Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
"Tapi seperti nya ada wanita lain yang mencintai Alva dhea" Ujar Nata.
"Allah SWT telah menurunkan Al Qur'an dan seperangkat doa di dalamnya menjadi bakal manusia meluluhkan kerasnya hati seseorang juga dapat di lakukan dengan doa. Saran ku untuk kamu Nata perjuangkan jika kamu mencintai nya, tapi..., pastikan dulu kalau pria yang kamu suka itu bukan milik siapa-siapa jangan sampai kamu melukai hati wanita yang menjadi kekasih nya" Ujar Dhea selaku sahabat Natasya.
"Terimakasih dhea sudah sempat kan waktu untuk mendengarkan curhatan ku"
"Sudah santai...saja aku selalu ada waktu buat kamu kapan pun kamu butuh teman curhat aku siap mendengar kan, kalau sudah tidak ada lagi aku pamit ya masih ada kerjaan yang belum aku selesai kan"
Kadang kita membutuhkan yang namanya sahabat gunanya untuk saling bertukar pikiran dan saling berbagi bahagia atau pun duka. Tapi kadang kala sahabat ada juga yang tak setia dengan sahabatnya tapi itu tidak bisa kita sama ratakan semua sahabat tidak baik.
Hidup lah seperti pohon kayu yang lebat tumbuh di jalanan banyak orang melempari dengan batu tapi dia balas dengan buah.
Nata pun menghantar Dhea keluar kafe sampai mobil dhea tak terlihat lagi di mata Nata, baru kemudian Nata pun meninggalkan kafe yang baru saja ia kunjungi.
Yang di katakan Dhea ada benarnya aku harus menjaga hatiku sampai pada saat nya hati pria itu lah yang mengatakan nya. gumam dalam hati Nata
Tapi aku mulai menyukai pria itu..., gerutu Nata.
Saat mobil sedang melaju dengan cepat mata melihat sosok pria yang sedang melintas di jalan.
"Alva.., mau kemana dia" Nata pun mengurangi kecepatannya menepikan mobil nya di bibir jalan kemudian keluar dari mobil.
"Alva..." panggil Nata sedikit teriak.
Mendengar suara memanggil namanya Alva pun menengok.
Natasya" batin Alva
Nata pun menghampiri Alva di sebrang jalan.
"Kamu mau kemana Al?" tanya Nata sambil melihat jinjingan yang di tangan Alva.
"Aku habis belanja makanan untuk persediaan nanti." Jawab Alva sedikit malu-malu.
"Ya sudah pulang bareng aku aja yuk.., sudah mau sore juga." kata Nata menawarkan tumpangan untuk nya.
"Tidak usah, nanti merepotkan kamu"
"Aku tidak merasa di repot kan sudah ayok"
Alva pun menerima tawaran Nata untuk pulang bersamanya meskipun Alva sedikit segan karena Nata sering kali membantu nya dan juga Nata wanita yang soleha beda dengan Vio yang sedikit bar-bar dan selalu ingin di penuhi segala ke inginnya.
"Alva jika kamu membutuhkan seseuatu jangan sungkan ya untuk memberitahu kan aku."
Ting..Ting. Ponsel Alvarendra menyala pesan masuk.
Alva mengerutkan dahinya setelah membaca pesan undangan dari Robert.
"Nata, aku bisa minta tolong hantar aku ke rumah sakit tempat Monika di rawat"
"Boleh, apa ada masalah dengan kesehatan Monik?"
"Entah, aku hanya di minta datang"
Nata pun putar arah menuju rumah sakit tempat Vio di rawat, disana sudah ada Salim dan juga Andrew sudah kumpul di ruangan.
Tiba di rumah saki Alva lebih dulu melangkah pergi menuju ruangan Vio. Entah mengapa Salim menyambut nya dengan pukulan atas perintah Robert.
Bug...! Bug...! Bug...!.
Dady stop...! jangan pukuli lagi Alva Dad dia tidak bersalah.
Tapi Salim seakan semua melampiaskan semua kemarahannya dengan Alva sampai Alva terpapar di lantai.
"Saya sudah peringatan kan kamu!, jangan pernah sakiti hati anak saya lagi!"
Andrew yang hanya bisa diam melihat aksi Salim membabi buta Alva.
"Saya akan penjarakan kamu atas perlakuannya kamu terhadap anak saya,!" ucap Robert dengan ancaman nya.
Kerena terlalu lama Nata pun menghampiri Alva ke ruang inap Vio saat Nata mendorong pintu melihat Salim akan menginjak tubuh Alva.
"Stop!! kalian apa-apaan?, emang apa salah teman saya ini? sampai-sampai kalian memukuli teman saya sampai babak belur kalian bisa saya laporkan atas dasar penganiayaan.",
"Hai.., Nona kamu ini siapa?, tidak usah ikut campur kalau tidak tau permasalahan nya dan saya sudah melaporkan dia ke polisi.
"Saya harus ikut campur karena dia teman saya. Atas dasar apa bapak melaporkan teman saya ini?, kalau permasalahan nya anak bapak yang terluka ini saya siap menjadi saksinya, ayo Al kita pergi dari sini"
Nata memapah tubuh Alva, yang seharusnya tidak berani Nata menyentuh nya, tapi apa mau dikata Nata harus melakukanya.
"Suster tolong obati teman saya"
"Baik Nona"
Kasihan sekali nasib Alva dia selalu saja mendapatkan perlakuan yang tidak baik. gerutu Nata di ruang tunggu.
"Nona teman Nona sudah selesai di obati silahkan Nona melakukan pembayaran."
"Baik sus terimakasih sebelumnya"
Aku tidak akan pernah tinggal diam aku akan menjadi saksi untuk kebenaran. gerutu Nata.
Sosok Robert yang selalu tidak ingin kalah dengan siapa pun bahkan dia rela merogoh kocek agar bisa mendapatkan apa yang dia mau, seperti dia yang akan memenjarakan Alva.
...----------------...
Assalamu'alaikum datang lagi untuk mengucapkan banyak banyak terimakasih like dan komentar nya juga Gif. semoga berkah selalu. Aamiin.