jenifer dengan mata yang berkaca "Tidak sepeti itu sayang," kata Kai berusaha menenangkan Jenifer "Aku harap kau mengerti, Krystal sakit bagimana bisa aku tak memperdulikannya," jelas Kai "Tapi kau benar-benar keterlaluan, aku tak memperdulikan aku sedikitpun!" rutuk Jenifer penuh amarah.
"Baik lah aku minta maaf untuk itu, aku tak akan mengulanginya lagi Jen" kata Kai sambil memeluk tubuh wanita itu "Jangan marah lagi ya..," kata Kai lalu mengecup punca kepala wanita itu penuh perhatian "Bejanji lah kau tak akan melakukan itu lagi," kata Jenifer "Aku berjanji sayang," jawab Kai
***
Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, Krystal masih duduk di depan TV sambil terus memandang ke arah pintu menanti suaminya itu pulang. Tiba-tiba saja Krystal ingin makan ayam goreng tapi ingin memakannya di sana langsung bukan di rumah, oleh karena itu dia menunggu Kai karena telpon dan pesannya tak direspon oleh Kai.
Sudah begitu lama dia menunggu tapi pria itu belum juga pulang, Krystal tak berani keluar rumah pada malam hari seperti ini, dia akan dimarahi lagi oleh Kai jika itu terjadi,menunggu sungguh membosankan, sudah hampir satu jam dia menunggu tapi pria itu belum juga datang.
"Krys.. Apa yang masih kau lakukan disini nak?" tanya Nyonya Kim sambil duduk di samping menantunya itu "Tak ada ibu, aku menunggunya pulang," jawab Krystal "Apa Kai tak mengabari?" tanya Nyonya Kim dan hanya dijawab gelengan oleh Krytsal.
"Kau mau sesuatu?" tanya Nyonya Kim saat melihat gelagat aneh Krystal "Aku akan menunggunya saja ibu," kata Krystal tak enak pada mertuanya itu "Bagaimana jika suamimu pulang larut? mau ibu temani saja? Ayo ibu temani saja," kata Nyonya Kim "Apa ibu tak merasa lelah jika harus menemaniku?" tanya Krystal dengan hati tak enak "Tentu tidak nak.. Tunggu ibu akan beganti baju dulu," kata Nyonya Kim sambil berajak.
Krystal dan Nyonya Kim pun sampai kesebuah lestoran ayam yang terkenal di daerah itu, Krystal memesan satu porsi besar yang berisi potongan ayam. Nyonya Kim hanya menatap takjup pada menantunya yang makan dengan begitu lahap, Nyonya Kim sedikit legah paling tidak ada sesuatu yang bisa masuk kedalam perut ibu hamil itu.
Setelah makan Krystal dan Nyonya Kim mampir ke super market untuk membeli bahan-bahan yang sudah habis di rumah, keduanya berjalan sambil bicara ringan sesekali tertawa bersama saat terjadi kelucuan.
"Krys bukankah itu Kai?" tanya Nyonya Kim saat melihat sepasang kekasih yang tengah bergandengan sambil belanja itu, Krystal hanya menundudukan kepalanya menyadari siapa yang ada di depannya itu, ya benar itu suaminya yang sedang bersama wanita lain, Nyonya Kim terlihat marah dan seperti ingin menghampiri putranya itu.
"Ibu..," panggil Krystal sambil menggeleng pada ibu mertuanya itu "Bukan itu bukan Kai, dia sedang di kantorkan," kata Krystal tersenyum perih kearah mertuanya itu. Nyonya Kim merasa iba dengan gadis belia ini entah harus berapa lagi penderitaan yang akan dihadapinya setelah ini, gadis yang begitu baik hati dan polos, gadis yang sangat dewasa dan tegas saat bersikap tapi punya sisi rapuh juga.
Setelah menyelesaikan berbelanja keduanya pulang, Krystal hanya diam menatap lurus kejalan, tatapannya kosong begitupun dengan fikirannya. Krystal terus berdoa di dalam hati, agar saat dia sampai rumah pria itu sudah ada di rumah dan akan membuat Krystal berfikir bahwa orang yang ditemuinya di super market itu bukan suaminya.
Saat sampai di rumah Krystal membuka pelan pintu kamarnya dan berharap suaminya itu sudah ada disana, namun nihil pria itu tak ada Krystal hanya bisa menghela nafas berat,membayangkan pria itu tidur di ranjang wanita lain membuat Krystal begitu kesal dan bingung atas perasaannya sendiri.
Krystal berusaha memejamkan matanya untuk tidur lalu terperanjat saat mendengar HP-nya berbunyi "*K*rys aku tak pulang malam ini, ada banyak pekerjaan yang harus kukerjakan," bunyi pesan yang diterima Krystal dari suami nya itu, Krystal hanya bisa tersenyum miring "Kau membohongiku lagi," batin Krystal.
Krystal berusah memejamkan matanya, berusaha melupakan semua yang terjadi malam ini hanya ingin mengistirahatkan jiwa dan raganya, tapi tak bisa dia malah menangis terseduh, entah lah mungkin karena hormon kehamilan yang membuatnya begitu sensitif dan mudah sekali menangis.
Memikirkan bahwa pria itu membohoginya lagi membuat Krystal begitu sedih dan terluka "Kenapa kau sangat jahat," gumam Krystal.
reader wajib baca ini.