NovelToon NovelToon
Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:45k
Nilai: 5
Nama Author: dheselsa

Indah Della Safitri, wanita yang kini tak muda lagi harus melewati hari-harinya bersama penyakit yang baru saja ia ketahui.
Sklerosis Ganda adalah penyakit yang divoniskan oleh Syadam pada Della. Penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Multiple sclerosis akan menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh.
Penyakit itu mulai menyapa Della, hingga membuat Della sangat menderita. Perjuangan Della untuk tetap hidup melawan rasa sakit itu juga menjadi poin utama pada cerita ini.
Yang lebih menyakitkan lagi bagi Della panggilan akrabnya yakni dokter yang menangani kondisi tubuhnya adalah mantan kekasih yang selama ini pergi meninggalkan Della. Dan apesnya, Della tak berdaya menghadapi dokter Syadam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Bisa Apa?

Ingatkah engkau tembok besar yang kau runtuhkan?

Tembok itu dengan susah payah kubangun agar mampu melindungi hati ini dari ganasnya derita asmara. Tembok itu melindungi diriku dari terik sengatan api cinta. Dan kau telah berhasil merobohkan tembok itu dengan sekali sentuh, sentuhan langsung ke dalam hati ini.

Dan kini aku telah mencoba untuk membangun tembok itu lagi dari puing-puing reruntuhan tembok itu. Kususun satu per satu potongan puing itu lagi hingga membuat sebuah banguna kokoh yang layak untuk kujadikan tameng serta pelindung.

Namun kini ... entah mengapa tembok kokoh itu terasa seperti ingin runtuh kembali. Perlahan dengan pasti, sesuatu yang kupertahankan terasa sesak kembali. Dengan atau tanpa siapapun, aku akan mempertahankan keteguhan diriku sendiri.

"Kenapa Bunda bisa bersama Tante Indah?" tanya malaikat kecil itu dengan manik yang tampak berbinar.

Iya, gadis kecil di hadapanku ini bukanlah suatu kesalahan. Dia tak bisa menanggung murkaku dari kesalahan kedua orangtuanya padaku. Di mana nuraniku bila aku membenci makhluk mungil itu? Gadis itu tak memiliki dosa apapun dengan diriku.

"Mobil bunda mogok, makanya Tante Indah yang mengantar bunda."

"Makasih Tante, oya Tante Sabtu ini Luna ulang tahun! maukah Tante Indah datang ke pesta ulang tahun Aluna?"

Apa yang harus kujawab dari permintaan Aluna untukku ini? Apa pula yang bisa ku janjikan pada gadis manis ini? Akan lebih menyakitkan diriku bila aku hadir di tengah-tengah kebahagiaan keluarga kecil itu. Jiwaku terasa amat pedih bila berada di antara mereka nantinya.

"Maaf Luna, sepertinya Tante ada acara Sabtu ini." sahutku menolak undangan acara hari jadi anak Bu Nety ini.

Wajah mungil itu kini muram, aku tak tahu dosa apa yang pernah kulakukan pada kehidupan terdahulu hingga Tuhan memberikan pilihan rumit seperti ini. Kukatakan pada diriku sendiri agar aku menolak semua tawaran serta permintaan nyeleneh dari keluarganya ini meskipun itu dari mulut makhluk mungil seperti Luna.

"Yah, padahal Luna ingin mengenalkan Tante Indah pada teman-teman Luna."

Aku masih menepis permintaannya gadis manis tanpa dosa apapun itu padaku, anganku semakin menolak meski nurani ini bergejolak. Segera ku usir keadaan tak menyenangkan ini dengan menawarkan kedua keluarga Syadam ini pulang menggunakan mobilku lagi.

Wajah masam Luna semakin menjadi, bahkan kedua manik anak itu menatapku tajam bak belati yang menghujamkan benakku. Oh Luna, andai kau jadi Tante Indah, apa yang akan kamu lakukan?

"Tidak Tante ... selama Tante Indah tidak bersedia datang ke pesta Luna, Luna dan Bunda tak bersedia juga ikut Tante pulang!"

Kata-kata dari Aluna mengapa begitu menusuk dada ini. Bagiku terasa nyeri dan menyakitkan! Luna tahukah engkau wahai gadis pemilik mata bulat bagai purnama sesuai dengan namamu bahwa aku sangat menghindari kedua orang tuamu?

"Baiklah, tapi Tante Indah tak bisa berjanji ya Sayang?" Dan pada akhirnya aku kalah dengan kebolehan anak umur 5 tahun ini. Bahwa aku tak mampu memenangkan perselisihan sengit antara dua hati ini.

"Nah gitu dong, benar 'kan Bund?"

Kulirik Bu Nety tersenyum atas ulah sang putri. Aku tahu jauh dalam lubuk hatinya ia pasti terluka bila harus satu tempat bersama dengan aku dan Syadam. Dan aku cukup tahu diri untuk tidak menghancurkan kebahagian keluarganya. Biarkan aku saja yang menderita selama ini hingga nanti.

Kami bertiga akhirnya masuk ke dalam mobilku. Dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, aku akan mengantar pulang ibu dan anak ini. Meski aku tahu, resiko terbesar bila aku mengantar mereka pulang adalah bertemu dengan Syadam kembali.

"Saya antar ke mana?" tanyaku pada Bu Nety yang duduk di kursi belakang mobil bersama si kecil Aluna.

" Tentu saja di rumah kami Dell, atau kamu takut bertemu Syadam?"

Ciiiiit ... suara itu terdengar akibat dari gesekan ban mobil yang kusetir dengan aspal jalan raya. Rem ku injak secara mendadak karena kaget dengan pertanyaan dari Bu Nety barusan. Hingga ku tak bisa menguasai perasaanku kini. Pertanyaan itu tak perlu jawaban bukan?

"Maaf-maaf, maafkan atas kesalahan saya Bu, Aluna!" aku benar-benar menyesal atas perbuatan bodoh yang baru saja terjadi. Karena mendengar nama itu aku menjadi hilang kendali dan menyebabkan tubuh kedua penumpang di mobilku terhuyung ke depan.

"Tidak apa-apa Tante, mengapa dengan Papa? Apa Tante Indah kenal dengan Papa Syadam?"

Lagi dan lagi nama itu disebut? Tak bisakah kalian berdua mengerti keadaanku. Cobalah kalian merasakan apa yang kini kurasakan!

Telaga manis di wajah itu, dahulu pernah tersenyum menatapku di sela-sela tawaku yang penuh dengan kegembiraan. Kelam, jiwaku sempat tenggelam di dalamnya, namun hatiku berkata "Dia bukanlah Tempatku lagi!"

Kilau dari sinarmu tak layak jika bercampur dengan kelamnya diriku. Aku hanya akan merusak bias cahaya suci itu. Dari sinilah peran sang waktu dimulai. Dengannya kita hidup dan mati, dengannya pula semua akan datang dan pergi.

Sendu jiwaku telah lama mengaum dalam bisu ratap, harap ku tak pernah terwujud. Meski jutaan rasaku ini melarangnya, palum hati sesak bagai tertikam pedang, namun aku akan tetap datang dengan membawa sebuah penghormatan.

...🍁🍁🍁🍁...

NB : Egen, pict hanya pemanis buatan. Nggak ada sangkut-pautnya dengan buku kasbon ini😋

1
Ersa
Luar biasa
Ридван Касид 💞
bagus akak ceritanya
Nurhartiningsih
sukaaaa sm yg melow2
Tio
b
Ivanka Anata
puitis bgt, cukup berat kalau tidak suka mapel bahasa jaman sekolah dulu, untungnya sy suja bahasa 😁😁😁😁
dheselsa: Kamsia, Kak.
Ikuti semua novel saya ya
total 1 replies
Hasni Jaya Almahdaly
kuu menangis membayangkan betapa sakitnya hati ku padamuu
Hasni Jaya Almahdaly
masih menerawang jauh dii ujung timur 🤔🙄😅😅

akuuu datang TOOR 🥰
semangat 💪🏻
Amin Tohari
tuh kan sultan syahdam🤣
Amin Tohari
muke gile si syadam
Amin Tohari
wih dokter opo sultan ...
Amin Tohari
tersentuh oleh bang syat,🤣
Amin Tohari
thor apa itu anaknya shadam??
Amin Tohari
aih si shadam😈
Jess ♛⃝꙰𓆊
next
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
semangat Della, g usah ragu2 lanjutkan aja, toh selama ini terbukti syadam masih terus menunggu kamu
Risfa
mangat Della 💪
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
baper akut😎😎😎😎
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
emang bajunya kamu taruh dimana Della 😂😂😂 apa jatuh dan basah 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
jatuh cinta untuk ke 2 kali dengan pria yg sama tp dalam rentang waktu yg berbeda 🥰🥰🥰
Risfa
lahh, bajunya ketinggalan dimanaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!