NovelToon NovelToon
Mantan Terindah

Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Romantis / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / CEO / Tamat
Popularitas:14.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: viiyovii

Mengandung konten dewasa *** harap bijak dalam membaca

NOVEL PERTAMA MantanTerindahSeries BY VIIYOVII

Mata mereka kembali bertemu dalam sebuah kerja sama bisnis. Setelah empat tahun mereka berpisah. Semua hanyalah takdir. Ketika Viena Gloria Jovanca, seorang CEO Perusahaan Advertising menerima kontrak kerja sama pembuatan iklan Hotel Prime. Viena sudah yakin kalau pemiliknya adalah mantannya, Dionisius Eltima Prime.

Viena hendak menolak namun sangat menguntungkan bagi perusahaannya. Bagaimana perasaan mereka ketika bertemu? Mengapa Dion sampai hati meninggalkan Viena sedangkan Viena sudah memberikan semua yang diinginkan Dion? apakah Viena masih memiliki rasa? Atau Dion yang kembali menyukainya setelah sudah ada pengganti Viena di hatinya?

Hati hati, kisah cinta ini akan menguras hati dan perasaan anda.

Segala jalan cerita dan plot sampai tempat yang digunakan pure murni imajinasi penulis. Jika ada kesamaan, itu adalah kebetulan semata. Selamat Membaca :)

MantanTerindahSeries by viiyovii present :

1. Mantan Terindah
Dion Prime ❤ Viena Jovanca
Dior Prime ❤ Gracia Andez
Ezekhiel Dimitri ❤ Zefanya Prime
Patrick Kwan ❤ Zhavia Prime

2. Assistant Love Assistant
Leon Janson ❤ Lexa Luxurio
After Marriage
Xelino Janson ❤ Carolyn Delinsky

3. Satu Satunya yang Kuinginkan
Egnor Jovanca ❤ Claudia Gie
Wilson Jovanca ❤ soon
Willy Jovanca ❤ soon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 17

POV DION

Mengapa Viena bisa dekat dengan Revo? Pikiranku berkecamuk. Aku tidak boleh juga melarang mereka. Tapi aku tidak mau terjadi apa apa pada Viena. Aku hendak menghampirinya tapi aku teringat akan janjiku. Sudah hampir satu minggu aku tidak melihat Viena. Aku hanya menyaksikannya di sosial medianya. Aku sangat merindukannya. Lagi lagi Pevi masih sibuk dengan urusannya. Akhirnya aku hendak pergi dari canda tawa mereka, kalau bukan Revo tidak mengusap ngusap puncak kepala Viena.

"Sedang apa kau disini, Bapak Revolando Andez?" Sapaku dengan tangan disaku. Viena terkesiap melihatku. Aku merasa, dia juga merindukanku.

"Halo, Bapak Dion Eltima Prime, sudah lama tidak bertemu," Revo hendak menjabat tangan tapi tidak kuperdulikan. Dia menarik kembali tangannya.

"Tidak usah basa basi, sedang apa kau bersama Viena?" Tanyaku ketus.

"Sedang apa? Sedang berbicaralah, kau ini siapa?" Revo menyeringai. Cih, aku muak melihat senyum liciknya itu. Aku tak banyak bicara. Aku menarik tangan Viena.

"Ikut aku sebentar," aku meninggalkan Revo yang masih tersenyum licik.

"Kau ini apa? Sakit tanganku!" Viena menghempaskan tanganku.

"Sedang apa kau bersama Revo?" Tanyaku menyandarkan tubuhnya di tembok. Kami berasa di sisi pojok lobby yang tidak dilewati banyak orang.

"Kau ini kasar sekali, aku hanya rekan kerja, memangnya kenapa?!" Jawabnya sambil memegang tangannya yang masih sakit. Aku terlalu rindu dan sudah lama aku tidak merasakannya. Kupegang tangannya yang sakit dengan lembut lalu mencium bibir berlipstik pink pucat itu. Dia terperenjat tapi tidak menolak. Raganya diam saja. Aku menikmati lagi bibir manis itu semanis permen kapas kesukaan wanita ini. Aku seperti kembali ke masa itu. Dimana Viena memberikan seluruh kehidupannya padaku. Namun, aku menghancurkannya. Dan kini, kami sangat jauh. Ciuman ini entah akan membuatnya makin menjauh atau mendekatkan kami. Aku tidak berpikir terlalu banyak. Aku masih punya Pevi dan aku hanya ingin meluapkan rinduku pada wanita anggun ini. Aku terlalu egois, aku tahu.

POV VIENA

Bibir merah itu melekat lagi di bibirku. Rasanya masih sama. Aku berpikir nakal, apa dia tidak pernah berciuman dengan Pevi? Ciuman Dion sungguh lembut, dan seketika sakit tanganku hilang ketika dia memegangnya. Ada apa denganmu Dion? Mengapa kau tidak meninggalkan Pevi untukku? Aih, mengapa aku begitu jahat?

Ragaku diam ketika Dion menikmati kembali bibirku, seketika aku tersadar dan mendorong tubuh gagah itu.

"Viena, aku harap kau tidak terlalu dekat dengan Revo, carilah pria yang terbaik bagimu," pesan Dion dan berlalu. Aku tidak mengerti apa yang dia katakan. Aku tidak menangkah pengaruh jahat dari diri Revo. Dia hanya pria tampan yang sama dengan Dion walau bagiku hanya Dion pria terindah yang pernah kutemui walau dia sudah membuatku menderita.

Dion pergi mencampakanku lagi. Pada akhirnya dia tidak akan memilihku untuk hidupnya dan akan terus mencampakanku. Kupegang bibirku. Masih terasa kelembutan dari bibir Dion. Aku mengusap wajahku singkat dan kembali ke restoran. Sampai kapan perasaanku masih besar padamu, Dion?

....

POV AUTHOR

Viena sudah bersiap dengan gaun formal nya berwarna maroon sampai setengah betis. Gaun dengan garis line membentuk tubuhnya. Tampaklah bokong dan pinggul sintal Viena. Gaun berbahan satin itu sangat cocok untuk Viena dengan rambutnya yang dicepol ke atas dengan poni nya yang jarang jarang menyembul. Viena memadu padankan riasan wajahnya dengan smokey eyes dan lipstick merah menyala.

Revo sudah berada di bawah apartemen. Viena tidak mengijinkan Revo naik ke apartemennya. Viena berusaha untuk tidak membawa laki laki lain ke apartemennya selain Dion. Viena belum siap berkomitmen, dan Viena sudah berjanji pada dirinya sendiri. Viena akan berpacaran lagi jika dia sudah benar benar menemukan pria yang sangat mencintai dia. Dia tidak mau memulai lagi terlalu lama dan pada akhirnya menyakitkan.

Revo menunggunya di lobby apartemen dan dia terkesiap melihat betapa cantiknya Viena. Wajahnya yang dingin sungguh padan dengan lipstick merahnya. Revo meneguk ludahnya dan menyeringai melihat betapa cantik dan seksinya Viena.

"Revo, kau baik baik saja?" Sapa Viena bertanya melihat Revo yang tertegun.

"Viena, kau sungguh cantik, andai saja aku pecarmu, aku tidak jadi mengajakmu ke konser itu," Revo berbicara seperti terhipnotis.

"Revo! Kau ini kenapa?!" Viena menghentak hentakan tubuh Revo. Revo tersadar dan tertawa kecil. Di mengusap ngusap dahinya

"Maafkan aku Viena, aku terhipnotis, ayo kita pergi?" Ajak Revo akhirnya. Viena menghela napas dan mengikuti Revo.

Sesampainya di gedung konser, Revo membukakan pintu mobil dan memperilahkankan Viena turun dengan dibantu tangannya. Viena tersenyum hangat pada Revo yang sangat menawan hari ini. Dia menggunakan tuxedo simple dengan jasnya yang tidak dikancing. Viena merasa melihat Dion kedua. Revo lebih sering senyum dan tertawa membuat hati Viena mencair. Terkadang, Revo juga suka menceritakan hal yang garing. Viena sangat menghargai pendekatan Revo. Tapi, entah mengapa Viena hanya merasa rekan kerja dan teman seperti pria pria yang sempat mendekatinya di Honolulu.

Viena menggandeng lengan Revo sebagai pasangan Revo di konser itu. Semua yang melihat Viena dan Revo tersenyum.

"Itu pacar baru Tuan Andez?"

"Mereka serasi sekali,"

"Bukankah itu CEO Jovancy?"

Bisikan itu menyambut Revo dan Viena masuk ke gedung konser. Sesaat Viena terhenti menahan pergelangan lengan Revo. Viena melihat pundak pria yang dangat dia percaya kalau itu Dion dan disampingnya ada sesosok wanita yang sama anggunnya dengannya. Dia sangat yakin pasti itu Pevi. Revo melihat Viena mengerti kalau Viena terperenjat melihat Dion. Ini saatnya Revo beraksi.

"Selamat Malam Tuan Prime, siapa gerangan wanita cantik di sampingmu?" Revo menyapa Dion. Dion menoleh dan terpaku pada sosok Viena yang menunduk. Dia terkejut ternyata Revo berpasangan dengan Viena. Hatinya salah tingkah pada akhirnya Viena akan bertemu dengan Pevi. Viena tampak anggun dan eksotis. Dion berdehem singkat.

"Perkenalkan, ini Pevi, kekasihku," Dion memperkenalkan Pevi tegas. Pevi berjabatan tangan Revo dan tersenyum. Seketika hati Viena berdegup menderita mendengar Dion memperkenalkan perempuan lain sebagai kekasihnya, bukan dirinya. Viena merasa Dion dangat serasi dengan Pevi. Viena bertaruh, Pevi pasti dari orang berada sehingga mereka begitu serasi.

"Mari ku kenal kan juga wanita cantik yang tak kalah dari wanitamu, Viena," Viena hanya mengangguk ketika Revo mengenalkannya. Pevi hendak berjabat tangan, Viena mengulurkan tangannya dengan terbata.

"Wanitamu sungguh cantik Tuan Andez," puji Pevi pada Viena. Dion menatap Viena lirih. Dia merasa Viena sedih tapi wajahnya tetap terpancar dingin.

"Tentu saja, baiklah Tuan Prime dan Pevi, kami duluan masuk." Ajak Revo mendahului. Dion merasa seperti kedelai yang merelakan Viena bersama pria lain. Dion terus menatap kepergian Revo dan Viena.

"Sayang, kau baik baik saja? Kau mengenal Viena?" Tanya Pevi yang aneh dengan sikap kekasihnya.

"Tidak apa apa sayang, ayo kita masuk," Dion berjalan memasuki ruang auditorium konser. Di dalam konser, Dion terus memandang Viena yang duduk di depan nya bersama Revo. Ada apa dengannya, ada Pevi disampingnya. Dia juga memandang Pevi sesekali. Dari samping, Pevi juga sangat cantik dan dewasa. Tapi, sampai sekarang tak ada tersirat dalam pikiran Dion untuk bersatu dengan Pevi. Dion merasa belum bisa melupakan tubuh indah Viena dan ketulusan Viena. Dion mengusap usap dagunya dan terus berpikir yang tidak tidak terhadap Viena. Dion merindukan tubuh Viena melihat cantik dan seksinya Viena malam ini, tapi dia juga tidak mau menyakiti kepolosan Pevi.

Dan sekarang, Viena sedang bersama Revo. Dion terus mencari cara bagaimana menjauhkan Viena dari Revo.

....

Next part 18

Ada apa dengan Revo?

Plis like dan komen

I need you all

Thankyou

1
Ra
haloo, udah pensi nulis kahh kak viii
Lilin
Luar biasa
Aluna Kim
viza hadir lagi kk viiyoo untuk bernostalgia dengan si tampan dan si cantik 🤭
Jenn
kenapa gue suka bangett kalau novelnya tentang mantan yg balikan. jgn sampai di real life gue🥲
Siti sumiati
cerita nya kaya cewek murahan banget di ceweknya
Author_Ay: Permisi kak

Yuk baca juga dan masukkan ke dalam rak karya aku kak di jamin seru

NONA GALAK & TUAN POSESIF 😁😁

BERIKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN
total 1 replies
NurLiana S
untuk kesekian kalix yg tdk prnah bosan2😍😍
Author_Ay: permisi kak

baca juga karya aku (bukan) pernikahan impian karya ayu Andita
jangan lupa like, komen dan rate
total 1 replies
scarlet
dlu kan pacaran,, klo skrg bkn siapa2
Ptangg💐
WOW seru bgt ceritany😭✌🏻
SUMIATI SUMIATI
jengkel dg kegoblokan viena....tinggalin Dion aja sih😡
Mon Lisa
slam kenal thor🥰
Nur Indah Farilah
mental tiap orang itu beda2
Nur Indah Farilah
ini cerita kayag aku sakit bgt pas diputusin bertahun2 nggak bisa move on , ngaak jelas apa penyebabnya . menjalani dengan siapapun udah mati rasa
Indah Alifah
Thor kenpa kau buat Viena begitu mudahnya disentuh sama Dion,sedangkan Dion plin-plan dengnn perasaanya,gimana ini udah3x nananinu Viena g hamil yah.. .buat Viena pergi aja lagi
Lala Al Fadholi
udah jd cewek premium kok sikapnya malah jd murahan
Lala Al Fadholi
baru baca udah lihat kata pevi kok sy langsung ilfiil...
Muna Junaidi
21+🥰🥰🥰
Isrotin Setia
😭😭😭😭😭
plis jangan donk
Isrotin Setia
😭😭😭😭😭😭😭
Isrotin Setia
😭😭😭😭😭😭
Isrotin Setia
ikut senang dengernya🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!