Kisah cinta dan peliknya kehidupan Nadia Mark Wijaya. Menjadi anak 'brokend home' bukanlah bagian mimpinya.
Saat suami menghianati istrinya..
Papa yang melukai anaknya..
Dan, kekasih yang mematahkan kepercayaan atas cinta!
Hidup Nadia benar-benar berantakan, mulai dari perceraian kedua orang tuanya karena perselingkuhan papanya. Ditambah kenyataan sang kekasih bermain api dengan kakak tirinya.
Berbagai pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya membuat Nadia tidak lagi mempercayai cinta. Hanya kebencian yang kini menyelimuti hati wanita itu.
"Aku adalah pemeran utama dalam sandiwara kecil berjudul KITA, namun kau bawa dia dan mengubah alur cerita."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiya Corlyningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resleting
Bukan Fernando namanya jika tidak membuat Nadia Salsa mati titik Fernando berdiri dari tempat duduknya, lelaki itu lalu naik di atas kursi hingga menyita perhatian banyak orang. Lelaki itu menatap Nadia dengan pandangan meremehkan titik lihat saja nanti pembalasan Fernando atas kelakuan Nadia tadi pagi.
Berani-beraninya Nadia membuat masalah dengan lelaki itu. Fernando mengedarkan pandangannya senyumnya tersungging seperti senyuman Devil yang tengah menangkap mangsanya. Tangan lelaki itu ke atas, memberikan komando kepada semua orang yang untuk menatap ke arahnya.
"Perhatian untuk semua siswa maupun para siswi yang cantik jelita. Hari ini kita mendapatkan kabar bahagia Guys, kabarnya dia akan mentraktir makanan kita hari ini," ucap Fernando menyita perhatian banyak orang.
Mata Nadia terbelalak, Wanita itu sungguh tidak menyangka akan kalimat yang keluar dari mulut Fernando. Sejak kapan dirinya mengatakan Jika dia akan membayar semua makanan mereka? Fernando memang ahli dalam mereka bagi kehidupan Nadia setiap hari.
Tangan Nadia dengan cepat menarik Fernando untuk turun dari kursinya.
"Hei, apa yang kau lakukan bodoh! Kapan aku mengatakan akan membayar semua makanan mereka?" Tanya Nadia dengan garang.
Fernando menyunggingkan senyumnya.
"Loh, bukannya baru tadi kamu mengatakan akan mentraktir semua orang di kantin ini?" Tanya Fernando dengan senyum mengejek.
Wuah, rupanya Fernando benar-benar melancarkan aksinya untuk membalaskan dendam kepada Nadia.
"Nikmati saja harimu untuk beramal cantik! "Kekeh Fernando sebelum berlalu meninggalkan Nadia yang kini menatapnya dengan tatapan membunuh.
Fernando Melambaikan tangannya, kakinya melangkah menjauh dari kantin Untuk Kembali menuju kelasnya. Tawa pun meledak dari mulut lelaki itu. Siapa suruh Nadia berani bermain-main dengan dirinya? Fernando kok dilawan!
Saat lelaki itu melewati kelas Nadia, Fernando menoleh ke dalam kelas. Fernando melihat Pevita berada di dalam kelas dengan temannya yang lain. Fernando berbalik arah, lelaki itu memasuki kelas Nadia dan menghampiri Pevita yang duduk tepat dua bangku di belakang Nadia.
"Malian tidak beristirahat?" Tanya Fernando menyapa.
Pevita melemparkan senyumnya kearah Fernando.
"Kakak sendiri tidak kambing ke kantin?" Tanya Pevita.
Fernando mengangguk. "Aku tadi sudah dari kantin, tapi perutku tiba-tiba kenyang," ucap Fernando.
Mata lelaki itu menata ke papan tulis di mana tertulis, 'Hari ini Bu Diah telat masuk, tugas dikumpulkan ke ketua kelas!'
Satu bayangan terlintas dalam otak Fernando. Apalagi jika bukan otak yang berisi rencana-rencana yang membuat Nadia kesusahan.
"Bu Diah mata pelajaran apa? Kimia bukan?" Tanya Fernando kepada teman-teman satu kelas Nadia.
"Iya mata pelajaran Kimia, Kak," jawab salah satu di antara mereka.
Lelaki itu tertawa di dalam hati. Dia sangat hafal benar bagaimana kegarangan Bu Diah yang tidak pernah mentolerir setiap siswa yang telat mengumpulkan tugas atau bahkan tidak mengumpulkan tugasnya sesuai deadline.
"Nadia tadi ngadain traktiran di kantin. Kalian ke sana gih," ucap Fernando dengan senyuman sok polos yang kini dia tampilkan.
Teman-teman Nadia langsung berbinar bahagia. Tumben-tumbenan si Nadia traktir orang tanpa ada acara khusus sebelumnya.
"Ayo, Vit. Kita ke kantin," ajak teman sebangku Pevita.
"Hah?" Pevita merasa enggan untuk datang ke kantin karena hubungan dirinya dan Nadia yang memang tidak pernah membaik meskipun waktu telah mengikis hari demi hari yang terlewatkan.
Teman-teman Pevita langsung menarik wanita itu tanpa menunggu persetujuan darinya. Tentu saja itu membuat Fernando bahagia karena aksinya akan berjalan lancar jika kelas Nadia kosong tak berpenghuni.
Dengan secepat kilat, Fernando membuka resleting tas milik Nadia. Lelaki itu mencari buku bertuliskan mata pelajaran Kimia yang ada di dalam sana.
"Ini dia," ucap Fernando sirat akan kebahagiaan.
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Fernando segera mengambil buku bersampul coklat dan menutup kembali tas milik Nadia. Fernando membawa buku itu keluar bersama dengan dirinya.
"Ckckck, biasanya jantan paling demen buka resleting betina. Lah gue ini jantan apaan yak, buka resleting tas betina aja udah seneng banget?" Gumam Fernando menggelengkan kepalanya merasa geli.