NovelToon NovelToon
Pesona My Hot Bodyguard

Pesona My Hot Bodyguard

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:80.4k
Nilai: 5
Nama Author: Najwa Camelia

Kesalahan satu malam yang Azkia dan Jonathan lakukan membuat perjodohan yang telah ditolaknya menjadi semakin dekat.

Bagi Azkia melupakan malam itu adalah jalan keluar yang terbaik.


Tapi takdir berkata lain, di saat ia berusaha melupakan kejadian malam itu. Ia malah dipertemukan dengan si pria tampan yang telah merenggut kesuciannya.

Jonathan Edward adalah Bodyguard yang disiapkan oleh papanya, sekaligus pria tampan yang ingin dilupakan oleh Azkia.

Lalu bagaimana caranya agar Azkia bisa move on dari pria tampan itu, jika setiap hari selalu bersama?
Akankah usahanya berhasil?
Ikuti kisahnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyonya Gayatri

Happy reading..

☘️

☘️

☘️

Wanita paruh baya itu berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah mewahnya.

"Mbak Yeti.. Mbak Dita.." semua assisten rumah tangganya dipanggil sembari terus mengerakkan langkah kakinya menuju kamar Putri kesayangannya itu.

Si empunya nama langsung lari terbirit-birit menghadap ke Nyonya Besar nya.

"Iya, Nyonya Gayatri," jawab kompak keduanya.

Wanita itu berhenti sejenak dan sekilas menoleh ke belakang, di mana kedua assisten rumah tangga nya berdiri, siap menerima perintah sang majikan.

"Gimana keadaan Azkia, apa masih demam?" tanya Gayatri tentang keadaan putri semata wayangnya.

Rasa khawatir akan keadaan putrinya, sangat kentara di wajah ayu nya. Setelah mendapatkan kabar dari sang bodyguard tampan yang ditugaskan untuk menjaga dan melindungi putrinya. Gayatri dan suaminya langsung terbang pulang ke Indonesia berminggu-minggu di Negeri orang untuk mengurusi bisnis nya yang di sana.

"Alhamdulillah, demamnya sudah turun, Nyonya. Tapi sekarang Nona Azkia masih tidur di kamarnya, belum terlihat bangun sedari tadi," Mbak Yeti memberikan kabar Azkia, terkini.

"Oke, terimakasih informasinya. Sekarang kalian bisa melanjutkan lagi pekerjaan yang terpending," titah Gayatri seraya meninggalkan kedua orang itu. Dan bergegas ke kamar tidur Putrinya.

Tanpa mengetuk pintu serta persetujuan Azkia sebelumnya. Gayatri langsung masuk ke kamar tidur yang berpintu dari kayu jati.

Ceklek

Perlahan daun pintu berwarna coklat tua didorong oleh wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda.

Betapa terkejutnya Gayatri melihat pemandangan di luar nalarnya. Tanpa pikir panjang lagi, wanita itu mengeluarkan suaranya yang menggelegar. Bagaikan guntur dan petir yang bersamaan mengeluarkan suara dan kilatan.

"Azkia Friska Putri Wongso!" suara menggema di ruangan yang bercat pink di seluruh dinding kamarnya itu, belum cukup untuk membangunkan dua insan yang berbeda jenis kelamin, tapi berbalut selimut tebal di dalamnya menjadi satu.

Hal yang wajar terjadi seperti itu, jika mereka adalah pasangan suami istri yang sudah halal. Tapi ini, pacar bukan. Apalagi pasangan halal yang sudah di sahkan oleh Pak Penghulu. Sungguh di luar nalar seorang Gayatri, melihat kelakuan putri semata wayangnya dengan seorang bodyguard kepercayaannya. Apa mereka sudah gila? Apa semalam sudah terjadi gempa di satu tempat saja?

Manik mata Gayatri membulat sempurna. Bola matanya fokus pada satu arah di mana Putrinya dan juga bodyguard tampan itu, dalam keadaan polos tanpa adanya penutup kain yang menempel di tubuh keduanya.

"Azkia! Jonathan!" kini Gayatri menyerukan nama kedua makhluk hidup yang sedang terlelap dengan pulsanya.

Namun, suara Gayatri langsung menembus ke dalam indera pendengaran Azkia dan juga Jonathan. Keduanya berusaha membuka netra nya. Meskipun rasa kantuk yang sangat mendera.

Pria yang memiliki nama Jonathan itu, akhirnya berhasil membuka bola matanya lebar. 'Ini bukan mimpi?' ucapnya dalam batin, tapi berusaha percaya dengan apa yang dilihatnya, saat ini. Nyonya Gayatri berdiri di hadapannya dengan mata yang melotot dan juga berkacak pinggang.

"Nyonya Gayatri?" tanyanya sambil berusaha meraih kaosnya yang tercecer di lantai.

Sedangkan perempuan yang masih berjuang melawan rasa kantuknya itu, mengerjapkan mata perlahan-lahan.

"Azkia Friska Putri Wongso!" panggilnya untuk ketiga kalinya. Jika itu membeli deterjen pasti sudah mendapatkan hadiah satu piring cantik.

Spontan menegakkan tubuhnya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sedikit tersingkap.

"Mama!" pekik Azkia sambil menatap wanita paruh baya yang sedang melotot ke arahnya.

****

"Bagus! Keren kelakuan kalian berdua! Sekarang juga kalian berdua, Mama tunggu di ruang keluarga. Tidak boleh lewat lima belas menit, kalian berdua sudah harus di sana!" titah sang Nyonya Besar tanpa ada yang berani membantahnya.

****

Pagi menyambut, menggantikan gelap malam dengan cahaya mentari yang sangat terik. Bukannya menikmati sarapan kudapan yang lezat, malah mendapatkan pencemaran polusi mata di dalam istananya yang telah bertahun-tahun menjadi tempat berteduh dan bercengkrama bersama keluarga kecilnya.

Seekor kelinci imut yang telah berubah menjadi singa betina tanpa sepengetahuan Gayatri. Dia merasa kecolongan dengan kejadian itu.

Kini, telah duduk bersama di ruang keluarga milik Devian Wongso. Empat orang yang berbeda usia dalam pikirannya masing-masing. Devian Wongso menampakkan raut wajah yang menahan emosi menatap satu persatu wajah semua orang yang duduk mengelilingi.

Azkia meremas ujung dress yang dipakainya sembari merapalkan doa, agar kemarahan Mama dan Papanya tidak meledak dahsyat, saat ini juga. Tubuhnya sudah mengeluarkan keringat dingin. Seingatnya semalam dia tidak melakukan apa pun dengan si bodyguard tampan itu.

Sementara, Jonathan menampilkan sikap yang tenang. Tidak semuanya kesalahan ada pada dirinya, tapi bagaimana pun jiwa kesatria harus tetap dilihatkan oleh Jonathan pada pemilik Wongso Group itu. Baginya, sekarang inilah kesempatan emas untuk mendapatkan gadis yang telah berhasil menempati ruang hatinya yang kosong. Dia akan mempertanggung jawabkan kejadian yang telah berlalu itu. Walaupun semalam dia tidak berbuat apa-apa dengan Azkia.

Jonathan menahan senyumnya melirik gadis pujaan hatinya, yang sebentar lagi pasti akan berganti status menjadi miliknya. Percaya diri yang tinggi Jonathan tidak bisa dipungkiri lagi. Dia berkeyakinan pasti bisa mendapatkan restu dari kedua orang tua Azkia.

Azkia tidak berani mengangkat wajahnya sedikit pun untuk menatap wajah kedua orang tuanya, sampai terdengar suara bariton milik Devian Wongso di indera pendengarannya.

"Hari ini kalian harus menikah!" suara bariton itu mengagetkan semua orang yang berkumpul di ruang keluarga Wongso itu.

"Papa.. Azkia bisa jelaskan semuanya," ujar Kia dengan segera mengangkat wajahnya menatap bola mata Devian Wongso. Dengan gugup dan gemetaran Azkia tetap mengemukakan pendapatnya.

"Papa tidak butuh penjelasan! Yang Papa inginkan sekarang ini, kalian menikah!" kekeh Devian tanpa bisa diganggu gugat. Keputusannya kali ini sangat membuat pusing kepala Azkia.

"Tapi, Pa," Azkia berusaha menolak keputusan sang Papa.

"Apalagi, Azkia? Kamu sudah melakukan kesalahan besar!" Gayatri ikutan bersuara.

"Azkia tidak melakukan apa pun, Mama! Beneran, semalam Azkia cuma tidur!" belanya. "Azkia berani bersumpah Mama!"

"Sumpah demi apa?" ejek Gayatri. "Demi apa coba?"

"Demi Azkia sendiri lah!" Azkia tetap ngotot.

Azkia berani semua kalau semalam memang benar-benar tidak melakukan apapun dengan Jonathan. Tapi, jika Papa Mamanya membawa ke dokter untuk diperiksa kesucian nya, bisa mampus. Bisa dipastikan hasilnya DONAT!

"Jangan buat Papa sama Mama, lebih malu lagi dengan kelakuan kamu, Azkia!" cicit Gayatri.

"Mama, please.. Percaya Azkia kali ini saja," mohon Kia merengek pada Mama Gayatri.

"Jonathan, bersedia kah kamu menikah dengan putri saya?" tanya Devian dengan menatap tajam ke arah Jonathan.

"Saya siap, Tuan Devian Wongso. Seratus persen, saya siap lahir dan batin," tegasnya.

"Azkia nggak mau nikah sama Gedebuk, Mama!" teriak Azkia yang menggema di ruang itu.

GEDEBUK??

Sepasang suami-istri itu melongo dengan kedua bola mata yang membesar.

💖💖💖💖

1
Thut Sarhy
ayo pulang nanti pujaan hati di culik kalong garong wkwkwkwkkkk
Bee Ojo
knp ujug tamat...adakah lanjutannya thor...?
Anonymous
Hhh buaya buntung
Hartati Khaira
bagus
Mustawasari 75
menunggu.....
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
serba salah emang kalau ketemu mantan pas barengan sama istri🤦🏻‍♀️bikin ketar ketir hati😂😂😂
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
kompromi dikit napa perut,, ko bunyi g ngasih kode bikin malu kia aja🤭🤭🤭🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
jan cemburu kia cape hati
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
perut g bisa diajak kerja sama🤣🤣🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
mantep ..ko pinter seh😂
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
kapok, senjata makan tuan jess
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
mboh ah Jo🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
kang lapor🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
coba tau dri dlu ya Joe klo yg dijodohkan itu kia🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
ini perkutut big kan yak eh🙊🙊🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
buahahah🤣🤣🤣kapok Wee, blm bisa sidak ya Jo🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
sebel Yo kia..diungkit trus🙈🙈
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
deg der ser²an kah kita🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
tenang mah sudah di DP sama Jo eh🙊🙊🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
adek lemes bang🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!