NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

"Raven, kenapa diam saja! Cepat kamu pindahin sarapan yang dibawa istrimu ke piring! Biar dia bisa sarapan!" perintah Maria pada putranya.

Raven tersentak sedikit kaget, lalu segera menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Ah… iya, Mom! Sebentar ya, Raven ambilkan piring dan gelas dulu!” sahutnya lalu bergegas menuju dapur dengan langkah cepat.

"Kenapa aku harus nurut kayak pelayan gini sih! Dasar Mommy seenaknya nyuruh-nyuruh aku di depan Sara!" gerutunya pelan sambil membuka lemari kaca untuk mengambil set piring dan gelas yang bersih.

“Nih piring dan gelasnya!” ucap Raven sambil menyodorkannya ke arah Sara.

“Kenapa kasih ke Sara?! Kamu gak bisa pindahkan makanan ke piring!” timpal Maria dengan tatapan tajam yang langsung membuat Raven tak berkutik.

“Mommy jangan marahi Raven, dia kan baru belajar jadi suami yang siap siaga,” goda Sara sambil menatap sekilas wajah Raven yang terlihat sangat tertekan namun tak berani membantah di depan sang Mommy.

Raven dengan wajah yang kesal namun tetap patuh, melakukan apa yang diperintahkan.

“Nah! Gitu dong!Jadi suami itu harus siap siaga dan peduli sama istri, jangan tunggu istri kamu jadi singa baru sadar mau membantu!” ujar Maria dengan senyum puas.

Sara ikut tersenyum menatap Raven, sedangkan pria itu hanya bisa menghela nafas perlahan dan menahan diri agar tidak meledak saat itu juga.

"Sabar Raven! Setelah semua ini berakhir kamu akan bebas lagi!" sugesti dirinya dalam hati.

“Ayo Mom! Kita sarapan bareng!” ajak Sara lembut pada ibu mertuanya.

“Kalian aja, Mommy sudah sarapan bareng Daddy tadi di mansion," jawab Maria jujur.

Belum sempat percakapan mereka berlanjut lebih jauh, suara dering ponsel Maria tiba-tiba terdengar nyaring. Ia segera mengambilnya dari tas tangan yang terletak di atas meja, dan seketika raut wajahnya berubah menjadi sedikit tergesa-gesa setelah mendengar apa yang disampaikan sang asisten.

“Maafkan Mommy ya Sayang, sepertinya Mommy harus segera pergi. Ada urusan mendadak di butik. Asisten Mommy baru saja menghubungi, ada klien penting yang ingin bertemu langsung dengan Mommy,” ucapnya sambil segera berdiri dan merapikan dresnya yang sedikit kusut karena duduk.

“Yah… padahal Sara masih pengen ngobrol banyak sama Mommy,” sahut Sara dengan wajah sedikit kecewa namun tetap memahami keadaan.

"Nanti kita atur waktu berdua saja, biar bisa ngobrol sepuasnya ya. Kalian lanjutkan sarapan, setelah itu jangan lupa pergi belanja, mumpung hari libur sekalian jalan-jalan berdua biar lebih akrab,” pesannya, lalu mencium kening Sara dengan lembut. Ia kemudian menatap Raven dengan tatapan penuh peringatan. “Jaga istrimu dengan baik-baik ya, jangan sampai membuat dia kesusahan.”

“Siap, Mom!” jawab Raven singkat.

“Sayang, kalau Raven buat kamu kesal atau marah, langsung kasih tahu Mommy ya! Biar Mommy kasih paham!” lanjut Maria, membuat Raven mengerutkan dahi dengan wajah masam.

“Siap Mom! Tenang aja, aku yakin Raven tidak akan berani membuatku kesusahan!” balas Sara sambil melirik ke arah Raven yang kini sedang ngedumel kesal.

“Bagus sekali sayang! Kalau gitu sampai ketemu lagi ya, dah!”

Raven mendengus pelan sambil memutar bola matanya dengan ekspresi malas.

“Nih… yang anak kandung di sini sebenarnya siapa sih? Kok perhatiannya berat sebelah banget!” gumamnya pelan sambil menggelengkan kepala.

“Kau bilang apa?” tanya Maria tak begitu jelas mendengar suara Raven.

“Tidak ada apa-apa Mom! Raven cuma bilang Mommy hati-hati di jalan!" elak Raven dengan cepat.

Maria mengangguk pelan lalu segera keluar dari apartemen.

Begitu pintu tertutup, Sara tak kuasa menahan tawa melihat Wajah kesal suaminya itu. Ia tertawa terbahak-bahak sambil menepuk pelan bahu Raven.

“Yang sabar ya pak suami… ini resiko punya istri cantik dan mengemaskan? Jadi dilarang banget iri dengki ya!” goda Sara dengan senyum puas yang membuat Raven semakin memanyunkan bibirnya tapi tak kuasa untuk protes.

Entah kenapa, ia merasa hati nya menjadi hangat dan bahkan sedikit terpesona melihat keceriaan gadis di hadapannya, ia mengakui jika Sara memang sangat cantik dan memiliki pesona yang sulit ditolak, tidak heran jika Mommy-nya begitu menyukainya.

Setelah puas tertawa, Sara segera mengambil piring bekas makan mereka berdua dan membawanya ke wastafel. Namun Raven cepat-cepat mengikuti dari belakang.

“Biarkan aku saja yang cuci! Kau cepat mandi dan bersiap-siap, kita harus pergi belanja!" seru Raven tiba-tiba, sudah berdiri di sisi Sara dengan wajah serius.

Sara menatapnya dengan ekspresi tidak percaya, pria yang terkenal dingin dan keras kepala itu, kini ingin mencuci piring.

“Hah?! Kau yakin bisa cuci piring dengan benar?” tanya Sara dengan ragu.

“Hmm!"

“Baiklah kalau kau maksa! Sebelumnya, terima kasih ya suamiku yang baik hati!” seru Sara dengan nada menggoda lalu langsung ngacir keluar menuju unitnya sendiri untuk bersiap-siap.

*

*

*

Tak lama kemudian kini pasutri baru itu sudah berada di sebuah mall besar yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka. Raven dengan sabar mendorong troli belanja sambil mengikuti langkah Sara yang sibuk memilih berbagai kebutuhan rumah tangga.

Keduanya terlihat seperti pasangan muda yang sangat harmonis. Raven begitu sabar menunggu setiap kali Sara bingung memilih barang, bahkan sesekali mengangguk atau memberikan pendapat ketika ditanya. Tak jarang para ibu-ibu atau pengunjung lain yang berpapasan dengan mereka berbisik satu sama lain, memuji betapa serasi mereka dengan tampilan yang tampan dan cantik.

Setelah merasa semua kebutuhan dapur dan kamar mandi cukup mereka segera ke kasir untuk membayarnya.

"Apa ada yang ingin kamu belikan lagi?" tanya Raven setelah menyimpan kembali dompetnya ke dalam saku celananya.

Sara berpikir sejenak barang apa yang mau ia beli mumpung lagi di mall. "Bagaimana kalau kita ke atas, aku mau beli beberapa set baju, soalnya aku gak bawa banyak pakaian saat pindah kesini!"

Raven mengangguk setuju, lalu keduanya gegas naik ke lantai atas setelah menitipkan barang belanjaan mereka sebelumnya.

“Ini bagus nggak?” tanya Sara pada Raven sambil mengangkat sebuah dress cantik berwarna biru langit dengan renda halus di bagian bawahnya.

“Cantik! Pasti cocok sama kamu!” jawab Raven jujur.

Sara mengangguk puas lalu memasukkan dress itu ke dalam keranjang belanjaannya.

"Sara! Aku ke kamar mandi dulu ya! Tunggu aku jangan kemana-mana!" pesan Raven tegas.

Sara mengangguk pelan lalu kembali memilih-milih pakaian yang ia inginkan.

Saat sara tegah asik memilih tiba-tiba seseorang dari arah belakang mendorongnya dengan cukup kasar hingga ia hampir tersungkur jika ia tak sigap menjaga keseimbangan tubuhnya.

“Wah-wah… ternyata gadis miskin sepertimu punya nyali juga ya masuk ke butik mewah kayak gini! Oops, jangan-jangan kamu lagi nyasar ya?” ucap orang itu dengan nada merendahkan.

Sara segera memperbaiki posisinya lalu menoleh ke arah pelaku.

“Kamu!” ucap Sara dengan nada dingin.

“Iya, aku! Kenapa? Ada masalah?” balas Chelsea dengan tatapan sinis sambil melipat kedua tangan di depan dadanya.

“Baiknya kau cepat pergi deh! Jangan nganggu aku, aku tidak punya waktu untuk meladeni orang kayak kamu!” ucap Sara dengan cuek, ia tidak ingin menghancurkan mood belanja nya.

Namun Chelsea yang merasa diabaikan justru semakin emosi. Ia melangkah mendekat dan dengan sengaja menepis keranjang belanja yang dipegang Sara dengan cukup kasar, hingga beberapa baju yang ada di dalamnya berhamburan di lantai.

“Ngambil sebanyak itu emang kamu sanggup bayar? Ini butik ternama lho, harganya bisa sampai puluhan juta per potongnya! Jangan terlalu ngayal datang belanja di sini, takutnya kamu malah mempermalukan diri sendiri nanti kalau harus diseret keluar oleh satpam karena tidak mampu bayar!” kekeh Chelsea dengan suara yang cukup keras, menarik perhatian beberapa pengunjung lain di sekitarnya.

“Itu bukan urusanmu, Nona Chelsea Amanda Wijaya! Urus aja urusanmu sendiri dan jangan campuri hidupku!” jawab Sara dengan tetap tenang namun tegas.

“Aku hanya kasian aja sama kamu lho! Makanya aku mau ngingetin kamu biar jangan terlalu mimpi di siang bolong!” ucap Chelsea dengan senyum sinisnya.

Sara hanya memiringkan wajahnya dengan senyum dingin. “Terima kasih atas perhatiannya! Tapi aku datang kesini dengan kesadaran penuh. Aku tahu ini butik ternama dan aku yakin mampu untuk membelinya!”

Chelsea maju selangkah lalu menertawakan Sara yang menurutnya hanya bicara omong kosong. “Sara! Kamu cuma anak yatim-piatu yang miskin yang baru saja pindah dari luar negeri! Mana mungkin kamu sanggup bayar kecuali kalau kamu jadi simpanan om-om? Oops! keceplosan!”

Sara masih bersikap santai dan saat hendak memberikan jawaban yang tepat, sebuah suara tegas datang dari belakang mereka mengehentikan kedua gadis itu.

“Ada apa ini?” ucap Raven sambil berjalan mendekat ke arah Sara. Ia baru saja kembali dari toilet dan langsung melihat situasi yang tidak menyenangkan.

“Raven?! Kamu ada di sini juga?” seru Chelsea dengan wajah terkejut tak percaya, tidak menyangka akan bertemu dengan pria pujaannya di tempat ini bersama Sara. Ia pikir Raven sudah meninggalkan Sara setelah ia mengirim foto Sara bersama pak Leon kemari.

Namun Raven sama sekali tidak memperdulikan Chelsea. Ia langsung menatap Sara dengan pandangan penuh perhatian. “Kamu tidak apa-apa kan? Dia tidak menyakitimu kan?”

Sara menggeleng pelan dengan senyum lembut. “Aku baik-baik saja, jangan khawatir.”

“Raven! Kamu jangan sampai ketipu sama wajah polos dan sok cantiknya! Dia itu pasti punya tujuan tersembunyi mendekatimu!” Teriak Chelsea dengan tidak sabar.

“Itu bukan urusan kamu, Chelsea! Mulai sekarang, berhentilah campuri urusan aku dan juga Sara! Jangan pernah lagi kamu mengganggunya jika tidak kau akan menyesal!" ucap Raven dengan sangat tegas, lalu menarik tangan Sara perlahan untuk menjauh dari tempat itu.

"Eh! Mau kemana belanja aku bagaimana?" protes Sara karena Raven malah menariknya pergi.

"Tenang nanti aku suruh orang untuk pilihkan baju untukmu!" jawab Raven santai.

"Wah! Benarkah! Ternyata suamiku baik bangat ya!" bisik Sara sambil terkekeh pelan.

Chelsea hanya bisa menghentakkan kaki dengan wajah penuh kemarahan. Tak berapa lama kemudian, seorang wanita berpenampilan glamor mendekatinya dan menepuk bahunya.

“Kamu kenapa marah-marah begitu? Ada apa?” tanya wanita itu dengan bingung ia adalah ibu Chelsea yang baru saja datang dari toko lain di mall.

“Ini gara-gara si pelakor sialan itu, Ma!” ucap Chelsea dengan wajah kesal, menunjuk ke arah punggung Sara dan Raven yang sedang berjalan menjauh.

“Siapa wanita itu?”

“Dia Savira Aurelia Putri! Anak baru pindahan dari luar negeri! Dan dia merebut Raven dari aku!” keluh Chelsea dengan penuh kemarahan, matanya masih tertuju pada arah di mana pasangan itu menghilang.

"Nama itu...!" gumamnya pelan.

Bersambung ....

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!