Nadia hanya merupakan figuran di rumahnya. Walaupun ia bagian dari keluarganya, tapi tetap saja ia tak dianggap sama sekali seperti keluarga. Malah lebih tampak seperti seorang budak yang dipekerjakan tanpa upah. Ini semua karena ia lahir dari istri kedua ayahnya yang membuatnya harus menanggung semuanya.
Namun, secara drastis Nadia mengalami klimaks takdir di mana dirinya tiba-tiba menjadi pengantin pengganti yang harus menggantikan kakaknya yang tidak ingin menikahi CEO culun.
Nadia secara terpaksa memenuhi keinginan itu hingga dirinya jatuh ke dalam kelamnya kehidupan hidup Saddam yang tak pernah ia kira secepatnya. Tapi, di samping itu Nadia baru tahu jika menjadi culun hanyalah penyamaran pria itu. Sebenarnya dia sangat tampan dan bahkan Nadia terpesona saat pandangan Pertama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
Untuk menuntaskan kebingungannya Nadia benar-benar menemui pelayannya. Ia berpikir kali ini ia harus benar-benar mengetahui seluk beluk kehidupan Saddam. Padahal sebenarnya dia tak berhak melakukan hal tersebut karena mereka pada hakikatnya benar-benar tidak menikah. Mereka hanya menikah karena paksaan jadi tak murni dari perasaan mereka.
Maka dari itu Nadia terus saja merasa bingung. Ia tak tahu kapan nasibnya yang seperti ini akan berakhir. Tak mungkin selamanya dia terjebak di rumah ini, namun jika begitu bagaimana caranya untuk ia keluar dari sini?
Nadia menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan. Wanita tersebut pun menghampiri pelayan yang sedang bekerja di dapur. Nadia langsung membantu pelayan tersebut dan kemudian bertanya-tanya mengenai Saddam.
"Nyonya, kau tak perlu melakukan itu. Sudah aku katakan jika kau adalah tuan di rumah ini, jadi tak pantas Nyonya melakukan pekerjaan tersebut."
Nadia hanya terkekeh dan kemudian memasukkan sayur-sayuran yang telah Ia potong ke dalam kuali. Lalu kemudian ia menatap dengan sangat serius ke arah pelayannya tersebut.
"Bibi, tidak usah khawatir, aku melakukannya dengan sangat ikhlas dan ini memang kemauan aku."
Bibinya tersebut memandang ke arah sang nyonya dengan tatapan terharu karena Nadia benar-benar baik sebagai atasan. Tentunya bagi dirinya orang seperti itu memang pantas untuk mendapatkannya kebahagiaan. Tapi entah kenapa dari raut wajah Naida tak menunjuk adanya kebahagiaan tersebut. Yang ada hanyalah sebuah penyesalan dan juga kesedihan yang sangat mendalam.
"Nyonya. Terima kasih." Mendengar ungkapan tersebut membuat Nadia terpaku di tempat. Kata-kata keramat tersebut terarah kepada dirinya dan bahagia benar-benar merasa sangat senang ada orang yang berterima kasih kepadanya.
Selama ia menjalani hidup orang-orang sekitarnya sangat sulit untuk mengucapkan satu kalimat itu. Nadia bahkan menganggap jika dirinya tak penting bagi mereka dan ia hanyalah seorang benalu yang tak diharapkan.
"Bibi, di rumah ini aku hanya memilikimu. Kau adalah satu-satunya orang yang benar-benar baik kepadaku, aku berterima kasih kepadamu. Satu hal lagi yang aku ingin aku tanyakan, apakah kau tahu kenapa alasan Tuan besar soal penampilan berbeda di luar dengan di rumah?" Tampaknya pembantu tersebut sangat terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Nadia. Nadia pun menundukkan kepalanya tahu jika pelayan itu pasti tak akan menjawab pertanyaannya. "Tidak usah dijawab jika sekiranya itu membuatmu dalam keadaan berbahaya. Lupakan saja, Bibi."
Mengatakan hal tersebut Nadia pun menarik napas panjang dan iya benar-benar merutuki dirinya yang tidak bisa menahan mulutnya.
"Nyonya pasti sangat heran dengan hal itu. Baiklah saya yang akan menjawab. Tuan memang seperti itu karena Tuan dari dulu tak suka dengan perempuan yang terus menggodanya dan mendekatinya karena ia tampan. Jadi dia mengubah penampilannya di luar suapaya tidak ada wanita lagi yang akan mendekatinya," jelas pembantu itu yang langsung membuat Nadia paham.
Akhirnya ia menemukan jawaban yang terus ia pertanyakan. Jawaban itu benar-benar masuk akal sebab jika di rumah benar-benar tampan dan bak seorang orang dewa. Makanya ia bingung kenapa Kelly menolak perjodohan tersebut, sepertinya karena Kelly tidak mengetahui bagaimana rupa asli dari Saddam.
Bahkan Nadia yakin jika kalian mengetahui rupa asli Saddam pasti wanita itu tak akan melepaskan Saddam dengan sangat mudah. Tapi entahlah Nadia tak ingin berspekulasi sendiri.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.