Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 17
✨
“ Mau makan malam ngak?? Aku suruh Max buat siapin ya” ucapnya yang langsung mengubah posisi.
Sudah beberapa kali berhubungan tanpa pengaman, apa dia ngak takut kalo. Aku ini cuma simpanan gimana kalo hamil??
Aku menarik tangannya yang hendak pergi itu dan memanggil namanya dengan lirih.
“Han Yu... gimana kalo aku hamil??” ucapku lirih sambil menunduk.
Aku ngak berani menatap matanya itu. Dia mengambil baju tidur yang ada ranjang lalu memakainya, dia memelukku yang masih duduk dibalut selimut.
“Kalo bisa hamil aku kasih kompensasi deeh”
Begitu ucapnya dengan nada yang rendah.
Maksutnya biarin aja gitu? Atau dia memang pengen punya anak?
Oh MG kata katanya beneran bikin pusing banget.
“Pake baju giih!! Atau kamu emang mau lanjutin yang tadi”
Aku meraih baju tidur dan langsung memakainya tanpa merespon wajahnya.
Dia benar benar menggodaku lagi kali ini.
“Na Na... tadi siang mereka ngak tau kalo aku nyuruh kamu buat anter makan siang”
Lagi ngejelasin soal tadi siang kah?
Tapi emang bukan salah mereka juga sih
Lagian siapa suruh kalo suamiku ini seorang Presdir.
“Ngak masalah, lagi pula aku juga udah lupa. Aku ngak makan dehh. Kamu makan sendiri aja ya”
Aku berbalik, bersiap untuk tidur, sepasang tangan tiba tiba mengambil tubuhku, mengendongku turun dan menurunkanku diatas kursi makan.
“Temenin makan!!” Kata Han Yu yang menggendongku turun.
✨
Rasa kantuk menyelimuti mata Na Na saat melihat suaminya sedang menikmati makan malam. Dan tak lama dia tertidur diatas meja, Han Yu yang melihat istrinya tertidur hanya tersenyum.
Selesai makan Han Yu membopong tubuh istrinya dan membaringkannya di tempat tidur. Han Yu mencium rambut istrinya yang menjuntai indah, lalu mengecup keningnya.
✨
Paginya, Han Yu berangkat sebelum Na Na terbangun. Karna hari ini pengumuman hasil ujian Na Na hanya menunggu di rumah sambil bermain main dengan laptopnya.
Kantor Han Yu
*tok tok**Cklak*
“Tuan Han, ini berkas yang anda inginkan” ucap seorang wanita yang menjabat sebagai sekertaris itu sambil menyerahkan dokumen.
“Anda mendapat undangan dari rektor untuk menghadiri penyerahan piagam minggu depan. Apa anda mau hadir??”
“Universitas YX?? Oke aturkan jadwal untukku”
“Baik. Sudah waktunya untuk rapat”
Han Yu berdiri dari kursinya, melangkah keluar bersama seorang wanita yang ia panggil sekertaris Xu menuju ke ruang rapat.
Para staf sudah duduk menunggu dengan cemas, berharap mood dari presdir hari ini cukup baik.
*tuk tuk tuk*
Han Yu menghentakan jarinya ke atas meja usai ia duduk. Terlihat raut wajahnya tidak begitu senang.
“Udah tiga bulan, solusi apa yang bisa kalian kasih”
“Pres..dir Han proyek HAI mengalami masalah sengketa lahan. Kita tidak bisa...” ucap seorang lelaki penangung jawab proyek.
**Brak**
“Dalam perusahaan H’YU ngak kenal kata “gak bisa”
“Gimana mungkin tanah di pinggir kota bisa ada masalah sengketa!!”
“Ka..kami akan kesana langsung untuk meninjau. Pres..dir Han ha..harap memberi waktu”
“Waktu..???”
“Xu Yan..!!! Beri Tuan Tang waktu selamaya untuk mengurus proyek Hai”
Sekertaris Xu membungkuk melihat Han Yu yang pergi meninggalkan rapat. Tuan Tang berkeringat dingin, dia bahkan berlutut memohon pada sekertaris Xu. Namun sekertaris kepercayaan Han itu tidak mengubris dan langsung pergi.
✨
< Na Na >
Hari ini Han Yu berangkat lebih pagi, padahal aku ingin buatin dia sarapan sebagai ucapan terimakasih. Aaiiiihhhhh. Aku menepuk keningku perlahan, mengingat ucapan terimakasih yang sudah aku berikan semalam.
**krinnnggggg** telfon dari Han Yu
“Ya Hallo”
“Sudah bangun? Gimana tidurmu”
“Ngak begitu buruk, hanya terasa sedikit lelah”
“Pengumuman hasil ujian sebentar lagi. Kamu yakin akan lulus??”
“Apa kamu mengejekku!!” Nada Na Na sedikit tinggi.
“Tidakk.. aku akan pergi keluar kota hari ini”
“Kenapa mendadak?? Apa kamu akan lama??”
“Kamu sudah merindukanku???”
Rinduu???
Astaga!!! Han Yu selalu terlalu percaya diri.
“Ngak akan lama, kemungkinan 3 hari”
3 hari??
2 hari lagi acara wisuda, dia tidak mungkin bisa datang juga kan.
“Baiklah. Bai bai” menutup telfon
Sedikit kecewa siih, dia ngak sibukpun juga ngak akan datang. Ciihh, aku ini siapa, cuma simpanan aja berani minta lebih.
Aku menghela nafas dengan dalam, menyadari situasi yang sedang terjadi. Kadang ada sebuah rasa sakit dalam hati yang mampir. Entah karna sebuah rasa kecewa, atau hanya rasa yang tak terbalas.
✨
✨see u in the next chapter
✨
Jangan lupa tekan like untuk terus dukung “Wanita Simpanan”👍🏻👍🏻💋
sambil munggu ani ani up 🤭