NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:169
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31.Aula Putih

Langkah kaki Ren bergaung konstan di atas lantai marmer halus **Aula Penghakiman Istana Putih**. Ruangan raksasa ini dibangun dengan arsitektur melingkar, mirip seperti amfiteater Romawi kuno namun berlapis emas dan batuan suci. Di tribun atas, puluhan tetua Dewan Tertinggi dan perwakilan faksi bangsawan duduk dengan jubah megah mereka, menatap ke bawah ke arah Ren seolah-olah ia adalah pesakitan yang siap dieksekusi.

Di tengah aula, formasi sihir penekan raksasa berdiameter sepuluh meter memancarkan pendaran cahaya keperakan yang intens—*Array of Absolute Purification*. Begitu Ren melangkah ke titik pusat, formasi itu langsung aktif, mengunci ruang di sekelilingnya dengan tekanan gravitasi Mana yang luar biasa berat.

"Ren dari Perbatasan Barat!" sebuah suara menggelegar dari kursi kepemimpinan tertinggi. Seorang pria tua dengan jubah kepausan putih dan mahkota perak menatap Ren dengan mata menyipit penuh kebencian. Dialah **Kardinal Malakai**, sekutu politik utama mendiang Kaelen Vance. "Kau berdiri di sini hari ini bukan sebagai pahlawan turnamen, melainkan sebagai terdakwa atas pembunuhan Grandmaster Kaelen Vance, pembantaian keluarga bangsawan Van Asche, dan kepemilikan ilegal atas Reruntuhan Gorgona!"

Ren berdiri tegap di tengah formasi penekan. Tekanan sihir yang sanggup membuat ksatria Tingkat 5 berlutut itu sama sekali tidak menggeser tumpuan kakinya satu milimeter pun. Jubah hitam beratnya jatuh dengan anggun, dan tangan kanannya tetap bertumpu tenang pada gagang *Crimson Edge* tiruan di pinggangnya.

Wajah tampannya terangkat, menampilkan sebuah *smug* dingin yang sarat akan cemoohan yang teramat ketara.

"Tuduhan yang sangat terstruktur, Kardinal," Ren membuka suara, nadanya begitu halus dan bergema dengan kejelasan murni di seluruh aula besar tersebut. "Namun, kalian mengundangku jauh-jauh dari perbatasan hanya untuk membacakan dongeng karangan faksi bangsawan yang ketakutan?"

"Lancang!" teriak seorang tetua bangsawan di tribun kiri, memukul pembatas marmer hingga retak. "Bukti-bukti manipulasi energimu di turnamen global sudah cukup untuk menjatuhkan hukuman mati! Serahkan hak kelola Gorgona dan bersiaplah menerima hukum gantung suci!"

**"Hahaha! Manusia-manusia lemah ini benar-benar berisik, Ren!"** Crimson mendengus sangat keras di dalam benak Ren, memicu denyut hangat pada tato di lengan bawahnya. **"Mereka menggunakan formasi cahaya sampah ini untuk menguncimu? Biarkan aku mengajari mereka apa arti kepatuhan yang sesungguhnya!"**

*'Tahan dulu, Crimson,'* batin Ren, otaknya yang cerdas dengan cepat menganalisis struktur jangkar energi dari *Array* yang menahannya. Ada empat batu inti di bawah lantai marmer yang mengalirkan energi suci ini. *'Mari kita beri mereka tontonan yang sedikit lebih dramatis.'*

Ren maju satu langkah ke depan.

*CRACK!*

Hanya dengan satu langkah kaki kirinya tanpa menggunakan Mana sedikit pun, tekanan fisik murni dari ras vampir kuno miliknya dialirkan melalui getaran frekuensi *Blood Circulation*. Lantai marmer tebal di bawahnya langsung retak seribu, memutus aliran energi salah satu batu inti formasi suci tersebut hingga cahayanya meredup seketika.

Wajah Kardinal Malakai mendadak berubah pucat melihat formasi kebanggaan mereka rusak begitu mudah. "K-Kau... apa yang kau lakukan?!"

Ren perlahan menurunkan posisinya sedikit, membiarkan poni rambut perak abu-abunya terbuka. Di bawah sorot lampu kristal istana yang megah, sepasang mata crimson Ren menyala seutuhnya dengan pendaran merah darah yang pekat dan bergejolak.

Satu matanya berkilat intens, melepaskan guratan energi streaks merah yang sangat tajam dan masif, menyapu seluruh tribun atas dan mengunci mental setiap tetua dewan yang ada di sana hingga mereka mendadak kehilangan kemampuan untuk bernapas.

Sesungging *dangerous smirk* yang begitu dingin dan mematikan terukir di wajah tampan Ren. Tangan kanannya mulai menarik bilah hitam *Crimson Edge* tiruan dari sarungnya secara perlahan, memercikkan aliran listrik streaks merah yang haus darah.

"Kalian ingin menghakimiku dengan hukum Kekaisaran?" Ren berbisik halus, namun suaranya terdengar seperti bisikan kematian di telinga setiap orang di ruangan itu. "Sayang sekali... mulai detik ini, aku yang memegang kendali atas hidup dan mati kalian di istana ini."

Sang **Blood Sword Master** telah menarik pedangnya di jantung Kekaisaran, dan malam penghakiman yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!