NovelToon NovelToon
Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:142.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Alexandria Rigest tidak menyangka akan terjebak di antara baku tembak pendemo Sebagai jurnalis dia ingin mengupas tuntas sisi gelap prilaku oknum-oknum yang duduk di parlemen. Ketika terjadi demo serta baku tembak di salah satu gedung pemerintah, Alexa ikut terjaring. Dia sendiri diculik oleh beberapa orang yang berpakaian hitam- hitam dan disekap di ruangan bawah tanah. Alvaro Ady Mema, itu nama bos gangster yang menculiknya. Kehidupan Alexa di manipulasi dan Alexa menjadi budak nafsu Alvaro yang terkenal kejam tidak punya prikemanusiaan. Bisakah Alexa lepas dari cengkraman Alvaro? atau dia malah jatuh cinta kepada bos mafia itu?

****

Hallo readers yang selama ini sudah support aku, mampir ya...
jangan lupa kasi like, gift, vote dan favorit. Trimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAYAT BERGELIMPANGAN

Alvaro duduk dihadapan Alexa, dia tahu bahwa Alexa tidak takut pada dirinya. Alexa selalu mengejeknya tanpa pernah menganggapnya ada.

"Aku akan memperkosamu."

"Hahaha...silahkan." kata Alexa tertawa mengejek.

Alvaro berdiri bersamaan dengan suara ketukan pintu yang kencang. Pria itu melangkah kepintu dan terpana. Pak Alfredo sudah berada di depannya.

"PULANG!!" bentak Alfredo singkat.

"Maaf Pak, aku bersama tawananku." kilah Alvaro. Dia menolak perintah calon mertuanya yang berani mengganggunya. Tidak saja Alfredo yang datang, Mamanya dan Margareta juga ikut datang dan Marchel.

"Aku tidak melarang kau membawa siapapun, tapi hormati Margareta. Dia anakku satu-satunya."

"Kami sudah punya komitmen, antara kami tidak ada keterikatan apapun kecuali status sebagai suami istri kalau nanti kami menikah."

"Aku tidak akan merubah prinsip yang kalian anut, aku hanya ingin kau pulang membicarakan pernikahan kalian." keras suara Alfredo.

"Alvaro jangan mempersulit keadaan, Mama tidak mau meninggalkan papa terlalu lama di rumah." Farida ikut angkat bicara.

Kalau sudah menyangkut papanya, Alvaro terdiam. Dia masuk kedalam kamar mendekati Alexa.

"Sayank..kita pulang." kata Alvaro dengan suara tinggi. Ada saja yang mengganggu. Bathinnya.

Nasib Alexa sangat mujur, Alvaro tidak bisa memperkosa Alexa. Gadis itu bangun dan keluar di gandeng Alvaro.

Saat mata Alexa menatap wajah pria yang berada di depan pintu jantungnya langsung berdetak. Alexa mengedikan bahunya dan tersenyum sinis.

"Alexa ini papanya Margareta, kau hormatlah." perintah Farida kepada Alexa.

"Farida, aku adalah tawanan Alvaro, hanya Alvaro yang boleh memerintah yang lain tolong tahu diri karena tidak punya kepentingan denganku."

"Alexa bicaramu yang sopan."

"Kau mau mengajariku bicara yang sopan, etikaku hilang ketika berada di depan orang-orang sampah seperti kau." tuding Alexa marah.

Nyonya Farida mengayunkan tangan mau menampar pipi Alexa, tangan Alexa cepat menangkap tangan Farida kemudian menghentakannya sehingga tubuh Farida terdorong menimpa Alfredo.

"Aduuhhh...anak kurang ajar!!"

"Bercerminlah Nyonya dan koreksi dirimu, nanti kau akan melihat gajah di pelupuk matamu." sinis suara Alexa.

"Dasar prempuan rendahan tidak punya sopan, berani sama orang yang lebih tua, kau tidak pernah diajarkan oleh ibumu sehingga kau berani sama orang yang lebih tua." Margareta ikut marah. Dia benci melihat Alexa yang lebih cantik.

"Ibuku wanita ****** yang mengejar kesenangan demi kepuasan dan uang mana sempat mengajarkan anaknya cara memegang sendok...." ketus suara Alexa.

"STOPP!!"

Alvaro menghentikan keributan itu dan menarik Alexa menuju lift. Dia tidak peduli dengan orang-orang yang juga ikut naik lift. Sampai di bassement Alvaro dan Alexa naik mobil.

Air mata Akexa bergulir membasahi pipinya, dia terisak sendu.

"Alexa kau menangis, untuk apa? Semua orang akan berkata sama jika kau lancang kepada orang tua." kata Alvaro sambil memacu mobilnya dengan kecepatan sedang.

"Aku menangis bukan karena aku lemah. Tapi, karena telah berusaha kuat dalam waktu yang lama.”

"Apa maksudmu, kau cemen Alexa, hidup itu jalani saja jangan suka menyimpan masalsh di hati. Kau kurang bersenang-senang dan bergaul dengan orang-orang dari golongan the have."

"Jangan menyamakan kepribadianku dengan sikapku. Kepribadianku adalah siapa diriku, sikapku bergantung pada bagaimana orang memperlakukan diriku. Aku tidaklah serapuh yang kau kira, aku hanya menyesal berada dalam situasi ini."

"Aku tidak tahu darimana kau berasal, aku merasa kau adalah korban broken home. Di lihat dari aura dingin dan masa bodo yang terpancar dari wajah kau." kata Alvaro tanpa menoleh.

Alexa menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh. Dia berusaha tenang. Dan tidak mau kelihatan rendah di depan Alvaro.

"Aku menjalani hidup setiap hari dan sering berpikir seakan itu adalah hari terakhirku. Selalu begitu dan berputar dalam keputusasaan. Semenjak kau menangkapku aku mempunyai harapan untuk membalas derita yang terukir dalam lubuk hatiku."

"Aku sarankan supaya kau lupakan masa lalu dan hidup masa sekarang. Nanti sampai Manssion aku akan membawamu ke kamar, jangan pernah membukakan pintu, siapapun yang memanggilmu. Kecuali aku." pesan Alvaro.

"Apa besok kau menikah? Jika kau seharian tidak datang, apa aku harus puasa?"

"Aku akan menyiapkan roti, buah dan semua keperluanmu. Jangan khawatir kau tidak mungkin kelaparan."

"Tidak masalah, aku bisa melompat dari balkon jika aku kelaparan."

"Kau jangan membuat ulah, aku tidak akan mau bulan madu."

"Teori dan kenyataan berbeda. Apa kata orang jika kau tidak mau bulan madu. Nanti kau dikira sudah bangkrut."

"Aku tidak peduli dengan mulut orang, Alfredo membantu Papa bukan aku, jangan libatkan aku terlalu dalam dengan urusan mereka. Sepanjang ini aku diam dan menerima saja, jika aku berontak saat ini karena Alfredo sudah terlalu banyak ikut campur dalam hidupku."

"Tunjukin bahwa kau mampu sendiri tanpa campur tangan Alfredo, Ady Mema atau Farida."

"Alexa, kau bicara apa. Kau tahu Papaku adalah Ady Mema, darimana kau tahu tentang mereka?" tanya Alvaro heran.

"Aku jurnalis, jadi aku banyak tahu biodata orang." kilah Alexa beringsut memperbaiki duduknya.

Akhirnya mobil masuk ke garase. Alexa turun bersama Alvaro. Mereka heran karena tidaķ ada pengawal yang menyambut mereka.

"Kenapa sepi dan gelap gulita?" tanya Alexa berjalan hati-hati. Dia cepat membuka sepatu high heels sebagai senjata, jika ada serangan. Alexa memasang telinganya dengan tajam.

"Mungkin mereka sedang istirahat atau terjadi sesuatu." jawab Alvaro kurang yakin. Alvaro mengajak Alexa menuju kamarnya untuk mengambil senjata.

Pintu kamar Alvaro yang biasanya gampang dibuka, kini sulit dibuka padahal tidak terkunci. Mereka berdua bersama-sama mendorong pintu itu sekuat tenaga. Pintu yang sangat kuat dan mereka bergelut cukup lama untuk menaklukkannya. Akhirnya pintu jatuh dengan suara berdebam.

Mereka terjungkal ke dalam kamar bersama-sama menimpa sesuatu. Alvaro dan Alexa cepat menguasai keadaan. Geraman binatang buas terdengar. Alvaro sadar dan cepat bangun.

"Blackk..." teriak Alvaro memanggil. Bayangan besar melompat ke tubuh Alvaro. Bau anyir tercium menyengat. Alexa menempel di tembok tanpa berani bergerak.

"Black, apa yang kau lakukan disini!!" bentak Alvaro seraya mencari sakral lampu. Perasaan Alvaro tidak enak ketika peliharaannya berada dikamar. Sinar lampu membuat mata Alexa silau sesaat.

Mereka berdua berteriak kencang ketika melihat mayat bergelimpangan. Rupanya yang membuat pintu sulit dibuka adalah mayat manusia yang menumpuk. Alvaro geram mengambil pistol untuk menembak Black. Namun binatang itu cepat berlari dengan menyeret satu mayat.

Alexa merebut pistol itu dan membidik Macan yang menyeret satu pengawal.

"Doaarrr...."

Tubuh macan itu mengejang-ngejang menahan rasa sakit, tidak berapa lama mati. Alvaro mendekat dan berjongkok mengelus peliharaannya. Kemudian dia membuka seluruh pakaiannya yang penuh bercak darah, kecuali boxer. Alexa juga membuka gaunnya yang kena darah dan melemparnya.

"Kita ke kamar." ajak Alvaro menarik tangan Alexa. Mereka setengah berlari menuju ruang kerja. Alvaro mengunci pintu dan masuk ke kamar rahasia.

*****

1
Nah
kok udh tamat aja sii thorrr lanjutin dong
Nah
Baguuusss bngttt
Muftia Arisanti Muftia Arisanti
damt..autur sengaja ora coment amergo saking tegang menghayati..lakon yg kau buat lakok..wayahe ketemuan alvaro alexa TAMAT..oh...kau kau..uuhhh..💓💓💓😔✌🙏🙏🙏
ayumi: tq kak udah mampir
total 1 replies
Uchi Hafiz
lanjut
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿ
katanya mau membunuh tapi malah nyosor aja kayak soang lo alvaro
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿ
betul alexa....lawan terus sialvaro
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿ
memang kamu kira semua wanita akan selalu bertekuk lutut dan pasrah dibawah kungkunganmu alavaro omes
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
marcel cari2 kesempatan dalam kesempitan nih
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
alhamdulilah alexa bisa kabur
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
ternyata berat juga masa lalu nya alexa.makanya sekarang dia jd lebih berhati2
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
si margareta suka ganti2 cowok nih kaya ga puas sama 1 cowok aja.baek tar kena penyakit baru tau rasa
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
boss mafia koq galau gara2 cinta 🤪🤪🤪
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟˢ⍣⃟ₛ
semoga Alexa baik baik saja
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟˢ⍣⃟ₛ
mirisnya bila kehidupan seperti itu beneran ada di depan kita 🙄
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟˢ⍣⃟ₛ
astaga kejam amat 🙄 meskipun pelayan mereka juga manusia
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
jangan suka meremehkan wanita ketika dia bertindak habislah sudah.. Robertus pun mati
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Alexa manecintai Alvaro pasti tidak tegak membunuhnya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
bengek pake raba2 daerah sekwilda ya?? takut ditaruh sana itu senjata
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
kenapa ga terus terang kalo sama2 mencintai ya.. digenjot mulu perasaan 🤣
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
siapa laki2 itu, semoga Alexa baik2 aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!