NovelToon NovelToon
Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:21.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Azzam Bernabas Dirgantara, seorang Milyader berhati dingin. Bagi Dirga, hatinya sudah lama mati. CEO dari Dirgantara Group tersebut sudah mengubur dalam cintanya bersama sang tunangan yang pergi untuk selama-lamanya.
Lalu tiba-tiba muncul wanita seperti alien yang mulai mengusik kedamaian Dirga. Apa Dirga akan bertahan menjadi perjaka tua sampai akhir hayat karena cintanya yang sudah mati? Atau jangan-jangan pria seperti kanebo kering itu malah berpindah haluan, ketika hidupnya diusik sosok gadis yang sama sekali tidak akan membuatnya jatuh cinta lagi.
Dirga berani bersumpah, ia akan membujang selama-lamanya. Percaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PRIA KAKU

Dinikahi Milyader Bagian 17

Oleh Sept

Rate 18 +

"Sudah aku bilang, feeling ku tidak pernah salah. Sejak awal sudah ku duga. Bahwa pria ini hanya akan membawaku ke dalam banyak masalah. Sepertinya, aku harus lebih tegas. Karena ini bukan main-main lagi. Dia sudah berani menyentuh pipiku dengan bibirnya. Astaga ..." batin Levia yang masih shock dengan apa yang sudah menimpa dirinya dengan tiba-tiba.

"Lev ...!" panggil Zio dengan suara parau.

Suasana menjadi hening, saling menatap dan jadi sangat aneh. Sementara itu, Diska dan Naomi langsung menyusul ke tempat mereka.

Diska yang merasa sudah merencanakan semua ini, ia langsung mengelayut manja pada Zio.

"Mas! Ayo mulai acaranya, keburu malem!" ucap Diska dengan nada yang dibuat semanja mungkin. Jujur ia tegang sekali, karena dapat merasa atmosphere ketegangan di sekitarnya. Namun, ia harus membantu sang kakak. Maka, urusan Zio biar ia yang tangani.

"Ayo, Mas!" pinta Diska lagi ketika Zio tidak merespon.

Karena gadis itu terus saja menarik lengannya, akhirnya Zio pun mengikuti Diska yang berjalan menuju ke panggung. Di sana ada panggung kecil dengan kue yang lumayan besar.

Sedangkan Dirga, setelah melakukan kejahatan pertama pada Levia. Yaitu menciium tanpa ijin, kini ia hanya bisa diam tak bertanggung jawab. Pria itu bahkan tidak berani menatap Levia yang melotot tajam ke arahnya.

Beda lagi dengan Jean, mami Dirga tersebut kelewat senang. Dengan bahagia ia terus saja menggengam tangan Levia. Seolah tidak mengijinkan gadis itu cepat-cepat pulang setelah acara selesai. Karen ia rasa banyak hal penting yang harus mereka bahas bersama-sama. Tentang kelanjutan hubungan Dirga dan Levia.

Sepanjang acara, tatapan Zio terus saja terarah pada Levia. Baru juga ia akan berencana mengajak Levia makan bersama lagi. Pelan-pelan saling mengenal dan jadi teman dekat. Tapi, Dirga benar-benar sialannnn. Bisa-bisanya adik sepupunya itu menikung di depan mata.

[Sejak kapan mereka saling mengenal?]

[Apa mereka sudah resmi pacaran?]

[Aku rasa Dirga bukan pria yang cocok mendampingi Levi. Aku tahu Dirga itu bagaimana, bukankah dia masih mencintai Arunika?]

Banyak pertanyaan di benak Zio saat ia curi-curi pandang pada Levi yang dikuasai oleh mami Jeandana. Ingin rasanya ia tanya langsung, tapi ia tahan. Karena setau Zio, Levi masih sendiri.

"Harusnya aku tembakkk dia duluan!" Zio menghela napas panjang, kemudian menatap miris pada mami Jean yang tersenyum sumringah ketika bicara pada Levia.

Pria itu lama-lama jadi galau bin dilema sendiri. Antara mundur atau berjuang? Bukankah selama Levi belom menikah, artinya gadis itu bukan milik siapa-siapa? Itulah yang ada dalam kepala Zio saat ini. Tapi, ia langsung lemas tak kala melihat tawa di bibir mami Jean. Akhirnya, Zio hanya bisa mendesis kesal sendiri.

Beberapa saat kemudian

Acara sudah selesai, Diska sejak tadi komat-kamit, ia berdoa semoga mas Zio cepat pulang. Tapi, sepertinya doanya terhalang awan mendung, hingga tidak sampai ke atas langit. Buktinya, sang kakak sepupu malah terus bertahan di sisinya.

"Mas Zio nggak pulang?" tanya Diska basa-basi.

Dahi Zio mengekerut.

[Anak nakal! Kau mengusirku?]

"Sebentar, ada yang ingin aku bicarakan."

[Aduh, gawat!]

Diska kembali ketar-ketir.

"Bicara sama Diska, kan?" harap sang gadis mak comblang tersebut.

[Untuk apa aku bicara denganmu hingga menunggu acara selesai dulu? Astaga Diska! Lama-lama kau membuatku kesal]

Zio hanya bisa merutuk, sambil sesekali mencuri perhatian Levia yang kelihatan mau pulang juga. Mumpung Dirga tidak ada, ia langsung menghampiri Levia.

Sepertinya Mami Jean, papi Rayyan dan Dirga sedang bicara pada seseorang. Mungkin kebetulan rekan bisnis yang kebetulan hadir.

"Lev!"

"Tuan Zio."

"Ehem ... Aku ingin tanya sesuatu," ucap Zio yang dari tadi sudah penasaran. Jika tidak tanya langsung, mungkin ia akan penasaran sepanjang malam.

"Ya,"

Dari jauh, Dirga langsung mendekati keduanya. Hampir saja ia kecolongan.

"Mas!" panggil Dirga dan langsung menepuk pundak Zio cukup kencang. Membuat pria itu menoleh pada padanya.

Padahal tadi Zio mau bicara empat mata dengan Levi. Sekalian mengintrogasi gadis tersebut.

"Kalian pasti sudah mengenal, kan?" tanya Dirga. Sebelum usahanya gagal, ia harus menyerang sang kakak terlebih dahulu.

Zio hanya mengangguk.

"Kami akan segera menikah!"

Suara Dirga bagai petir di siang bolong. Pernyataan yang keluar dari bibir Dirga, membuat hati Zio langsung potek. Sementara itu, Levia reflect menarik tangan Dirga dan menariknya menjauh dari Zio.

[Pria GILA! Kapan aku bilang padanya kalau aku mau menikah dengannya? Mimpi saja tidak!]

"Ini keterlaluan, Tuan!" desis Levia yang tidak ingin orang-orang mendengar suaranya.

"Kenapa? Aku rasa kamu tidak akan rugi bila menikah dengan pria sepertiku!" ujar Dirga.

Dari pada sebuah permintaan ajakan menikah, ini lebih mirip sebuah penghinaan. Levia merasa dia sedang dipermainkan.

"Kalian pikir, setelah meminjamkan baju mahal padaku, dan aku diam saja menerimanya, berarti kalian bisa berbuat sesuka hati kalian?" Sepertinya Levia mulai tersinggung.

"Bukan seperti itu! Dan aku tahu ... kamu juga sedang butuh uang banyak untuk pengobatan ayahmu, kan?"

Levi makin tajam menatap pria di depannya. Lama-lama tidak hanya tersinggung. Ia jadi sangat marah. Karena merasa dipandang hanya mencari materi saja ketika dekat dengan golongan orang-orang kaya tersebut.

"Saya butuh uang atau tidak, itu bukan urusan Tuan. Jadi tolong, jangan pernah ikut campur!"

Kesal, Levia langsung berbalik.

"Bagaimana aku tidak ikut campur? Jika wajah jelekmu selalu muncul dalam kepalaku?"

DEG ...

BERSAMBUNG

Kuwi nembak manok opo nembak cewek to le ... le ... kaku eram. Hihihih ....

IG Sept ... cus meluncur ya

Sept_September2020

Yuk, kenalan sama author gabut. Hehehe

1
juwita
mampir
Felycia R. Fernandez
amplas?? besi kaleee 😆😆😆😆
Sri Utami
Luar biasa
dita faza
jd igt yg lentur ngatain dokter bopeng
Arida Susida
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
Nurmiati Aruan
ya gak salah zio donk.... yang salah tu emak nya...
Gung Dy
🤣🤣🤣🤣🤣
Tri Lestari Endah
zia kembarannya zio ,sudah menikah blm ya
Anonymous
suka btul dgr suara pimoy💚
Ida Has
ga usah sama Reza mamanya sadis ntar susah lg hidup
Ida Has
sesuai dan cantik2
Ida Has
jgn sombong Dirga ntar bucin
Esih Mulyasih
Luar biasa
Deliza Yuseva
sombongvkamu Dirga ...
Deliza Yuseva
masih awang 2 thor
Dedek Aja
Luar biasa
Gung Dy
bagus...sy suka cerita yg happy ending 👍🤩
Meyke Joyce Rantung
bukannya tadi Diska sudah pesan 2 kamar di hotel? kenapa nggak nginap hotel aja?
Land19
cinta 🔺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!