NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Aisy Arbia

Sharron Alexandria, 25 tahun, terjebak dalam belenggu cinta pria beristri hanya karena kesalahan satu malam. Dia adalah Darrell Wesley, 35 tahun. Demi mendapatkan seorang anak, dia rela menjalani hubungan dengan seseorang yang ditemuinya di dalam aplikasi kencan buta.

Seiring perjalanan waktu, Darrell tidak berniat membuat Sharron, wanita simpanannya itu untuk hamil. Dia terlalu mencintainya sehingga membuat Darrell melepaskan tujuan utamanya.

Sementara Callie Mavis, 28 tahun, istrinya itu sudah didesak oleh keluarganya untuk segera mendapatkan anak. Dia berusaha menanyakan perihal rencana suaminya itu untuk mendapatkan rahim pengganti. Nyatanya malah Darrell mengatakan belum mendapatkannya.

Mungkinkah Darrell dan Sharron bisa bersatu? Apakah istri Darrell mau melepaskan begitu saja ketika tahu suaminya mencintai wanita idaman lain? Bagaimana perjuangan Sharron menyembunyikan diri sebagai wanita simpanan? Mampukah mereka menjalani kehidupan yang tidak biasa ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Sharron Kesal

Pagi menyambut dengan indah. Suasana mansion Darrell dan Callie terlihat sangat sepi. Semalam, Darrell tidak pulang ke mansionnya. Callie belum tahu ke mana perginya.

Callie sudah bisa turun dari kursi rodanya. Dia berjalan ke ruang makan yang sudah tersedia beberapa makanan di sana.

"Apakah semalam tuan Darrell pulang?" tanya Callie pada salah satu pelayan yang menyiapkan makanan di meja makan.

"Tidak, Nyonya," jawab pelayan itu.

Ke mana perginya Darrell? Alan juga tidak mengabariku. Tidak biasanya dia menghilang seperti ini. Apa karena kesal dengan permintaanku? Sungguh, aku hanya menginginkan anak agar keluarga kami semakin berwarna.

"Telepon Alan! Tanyakan padanya mengenai keberadaan suamiku," perintah Callie.

Sebenarnya dia bisa saja mengirimkan pesan padanya. Namun, Callie ingin tahu apakah jawabannya kepada pelayan sama dengan pada dirinya?

"Baik, Nyonya." Pelayan itu kemudian menuju ke tempat telepon yang berada di ruang tengah mansion.

Tak lama, sekitar 10 menit pelayan itu kembali ke hadapan Callie.

"Bagaimana? Apa kata Alan?" tanya Callie.

"Tuan ada urusan di luar kota selama tiga hari, Nyonya. Tuan Alan meminta maaf pada Anda bahwa dia lupa menyampaikan pesan tuan Darrell," jawab pelayan.

"Terima kasih."

Kini giliran Callie mengirim pesan pada Alan. Dia ingin tahu apakah jawaban Alan sama atau tidak. Setelah mengirimkan pesan, Callie menikmati sarapan paginya seorang diri. Rasanya tidak nyaman makan sendirian di mansion yang seluas ini. Memang biasanya Darrell akan menemani ketika sarapan pagi.

Tak lama, pesan balasan dari Alan pun muncul. Bunyinya sama persis dengan yang disampaikan pelayannya. Callie lega. Suaminya memang selalu bisa bersikap baik dan menjaga pernikahannya dengan cukup baik. Walaupun dia memaksanya untuk mencari rahim pengganti, sepertinya Darrell belum melakukan permintaan istrinya. Alan tidak bercerita apapun yang sedang dilakukan tuannya. Biasanya Alan akan menceritakan detail kegiatan suaminya.

"Pelayan, tolong ambilkan puding seperti biasa," ucap Callie. Dia memang menyukai makanan yang satu itu. Pelayan di mansionnya terbiasa membuat puding aneka buah yang sangat lembut. Tak lupa dengan toping buah-buahan segar.

"Baik, Nyonya."

Suasana hati Callie membaik. Dia percaya penuh pada suaminya kalau pria itu tidak akan tega atau berani bermain hati dengan wanita lain. Kalaupun Darrell memberanikan diri untuk mengenal wanita, pastilah Callie orang pertama yang akan diberitahu olehnya.

"Terima kasih." Callie menerima puding tersebut kemudian lekas memakannya. Hari ini tidak banyak aktivitas selain berdiam di mansion dengan beberapa aktivitas ringannya. Hanya bermain sosial media, menonton televisi, atau apapun itu.

Darrell sudah melarangnya untuk melakukan aktivitas yang terlalu berat. Apalagi kondisi fisik Callie yang akhir-akhir ini mulai ringkih.

Seusai sarapan pagi, Callie kembali ke kamarnya. Dia mengambil beberapa gaun yang indah. Dia merindukan makan malam romantis dengan Darrell, suaminya. Dia mencoba salah satu gaun kemudian berputar di depan cermin besar yang berada di kamarnya. Ya, Callie selalu menyukai cermin. Walaupun beberapa waktu yang lalu tubuhnya hampir kurus kering, setelah operasi kondisinya semakin membaik. Pola makannya juga tidak seperti sebelumnya.

"Gaun ini cantik. Sebenarnya aku bisa saja membeli lagi, tetapi sayang, gaun ini penuh dengan kenangan percintaan kami yang luar biasa menggebu. Itu sebelum aku sakit," ucapnya. Gaun pertama yang dicobanya kemudian dilepas kembali.

Callie mencoba gaun berikutnya. Setiap gaun indah yang dimiliki Callie mempunyai kisahnya masing-masing. Dia selalu mengingatnya.

...***...

Suasana apartemen belum terlihat pergerakan. Darrell masih tertidur pulas dengan memeluk Sharron. Gadis itu juga masih sama lelapnya. Semalam, sebelum tidur keduanya menceritakan kisah hidup masing-masing.

Sharron kasihan sekali pada Callie. Seandainya dia berada di posisinya, mungkin akan bersikap sama kalau saja tahu suaminya memiliki wanita lain. Namun, Sharron tidak bisa mundur lagi. Tanda tangan kontrak yang telah mengikatnya. Sementara Callie sendiri sudah memberikan kebebasan pada suaminya.

Sharron perlahan membuka matanya. Tangan kekar masih mengikat sempurna di perutnya. Sungguh, rasanya aneh sekali dipeluk suami wanita lain.

"Dad, ini sudah pagi. Daddy tidak ke kantor, kah?" tanya Sharron.

Darrell baru saja membuka matanya ketika mendengar suara seseorang. Biasanya Callie akan mengguncang tubuhnya ketika membangunkan. Namun, Sharron berbeda. Suaranya lembut sekali. Meskipun begitu, Darrell langsung membuka matanya.

"Baby, kau sudah bangun?" tanya Darrell.

"Hemmm, Daddy tidak ke kantor? Aku akan menyiapkan baju kerja dan sarapan pagi. Ini memang terlambat. Lihat, sudah jam delapan." Sharron menunjuk jam yang ada di dinding.

"Dua hari ini aku libur, Baby. Aku ingin berdua denganmu di apartemen. Apakah kamu keberatan?"

Deg!

"Tidak. Mengapa Daddy tidak ke kantor?"

"Aku sudah mengatakan pada Alan untuk menyampaikan pada Callie. Aku ada pekerjaan di luar kota selama tiga harian."

"Daddy berbohong?"

"Tentu. Kau tahu akibatnya kalau aku jujur pada Callie? Dia pasti berulah. Kurasa dia hanya terlalu ambisius untuk mendapatkan seorang anak. Aku lelah setiap bertemu dengannya yang dibahas selalu anak, anak, dan anak. Saranku tidak pernah didengarkan!"

"Lalu, Daddy akan memaksa untuk meniduriku hingga hamil. Kemudian anak yang kukandung akan Daddy berikan pada Callie? Tidak, Dad! Lebih baik aku mati bunuh diri daripada berpisah dengan anakku."

Deg!

Beginikah harusnya? Darrell harus memahami dua wanita dengan karakter yang berbeda. Walaupun Sharron belum paham tentang kehamilan dan anak, tetapi di manapun seorang wanita tidak akan mau terpisah dengan anaknya. Apalagi jelas-jelas anak itu dikandungnya sendiri.

"Aku juga masih bingung dengan rencanaku, Sharron. Apalagi mengingat kamu hanya--"

"Hanya apa? Hanya wanita penggoda, simpanan, murahan, dan tidak punya harga diri telah tidur dengan suami orang?"

Pagi-pagi suasana kamar sudah memanas. Hanya karena kesalahpahaman, bukan karena hubungan saling memuaskan.

Ah, tidak mungkin kalau aku mengatakan bahwa aku mengetahui siapa dirinya. Biarkan seperti ini. Dia mungkin juga kesulitan mencari keberadaan orang tuanya. Sama halnya denganku yang berusaha menelusuri masa kecil Sharron.

"Bukan seperti itu, Baby! Kamu salah paham. Bukankah kamu pernah mendengar ucapanku bahwa semua akan dilakukan dengan cinta kecuali tiga hal. Pelukan, ciuman, dan kecupan."

Sharron mendadak memindahkan tangan Darrell yang tadinya masih berada di atas perut. Dia masih terdiam mendengar penuturan Darrell barusan. Memang benar, pria itu selalu mengelu-elukan tiga hal itu yang paling bebas. Mengenai hubungan intim, Darrell belum mau melakukannya tanpa cinta. Sharron beranjak turun hendak masuk ke kamar mandi. Mencapai pintu kamar mandi, Darrell menghentikan.

"Jangan masuk dulu! Aku tidak suka kalau Baby-ku terlihat kesal seperti itu. Bersikaplah biasa saja. Jangan buat aku bisa semakin ganas, Sharron." Darrell pun sudah turun dari ranjang. Dia mendekati Sharron kemudian memeluknya dari belakang. "Jangan seperti anak kecil! Kita pria dan wanita dewasa yang sudah tahu segalanya. Walaupun kamu belum terbiasa, setidaknya setiap masalah bisa dirundingkan."

Tak ada penolakan. Sharron terdiam dengan posisinya. Sementara Darrell mulai bergerilya. Dia menyusuri lekukan leher dan punggung Sharron. Walaupun Sharron sedang kesal padanya, Darrell harus berusaha membuat suasana hati gadis itu kembali seperti semula.

1
Ririn Nursisminingsih
cinta jg bodoh darel.mau aja di perintah sama istri .klau ndak berkenan ya udah
Hamida Hamida
lbih ditail hotny
ika
sharon kah yg melapor?
Suli Kah
kok aku melihat ending cerita nya nggak bahagia, karena Sharron nggak jadi punya anak sampai tamat, Noelle nggak dapat pasangannya
Suli Kah
mudah mudahan segera diberikan momongan lagi yang penting usaha dan banyak berdoa
Suli Kah
ternyata Marcello yang melakukan semua ini, buang saja jauh jauh Marcello
Suli Kah
hmmmm siapa yang sudah meracuni mereka semua
Suli Kah
tak di sangka Alan malah nyusul ke butik demi menyelamatkan Noelle dari pertanyaan Sharron
Suli Kah
namannya juga orang lagi hamil moodnya berubah ubah...
Suli Kah
makanya Noelle cepat punya pasangan biar tidak hanya melihat kemesraan Darrell dan Sharron 😇😇
Suli Kah
berarti Alan nanti yang menggantikan sebagai pemimpin di perusahaan yang dipimpin oleh Darrell
Suli Kah
lagi lagi pengganggu datang, Marcello kamu tuh ya senang nya pingin merebut apapun yang dimiliki Darrell
Suli Kah
ternyata Blair itu benar benar licik
Suli Kah
ya memang harus nya yang menemani ke dokter itu Darrell suaminya
Suli Kah
akhirnya Sharron positif hamil
Suli Kah
hmmmm semakin penasaran
Suli Kah
kok bisa kisahnya seperti itu kan Sharron masih bayi dari mana tau kisahnya
Suli Kah
sedikit terkuak identitas Sharron
Suli Kah
semoga cepat terselesaikan misteri siapa keluarga Sharron yang sebenarnya
Suli Kah
serasa ikut didalam cerita menegangkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!