Seorang gadis yang rela menikah dengan seorang CEO tampan di salah satu perusahaan ternama supaya Ayahnya keluar dari penjara.
Erlita Anggraini nama Gadis itu ,Ia rela melakukan apa saja untuk keluarganya .
Renaldi Pratama ceo tampan di salah satu perusahaan ternama di kotanya , Renaldi juga salah satu pebisnis muda nomer satu di kota itu . Dia juga menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa saja yang ingin Dia milikku.
Sampai suatu ketika Dia menjebak seorang gadis supaya menjadi miliknya.
''Aku mohon bebaskan PapaKu '' ucap Erlita sambil menangis.
Pria tampan itu menatap dingin pada Gadis yang sedang menangis dan memohon di hadapannya.
"Aku akan membebaskan PapaMu , asal dengan satu syarat ," ucap Pria itu sambil memegang dagu Gadis itu.
"Apa syaratnya?" tanya Erlita menatap Renaldi yang menatapnya.
"Kau harus menjadi istriku," ucap Renaldi
Deg.
Erlita terdiam Ia bingung harus menjawab apa?
Demi Papanya akankah Erlita menerima syarat dari Renaldi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SumarsihMarsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17
Bi Mirna masuk ke dalam rumah.
''Pak Satpam ,'' Panggil Rania setelah taksi pergi dari halaman rumahnya.
''Iya Nyonya ,'' jawab Pak satpam sambil berlari menuju Nyonya majikannya.
''Bawa masuk koper-koper itu ,'' suruh Rania sambil menunjuk beberapa koper yang ada di lantai teras.
''Baik Nya ,'' jawab Pak Satpam.
''Bi Itu tas siapa ?'' tanya Pratama yang heran melihat Bi Mirna membawa tas besar.
''Ini tas....,''
''Hallo Sayang ,'' sapa Maria saat berada di ruang tamu.
Pratama,Andre,Hendra dan Tasya menatap terkejut menatap Omanya yang berdiri di depan pintu ruang keluarga.
''Oma...!'' pekik Tasya sambil tersenyum menatap kedatangan Omanya.
Tasya beranjak dari duduknya dan berlari menghambur ke pelukan Oma nya.
''Oma Tasya kangen ,'' ucap Tasya di pelukan Oma Maria.
''Oma juga kangen sama Kamu Tasya cucu kesayangan Oma ,'' ucap Oma Maria sambil mengusap bahu Tasya.
''Ibu kenapa tidak menelpon kalau mau ke jakarta,biar Hendra nanti yang menjemput Mama di bandara .'' Ujar Pratama sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri Oma Maria yang ada di pintu ruang keluarga.
Maria tersenyum menatap Putranya.
''Pak itu koper siapa ?'' tanya Hendra yang melihat Pak jupri satpam Mereka membawa masuk beberapa koper ke dalam rumah.
''Mama ,'' ucap Tasya terkejut saat melihat kedatangan Mamanya yang berdiri di depan pintu.
Rania tersenyum menatap Putrinya yang sudah beberapa bulan ini tidak Ia temui.
Hendra,Pratama dan Andre terkejut saat melihat Rania berdiri di depan pintu.
Pratama menghampiri Rania yang sedang memeluk Tasya.
''Kalau Mama di sini,lalu Re sama siapa Ma ?'' tanya Pratama yang khawatir dengan Putra keduanya.
Rania tersenyum menatap Pratama dan ketiga putranya.
''Sayang,Ayo masuk .'' Suruh Rania pada Putranya yang sedang merokok di luar.
Re membuang putung rokok dan menginjaknya,Ia lalu masuk ke dalam rumah.
Pratama,Tasya,Andre dan Hendra melihat pintu masuk dan penasaran siapa yang akan melewati pintu masuk yang ada di depan Mereka.
Mereka tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
''Pa,Tasya gak mimpikan ?'' tanya Tasya sambil menatap Pria tampan yang baru masuk ke dalam rumah.
Pratama yang masih terkejut tidak mendengar pertanyaan dari Tasya.
''Coba,cubit Tasya .'' Pinta Tasya sambil menyodorkan tangannya untuk di cubit.
Hendra mencubit lengan Tasya.
''Auw ,'' Pekik Tasya saat mendapat cubitan dari Hendra.
''Ini tidak mimpi ,'' gumam Tasya sambil menepuk-nepuk pipinya.
Andre yang masih terkejut terdiam di tempatnya,Ia tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan Bos pemilik Pratama Group.
...****************...
Sedangkan di dalam kamar VVIP di salah satu bar.
Sandrina keluar dari kamar VVIP setelah menerima Gaun dari rekan kerjanya.
''San Kamu kenapa ?'' tanya Dina saat melihat ada yang berbeda dari Sandrina
tapi Ia tak tahu apa yang berubah dari Sandrina.
''Aku baik-baik saja ,'' bohong Sandrina.
Sandrina mencoba berjalan normal, Walaupun bagian intinya sedikit sakit tapi Ia coba menahan sakit itu.
''Sandrina tunggu ,'' suruh Dina.
Sandrina menghentikan langkahnya tanpa menoleh di mana Dina berdiri di belakangnya.
''Kamu sakit San ?'' tanya Dina yang melihat wajah pucat Sandrina.
''Tidak,Aku tidak apa-apa .'' Jawab Sandrina sambil melanjutkan langkahnya ke ruang ganti untuk mengambil barang-barangnya.
Dina menatap khawatir pada Sandrina, Tapi Ia bingung ada apa sebenarnya dengan Sandrina.Dina menghembuskan nafas kasar dan akhirnya Ia memutuskan untuk kembali ke kamar pelanggan yang sudah membokingnya.
Sedangkan Sandrina sesampainya di ruang ganti baju.Sandrina mengambil barang-barangnya yang ada di ruang ganti baju.
''Sandrina Kamu mau kemana ?'' tanya Rekan kerjanya saat melihat Sandrina mengemasi barang-barang miliknya.
Sandrina terkejut dan buru-buru menghapus air matanya saat ada yang menegurnya.
ceritanya ta'gantung.. padahal belum di tau soal ortu re klu dia sudah menikah dan apakah respon mereka setelah anak keduanya sudah menikah dng Erli sahabat anaknya Tasya.. dan pengen tau juga apakah perusahaan pak Wijaya kembali / nggak ya ☺️
ayo dong kak up dong, ms' gini doang ceritanya