"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keterbukaan hati.
Malam sebelum hari operasi Tante diadakan, beberapa keluarga yang tak sangka pernah ada datang melawat dan melakukan ibadah di rumah kecil kami, makanan dan Snack wujud kebersamaan ini tercipta. Begitu hangat namun penuh drama, awalnya aku benci namun menikmati.
"Jadi Sofi..." maaf ya guys kalau kalian bingung dengar antara Sofi dan Adriella, Sofie Magdalena adalah nama kecil ku namun Tante tidak ingin itu terbawa sampai ke dewasa jadinya aku mengalami tiga kali hidup baru ya wkwkwk. "Kami terimakasih nang, diberkati Tuhan dengan kesehatan rezeki mu semakin melimpah cepat dipertemukan jodohnya dan yang terbaik selalu menghampiri mu ya." Doa serta harapan mereka untuk ku, semoga hatiku menerima dengan tulus.
"Terimakasih juga buat keluarga yang sudah datang, maaf jika jamuan nya ada yang kurang... Karena satu dan lain hal baru dalam keadaan seperti ini lah kalian tau kalau aku ada disini eh maksudnya kita dipertemukan, tapi apa pun itu terpuji lah Tuhan dipertemukan kita untuk mendoakan kesembuhan Tante, Tan jangan karena sakit' itu Tante datang ke rumah ini ya begitu juga untuk keluarga ku yang lainnya. Tetaplah saling komunikasi dan sama-sama kita berharap yang terbaik terus dalam kehidupan ini."
Aish apa sih omong mu DRI, enggak ngerti aku apa maksudnya ini. Terserah lah yang penting katanya bikin kata-kata apa dihati itulah yang keluar.
Nyanyian-nyanyian Rohani bergema, menyentuh hatiku terlebih kita lagu rohani Sentuh lah hatiku dan bila ku hitung-hitungan berkat mu membuat air mata tak terbendung,ternyata sudah jauh aku melangkah tanpa hadirat mu,maafkan aku Tuhan abai dengan segala perintah mu namun mempertanyakan kemana arah hidupku.
~Grup ke wirausahaan ~
dosen: Untuk pertemuan minggu selanjutnya saya minta setiap kelompok untuk sudah melengkapi PPT, proposal dan perancangan keuangan serta usahanya ya. Nanti nya usaha ini akan kita jalan.
Mahasiswa caper 1: Untuk presentasi nya di mulai Minggu depan ya pak.
Dosen;Iya, jadi untuk Minggu ini kita bahas nama usaha sekaligus kalau sudah ada kelompok yang selesai sudah bisa presentasi dan dapat nilai terbaik.
Mahasiswa caper 1,2,3,5 dst : siap pak.
Oh iya aku sampai lupa info ke beban kelompok,coba kali ya biarin dia yang cari sendiri kelompoknya.
Me: Kal Alda bagi nomor telepon kak Daniel ya aku mau bikin grup kita.
(memberikan kontak )
Alda: untuk kak Reno gimana kak?
Me:Kamu yang up aja ya kak di grup besar, soalnya aku lagi ada acara nih.
Alda: Aman kak
Hanya bisa pantau untuk lewat chat saja, acara begini kapan sih selesai udah ngantuk dan hampir Tengah malam juga, malah besok masih harus kerja lagi.
"Lanjut ngobrol dulu ya, ngantuk bangett." Kataku ku pamit meninggalkan kerumunan, "Kalau misalnya nanti ada yang nginap jangan sungkan ya" Basa-basi untuk tidak mengurangi rasa hormat.
Istirahat malam tanpa periksa prihal grup— mereka para tamu ku serahkan kepada Tante tentang bagaimana selanjutnya, entah apa yang jatuh datang dari belakang membuat ku terbangun. Ternyata ada beberapa tamu nginep hah sopan enggak sih kalau nanti ditinggal secepat ini. "Eh udah bangun kau," kata wanita paruh baya di dapur melihat ku sudah rapi. "Aku ada rapat pula Tan, nanti lagi kita ngobrol ya." Susun-susun plus minum beberapa suplemen langsung pergi dengan salaman.
Nanti sore Tante mulai memasuki ruang operasi pasti lumayan sibuk, beberapa tamu pasti ada stay atau anaknya datang. Satu sisi hati ku benar-benar enggak dengan kedatangan mereka tapi setelah di pikir-pikir apalah aku yang berhak menolak berkat Tuhan.Karena aku mampu makanya aku berani, ya Tuhan kiranya ini mampu menebus dosa ku.
Panggilan telepon untuk Tante, menanyakan ada berapa orang dirumah. Ternyata adik itu yang angkat teleponnya, dari dia aku tau kalau anaknya Tante sudah datang dua orang, dan katanya Mama ku juga datang ikut dengan anaknya Tante, tangan ku gemetar hebat.
Pikiran mendadak kacau dan apa yang harus ku perbuat sekarang. Apa pura-pura enggak tau dan pulang jujur sebenernya hati kecil ku rindu sekali dengan Mama,tapi mengingat perbuatan nya enggak lah makasih banyak.
"Kakak sama Abang sudah datang tadi siang kak, ikut juga Mak tua Mama nya kakak."
"Oh, nanti kalau Tante udah bisa ngomong suruh telepon kakak ya dek, entah kapan pun."
Syukur lah aku masih pegang kendali untuk saat ini, Ma sebenernya aku rindu kamu tapi maaf ya hatiku masih terlalu sakit mengingat perbuatan mu. "Adri ikut?" Tawaran teman-teman sepertinya menggiurkan, menghindari rumah ada enaknya aku bisa holiday dan jauh dari mereka selama 3 hari. Terpaksa keluar uang kan untuk beli baju dan kebutuhan lainnya.
Bandung adalah kota pelarian, sampai hari aku pulang dari bandung tidak ada kabar dari Tante begitu juga anak-anak nya, sekurang aja itu kah.Harusnya kalau memang dia tau diri kan bisa tanya kenapa aku enggak pulang bukannya mereka diam, entah jadi apa rumah ku dibuat mereka.
"Gue langsung pulang aja deh," pamit untuk pulang lebih awal, malam ketika tiba ternyata anak Tante yang ikut bukan kak Risma. Mama dimana mataku mencari keberadaan nya, ternyata Mama sudah pulang karena Tante marah ia ikut tanpa izin dari Tante. Tidak ada yang berani menghubungi aku karena sudah malu dan mengecewakan, padahal nyatanya tidak begitu sepenuhnya.
"Ya udahlah," beberes dan menemukan beberapa foto ku hilang dari kamar. Satu amplop berisi surat entah apa pun isinya aku enggan membacanya,buang waktu. Biarlah kau juga merasakan hidup dengan kesakitan sama seperti ku." Kakak sudah makan?"
"Sudah," yang ini mungkin anak Tante yang paling kecil soalnya enggak pernah aku lihat.
"Siapa yang jaga Tante?" Ah di kehidupan kali ini pun urusan baju tetap aku yang pegang, udah capek-capek malah nambah kerjaan. "Kakak."
"Kalian kalau misalnya mau pake mesin cuci... Ini hidupkan, nanti kalau mau ekstra bilas atau ekstrak kering tinggal putar ini ya." Ini buat pembelajaran aja kalau pun tetap nemu pakaian ya memang dasar anaknya enggak bisa di didik.
Makan yang ada aja ya Dri nanti kalau ada Tenaga baru beli makan keluar. "Kalian yang masak? Enak." Sayur SOP masakan mereka patut di acungi jempol sih.
"Kalian mau ikut enggak? kakak mau jalan.Tapi ganti baju yang bagus ya,malu bawa kalian begitu."
Mereka mengangguk kesenangan segera bersiap padahal aku cuman bawa mereka ke rumah es cream merah ketimbang butek di rumah. "Besok kakak kerja, tolong bantuin bersihin rumah ya." kata ku tanpa basa-basi.