NovelToon NovelToon
Kau Rebut Kekasihku Ku Rebut Suamimu

Kau Rebut Kekasihku Ku Rebut Suamimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:91.6k
Nilai: 5
Nama Author: Veey

Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 17

"Ayo sayang," ajak Alan sambil menggandeng Aruni yang tengah asik melihat sekeliling dan menariknya berjalan.

"Eh kamu pelan-pelan dong." Kata Aruni yang terkejut karena tak menyadari kedatangan Alan.

"Ayo kamu mau kita coba yang mana dahulu sayang?" Tanya Alan yang masih berjalan sambil menggandeng kekasih hatinya.

"Terserah sih, yang mana saja aku pasti ikut." Jawab Aruni yang memang bingung mau kemana terlebih dahulu.

"Oke berarti kamu ikut pilihan aku ya." Tegas Alan.

"Oke." Jawab Aruni sambil mengikuti Alan.

Alan dan Aruni mencoba wahana bermain yang ada di tempat itu secara bergantian. Satu per satu di coba bersama sang kekasih yang memang terlihat sangat senang sekali, seperti melepaskan semua beban yang ada si dalam hidupnya.

Awalnya Alan mengajak Aruni ke wahana komedi putar. Di sana Aruni terlihat begitu lepas, berteriak sesuka hatinya dan tertawa dengan lepas tanpa beban.

Aruni memang senang sekali, karena saat itu tak ada satu pun yang dipikirkan Aruni. Yang terbesit di benaknya hanya "Aku ingin bahagia dengan caraku sendiri bersama orang yang amat teramat sangat istimewa di hidupku."

Alan yang begitu senang melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah sang kekasih hatinya juga ikut larut dalam kebahagiaan yang mereka ciptakan sendiri. Semua mengalir begitu saja tanpa ada satu pun orang yang menghalangi dan tiada satu pun orang yang akan mengganggu waktu mereka saat berdua seperti ini.

Setalah wahana komedi putar, Alan dan Aruni menaiki wahana yang mendebarkan hati. Satu dua tida dan semuanya sudah di coba oleh mereka tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam.

Alan merasa sudah waktunya mengantar Aruni pulang karena pasti ketika jalan pulang pasti menghabiskan waktu yang lama karena kota ini punya jarak yang cukup jauh dari kota yang mereka tinggali.

"Sayang, sudah waktunya pulang hari sudah malam." Ajak Aruni.

"Aku masih mau di sini." Jawab Aruni dengan suara manjanya pada sang kekasih.

"Kapan-kapan kita kesini lagi, kita harus segera pulang takutnya kita sampai subuh nanti di rumah." Jelas Alan.

"Ah kamu, aku masih mau di sini. Sebentar lagi ya, ini baru jam berapa juga !" Jawab Aruni merajuk.

"Sayang !" Ucap Alan sambil memandangi wajah sang kekasih yang terlihat memelas.

"Iya deh iya," jawab Aruni dengan perasaan kecewa karena harus segera pulang.

"Sini deh kamu lihat aku, aku janji kapan-kapan kita main ke sini lagi dan kita main sepuas nya ya. Hari ini kita balik dulu ya sayang, kamu percaya aku kan?" Ucap Alan pada Aruni sambil memegangi wajah aruni dengan kedua tangannya. Membujuk Aruni agar tak merasa sedih lagi.

"Tapi kamu janji ya, kita bakalan ke sini lagi." Jelas Aruni meminta janji pada sang kekasih hati.

"Iya aku janji kita bakalan balik lagi ke sini." Jelas Alan meyakinkan Aruni.

"Tapi sepertinya ada yang kurang deh." Kata Aruni.

"Apanya yang kurang? Apa ada yang ketinggalan atau ada yang hilang?" Tanya Alan.

"Tara ini loh, kita belum abadikan momen kita di sini loh. Padahal kan dari tadi harusnya, sini kita foto dulu buat kenang-kenangan." Lanjut Aruni sembari membuka tasnya dan mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen bahagia merek hari ini dan lagi untuk di post ke sosial media yang di miliki Aruni.

"Oh ini, aku kira apa. Ya sudah ayok kita foto dulu, kalau di abadikan gini mah aku juga senang biar ada kenang- kenangan nya nanti buat di ceritakan ke anak cucu kita nanti." Jawab Alan sambil mengikuti Aruni berpose dan berfoto berdua.

Aruni yang dengan wajahnya yang foto Genik dan begitu bersemangat berpose untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Begitupun Alan yang juga sangat senang kalau berpose berdua bersama sang kekasih hati.

Setelah puas mengabadikan momen kebersamaan mereka, Alan dan Aruni pun bergegas untuk pulang.

"Ayo balik," ajak Aruni yang asik melihat hasil potret mereka berdua.

"Eh ayo-ayo saja kamu ini," kata Alan.

"Lah tadi kata nya balik, ya sudah ayo buruan balik. Atau jangan-jangan kamu berubah pikiran dan kita bisa main lagi?" Tanya Aruni yang heran mengartikan apa yang di coba ungkapkan oleh Alan.

"Dasar ya kamu, Terus kembang gula yang kamu beli tadi mau di tinggal saja?" Kata Alan sambil mencubit pipi Aruni yang seperti nya sudah lupa dengan kembang gula kesukaannya tadi.

"Oh iya aku sampai lupa, ya sudah sana buruan ambil di penitipan. Enak saja kamu bilang di tinggal, ya enggak lah. Sana buruan !" Kata Aruni sambil mendorong Alan berjalan menuju tempat penitipan barang.

"Hahahhaha kirain mau di tinggal saja, ayo kita ambil dulu." Jawab Alan yang berjalan sambil merangkul dan memeluk Aruni yang begitu manja kepadanya.

Alan dan Aruni menuju tempat penitipan barang dan mengambil barang yang tadinya di titipkan oleh Alan. Setelah mengambil kembang gula yang di titipkan tadi akhirnya Alan dan Aruni beranjak pergi dan keluar dari wahana hiburan itu dengan perasaan yang sangat bahagia.

Setelah keluar dari gerbang dan akan menuju ke parkiran mobil, Aruni tiba-tiba berhenti dan matanya langsung jelalatan melihat pedagang yang sedang menjajakan Kacang rebus.

Alan yang melihat Aruni seperti itu langsung saja memperhatikan sekeliling, hingga mata Alan tertuju pada sang pedagang kacang rebus. Karena Alan tahu kalau Aruni adalah salah satu penggemar kacang rebus.

"Oh pantas saja tiba-tiba berhenti, tenyata itu sumbernya !" Ungkap Alan yang secara langsung memegang dan menggandeng tangan Aruni untuk menyeberangi jalan menuju pedagang kacang rebus.

"Eh kamu tahu aja sayang, kamu memang paling oke deh." Kata Aruni sambil tersenyum senang karena Alan begitu peka dengan situasi yang seperti ini.

"Apa sih enggak buat kamu, memang kamu kira aku kenal sama kamu baru sehari atau dua hari? sudah sekian tahun sayang. Ya pastilah aku paham betul apa yang kamu mau, apa yang kamu butuh apalagi kalau selera dan makanan." Ungkap Alan sembari berjalan.

"Iya kamu memang yang terdepan, yang selalu mengerti aku. Memang tak salah Tuhan menjodohkan kita." Celoteh Aruni sambil tersenyum sendiri.

"Senyum-senyum sendiri lagi," kata Alan.

Sesampainya di depan pedagang kacang rebus Alan langsung meminta kacang rebus yang masih terlihat dan terasa panas itu untuk di bungkus kan dua porsi.

"Bang, tolong di bungkus dua porsi ya." Kata Alan pada sang pedagang kacang.

"Iya Bang, Sebentar ya," jawab si pedagang kacang yang langsung dengan sigapnya mengambilkan dan membungkus kan pesanan dari Alan.

"Yang banyak ya bang," lanjut Aruni nimbrung agar Abang pedagang melebihkan pesanannya.

"Iya, Ini kacang rebus nya," ucap pedagang kacang sembari menyodorkan dagangannya kepada Alan dan Aruni.

"Ah iya, berapa ?" Tanya Alan sambil menggaruk sakunya dan mengeluarkan uang.

"30.000 saja bang," jawab sang pedagang.

"Oh iya ini, kembaliannya buat kamu saja." Kata Alan sambil memberikan uang 40.000 dan memberikan kembaliannya kepada pedagang tersebut.

"Terimakasih banyak bang, Kakak." Ucap sang pedagang dengan senang.

"Sama-sama, terimakasih kembali." Ucap Aruni dan Alan sambil berlalu meninggalkan sang pedagang kacang rebus sambil tersenyum.

1
Soraya
baru mampir thor duduk dl ya
꧁༒țąmąrą༒꧂
gk up lagi thor?
Bintang Oktaria Silalahi
kasihan x si ardi..tapi penasaran judulnya dengan ceritanya..tapi kasih clue napa..ne kebanyakan cerita alan2 saja
Amira Zahira
update lagiiiiiii
꧁༒țąmąrą༒꧂
fighting
꧁༒țąmąrą༒꧂
aruni yg salah kok malah ardi yg di bentak😓kan kasiaann,..😫
Apriliyanti
lanjut thor..
mkin seru..???
😊😊
꧁༒țąmąrą༒꧂
fighting😉
Dev
Makin lope2 author the best, ceritanya makin jempolan❤️👍🏿
Dev
Lanjut, makin kesini makin ok😘😘😍
Dev
Bikin greget say
Aa zigant
semangat Dek🥳🥳🥳
Apriliyanti
lanjut up nya tor..
aku slalu setia menunggu😊😊
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
hadir, semangat up
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
lanjut up
Susi Susanti
lanjut
Susi Susanti
seru bgt
Ande Pesik
ceritanya terlalu ber-tele2
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
lanjut dan semangat
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
3A hadir membawa paket lengkap, semangat terus berkarya 🖤 ditunggu jejaknya di 3A
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!