Raina adalah seorang desain interior yang cukup terampil, gadis polos yang mencintai seseorang dalam diam. Namun dia harus meninggalkan cintanya demi permintaan sang ibu angkat yang ingin menjodohkannya dengan pria super dingin.
Raina dengan hati yang iklas menerima perjodohan itu. Namun bagaimana dengan si pria nya?? apa dia akan menerima Raina sebagai istri nya nanti????
Yuk ikuti terus kisah Raina dan Alex. Beri bintang 5, like semua episode yang update,
lalu klik favorit, lalu kasih gift jika kalian bersedia.
Ingat, ada giveaway di pertengahan cerita nantinya. Kalian jangan sampai ketinggalan yah.
Follow IG. @ratul_mustika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(17) Aku tidak akan menceraikan mu(Dave)
Dave pulang ke rumah, ia baru saja pulang dari perjalanan bisnis ke luar kota.
"Letakkan saja di situ" ucap Dave pada pelayan yang membawakan kopernya ke dalam kamar. Kedua pelayan itu menunduk hormat, lalu keluar dari kamar Dave.
Dave melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya sepanjang hari ini. Tanpa sengaja mata Dave melihat secarik kertas tergeletak di atas meja. Dave langsung menyambar kertas itu, membaca apa isinya.
"CIA!!!!!!!!! " teriak Dave sembari meremas kertas yang ternyata adalah surat pengajuan cerai dari Cia. Dave melangkah menuju ruang ganti tempat seluruh barang barang berharga Cia. Semuanya sudah kosong, Dave semakin murka.
Langkah besar itu mengarah ke luar kamar, bukan hanya keluar kamar, Dave akan pergi ke rumah Cia.
Memakan waktu 30 menit dengan kecepatan yang cepat, Dave akhirnya sampai di rumah besar milik Cia. Rahang Dave mengeras, ekspresi nya tidak bersahabat.
"Cia!!!!! " panggil Deva lantang. Pria itu menemukan Cia sedang duduk santai menikmati segelas wine. Cia bersikap santai, ia berusaha tidak terlihat takut dengan Dave.
Pria pemarah itu menggertakkan grahamnya, melangkah lebar mendekati Cia sembari membawa selembar kertas tadi.
"Apa maksud mu Cia!! "
"Heh, apa kau sudah bodoh sekarang?? " cibir Cia dengan tatapan mengejek.
"Kau tinggal menandatangani di kertas itu, dan semuanya akan selesai" jelas Cia santai, ia kembali menikmati wine nya. Hingga kesabaran Dave habis dan menarik Cia hingga tersentak ke hadapannya.
"Kau pikir aku akan melakukannya??? " ucap Dave merobek kertas itu menjadi banyak bagian.
"Apa yang kau lakukan!!!!! " teriak Cia menatap kertas yang sudah berubah menjadi serpihan serpihan. Dave melempar kertas itu tepat di wajah Cia.
"Sampai kapan pun. Aku tidak akan menceraikan mu!!!! " teriak Dave tegas. Ia meraih tangan Cia dan menarik nya paksa kembali ke rumah mereka.
"Tidak!! aku tidak mau kembali dengan mu!!! " tolak Cia meronta ronta.
"Kau harus ikut dengan ku!! sampai kapan pun kau adalah istri ku!! "
"Tidak Dave, kau tidak mencintai ku!! untuk apa kau mempertahankan pernikahan ini! " lirih Cia memohon, ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Dave. Cia melosor ke lantai, ia memeluk kedua kaki Dave, bersujud agar Dave melepaskannya.
"Aku mohon, Ceraikan aku" mohon Cia, air matanya mengalir deras.
"Tidak. aku tidak akan menceraikan mu. Aku masih ingin bermain dengan mu!! " tolak Dave. Pria itu mengangkat tubuh Cia agar berdiri, lalu menyerang titik sensitif wanita itu. Cia berusaha menghindari setiap sentuhan Dave, namun pria itu lebih kuat dari nya. Dave memegang kedua tangan Cia dan menempelkan pada dinding di atas kepala Cia.
Tak dapat berbuat apa apa lagi, Cia hanya bisa pasrah menerima perlakuan kasar dari Dave.
"Aku tidak ingin kau mengucapkan kata cerai lagi, jika tidak kau akan melihat pria yang kau cintai itu mati di tanganku" Bisi Dave tepat di telinga Cia, membuat gadis itu hanya bisa menahan tangisnya mendengar ancaman dari suami kejamnya.
*****
Raina pulang dari kerja, ia berjalan kaki di atas trotoar. Meskipun mereka satu kantor dan satu rumah, Alex tidak mau menawari nya untuk ke kantor bersama. Hm.. benar benar malang nasib Raina.
Ten!!!!!!!
"Astaga!! " teriak Raina kaget, sebuah mobil hampir menabraknya. Raina terlena dalam lamun, sampai sampai ia tidak melihat jalan.
"Maaf kan aku" ucap Raina menunduk hormat pada mobil hitam yang berhenti di depannya. Tak lama kemudian si pengemudi keluar dari mobilnya.
"Heh!!!! apa kamu buta? kalau jalan Jangan sambil melamun!! " serga pria itu, ia menatap Raina tajam.
"Maafkan saya, saya tidak sengaja" balas Raina menunduk. Ia masih syok, hampir saja dirinya celaka.
"Huh!! " Pria itu mendengus kesal, lalu kembali masuk ke dalam mobilnya dan melaju cepat.
Raina bernafas lega, ia kembali melanjutkan langkahnya menuju rumah. Mobil Alex sudah terparkir di depan rumah, Raina semakin mempercepat langkahnya masuk ke dalam rumah.
"Kak Alex sudah pulang? " gumam Raina mencari cari keberadaan Alex. Namun Raina tidak menemukan pria itu di manapun.
"Apa kak Alex di kamarnya? "Raina menempelkan telinga nya ke daun pintu kamar Alex. Terdengar guyuran air jatuh di kamar mandi.
" Ternyata kak Alex sedang mandi" Raina menjauh dari kamar Alex, ia memutuskan masuk ke dalam kamarnya.
"Hoamm...... Kenapa aku mengantuk sekali" gumam Raina menguap lebar. Setelah mencuci tangan dan kaki nya, Raina naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya.
Alex keluar dari kamarnya, wajahnya terlihat segar dan semakin tampan. Alex masuk ke dapur, ia membuka tudung saji di atas meja makan.
"Tidak ada apapun? " decak Alex. Ia memegangi perutnya yang sudah berbunyi. Alex sudah sangat lapar, ia tidak mau makan makanan luar, Alex ingin memakan masakan Raina seperti tadi malam.
"Apa gadis itu sudah pulang? " Alex melangkah menuju kamar Raina, membuka pintu kamar yang tidak di kunci.
Alex menatap Raina tidur tak beraturan di atas ranjang nya, ia menggelengkan kepalanya ketika mendengar dengkuran halus dari bibir Raina.
"Dasar bocah" decah Alex.
Alex berbalik hendak keluar dari kamar Raina, tiba-tiba perutnya kembali berbunyi.
"Astaga... " dengus Alex, ia berbalik menatap Raina.
"Raina!! " panggil Alex menggoyangkan kaki Raina yang terjuntai ke lantai.
Bukannya bangun, Raina malah menggeliat memperbaiki posisi tidurnya. Alex mengusap wajahnya kesal, ia kembali menggoyang goyangkan tubuh Raina sedikit lebih kuat.
"Hah, apa? " sontak Raina langsung duduk ketika merasakan kakinya bergoyang kuat. Matanya masih mengabur, Raina mengucek ngucek matanya memastikan apakah benar-benar alex yang ada di depannya ini?.
"Apa aku berhalusinasi? " gumam Raina. Sudah lebih dari 3 kali ia mengucek matanya, namun penglihatan nya tetap sama. Alex tengah berdiri sembari menatap dingin kearahnya. Cepat cepat Raina turun dari tempat tidurnya, lalu berdiri tegap di depan Alex.
"Kenapa kak Alex ada di kamar ku? " tanya Raina pelang.
"Kamu pikir saja sendiri, pulang kerja bukannya masak. Malah enak enakan tidur" ucap Alex datar.
"Huh? "
"Kenapa?? mau protes? memasak itu adalah tugas istri" ucap Alex dingin, ia memalingkan wajahnya.
"Seorang istri?? " gumam Raina, hatinya meletup letup. Alex menganggapnya sebagai seorang istri.
"Kakak menganggap aku sebagai seorang istri? " tanya Raina kesenangan. Alex menjadi gugup, ia membalikkan tubuhnya lalu melangkah keluar dari kamar Raina.
"Masak cepat, aku sudah lapar" ucap Alex sebelum benar-benar keluar dari kamar Raina.
"Siap!!! suami!! " sahut Raina girang, gadis itu langsung berlari menuju dapur dan memasak dengan penuh semangat. Bibir Raina tak henti hentinya mengukir senyum manis.
Dari ruang TV, Alex melirik Raina yang terlihat semangat memasak. 'Sebegitu senang kah? ' Alex ikut tersenyum, sangat mudah membuat gadis seperti anak kecil itu bahagia. Entah sejak kapan Hati Alex tak karuan ketika berada di dekat Raina atau melihat tingkah Raina yang mengingatkannya pada sesuatu yang sudah lama ia rindukan.
...----------------...