NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Stivani

Arsen Winston, seorang lelaki berhati beku, menyimpan sisi kelam di balik ketampanan yang memukau. Ia bagaikan musim dingin yang mematikan bunga—dingin, keras, dan tanpa belas kasih. Pernikahan yang menjeratnya bukanlah pilihan hati, melainkan takdir yang mengikat dengan rantai yang tak terlihat.

Amey Agatha, gadis berparas jelita dengan jiwa secerah mentari pagi, tidak pernah menyangka bahwa lelaki yang kini menjadi pendamping hidupnya bukanlah sosok penuh kasih yang ia bayangkan. Di balik senyum Arsen yang memikat, tersembunyi tabiat yang tajam dan menyakitkan, seperti duri yang melukai tanpa terlihat.

Takdir kejam menyingkap rahasia yang tak terduga—calon suami yang ia nantikan telah tiada, digantikan oleh sosok kembar bernama Arsen. Maka, Amey harus belajar menerima kenyataan pahit, berjalan di sisi seorang pria yang wajahnya serupa, tetapi jiwanya asing dan menakutkan.
.
.
©Copyright by Stivani, Agustus 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stivani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rukun Bule Tampan

"Aku sudah menyiapkan semuanya."

"Good job."

Amey membantu Arsen untuk berdiri. Tangan kiri Amey melingkar di pinggul Arsen sedangkan tangan kanan Arsen merangkul pundak Amey. Keduanya terlihat layaknya pasutri normal.

Arsen berjalan sangat pelan karena kakinya masih perih untuk ditekan terlalu kuat. Beberapa saat kemudian tibalah mereka di kamar mandi.

Arsen membuka pakaiannya dan melemparkan ke sembarang tempat dan itu membuat Amey memutar bola matanya malas. "Bisa tidak, kau jangan melemparkan bajumu seperti itu!"

"Tidak." jawab Arsen dingin.

Giliran celana dalamnya yang ia buka dan itu membuat Amey melonjak kaget. Amey dengan segera membalikkan badannya. Bisa-bisanya dia membuka celana dalamnya di depanku. Astaga! batin Amey terkejut.

Arsen hendak memasukan kaki kirinya ke dalam bathup namun ia tersadar jika kaki itu pincang. "Ck!" berdecak. "Jika kau tidak tulus membantuku, keluar sana!" ketusnya.

Amey mengerutkan kening. "Apa maksudmu? Aku membantumu dengan tulus."

"Buktinya, kau hanya bengong menatap dinding tidak jelas. Aku tidak bisa memasukkan kaki kiriku."

"A--aku ..."

Amey merasa risih membantu Arsen karena pria itu telah melepas semua pakaiannya sehingga setiap inci tubuhnya terpampang nyata.

"Arghh." menjerit saat ia mencoba mengangkat kaki kirinya.

Mendengar erangan Arsen, sontak Amey langsung berjongkok, bertumpu pada jemari kakinya dan membantu memasukkan kaki Arsen. Kini posisi kepala Amey sejajar dengan junior Arsen. Amey deg-degan. Ia menelan salivanya. Fokus Amey ... fokus! Jangan menjelingkan matamu, atau kau bisa melihat belutnya bangkit.

Lantai terlalu licin untuk sebuah jemari kaki yang bertumpu di atasnya. Lagi-lagi Amey tidak dapat menahan keseimbangan tubuhnya ia terjatuh ke lantai dan reflek memegang belut Arsen.

Arsen menggeliang saat Amey menyentuh bagian sensitifnya. "Kau membangunkannya."

Amey melonjak dan terkejut bukan main. Ia melotot saat melihat apa yang dipegang tangan kanannya. Belut itu berdenyut dengan cepat sehingga menegang dengan seketika. "Aku berbuat kesalahan!" gumamnya melepas belut Arsen.

Pria itu terlihat gelisah seperti menahan sesuatu. Sial! Aku tidak bisa lagi menahannya. Dia selalu menguji kesabaranku. ucapnya dalam hati.

Arsen masuk ke dalam bathup. Ia mengerang nikmat saat kejantanannya tenggalam dalam hangatnya air yang berbusa itu. Ia menatap Amey yang memerah karena malu. "Jika tidak ingin menjadi santapannya," menunjuk bagian bawahnya, "Keluarlah dari sini."

Amey menggeleng dengan cepat dan segera keluar dari kamar mandi. "Amit-amit cabang bayi!" gerutunya.

***

Semua pelayan rumah keluarga Winston menatap Soffy yang sedang membuat sesuatu. Mereka tidak diperbolehkan Nenek Rempong itu untuk membantunya. Elis dan anak buahnya hanya memandang dengan tatapan bingung.

"Tinggal masukan gula aren dan selesai ramuannya." gumam Soffy.

"Nek, apa yang Nenek buat?" tanya Elis.

"Ini ramuan tradisional dari leluhurku. Campuran rempah-rempah ini memiliki banyak khasiat. Salah satunya pembangkit kejantanan."

Para pelayan melotot.

"Elis, tolong bantu aku."

"Baik, Nek."

"Letakkan ini di lemari es supaya ketika diminum rasanya tambah enak." tutur Soffy seraya menyerahkan sebuah mangkuk kecil ke tangan Elis.

Elis menerimanya, tapi seketika rautnya berubah karena mencium bau yang begitu menusuk hidungnya. Bau yang sangat menyengat. Entah bahan-bahan apa yang ditaruh Soffy ke dalam ramuan itu.

Arsen dan Amey tiba di meja makan. Semuanya terperangah saat melihat Arsen berjalan dengan pincang. Amey masih merangkulnya dengan setia. Mereka terlihat sangat romantis.

"Selamat pagi Tuan dan Nyonya Winston." ucap para pelayan dengan serentak.

"Selamat pagi semua." sahut Amey tersenyum.

"Cucuku, duduklah. Nenek sudah siapkan ramuan untukmu." menatap Arsen.

"Nek, nanti aja ya. Suamiku ingin sarapan." tukas Amey sembari mendudukkan Arsen dengan hati-hati.

"Baiklah. Sebentar malam kau harus menyuruh suamimu untuk meminum itu. Nenek jamin dua ratus lima koma sembilan persen, ini manjur." mengedipkan mata sebelahnya.

"Ya ya ya." tutur Amey malas. "Ohya, aku mengajak Nenek tinggal di sini. Boleh 'kan?" tanyanya melirik Arsen.

Arsen tidak menggubris. Amey menyenggol kakinya yang pincang.

"Awww." pekik Arsen. "Apa yang kau lakukan?" menaikan nada.

"Aku bertanya padamu!"

"Iya ... iya terserah kau saja." ucap Arsen dingin.

Soffy melonjak kegirangan. "Tengkyuuu menantuku."

***

Di depan mansion keluarga Winston, dua supercar telah terparkir rapi. Pemilik kedua mobil itu adalah Kaisar dan Jayden. Mereka memang sering mampir di rumah si kembar.

"Jay, come on!" ajak Kai.

Penampilan keduanya sangat glamour. Kai memakai setelan jas berwarna maron sedangkan Jay memakai setelan berwarna abu-abu disempurnakan dengan wajah tampan mereka dan sebuah kacamata hitam sebagai hiasan mata.

Mark juga baru tiba di mansion bersamaan dengan Jayden dan Kaisar. Penampilan Mark juga tak kalah glamour. Ia melihat kedua sahabat Arsen sedang menuju ruang tamu. "Excuse me, Mr. Smith and Mr. Stoner." sapa Mark menunduk.

Kai dan Jay menghadap ke sumber suara. Mereka menghentikan langkah mereka. "Kai, itu Mark." ucap Jayden.

"Mark, di mana Arsen?" tanya Kaisar.

"Tuan sedang sarapan." menatap jam tangannya. "Ini jam sarapan Tuan Arsen."

"Oh baiklah. Kita tiba di waktu yang tepat." tutur Kai tersenyum. "Kebetulan perutku juga sudah lapar. Ayo Jay kita ke dapur." ajak Kai dan di balas dengan anggukan oleh Jay.

Mereka bertiga menuju ke ruang makan. Para pelayan yang melihat kedatangan Kai, Jay, dan Mark, reflek menunduk memberi hormat.

"Morning Tuan dan Nyonya Winston. Bolehkah kami bergabung?" ucap Kai menggoda.

Arsen yang melihat kedatangan sahabatnya hanya memutar kedua bola matanya dengan malas. "Tidak menerima tamu. Pergilah." ucap Ars datar.

"Ayolah friend, biarkan kami bergabung." timpal Jayden mengedipkan matanya.

"Silahkah duduk Kai, Jay." ucap Amey mempersilahkan.

Para pelayan langsung menarik kursi untuk Jay dan Kai tempati.

Soffy yang dari tadi memperhatikan ketiga bule yang datang secara bersama pun menelan salivanya kasar. Matanya kembali mengeluarkan binar bening berlian. Ia kembali memasang wajah centilnya. "Ododo ehh! masih pagi so cuci mata." (Waw! Masih pagi sudah cuci mata) gumam Soffy.

Mark yang melihat ekspresi Soffy langsung melemparkan wajahnya ke samping. Bahaya! Di sini zona merah. batinnya menggerutu.

"Helo handsome." sapa Soffy mengedipkan mata dengan centil.

Kai dan Jai dengan kaku menyapa Soffy. "Helo Grandma."

"Perkenalkan, itu Nenekku. Nek, perkenalkan ini Jayden dan ini Kaisar. Mereka sahabat suamiku." ucap Amey memperkenalkan.

"Amey kenapa kau tidak mengatakannya dari awal." tanya Soffy yang belum berhenti memandangi kedua pria bule itu.

Amey mengerutkan kening. "Mengatakan apa Nek?"

"Kalau di sini ada Ruletam!"

"Ruletam? Apa itu Nek?" Amey semakin bingung.

"Ihhh Amey nggak gahullll! Ruletam itu, artinya Rukun Bule Tampan!" celutuk Soffy.

Amey menepuk jidatnya. Sedangkan para pelayan terkekeh pelan. Soffy mengeluarkan ponselnya, ia kembali memotret Kaisar dan Jayden berkali-kali, dan itu membuat kedua bule itu merasa heran.

"Nek? Berhenti memotret mereka." tegur Amey merasa malu.

"Nenek mau pamer di pacebook, kalau Nenek juga punya kenalan bule tampan. Hihihi."

"Nenek, jangan malu-maluin Amey ihh."

"Tidak apa-apa Mey. Nenek kamu eksis juga, haha." tukas Kaisar terbahak.

"Mark! sori dori stroberi, saat ini aku sudah punya gebetan baru." ucap Soffy menggelengkan kepala dan diikuti dengan telunjuknya.

Mark bernafas lega. "Selamatlah aku." gumamnya sembari mengusap dadanya.

"Tapi kau tenang saja dan jangan bersedih, aku juga pasti akan memperhatikanmu sebagai Brader favoritku."

Mark menelan saliva. Ekspresi senangnya kini berubah kembali. "Brader Favorit? Apa lagi ini?" lirih Mark.

"Bagaimana Mark? Kau suka?" tanya Soffy tersenyum lebar.

"Terserah Nensi saja." tuturnya pelan.

To be continued ...

Note :

Bagi kalian yang penasaran dengan ciri-ciri Nenek Soffy yang super duper rempong, nihhh Vani kasih Visualnya. Paling tidak begini nih tampangnya awokawokawok 👇👇👇

(Photos by Pinterest)

LIKE, KOMEN, VOTE, RATE 😘

1
jumirah slavina
meninggoy 😱
N@MIK♡
Luar biasa
Mikes Amalia
lanjutin cerita anak anak arsen kaaa
Rohimatul Amanah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rohimatul Amanah
Luar biasa
♊Gemini06
Lumayan
ros
Luar biasa
ros
Lumayan
Ayu Ade Yulianita
Luar biasa
milie
Bu
Puspita Sari
ngakak aseli.....tokoh arsen yg katanya dingin kejam di pikiran gw udh ilang skrg yg ada arsen yg konyol 😂😂😂
Septina Ulandari
Luar biasa
Pudji Widy
keluarga Winston kan kg berduka Arka meninggal baru siang tadi kok bisa2 ngadain pesta pernikahan..apagi nginep di hotel...???
Triiyyaazz Ajuach
ada nata de coconya 😄😄😄 emangnya es kelapa muda
keke global
maksudnya implan yaa hehehehe
SeoulganicId
oalah olin bisa bisanya gue pikir si elis😭
Lasman Silalahi
kok alurnya jadi rancu
Nuroden Lina
ceritanya best banget..suka banget dengan watak tuan arogan arsen
Mesri Simarmata
dugaan ku bener, gadis bule itu Eggi karena sdh di kasih klue di episode sebelumnya klo Eggi jg pasti punya peran dlm cerita novel ini
Mesri Simarmata
keren seru banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!