Nama nya Vidya, ia salah satu anak cerdas namun terasingkan oleh keluarga nya sendiri.
Dengan sikap acuh sang ibu, kakak yang selalu membully nya entah itu di rumah atau pun di sekolah.
Terlebih lagi sang ayah yang sibuk bekerja dan hanya mementingkan Lidya dan sang kakak nya saja.
Iya Vidya itu merupakan anak bungsu di dalam keluarga Luke. Tapi di keluarga tersebut bagaikan yang anak bungsu itu adalah Lidya.
Walaupun sikap keluarga nya seperti itu tapi Vidya tak pernah sekali pun membenci mereka karena bagi Vidya tanpa mereka ia tak bisa ada di dunia ini.
Vidya hanya bisa berdoa dan berusaha agar suatu saat nanti ia dapat terlihat di mata sang ayah dan ibu nya.
Di dalam rumah tersebut hanya 2 pembantu nya yang menyayangi Vidya selama ini hingga sekarang ia bertumbuh menjadi gadis cantik yang duduk di sekolah menengah atas.
Vidya hanya mempunyai 1 orang sahabat di sekolah nya yaitu Airin, orang yang selalu membela nya dikala ia di bully.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UGD
Saat sebelum jatuh pingsan, ia sempat mendengar suara keributan yang sangat samar-samar di telinga.
Rhayi yang melihat hal tersebut pun segera saja cepat bertindak agar kepala sang murid tersebut tak sampai jatuh. Setelah berhasil menangkap tubuh yang pingsan itu, Rhayi segera menggendong nya menuju ke uks.
Dan seketika saja semua murid yang berada di kelas terkejut dengan kejadian itu terutama Airin. Ia segera saja berlari dan mengejar guru baru tersebut menuju ke arah luar, saat sampai di pertigaan antara lantai 1 dan lantai 2. Airin pun melihat guru tersebut seperti nya sedang kebingungan ingin membawa Vidya kemana karena ia tak tau letak uks, akhirnya Airin pun segera menghampiri nya.
" Ikuti saya pak" ucap Airin tiba-tiba berbicara dan dengan napas yang masih ngos-ngosan. Dan Rhayi pun segera mengikuti Airin dari belakang.
Saat sudah sampai di depan uks, Airin langsung dengan sigap membukakan pintu dan Rhayi segera masuk dan membaringkan tubuh Vidya di bed yang berada di uks tersebut.
Tak lama kemudian sang petugas datang menghampiri dan memeriksa kondisi Vidya.
"Gimana sus? " tanya Rhayi pada suster yang berjaga.
"Tidak apa, hanya saja kemungkinan murid ini terlalu lelah dan tunggu sebentar biar saya periksa kaki nya seperti nya ada yang luka" ucap suster menjelaskan.
"Baik lah sus". Rhayi pun seketika menunggu di kursi yang masih berada di dalam uks, sedangkan Airin pun tak bisa menunggu sang sahabat karena ia harus kembali lagi ke kelas nya untuk meneruskan pelajaran tadi.
Setelah sang suster tersebut selesai memeriksa kaki Vidya, ia pun menghampiri Rhayi.
" Pak, seperti nya murid ini terluka cukup serius pada bagian kaki nya dan harus di bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjut nya" ucap suster memberitahu.
"Apakah seserius itu sus? " tanya Rhayi, yang entah kenapa mendadak sangat peduli padahal mereka saja belum kenal.
"Iya pak, jadi gimana?"
" perlu saya buatkan surat rujukan kah? " lanjut sang suster tersebut.
"Silahkan sus, nanti biarkan saya yang membawa nya" ucap Rhayi.
"Baik lah, tunggu sebentar". Suster itu pun langsung menuju ke meja yang masih berada di dalam ruangan uks dan menulis untuk surat rujukan ke rumah sakit, saat sudah selesai ia segera memberikan nya pada Rhayi.
" Ini pak" menyodorkan kertas tersebut yang berisi rujukan ke rumah sakit.
"Makasih sus, kalau gitu tolong sampaikan pada pak Broto kalau saya harus membawa murid nya ke rumah sakit" beritahu Rhayi.
"Baik lah pak, nanti biar saya sampaikan".
Setelah itu Rhayi pun segera menggendong Vidya kembali dan keluar dari uks untuk menuju ke parkiran sekolah, tempat mobil nya berada.
Rhayi segera saja membaringkan Vidya di kursi belakang kemudi nya dan ia pun segera melajukan mobil nya untuk menuju ke rumah sakit yang sesuai di surat rujukan nya.
"Ah sial, kenapa pula di lampu merah itu macet" ucap Rhayi menggerutu sedangkan Vidya yang berada di kursi belakang masih dalam keadaan yang pingsan belum sadarkan diri.
Rhayi sangat tak sabar sekali hingga ia mengklakson pengendara lain beberapa kali, entah kenapa baru sekarang ini, ia sangat peduli pada seorang wanita. Biasanya ia tipe orang yang masa bod* kecuali orang yang di kenal nya doang.
Setelah berhasil melewati kemacetan Rhayi pun langsung saja tancap gas dan menyalip pengendara lain.
Dari sekolah ke rumah sakit kurang lebih menempuh perjalanan setengah jam lama nya. Karena kemacetan di lampu merah, andaikan tak ada kendala pasti bisa ia tempuh dengan waktu 15-20 menit saja.
Sampai di rumah sakit Rhayi langsung menggendong Vidya kembali dari mobil nya dan untung saja petugas medis di situ cukup tanggap sehingga ia bisa membaringkan Vidya di bed yang sudah di sediakan ketika mencapai pintu rumah sakit.
Rhayi segera saja mengurus ke bagian administrasi dan menyerahkan surat rujukan tersebut beserta mengisi formulir data diri pasien dan penanggung jawab, karena data pasien nya tak tau alhasil ia pun menghubungi pihak sekolah untuk menanyakan nya dan segera saja mengisi nya.
Sementara Vidya sudah di bawa ke UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama karena kaki nya juga tak sengaja berdarah saat Rhayi lihat tadi.
...****************...
Sementara di sekolah Airin pun sangat tak tenang mengikuti pelajaran berikut nya, karena di pikiran nya, masih teringat dengan kondisi sang sahabat.
Sedangkan untuk menuju jam istirahat pun masih harus melalui waktu sejam lagi yang artinya beberapa mata pelajaran masih ada.
"Gimana kondisi Dy ya" gumam Airin seorang diri.
"Semoga baik-baik saja"
"Kok Dy bisa pingsan gitu"
"Apa jangan-jangan ini ada hubungan nya sama Lidya cs". Itu semua Airin hanya bisa gumamkan seorang diri sembari menyimak guru yang sedang menerangkan pelajaran yang di depan nya.
Dan sementara di kelas Lidya, yang kebetulan bebas pun karena guru nya yang tak bisa mengajar, mereka pun sibuk menggosipkan guru baru.
Tiba-tiba salah satu murid laki-laki yang berada di kelas itu berbicara kepada teman nya.
"Eh loe tau gak sih, tadi gue liat Vidya di gendong sama guru baru yang lagi famous di sekolah kita ini loh" ucap pada teman sebangku nya yang kebetulan Lidya cs pun mendengar nya karena terhalang oleh 2 meja saja.
"What" kaget Lidya.
"Kok bisa sih" ucap Bella.
"Li, kok loe kalah sama anak miskin itu sih" ucap Lexa.
Sedangkan Lidya langsung saja emosi nya meradang seketika.
"Awas aja kalau sampai Vidya juga suka sama guru baru itu, gue bakal buat perhitungan" ucap Lidya dalam hati sembari mengepalkan ke dua tangan nya.
"Li, loe harus ngambil tindakan deh seperti nya sama anak miskin itu" ucap Bella yang seperti mengompori.
"Iya Li bener tuh kata Bella, masa loe diam saja" Lexa pun menambahkan.
"Sedangkan ini saja baru hari pertama, bisa-bisa nya itu anak miskin udah nyolong start duluan" lanjut Bella.
"Stop gaes, gue pasti bikin perhitungan kok sama anak miskin itu" ucap Lidya yang sudah semakin emosi yang sudah di ubun-ubun.
"Gak ada di sekolah kita ini, yang bisa mengalahkan seorang Lidya Luke. Kalian tenang aja ok" ucap Lidya mencoba tenang.
"Iyalah secara ketua kita kan anak seorang pengusaha terkenal di kota ini. Siapa sih yang gak tau sama Lidya Luke" ucap Bella seperti biasa nya yang selalu membanggakan Lidya.
"Oke gaes, jam istirahat nanti kita samperin ke kelas murid miskin itu" suruh Lidya.
"Kalian berdua cari informasi yang jelas" lanjut nya.
"Nanti biar gue yang langsung mencegat teman nya yang sama miskin nya itu" Lidya pun segera saja mengatur genk nya.
semangat thor 💞
sehingga dia kayak orang hilang ingatan
sampai tidak tau orang di mimpinya
smg cepat mengingat kembali.
sepertinya Vidya bukan saudara kandung lydia, makanya si vydia, mendapatkn perlakuan yang berbeda.
gk bs dbayangkn klo aku berada di posisi vidya, smoga vidya bs menemukan kebahagiaan
Kakak nya gitu astaga pelan dikit ketuk pintunya
Entah masalalu apa yang membuatnya dikucilkan oleh keluarganya ..