NovelToon NovelToon
Dear Diary

Dear Diary

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Far Choinice

Dear diary...
Siapa yang akan mati selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Far Choinice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aida Martasya

 

            “Apa yang terjadi?” tanya dokter Elisa.

            Dei terdiam di atas sofa dengan tubuh berkeringat. Ia merasa sesak, namun ia sanggup menghirup oksigen dengan normal. Ia masih terpaku. Mimpinya. Mimpi yang terlalu sulit untuk Dei ingat. Seperti sebuah film dokumenter, berputar perlahan dan menghujam Dei dengan ribuan paku. Sakit. Mimpi yang sangat ingin ia lupakan, tapi justru bercokol kuat dalam ingatannya. Sulit melepaskan diri dari kenangan terburuk itu.

     Tangan Dei mencengkeram erat pinggiran sofa dengan napas terengah. Suhu dari AC ruangan dokter Elisa semilir menghembus, menerpa titik tubuh Dei yang masih berkeringat, membuatnya sesaat menggigil dalam dingin. Seperti mimpi panjangnya yang dingin menusuk. Dia ingat detail mimpi itu yabgbjustru membawa kengerian tersendiri, terutama saat dia di ujung mimpi. Sosok dirinya yang masih kecik, menyeringai ke arahnya. Dei kecil.

            “Apa yang terjadi padaku?” tanya Dei, berbalik tanya pada dokter Elisa yang duduk di sisinya, menyimpan jam bandul yang telah menenggelamkan Dei dalam mimpi buruk, “Apa yang anda dapat saat menghipnotisku? Apa yang terjadi? Aku bermimpi cukup menakutkan.” tanya Dei setengah gusar karena penasaran.

    Dokter Elisa terdiam sejenak, “Apa yang kamu lihat dalam mimpimu?” tanya Dokter Elisa. Dokter Elisa seolah tahu apa yang adalah pikiran Dei. Sejak awal, dokter Elisa selalu tahu apapun yang ada dalam pikiran Dei. Dia bahkan bisa tahu, semua mimpi Dei dan apa yang ia sembunyikan.

     Dei berkerut kening, “Apa yang kulihat?”

     “Kamu menemukan seseorang dalam mimpimu?” tanya dokter Elisa."Jangan menutupi apapun. Ingat, kamu sudah menentukan untuk percaya kepadaku. Jadi, ceritakan semuanya secara detail. Karena, hanya itu yang bisa membantumu saat ini." jas dokter Elisa yang lagi-lagi bisa menebak keraguan Dei.

      Kuping Dei berdengung. Dia seperti tinitus yang nyaring. Dei merasakan tubuhnya bergetar saat ingat siapa yang ia lihat di mimpinya. Bukan papa atau mamanya yang membuatnya ngeri. Tapi selama dihipnotis, sosok Dei kecil yang menyeringai ke arahnya, membuatnya ngeri. Dei menatap dokter Elisa sekali lagi. Dokter bergaya modis itu membenahi letak kacamatanya sembari menunggu cerita Dei.

     “Aku melihat... Dei kecil. Diriku yang masih kecil, menatap kematian papa dan mama.” Ujar Dei yang membuat dokter Elisa mengangguk paham tanpa harus Dei lanjutkan ceritanya. Dei menelan ludah dnegan susah payah. Ia meraih segelas air minum yang sudah dokter Elisa sediakan di meja kecil sebelah sofa Dei. dia meneguk air dingin itu dengan cepat dalam sekejap, berharap bisa mengurangi rasa panik dan gusar yang mendera dirinya. Dokter Elisa terus memperhatikan gerak-gerik Dei dengan seksama seolah sedang mengobservasi sesuatu. Atau, memang dia sedang membaca Dei, itu caranya untuk bisa memahami pasiennya. Uh, pasien. Rasanya Dei tidak percaya dia menjadi pesakitan lagi dan harus berhadapan dengan dokter jiwa. Rasanya sepeti mengulang kenangan pahitnya dulu.

            “Apa kamu tahu tentang Sybil, Dei?” tanya dokter Elisa.

            Kening Dei berkerut samar lalu menggeleng lemah. Dokter Elisa membenarkan posisi kacamata di atas hidung mancungnya. Dia meraih sebuah berkas dan mulai menulis sesuatu di sana. Dei masih menunggu ucapan dokter yang anggun itu.

     “Aku pernah membaca sebuah novel berjudul Sybil. Kisah tentang gadis yang malang,” ujar dokter Elisa.

     “Sybil... .”

            “Sybil adalah gadis dengan enam belas kepribadian. Biasanya, kepribadian ganda menciptakan dua karakter dalam diri seseorang atau lebih. Sybil berjuang dengan keenam belas kepribadiannya. Mereka banyak dan tercipta untuk menjadi tameng kelemahan kepribadian lain. Intinya, mereka saling melengkapi dengan menyimpan satu kenangan. Mereka tercipta untuk jadi tameng akan kenangan buruk. Sybil mengalami pelecehan seksual, penyiksaan dan banyak hal buruk yang membawanya dalam keterpurukan. Kepribadian pertamanya muncul saat ia SD. Dia muncul sebagai sosok yang melindunginya dari ibu yang gila.”

    “Enam belas kepribadian.”

     “Mereka saling berkaitan. Mereka menyimpan memori dari Sybil. Potongan memori yang tidak ingin Sybil ingat. Jadi  dia menciptakan kepribadian lain untuk sebagai kotak pandora yang menyimpan memori.”

            Dei terdiam, cermat mendengar dan memperhatikan penjelasan dokter Elisa tentang sosok Sybil. Hanya saja, Dei tidak memahami apapun. Apa hubungan cerita itu dengannya? Kenapa dokter Elisa tiba-tiba menceritakan tentang Sybil?

            “Jadi, apa maksud dokter? Ke anda menceritakan tentang Sybil padaku?” tanya Dei.

            “Dan kamu. Kamu memilikinya. Dua karakter dalam satu tubuh. Dua jiwa dalam satu tubuh.”

            Mata Dei terbelalak terkejut. Ia merasa bingung. Pikirannya semakin kacau. Ia menggeleng kecil sambil mengernyit bingung sekaligus tidak percaya. Dia punya kepribadian lain dalam tubuhnya? Dia menatap kedua tangannya dengan mata bergetar. Dia seperti merasa ngeri sesaat. Sebuah kepribadian, ada dalam tubuhnya. Tapi, dia tidak tahu atau mengingat apapun. Apa ini nyata?

            “Maksud dokter Elisa?”

            “Kamu memiliki kepribadian ganda, Dei. Dissociative Identity Disorder. Dan dalam dirimu, ada seorang bernama Aida Martasya. Saat aku menghipnotis kamu, sosok itu muncul. Kamu terbangun tapi dengan ekspresi dan cara bicara yang berbeda. Padahal, kamu sedang bermimpi. Sejak itulah aku menyadari kehadirannya. Sosok bernama Aida Martasya.”

            Dei tidak bisa berkata apa-apa. Dia ingin mengucapkan sesuatu tapi tertahan karena rasa tidak percayanya akan semua penjelasan dokter Elisa. Terlebih, dia semakin gigil saat dokter Elisa menyebut nama itu. Aida Martasya.

            “Dan... dia sungguh bernama itu, dok? Sungguh, dia bernama seperti itu?”

            Dokter Elisa mengangguk, “Iya. Dia jelas sekali mengatakan namanya Aida Martasya.”

            Kembali, Dei membelalak terpana. Tangannya dingin oleh keringat dan wajahnya pias. Tubuhnya bergetar ketakutan. Dia memeluk dirinya sendiri dengan mata mendelik. Ketakutannya datang. Apa yang jadi mimpi buruknya benar-benar datang. Sialnya, Dei baru menyadarinya. Tidak. Dia sudah menyadarinya tapi menolak mengakuinya.

    “Kenapa Dei?”

            “Aida Martasya. Mama. Itu nama dari mama. Mama ada dalam diriku.”

            “Ya, itu adalah mamamu. Dia menceritakan semuanya padaku. Kepribadian yang mengaku sebagai mamamu.”

            “Jadi, Langit... ,” lirih Dei sambil mengingatnya kembali. Ia memejamkan mata, menekan dadanya kuat-kuat mengingat laki-laki yang ia cintai. Laki-laki itu... Langit. Dei semakin terjebak dalam rasa takut saat mengucapkan nama itu.

            Dei bergidik ngeri. Ada sosok lain dalam dirinya. Sosok yang selalu ia temui dalam bayang kelam. Sosok yang sering mengendap-endap, bersiap menerkam dan mencabik kebahagiaan Dei. Aida Martasya.

            “Dei... apa kau mengingat kematiannya?”

            “Apa? Siapa? Banyak kematian yang selalu kuingat.” Ujar Dei.

      “Kematian yang paling kamu takuti.”

        Dei terdiam lalu tertunduk sambil merasakan matanya memanas. Dia tahu kemana dan apa yang dimaksud dokter Elisa. Tentang kematian yang paling dia takut dan paling ia kenang dalam kepahitan.

      “Kematian... Langit?” Suara Dei serasa serak, sesuatu menghambat tenggorokan keringnya.

      “Iya. Apa kamu mengingatnya? Atau... kamu mau menceritakanny?” tanya dokter Elisa.

     “Yah, itu kematian yang tidak akan kulupakan seumur hidupku!” ucap Dei dengan mata berlinang. Tangis.

 

-oOo-

Bersambung

Jangan lupa berikan like dan komentarnya ya.. ^^

Regards Me

Far Choinice

1
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
Tambah penasaran aja...😅🤗
🐾Bunda Lis@
ternyata emg dei pembunuhnya
🐾Bunda Lis@
yg bunuh hantu atau si dei sih..
Jans🍒
deka kmu lg ga baik2 aja
Jans🍒
d hntui rsa brsalah kah
Mom FA
aku hadir🤗🤗
Yen Lamour
Gak nyangka 😨 endingnya gak ketebak kyk bgni kak 😳 bravo 👏
Silence mampir kak, semangat berkarya baru 🥰💪🌹
VLav
waah sungguh plot twist yang membuatku tercengang 😱😱
MommyAtha
cerita penuh teka teki
Your name
Kenangan kelam masih kecil Dei juga menyebabkan ia mengidap pobia "nyctophobia" memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap kegelapan, bahkan di kamar tidurnya sendiri.
irul brave
Plot twiissttt
irul brave
oh jadi gtu.. oh.. jdi buku itu ilusi? dei gila!!!
irul brave
Aduuhhh bakal ending beneran nih... tapi blm tau kenapa Dei seperti iniiii
MommyAtha: tolong mampir diceritaku kakak...
pilihan hati kiara
siapa tahu suka
terima kasih
total 1 replies
irul brave
ternyataa Dei beneran yg bunuh mereka semua?????
irul brave
beneran aku curiga bgt ama Deiii
irul brave
hororr dan thrilerrr yng seru
irul brave
Curiga ama Dei itu sendirii
irul brave
SERUUUUU ABISS
Afief Rahman
seruuuu bingo
Afief Rahman
ternyata oh, ternyata begituuu
MommyAtha: tolong mampir diceritaku kakak...
pilihan hati kiara
siapa tahu suka
terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!