#WARNING!!
Erina, seorang gadis remaja yang telah dibutakan mata dan hatinya dengan mencintai seorang laki-laki bernama Doni. Rasa cintanya yang begitu besar, membuatnya tidak mampu melihat siapakah sosok Doni yang sesungguhnya.
Erina menyerahkan seluruh jiwa dan raganya, bahkan kesuciannya untuk laki-laki yang akhirnya malah mencampakkannya, demi seorang wanita kaya, yang mampu mengangkat derajatnya dalam sekejap.
Doni meninggalkan Erina dengan luka dan penderitaan yang teramat sakit yang membuatnya benar-benar terpuruk dan hancur.
Ikuti kisahnya ya sobat dan mohon dukungannya...🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Kitty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 17
Sepulangnya dari jalan-jalan ke mall, bukannya senang, Rudi justru malah uring-uringan. Dia benar-benar sangat kesal dengan sikap Doni, dia tidak menyangka kalau Doni bisa berubah sombong seperti itu. Tiba-tiba saja Rudi teringat dengan Erina, dia sudah lama tidak bertemu Erina, dia juga tidak tau bagaimana kabar Erina sekarang. Terakhir kali dia menelpon Erina, saat dia memberi tau kalau dia belum bisa menemukan Doni.
Rudi pun langsung mengambil ponselnya, dia buru-buru menghubungi Erina. Tapi beberapa kali menelpon, nomor Erina tetap tidak bisa dihubungi. Rudi pun semakin cemas, dia takut terjadi apa-apa dengan Erina. Apalagi tadi dia melihat Doni sudah bersama wanita lain dan juga dengan seorang anak kecil. Tidak pikir panjang, Rudi pun langsung bergegas pergi menuju ke kontrakan Erina.
Sesampainya di sana, Rudi sangat kaget ketika melihat orang lain yang sudah menempati kontrakan Erina, dia pun langsung menghampiri orang itu dan menanyakan tentang Erina.
"Permisi, maaf Bu. yang tinggal dikontrakkan ini dulu pindah atau kemana ya Bu?"
"Kemana nya sih saya kurang tau ya mas, tapi kalau alasan dia pergi dari kontrakan ini, kata pemilik kontrakan, dia tidak bayar kontrakan selama dua bulan,"
"O...gitu ya Bu, kalau begitu saya permisi. Terimakasih informasinya ya Bu,"
"Iya mas, sama-sama,"
Meskipun bukan siapa-siapa Erina, Rudi sangat merasa bersalah, dari awal dia sudah menganggap Doni dan Erina seperti saudaranya sendiri, tapi sekarang dia justru malah kehilangan mereka berdua. Mungkin Rudi sekarang sudah tidak perduli lagi dengan Doni, tapi tidak dengan Erina. Terakhir kali mereka bertemu, Erina terlihat sangat memprihatinkan. Rudi benar-benar sangat mencemaskan keadaan Erina saat ini. Rudi pun berusaha mencari Erina keliling daerah kontrakan Erina dengan menggunakan motornya.
Hari sudah mulai gelap, Rudi belum juga bisa menemukan Erina, dia benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Erina. Rudi pun sementara kembali ke kontrakannya dan berniat mencari Erina setelah adzan Maghrib.
Sementara itu, Erina sedang berada di sebuah tempat dimana disitu banyak sekali gelandangan seperti dia. Orang-orang yang tidak mempunyai tempat tinggal dan hanya menumpang tidur dimana saja, asal mereka bisa tidur. Walaupun cuma di teras-teras.
Erina tidur bersebelahan dengan gelandangan yang lain hanya dengan beralaskan kardus. Dia memakai tas yang berisi pakaiannya sebagai bantal dan memakai kain yang dia bawa sebagai selimutnya.
Erina berbaring dengan posisi miring dengan tubuhnya yang meringkuk karena suasananya yang sangat dingin ditambah dia juga yang sangat kelaparan, karena dia sudah tidak mempunyai uang sepeserpun.
Tidak terasa, air mata Erina menetes. Dia tidak pernah menyangka, kalau nasibnya bisa semalang ini. Begitu sulit Erina memejamkan mata karena merasakan lapar yang teramat sangat diperutnya. Namun karena malam semakin larut, akhirnya dia pun bisa tertidur lelap.
Sementara Rudi yang dari sesudah adzan Maghrib berkeliling mencari Erina, namun dia tidak juga bisa menemukan Erina. Akhirnya dia pun memutuskan kembali ke kontrakan dengan penuh kekecewaannya. Dia sudah lama tinggal di Jakarta, dia takut terjadi apa-apa dengan Erina di kota yang sangat besar ini.
Erina sangat kelelahan, sehingga dia tidur begitu nyenyak, bahkan dia tidak sadar kalau hari sudah hampir siang. Disekelilingnya sudah tidak ada satu orangpun, orang-orang yang semalam tidur dengannya pun sudah bangun dan mencari kehidupan mereka masing-masing. Berusaha semampu mereka untuk bisa tetap bertahan tinggal di kerasnya kehidupan kota Jakarta.
Tiba-tiba Erina dibangunkan oleh belaian lembut di kepalanya. Ketika mata Erina terbuka, dia sangat terkejut saat melihat seorang wanita duduk didekatnya. Wanita itu sepertinya sudah tidak muda lagi, sekitar lima belas tahun lebih tua dari Erina.
"Anda siapa? maaf, toko ini milik anda ya. Saya minta maaf, semalam saya numpang tidur disini. Baiklah, saya akan pergi, sekali lagi saya minta maaf. Permisi," ucap Erina yang terlihat ketakutan.
Karena tidak jarang, terjadi pengusiran dari pemilik tempat yang dijadikan tempat tidur oleh para gelandangan itu. Oleh karena hari sudah siang, mereka tidak mau para gelandangan itu merusak pemandangan tempat mereka.
"Bukan, saya bukan pemilik toko ini. Saya tadinya sedang olahraga lari pagi, tapi sekalian saya pergi ke toko sebelah untuk membeli beberapa keperluan saya. Tidak sengaja saya lihat kamu tertidur disini. Jujur, melihatmu seperti ini saya seperti melihat saya sendiri dimasa lalu. Kamu benar-benar mengingatkan saya pada pada masa lalu saya yang keadaannya sama seperti kamu saat ini. Tapi ya sudahlah, nanti saya akan cerita banyak tentang saya. Saya juga ingin tau, bagaimana kamu bisa dalam posisi seperti ini. Sekarang kamu ikut saya, kita cari makan dulu, aku tau kamu pasti sangat lapar. O iya, kenalkan saya Rosa. Panggil saja saya Tante Rosa," ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya, mengajak Erina bersalaman.
"Aku Erina," jawab Erina menyambut uluran tangan Rosa sambil tersenyum.
Erina yang memang sangat kelaparan, tanpa pikir panjang dia langsung mengikuti Rosa pergi ke sebuah restoran. Setelah makanan yang mereka pesan datang, tanpa malu-malu Erina langsung menyantap makanan itu dengan lahap. Terlihat tangan Erina sampai gemetar, karena saking laparnya. Rosa yang melihat Erina makan tergesa-gesa hanya bisa tersenyum lalu menegurnya.
"Pelan-pelan makannya, nanti kamu tersedak," ucap Rosa sambil tersenyum.
Erina pun merasa malu, dia meringis kemudian memperlambat makannya. Dia baru sadar, kalau cara makan dia berlebihan, itu semua karena dia benar-benar sangat kelaparan.
"Makanlah semua makanan ini sampai kamu benar-benar merasa kenyang. Setelah ini kamu ikut tante, kamu mau kan tinggal bersamaku. Kebetulan saya hanya sendiri di rumah, saya tidak punya saudara sama sekali. Mau ya ikut dengan tante, tante akan ajari kamu bagaimana menjadi wanita kuat, yang tidak akan menyerah dengan keadaan,"
Erina yang tidak punya tujuan mau kemana lagi dan sudah tidak memiliki apa-apa lagi, hanya bisa pasrah dan menerima tawaran Rosa, tidak ada jalan lain selain ikut bersama Rosa, karena dia tidak punya siapa-siapa yang akan dia mintai bantuan. Erina pun mengangguk sambil tersenyum, yang membuat Rosa senang karena Erina mau menerima tawarannya. Rosa pun langsung menelpon anak buahnya untuk menjemputnya sekarang juga.
"Makanlah yang kenyang, sepertinya kamu sangat menderita. Lihat saja, badanmu sangat kurus dan tidak terawat. Seperti kamu sekarang inilah dulu keadaanku, benar-benar sangat menyedihkan. Tapi sepertinya kamu sebenarnya sangat cantik," ucap Rosa memuji Erina, yang membuat Erina sedikit malu.
Erina pun akhirnya selesai makan, dia terlihat lebih kuat dan lebih segar. Rosa pun mengajak Erina keluar restoran, sepertinya anak buah Rosa sudah datang.
"Tunggu Tante, apa aku tidak merepotkan mu kalau aku ikut denganmu?" tanya Erina.
"Tidak sayang, aku justru senang kalau kamu mau tinggal denganku. Sudahlah, jangan banyak pikiran. Nanti dirumah kita cerita semua tentang kita. Ayo, itu kita sudah dijemput," ajak Rosa. Erina pun mengikuti Rosa dibelakangnya, Tanpa ragu lagi Erina ikut tinggal bersama Rosa. Dia pasrah, apa yang akan terjadi pada hidupnya selanjutnya. Hanya satu yang ada dipikirannya sekarang, dia sangat membenci sosok Doni yang telah menghancurkan hidupnya dan membuatnya benar-benar sangat menderita. Andaikan dia bisa membalasnya, dia pasti akan membalasnya. Tapi dia merasa dia hanya wanita lemah yang tidak punya kekuatan sedikitpun. Dia hanya bisa pasrah dan pasrah.
happy ending🍉🍉🍉