NovelToon NovelToon
Istri Ke Dua

Istri Ke Dua

Status: tamat
Genre:Poligami / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yuli Fitria

Jika saja bisa memilih, Yasmine tidak ingin menjadi istri ke dua. Tapi bagaimana saat ia sendiri tak tahu kalau ternyata calon suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal.

Yang akhirnya membuat sahabatnya-Alifa meminta pada suaminya-Alfin, untuk menggantikan calon suami Yasmine yang sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.

Ini adalah mimpi buruk bagi Yasmine.

Setelah dua kali gagal menjalani hubungan, ternyata ke tiga kalinya pun tak sampai ke pelaminan. Justru harus berkahir dengan orang yang tak ia inginkan.

Lalu, bagiamana kehidupan Yasmine selanjutnya? Apakah ia bisa menerima takdirnya yang menjadi madu dari Sahabatnya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 017 # Kabar yang Mengagetkan

Setelah jam mengajar selesai, Yasmine masih duduk di kantin Sekolah. Ia ditemani Bu Zahra dan Bu Intan. Kedua temannya itu duduk di depan Yasmine.

"Yas?!" Panggil Ibu Intan, guru kelas tiga.

"Ya," Yasmine menatap wajah guru cantik yang sudah memiliki tiga orang anak itu.

"Suami kamu, Ustadz Reyhan bukan sih?!" Tanya nya.

"Ukhuk-ukhuk-ukhuk," Yasmine tersedak jus tomat yang tengah ia seruput.

"Ya, ampun Bu Yas. Pelan-pelan," Bu Zahra menepuk pundak Yasmine sembari berdiri membungkuk ke arah Yasmine.

Yasmine lantas menyingkirkan tangan Bu Zahra dari punggungnya.

"Kenapa, memangnya Bu Intan?!" Tanya Yasmine penasaran.

"Ini," Bu Intan menunjukan ponselnya, "Ustadz Reyhan kecelakaan dan meninggal di perjalanan beberapa hari lalu, mana mau nikah lagi, kasihan banget ya?! Seketika itu aku inget kamu, terus baca ulang undangan yang dari kamu itu. Tapi, untungnya bukan calon suami kamu ya, Bu Yas. Buktinya kamu sudah menikah." Ujar Ibu Intasn panjang lebar.

Deg ... deg ... deg ... deg.

Dada Yasmine berdebar-debar. Ia menelan ludahnya dengan susah payah. Senyum nya bahkan sangat kaku.

"Iya, Yas. Aku malah lihat pas hari di mana kamu menikah, beritanya." Ujar Ibu zahra.

Yasmine menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya perlahan, lantas meminum kembali jus tomat miliknya.

Hampir saja ia jantungan. Untung saja, ia tak pernah mengumbar siapa calon suaminya. Hanya tahu mamanya saat di undangan sajam Bayangkan jika Yasmine ataupun Almarhum Ustadz Reyhan memasang wajah mereka di sosmed masing-masing, jelas akan ketahuan kalau Yasmine menikahi pria lain. Bukan pria yang tercantum di undangan pernikahan.

"Padahal ya, Ustadz Rayhan itu ganteng banget ya?!" Seloroh Bu Intan lagi.

"Iya, bener. Mana dua mobil yang kecelakaan ya ... dan Umi Naila kabarnya masih di rumah sakit sekarang." Sambung Ibu Zahra.

Ya, Umi Naila, Umi dari Ustadz Reyhan masih dalam perawatan karena ada tulang tangannya yang patah, serta wajah yang terkena pecahan kaca. Namun Yasmine memang belum sempat menengok. Bukan karena tidak ingin, tapi ia malu.

Calon suaminya meninggal malah dirinya di nikahi pria lain, mana pria itu beristri, jadi, Yasmine masih enggan untuk bertemu. Walaupun jujur saja ia juga khawatir dan rindu pada Umi Naila. Perempuan baik setelah Ibu, Mama, Alifa dan Mbak Fifi.

Jadi, yang menengok hanya Alifa dan yang lain saja.

...***...

Yasmine pulang dengan taksi, ia sudah menghubungi Kakaknya. Namun sang Kakak tengah berada di Bandung, berangkat tadi pagi. Ada urusan pekerjaan di sana. Yasmine juga sudah mengabari Alifa dan Alfin kalau ia pulang ke rumah Ibunya.

Ia tengah merindukan pelukan sang ibu. Ia ingin tiduran di pangkuan sang ibu sembari mengatakan apa yang tengah ia rasakan.

Begitu sampai di rumahnya, ternyata Ibunya tengah ada pengajian di Masjid komplek perumahan nya. Sedang Ayah tengah ke Kantor karena Kak Yahya sedang ke Luar Kota.

Hanya ada Mbak Fifi yang menyambut nya di rumah.

"Mbak Yas, aku kangen sekali Mbak," begitu ucap Mbak Fifi saat baru saja Yasmine sampai di teras rumahnya.

Yasmine langsung memeluk erat ART kesayangan nya itu. "Aku juga kangen banget sama Kamu Mbak Fi ...," ucap Yasmine.

"Sekarang, Mbak Yasmine mau makan apa, Mbak Fifi siapkan apa pun yang Mbak Yas mau." Ujar Mbak Fifi setelah Yasmine mengurai pelukan nya.

"Enggak deh, Mbak Fifi. Aku mau istirahat saja ya," ucap Yasmine lesu.

"Hmm, ya sudah deh ... Nanti panggil saya ya ... jangan lesu-lesu gitu, ya ... itu buka Mbak Yasmine banget." Ujar Mbak Fifi yang tak di hiraukan oleh Yasmine.

Yasmine tetap melanjutkan langkahnya menuju lantai atas, di mana kamar nya berada.

"Mbak Yasmine kasihan. Sekarang sudah ndak se-ceria dulu." Gumam Mbak Fifi sembari menatap kepergian anak majikan nya itu.

...***...

Yasmine langsung masuk ke kamar, tak lupa menyapukan kain ke atas ranjang sebelum merebahkan dirinya di sana.

setelah nya baru Yasmine membawa tubuhnya untuk rebahan. Menikmati kasur kesayangan yang baru beberapa hari ini di tinggal tapi rasanya sudah bertahun-tahun. Ah wangi kasurnya begitu membuatnya ingin segera memejamkan matanya. Membuatnya merasakan kedamaian walau sejenak.

Jujur saja hatinya kini tengah sakit. Tengah banyak yang ia rasakan. Sekarang, Yasmine tengah jadi orang yang penuh dengan kebingungan; bingung saat status nya menjadi seorang istri, tapi, nyatanya ia seperti tak memiliki suami. Karena suaminya bukan hanya miliknya, tapi milik orang lain, yang orang lain itu adalah sahabat nya sendiri.

Yasmine menatap langit-langit kamarnya setelah kembali membuka mata. Mengambil guling dan memeluknya. Membayangkan jika saja dirinya jadi menikah dengan Reyhan. Pasti hari-hari ini dirinya tengah bahagia. Tengah bermanja-manja pada suami, tengah jalan-jalan menikmati waktu untuk bersama dengan bergandengan tangan.

Menikmati masa-masa pacaran halal.

Tiba-tiba saja bibir bawahnya maju, guna menahan air mata yang akan jatuh.

"Ck ... Ah ... kenapa se nikmat ini, menikah?! Tak sesuai bayangan," gumamnya lirih.

Ceklek!

Suara pintu terbuka, Yasmine lantas duduk dan menoleh.

"Ibu," gadis berusia 29 tahun itu beranjak dari ranjang dan berjalan menuju sang ibu yang tengah tersenyum padanya dan memeluknya.

"Apa, kabar Sayang ... Maaf ya, ibu nggak nengok kamu ke sana," ucap Ibu di sela-sela pelukannya.

"Nggak papa, bu. Tapi, bagaimana keadaan Umi Bu?!" Yasmine mengurai pelukannya dan menatapnya netra sang ibu.

"Sudah baik-baik saja, Yas. Umi juga mengatakan ingin bertemu dengan mu," ucap Ibu.

"Tapi, aku malu bu." Ujar Yasmine.

"Kenapa malu?! Umi malah bangga dengan kamu, Umi juga mendoakan mu, mendoakan pernikahan mu agar menjadi keluarga yang sakinah, Mawaddah, Warahmah. Umi tidak marah ataupun kesal, ia malah berterima kasih pada Nak Alfin juga, karena mau menggantikan Reyhan. Juga pada Alifa yang sangat berbaik hati." Ujar Ibu Radiah. Ia menatap wajah anaknya yang terlihat dalam matanya kalau anaknya sedang tidak baik-baik saja.

"Iya, In Syaa Allaah besok Yas ke sana." Ujar Yasmine.

Ibu Radiah mengangguk, "kamu sudah makan belum?!" Tanya Ibu Radiah. Yasmine menggeleng. Tadi dirinya hanya memesan minuman saat di kantin Sekolah.

"Ayo, kita makan. Tadi Mama Widia juga telpon kalau tadi pagi ke sana ya?" Ibu merangkul anaknya dan keduanya berjalan keluar kamar.

"Iya. Benar, Mama Widia bawa semur ayam. Enak banget loh bu," ucap Yasmine sembari menuruni tangga dengan sang ibu.

"Wah, ibu perlu belajar nih sama Widia." Seloroh Ibu Radiah.

Sebenarnya ibu sengaja mengatakan itu agar anaknya bisa cerita yang lain. Bisa tersenyum dan bisa kembali menjadi Yasmine yang ceria, yang selalu cerewet yang selalu membanggakan masakan Mama Widia dan Mbak Fifi kesayangan nya.

1
isnani susilowati
tapa harus dikasih teguran jelas ibunya yang ingin serakah ditolong alifa biar g sedih malah bikin sedih alifa sampai sekarang posisi ostri kedua jelas2.salah
Mamah Kekey
nasib dan jodoh tidak ada yang tau.. mungkin takdir mu bermadu dengan sahabat mu Yasmin
Mamah Kekey
apakah aliva dan Alvin blm di karuniai anak menikah sudah 9 THN.
Mamah Kekey
blm tau aja aliva berbagi suami itu gimana.. rasa nya
Mamah Kekey
awal yg bagus mengharukan
Mamah Kekey
hadir lagi aku Thor
Aliya Susanti
kalo ada kelanjutannya plis lanjut ku mohon
Eti Sugiharti
ma kelanjutan udah lama cerita ko ngegantung
Dewi Kartika Sari
Thor knp cerita nya berhenti nya gitu aja sih, knp GX ada lanjutannya lagi
Eti Sugiharti
manasoh kelanjutan nya
Kristina Sihmirmani
Luar biasa ceritanya Thor, baru Kali ini baca novel yg isinya konflik hati , nggak ada kasar,julid dll, yg ada perang batin yg ngudak2 hati pembaca👍👍😍
Kozuki Kosuke
lanjut kak
Uba Muhammad Al-varo
selalu semangat nyari ilmu nya iya Taqa,jangan kecil hati pada sikap ayah kandung mu Alfin yang belum berubah kamu masih punya ayah Arya yang lebih baik.
selalu sehat dan selalu semangat up nya iya Thor 🙏💪💪💪
Uneh Wee
kmn tuh c alfin. begitu lah ...udah lah taqa ..biar kn saja dia ...kmu belajar lahyg tenang jngn pikir kn ayah yg tak pernah perduli anggap. aja dia dah mati
Iis Dawina
ngakakin beryemu tp.diniyakan mlh dpt janji yg terus di ingkari..hadeuh alfin mau smp kpn gitu terus..ktnya mau dkt sm ank tp ko mlh bkn janji yg ga bisa ditepati
Rabiatul Addawiyah
Yang sabar Taqa.. nanti ayah kandungmu akan tambah menyesali kesalahannya yg tidak menepati janji bertemu kamu.
Dhika Chawla
nyesel dah lu fin.... bagus deh taqa g usah diambil hati deh gmn ayah kandungnya....jd taukan siapa yg emg bener diprioritaskan.... untung aja taqa laki laki ya..
Lsari
ternyata Alfin belum bisa memprioritaskan Taqa, ya sudahlah Nak...lupakan
Yuli Fitria: "Baiklah," begitu jawab Taqa. wkwk Taqa ya, bukan diriku 🫰🏼
total 1 replies
Santy Nurjanah
fin alfin🥴
Yuli Fitria: Menyebalkan sekali dia ... Dasar Alfin 🤧
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya Alfin menyesal, terlalu egois sih jadi lelaki sekaligus seorang bpk, nggak ngehargain perasaan istri dan anaknya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!