NovelToon NovelToon
Selamatkan Putri Kita, Tuan CEO

Selamatkan Putri Kita, Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Reinata Ramadani

"Tinggalkan putraku, maka aku akan membantu biaya pengobatannya."

Di malam hujan itu, Alina akhirnya memilih pergi. Pergi sejauh mungkin tanpa tau jika saat itu ia tengah mengandung.

Empat tahun berlalu. Takdir kembali mempertemukan keduanya.

Kebencian itu terlihat jelas dari manik mata itu. Sakit. Tapi demi biaya pengobatan sang buah hati, ia pun rela menurunkan harga dirinya.

"Tidak apa-apa. Sakiti hatiku sesukamu sampai kamu puas. Ini semua kesalahanku. Aku sadar akan itu. Hingga saatnya tiba, aku berharap kamu akan tau, jika aku sangat mencintaimu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Macha Pucing, Mommy

Sang surya perlahan menyembul dari balik cakrawala, memancarkan sinar keemasan yang menyapu sisa-sisa kabut dingin yang bergerak malas menyelimuti hamparan kebun teh yang berundak.

Di kamar sederhana itu, seorang gadis kecil masih meringkuk di atas kasurnya. Kantuk begitu mendera, hawa dingin yang menusuk tulang membuatnya enggan untuk sekedar membuka mata.

"Sayang, Marsha... Ayo bangun... ."

Usapan lembut di pipi itu bahkan tak mampu membuatnya terbangun.

Sampai sebuah bisikan itu mendarat di telinga mungilnya. "Katanya kita mau pergi ke playground?"

Membuat kelopak mata itu seketika terbuka lebar. Kantuk yang sebelumnya mendera, kini seolah lenyap entah kemana. Gadis kecil itu seketika terduduk.

"Pleygon?" Mata bulatnya mengerjap lucu. Wajah khas eropa itu bahkan masih terlihat menggemaskan meski baru saja bangun.

"Iya, katanya Marsha mau ke Playground?" Seru Alina, jemari tangannya bergerak merapikan helai rambut yang menutupi wajah menggemaskan itu. Wajah yang selalu saja mengingatkannya pada sosok itu.

Sudah empat tahun berlalu. Bagaimana kabarnya sekarang.

Sesekali pikiran itu muncul. Bohong jika ia mengatakan jika ia telah melupakannya. Bahkan di setiap detiknya, ia selalu mengingat akan kenangan yang mereka rajut berdua.

Dulu, laki-laki itu begitu memimpikan memiliki seorang putri yang menggemaskan seperti dirinya. Ia ingin sekali di panggil daddy. Bukan papa, bukan ayah.

Dan sekarang, mimpi itu telah terwujud.

Gadis kecil itu telah tumbuh menjadi gadis yang menggemaskan. Ia pintar dan tidak merepotkan. Ia tidak akan menangis meski ia tinggal bekerja seharian.

Hingga pekik antusias itu mengalihkan lamunan Alina. "Yippii, Macha mau pelgi ke pleygon, ashik ashik ashik..." Serunya sembari melompat-lompat kegirangan.

"Marsha senang?" Pertanyaan sederhana itu selalu sukses membuat hatinya berdesir. Ada rasa bersalah yang menyelusup. Karena dirinya, gadis kecil itu bahkan belum pernah sekalipun merasakan dekapan seorang ayah.

"Iya mommyh, Macha shenang shekaliii."

"Kalau gitu, Marsha mandi dulu ya. Mommy sudah siapkan air hangat buat Marsha."

Gadis kecil itu mengangguk patuh. Ia menurut sekali pagi ini, berbeda sekali dengan hari-hari biasa yang sulit sekali di minta mandi.

"Mommyh, Macha mau kuncil dua boleh..." pintanya, sedetik setelah sang ibu berhasil memakaikan baju untuknya, baju princess berwarna merah muda kesukaan Maurin tentunya.

Baju itu Alina beli ketika pergi ke pasar dengan ummi Hannah, harganya relatif murah untuk ia yang bekerja sebagai pemetik teh di kebun.

Selesai dengan urusan sang putri, kini Alina tengah sibuk menyiapkan bekal untuk ia bawa ke playground nantinya. Sedang Marsha, gadis kecil itu telah melarikan diri ke rumah Ummi Hannah.

"Kak Dilllaaaa..." teriakan itu melengking memenuhi seisi rumah. Tak perlu ditanya lagi siapa pelakunya, ummi Hannah sudah bisa menebak itu ulah si kecil Marsha tentunya.

"Eh, Marsha cantik sekali pagi ini, mau kemana cantik?"

"Ahahaha, Macha tantik mau ke pleygon ummi. Mau ajak kak Dilla pelgi pleygon shama-shama, boleh?."

"Kak Dira nya sedang sakit cantik, jadi kak Dira ngga bisa ikut dulu."

Membuat wajah itu seketika murung. "Tatit?"

Angguk ummi Hannah. "Iya, itu kak Dira nya lagi bobok di kamarnya. Mau lihat kak Dira?"

Angguk Marsha. Ia bersama ummi Hannah pun melangkah memasuki kamar temaram itu.

"Kak Dilla... Oh... Kak Dilla..." seru gadis kecil itu menirukan tokoh kartun kesukaannya.

Namun yang dipanggil tetap terlelap, membuat Marsha pun mengerucutkan bibirnya, kesal.

"Kak Dilla tidull sepelti kebo ya ummi."

Membuat ummi Hannah sontak saja terbahak. "Kan sudah ummi bilang, kak Dilla lagi sakit sayang... ."

"Assalamualaikum..." bersamaan dengan itu, terdengar suara Alina yang baru saja tiba. Membuat Marsha pun berlari ke arah sang ibu

"Mommyh... Kak Dilla tidul mululu shepelti kambing. Macha keshal... ."

"Kak Dira nya kan lagi sakit, sayang. Kita ke playground berdua dulu ya. Nanti kalau kak Dira nya sudah sembuh, nanti kita ke playground sama-sama." Seru Alina memberi pengertian. Semalam, ummi Hannah datang memberi kabar jika Dira tak jadi ikut ke playground karena tengah demam.

"Baiklah. Tapi Mommy janji hallush tepati yaaa... .:

"Iya sayang... ."

"Teh, kami pamit dulu, ya..." Pamit Alina pada ummi Hannah.

"Iya Lin, Hati-hati."

Setelah menempuh perjalanan panjang hampir satu jam, akhirnya mereka sampai di sebuah taman bermain terbesar di kota itu.

Marsha yang sudah tak sabar itu pun menarik-narik celana Alina untuk segera masuk.

"Mommyh, ayok myh..." serunya tak sabar. Sedang Alina, masih sibuk merogoh saku tas nya untuk membayar ojek yang tadi mereka tumpangi.

"Mommyhhh... lama shekalii!!!" Geramnya. Membuat Alina sontak ingin menyemburkan tawa. Entah dari mana sifat tak sabaran itu berasal.

"Iya sayang, sabar dulu ya... ."

"Macha ndak bisha shabal, mommyh. Tepat-tepat myh, nanti polygon na tutup myh..." Sungut Marsha berkacak pinggang, membuat Alina pun tak dapat menahan tawanya.

"Aduh aduh, anak mommy tidak sabaran sekali sihh..." serunya mencubit gemas pipi chubby itu.

"Ayo mommyh... ."

Dengan langkah kecilnya, gadis kecil itu membawa sang ibu masuk lebih dalam. Riuh pekik tawa itu terdengar. Memacu Marsha untuk mempercepat langkahnya.

"Hati-hati sayang..." peringat Alina. Namun tak sedikitpun dihiraukan Marsha yang sudah tak sabar menaiki wahana pertamanya.

"Mommyh, Macha mau itu." Tunjuk Marsha pada megahnya komedi putar.

Dan petualangan mereka pun dimulai. Gadis kecil itu mencoba banyak hal baru. Menaiki banyak wahana yang sebelumnya belum pernah sekalipun ia coba di kampung.

Hingga tanpa terasa, hari semakin terik. Panas matahari kian menyengat kulit. Bulir-bulir keringat itu bahkan kini membasahi kening.

"Istirahat dulu ya sayang..." seru Alina kala mendapati sang putri yang sudah terlihat kelelahan akibat bermain.

"Minum susu dulu, sayang."

Gadis kecil itu menurut dengan patuh. Ia pun mulai menyedot susu kotak itu dengan bibir mungilnya.

Namun, belum habis susu kotak di tangannya, tiba-tiba si kecil Marsha mulai mengeluh.

"Mommyh... Macha pucing." Serunya lemah.

Membuat Alina sontak dibuat khawatir olehnya.

"Marsha kenapa sayang?"

Alina mengambil gadis kecil itu lalu menaruh di pangkuannya.

"Pucing, mommyh." Keluhnya lagi sebelum akhirnya tak sadarkan diri. Darah merah segar perlahan merembes dari hidung mungil itu. Membuat Alina pun dibuat semakin khawatir.

"Sayang, sayang. Bangun Marsha... ."

Di tengah kepanikah itu, ia berusaha membangunkan si kecil Marsha yang tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari hidungnya.

Kenapa ini.

Ada apa sebenarnya.

Maurin masih baik-baik saja saat bermain.

"Mba, kenapa putrinya."

Salah satu pengunjung yang melihat kepanikan Alina pun datang menyusul.

"Saya juga tidak tau bu."

"Panggilkan ambulans."

☆☆☆☆☆☆☆☆

Hiii chingu

Terimakasih sudah mampir disini

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan komentar ya

Happy reading

Saranghaja 💕💕💕

1
Nar Sih
sabar alina ,pssti ada keajaiban untuk marsha ,smoga leon trrbuka hati nya dan sgra menolong putri nya
Nia Rahmadini
kak boleh update nya double hehehe
Nar Sih
semoga dgn cerita dri umi hanah kmu bisa sadar akan slh mu leon ,dan sgra cri tau keadaan 4th lalu saat kmu tk sadar stlh kecelakaan itu
Sunarti Narti
Alhamdulillah akhirnya kebenaran segera terungkap, semoga kamu ga menyesal Leon
Nar Sih
semoga kali ini leon tebuka hti nya sadar akan kesalahan nya ,dan bnr,,bisa bantu marsha biar sembuh lgi ,dobel up lgi ya kak rei🙏🥰🥰
May Satibi Satibi
jangan lama" kak update nya ini novel favorit aku bulan ini
apiii
di tunggu up selanjutnya thor❤️
apiii
astagaa bacanya sambil tahan napas tegang bangt baca setiap kalimat ngena bngt🥹
apiii
parah banget jadi bapak🥹
apiii
thor singkat bangt🥲
Nia Rahmadini
kapan sih update lagi kak
apiii
akhirnya up lgi 🥲🥰
Nar Sih
dobel up yaa kakk 🙏👍
Nia Rahmadini
update lagi kak naangung cerita
apiii
makin penasarannn tapi harus nungguin part selanjutnya🥲
Nia Rahmadini
update kak lagi, cerita nya bagus banget.
Yuni Afiatun
suka setiap karya nya,,
tapi tunggu up nya harus bersabar
yulithong
hrs sabar menunggu ini🤔
Sun Rise
ok
Nar Sih
semoga kali ini sgra terungkap semua nya yg sbnr nya dan leon sadar dgn salah nya ,semagat ya alin juga semagatt untuk kak reinata moga up nya lancar💪💪🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!