Ribeena (Bee), 26 tahun awalnya gadis cupu yang selalu mendapatkan bullyan di kampusnya akhirnya bertransformasi menjadi model dingin tidak tersentuh dan populer setelah beranjak dewasa. Ia harus menjalani hidup mandiri yang tidak tau siapa orangtua kandungnya. Berkat dari atasannya lah Bee menjadi model terkenal. Bee gadis cupu bersama sahabatnya mendirikan agency model, Bee mampu membuktikan dirinya bisa bangkit dari kerasnya kehidupan.
Sean, 28 tahun lelaki tampan kakak angkat Bee yang selalu melindungi dan diam-diam mencintai Bee, mereka berpisah karena Sean harus melanjutkan S2 nya di luar negeri. Bee sendiri semenjak berpisah dari Sean tidak ingin di ganggu dan di hubungi oleh Sean, Bee ingin fokus mencari jati dirinya.
Bagaimanakah kisah Bee dan Sean selanjutnya, apakah Bee akan bertemu dengan kedua orangtuanya, apakah perjalanan hidup nya masih akan mendapatkan ujian? Yuukk.. mampir dan ikuti perjalanan Ribeena (Bee)..
Salam author,
ariista
ig: aritanti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Rumah Keluarga Maheswara
"Kita ke rumah Papa ya? Mau?" Sean menoleh ke Bee, mobil mereka sudah memasuki jalan kota.
Lama Bee terdiam, apa kabar keluarga angkat nya? Sudah lama dirinya tidak berkunjung ke rumah yang pernah di tempatinya.
"Bee," panggil Sean.
"Iya Kak,"
"Mau kan ke rumah papa?"
"Iya Kak,"
Sean tersenyum, tangan kirinya mengacak rambut Bee.
Bee mencebikkan bibirnya. Bee senang dengan perlakuan kakak tampannya ini.
Sean melajukan mobilnya ke jalan arah menuju rumah papanya.
Papa dan Mama yang sudah bertambah tua usianya.
Mobil Sean memasuki halaman rumah papa Errick.
Detak jantung Bee kembali tidak normal, rumah penuh kenangan meski hanya beberapa bulan saja di tempatinya. Awal-awal ia masih baru kos Bee masih sempat singgah ke rumah. Tetapi setelah ia bekerja apalagi menjadi model kesibukannya tidak bisa di ganggu gugat. Jadwal kuliah dan juga jadwal show nya tak bisa di abaikan.
Bee yang fokus dengan pekerjaannya menjadikan dirinya gadis super sibuk.
Mobil terparkir di halaman parkir. Sean membuka pintu Mobil begitu juga Bee.
Tapi mereka tidak akan tau di dalam ada tunangan Sean yang sedang berkunjung bersama orang tuanya.
Sean dan Bee memberikan salam. Semua mata di ruang tamu memandan Sean dan Bee bersamaan.
Semuanya kaget terutama mama Angela. Ia mengernyitkan alisnya.
"Sean, Bee?" mata mama Angela berkaca-kaca, airmatanya menetes, gadis cupunya, gadis polosnya sekarang sudah dewasa sangat cantik.
Papa Errick memandang datar tanpa ekspresi, tetapi ujung bibirnya tertarik samar.
Papa Errick memandang Sean kedua nya ada sorot mata berbeda Sean ke Bee. Sebagai pria yang sudah merasakan asam garam kehidupan papa Errick tau ada yang disembunyikan dari putranya itu.
Bee memeluk tubuh mama Angel, matanya juga sudah meneteskan airmata (begitu juga dengan author yang menulis ini.. 🥲)
Momen mengharukan.
"Om," Bee menyalami papa Errick, kemudian tamu papa Errick, kedua orang tua Grasia, dan juga gadis cantik berwajah lembut, Grasia. Bee tersenyum kepada tamu papa Errick.
"Bee ke belakang dulu Ma, Om, Tante," pamit Bee santun.
Sean ingin mengikuti langkah Bee.
"Sean," panggil papa Errick.
Sean menoleh ke papanya, dengan kode mata papa Errick meminta Sean duduk menemani calon mertuanya.
Sean akhirnya dengan terpaksa duduk di samping papanya. Mamanya sedang menemani Bee ke belakang.
" Bagaimana Sean?" tanya Pak Wiguna.
"Kapan mau di langsung kan lamarannya dan tanggal pernikahan nya?"
Deg..
Jantung Sean seakan mau copot.
Menikah? Dengan Grasia? Bagaimana dengan Bee? Ini tidak bisa di biarkan aku harus bicara dengan Grasia dan papa, monolog Sean kepada dirinya sendiri.
"Maaf Om, Sean lagi sibuk karena baru pindah di kota ini, fokus Sean masih di perusahaan Om, mohon di maklumi,"
Papa Wiguna menatap ke putri nya. Grasia menganggukkan kepalanya.
"Sean sedang sibu Pa, belum bisa di ganggu, nanti akan Grasia bicarakan berdua Sean, Pa,"
"Baiklah, karena kalian yang akan menjalani nya, Papa akan menunggu kabar dari kalian, iya kan Ma?"
Mamanya Grasia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah Rick, kami pamit dulu, hari juga sudah semakin malam,"
"Baiklah Guna, terimakasih sudah mampir ke sini," ucap papa Errick.
Semua mereka berdiri dari duduknya, Mama Angela datang.
"Maaf ya Jeng, Grasia, tante tinggal sebentar tadi,"
"Iya Jeng Angela, gak papa, cantik gadis tadi, model ya Jeng?" tanya mamanya Grasia.
"Iya Jeng, Ribeena, model yang lagi baik daun itu Jeng,"
"Ohh, baiklah kalau begitu kami pamit ya Jeng,"
Papa dan mama mengantarkan tamunya sampi le depan pintu.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu Gras," ucap Sean mereka berjalan di belakang orang tua mereka dan agak jauh jaraknya.
"Hubungi aja aku kapan waktunya, Sean,"
"Baiklah," menjawab dengan datar.
"Aku pulang dulu," Grasia menatap ke Sean.
Tidak ada getaran di hati mereka berdua. Sean dan Grasia memang tidak saling mencintai mereka melakukan pertunangan ini hanya karena orang tua Grasia yang sakit keras dan meminta putrinya segera menikah, kebetulan putra sahabat baiknya sedang jomblo.
Setelah tamunya pulang. Papa, mama dan Sean ke ruang keluarga di sana Bee sudah duduk duluan sedang fokus dengan ponsel nya.
"Kita makan malam bersama ya Bee, sekarang papa dan mama hanya berdua saja di rumah, Cherissa tinggal di apartemen nya, Reever di rumah nya sendiri istrinya sedang hamil anak kedua," ucap mama Angel panjang lebar.
"Iya Ma,"
"Sean, kok kalian bisa bareng datangnya?" tanya mama.
"Tadi siang Sean ke kantor Bee Ma,"
"Ohh, Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah menjadi model terkenal dan menjadi pimpinan di agency mu sendiri, Mama bangga sama kamu Bee," mata mama Angel kembali berkaca-kaca.
"Terimakasih Ma, ini semua karena Mama, Papa juga, tanpa Mama Papa Ber belum tentu bisa seperti ini Ma,"
Mama merengkuh bahu Bee, memeluknya.
"Sering-seringlah ke sini Bee kalau kamu tidak sibuk," ucap papa.
"Iya Om,"
Bee masih saja memanggil Papa Errick dengan sebutan Om, Bee merasa sangat segan dengan papa Errick. Papa Errick yang dingin sama seperti lelaki yang duduk di samping papa Errick.
"Ayo kita makan dulu, tidur sini ya sayang," pinta mama Angel.
Bee tersenyum, "Lain kali ya Ma, Bee masih sibuk, ini nanti Bee juga harus kembali ke agency, masih ada yang harus Bee siapkan,"
"Jangan kecapekan sayang, istirahat, jangan di forsir kerjanya,"
"Iya Ma, terimakasih Ma,"
"Ayo kita ke ruang makan, bibi sudah selesai menyiapkan makan malam.
Mereka berempat makan dengan hening. Sekali-sekali Sean mencuri pandang ke Bee. Papa Errick diam-diam memperhatikan gerak gerik putranya itu.
Aku akan bicara ke Sean, ia harus bisa memutuskan siapa yang di pilihnya, bagaimanapun ia sudah bertunangan dengan Grasia, batin papa Errick.
Mama juga sempat melihat Sean yang terus memandangi adik angkat nya itu.
Mama merasakan jika putra tampannya itu menyukai adik angkat nya.
Selesai makan malam mereka kembali ke ruang keluarga sebentar. Terdengar ponsel Bee berdering.
Dea lah yang menelpon Bee. Dea meminta Bee segera kembali ke kantor ada hal yang ingin ditanyakan perihal masalah kontrak salah satu model di agency mereka.
"Ma, Om, Kak Sean, Bee permisi dulu mau ke kantor ada kerjaan," pamit Bee sopan.
"Baiklah Bee, sering-sering main ke sini ya sayang, liat mama dan papa, jangan lupakan kami ya Bee,"
"Gak akan Ma, Mama lah yang membuat Bee bisa seperti ini,"
"Kamu memang gadis yang baik dan sopan sayang, Rinda pasti bahagia melihatmu bisa sukses sayang,"
Bee tersenyum setelah berpamitan dan bersalaman Bee pulang kembali ke kantornya.
Di mobil menuju ke kantor nya, Sean dan Bee masih diam-diaman.
"Bee"
"Kak Sean"
Secara tak sengaja Sean dan Bee saling memanggil, mereka tertawa bersama.
"Bee, gimana kalau kakak melamar kamu Bee,"
"Apa Kak?" Bee kaget matanya membola.
Sean terkekeh, "Kakak serius,"
"Jangan cari masalah Kak,"
"Kakak cinta kamu Bee,"
Bee diam saja, ia tidak ingin menjawab cinta kakak tampannya itu.
"Jangan ngawur Kak, ada tunangan kakak,"
"Kakak janji akan selesaikan,"
Bee masih menatap lurus ke depan tidak menoleh ke kakaknya.
Tanpa terasa mobil Sean memasuki halaman depan kantor Bee. Sebelum turun Sean menggenggam tangan Bee.
"Kakak serius,"
Bee mengerjapkan matanya, sangat indah di pandang oleh Sean.
"Terimakasih Kak, sudah di traktir dan di bawa ke rumah papa," ucap Bee sambil membuka pintu mobil Sean.
Sean tersenyum, dilepaskannya genggaman tangannya di tangan Bee.
"Selamat malam cantik,"
tp jgn cuek in Sean donk
kok gk diangkat Bee....
btw Sean pergi nyatain perasaannya gk y🤔🤔