NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelum racun itu tersebar

“Apa yang sedang kamu lakukan?”

Deg!

Syam menelan ludah dengan kasar. Tangannya yang menggenggam bubuk itu langsung mengepal erat sebelum cepat-cepat menyelipkannya ke dalam saku celana, lalu menoleh.

Di hadapannya, seorang pria berdiri dengan sorot mata tajam dan penuh tekanan. Pakaiannya formal, jelas bukan pegawai toko ini.

“Sa-saya hanya ingin memilih kue, Tuan,” jawab Syam berusaha menetralkan ekspresinya.

Pria itu menatapnya tidak percaya.

“Kau pikir aku bisa dibohongi?” ucapnya dingin dan penuh tekanan.

Tanpa aba-aba, ia langsung menarik tangan Syam, menyeretnya keluar dari area toko. Beberapa pelanggan hanya melirik sekilas, tidak terlalu memperhatikan keributan kecil itu.

“Niel, mau ke mana lo?” tanya Dion sambil menghampiri Niel. Pandangannya kemudian jatuh pada pria di samping Niel, yang tampak pucat dan jelas ketakutan. Dion mengernyit, merasa ada sesuatu yang tidak beres dari situasi itu. Wajah Dion berubah bingung sekaligus waspada. “Siapa dia?”

“Ikut gue,” perintah Niel singkat pada Dion.

Ia kemudian melangkah keluar, namun sebelum benar-benar meninggalkan toko, Niel sempat berhenti sejenak di dekat kaca besar. Matanya menyapu area dalam dan luar toko dengan tajam, memastikan situasi. Sebuah senyum tipis—hampir tak terlihat—terbentuk di bibirnya sebelum ia kembali bersikap datar.

“Di mana pintu keluar selain yang depan?” tanyanya dingin pada pegawai Castella Cake.

“Arah sana, Pak,” jawab pegawai itu cepat sambil menunjuk.

Niel melangkah ke arah petunjuk pegawai tersebut, tangannya masih menyeret pria yang tak lain adalah Syam.

“Niel, kita mau ke mana sih? Harusnya kita ketemu Ibu Rosa, terus ini siapa?” Dion bertanya bertubi-tubi sambil mengikuti langkahnya.

Namun Niel tidak menjawab sedikit pun.

Langkahnya tetap stabil, dingin, dan penuh kendali hingga akhirnya mereka keluar dari toko melalui pintu samping yang lebih sepi.

Brug!

Syam terbatuk keras, tubuhnya terasa nyeri saat jatuh menghantam tanah yang lembap.

“Si-siapa kalian?” suaranya bergetar, mencoba bangkit namun langsung ditekan oleh tatapan dingin Niel.

Niel berjongkok perlahan, jaraknya hanya beberapa sentimeter dari wajah Syam.

“Jawab jujur,” ucapnya pelan, tapi justru terdengar paling mengancam. “Siapa yang menyuruh kau?”

Syam menelan ludah, matanya bergerak gelisah.

“Saya hanya ingin membeli kue, Tuan,” jawabnya dengan suara bergetar.

Niel langsung mencengkeram leher Syam. “Kau pikir bisa membohongiku, hah!” ucapnya tajam. “Dion, cari data dia sekarang juga!”

Dion yang masih belum memahami maksud tindakan sahabatnya itu tetap menurut, lalu segera mengeluarkan ponselnya untuk menjalankan perintah.

Syam meraih tangan Niel yang mencengkeram lehernya, mencoba melepaskan diri sambil terbatuk hebat.

“Tu-tuan… le-lepas…” suaranya serak, napasnya mulai tidak beraturan.

Niel tidak bergerak sedikit pun. Tatapannya justru semakin dingin, menekan tanpa belas kasihan.

“Kalau kau tidak bicara sekarang,” ucapnya pelan, “aku tidak akan menjamin kau bisa pulang dengan keadaan utuh.”

Deg!

Tubuh Syam langsung menegang.

Dion yang berdiri di samping mulai gelisah, jari-jarinya sibuk menekan layar ponsel.

“Niel… gue udah cek identitas dia,” ucap Dion. “Namanya Syam Pratama… dia pengawal Bayu Dirgantara… dan anaknya sedang dirawat di rumah sakit.”

“Bisa-bisanya kau melakukan kejahatan di saat anakmu sakit,” ucap Niel dingin, lalu melepaskan cengkeramannya.

Syam terbatuk hebat, lehernya terasa nyeri.

Niel mengambil serbuk putih dalam kantong bening dari saku celana Syam, lalu mengamatinya sejenak sebelum berucap pelan.

“Sial… ini racun,” gumamnya.

“Niel, dia siapa sih?” tanya Dion penasaran.

Niel tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tajam ke arah Syam. “Dia ingin meracuni pelanggan Castella Cake dengan mencampurkan racun ke Pavlova buatan Diana.”

Mata Dion langsung melebar, kini ia benar-benar paham. “Dia pengawal Bayu Dirgantara berarti…?”

“Tak perlu diperjelas. Bawa dia ke kantor polisi,” ucap Niel tegas.

Deg!

Syam langsung memohon. “Tuan, maafkan saya… saya hanya disuruh. Anak saya butuh biaya.”

Niel tetap tidak bereaksi. Tatapannya dingin, tanpa sedikit pun belas kasihan.

“Tuan, saya mohon… saya hanya diperintahkan oleh Nyonya Iren.”

Niel terdiam sesaat, menatap Syam lekat.

“Niel, bukan Iren ibu dari Samuel?” tanya Dion.

Niel mengangguk pelan. “Cari tahu tentang dia.”

“Baik… tapi dia bagaimana? Anaknya di rumah sakit… apa lo nggak kasihan?”

Hening sejenak.

Niel akhirnya menghela napas berat. “Kali ini saya maafkan kau.”

“Tuan serius?” tanya Syam terkejut.

“Hm. Tapi ingat, kalau kau berani macam-macam lagi, saya pastikan kau tidak akan bisa melihat anak dan istrimu lagi,” ucap Niel penuh tekanan.

“Iya, Tuan… saya paham,” jawab Syam cepat.

“Dan…” Niel menatapnya tajam.

Ia mencondongkan sedikit tubuhnya. Suaranya turun menjadi lebih rendah dan dingin, cukup agar hanya Syam yang mendengarnya.

Beberapa detik kemudian, ia kembali menegakkan tubuhnya tanpa ekspresi, seolah tidak pernah mengatakan apa pun.

Syam mengangguk cepat dengan wajah pucat.

“Baik, Tuan… saya mengerti.”

“Pergi.”

Syam segera pergi dari sana.

“Tidak ada alasan untuk meragukan rencanamu, Niel,” ucap Dion dengan senyum puas.

Meski ia tidak mendengar percakapan singkat Niel dengan Syam tadi, Dion tetap bisa menebak arah langkah yang sedang diambil sahabatnya itu—dan itu sudah cukup membuatnya memahami rencana Niel tanpa perlu penjelasan lebih lanjut.

“Untuk orang seperti mereka, kelicikan hanya bisa dilawan dengan kelicikan,” balas Niel dingin, sudut bibirnya terangkat tipis.

°°••°°

“Bagaimana? Berhasil?”

Syam baru saja masuk ke dalam mobil, dan Iren langsung melontarkan pertanyaan begitu Syam masuk ke mobil.

“Iya, Nyonya,” jawab Syam berusaha menetralkan dirinya.

Iren tersenyum puas. “Bagus.” Matanya kembali tertuju ke arah Castella Cake dari kejauhan. “Sebentar lagi kau akan hancur, Diana…”

Lalu tanpa sengaja, pandangan Iren jatuh pada pakaian Syam yang tampak kotor.

“Kenapa bajumu kotor?” tanyanya datar.

“Saya lewat pintu belakang, Nyonya… jalannya agak licin, jadi saya terjatuh,” jawab Syam cepat.

“Oo…” Iren hanya merespons singkat tanpa memperdalam pertanyaan, seolah mengabaikan kondisi Syam setelah menjalankan rencananya.

“Dasar orang kaya,” gerutu Syam dalam hati.

“Kita pergi sekarang,” ucap Iren kemudian.

“Baik, Nyonya,” jawab Syam patuh sambil menyalakan mobil.

1
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!