NovelToon NovelToon
Revenge And Love

Revenge And Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Vey Vii

Kendrict Arsenio, laki-laki 29 tahun yang berbakat dengan keahliannya dalam bidang kuliner tersebut mendekati keluarga konglomerat, anak tunggal dari Maheswari family demi membalaskan rasa sakit hati saudaranya yang telah meninggal akibat depresi berat, tidak hanya kehilangan seorang saudara, Ken juga kehilangan ibunya.

Ken menyusun strategi untuk mendapatkan perhatian dari keluarga Maheswari, ia pun berencana akan menikahi Felicia Maheswari dengan berbagai cara. Dan dengan ketampanan juga rasa percaya dirinya yang tinggi, Ken berencana membuat Felicia tergila-gila padanya, kemudian mencampakkan wanita itu begitu saja, seperti yang pernah Felicia lalukan pada saudaranya.

Bagaimana kisah pembalasan dendam ini akan berakhir, apakah Ken bisa menampik kecantikan dan kebaikan Felicia yang tulus?

Silahkan baca kisahnya 🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

R&L bab 16

Felicia hanya melengos mendengar setiap nasehat Ken yang menyuruhnya berpakaian sedikit tertutup. Felicia tidak peduli, Ken menyukainya atau tidak, mereka hanya perlu bersandiwara untuk saling suka.

Ken menghela nafas berat saat Felicia berlalu masuk ke dalam butik begitu saja setelah ia membantunya. Bahkan, Felicia sama sekali tidak mengucapkan kalimat terimakasih padanya.

Ken menyusul masuk, tidak mengetahui jika di sebrang jalan yang letaknya seratus meter dari tempat Ken memarkir motornya, seorang laki-laki sedang sibuk mengamati dari dalam mobil.

"Sudah lama menunggu, Pa?" tanya Ken yang melihat Antonie sudah lebih dulu berbincang bersama Felicia dan seorang designer.

"Sekitar lima belas menit, Ken," jawab Antonie.

Antonie meminta Ken mendekat untuk melihat koleksi jas yang sudah ia pilih lebih dulu. Antonie memilih dua jas keluaran terbaru hasil rancangan designer terkenal di New York.

"Aku lebih suka warna netral, Pa. Hitam, atau putih. Laki-laki lebih keren dengan warna itu," ucap Ken memberi saran.

"Hitam," gumam Antonie, ia menganggukkan kepala pelan. "Bagaimana dengan yang ini, kamu suka?" tanya Antonie sambil menunjuk gambar di sebuah layar tablet yang pemilik butik sodorkan.

"Sepertinya selera kita sama, Pa," ucap Ken senang.

"Hitam, kenapa nggak pilih warna couple dengan gaunku sih, Pa?" sela Felicia mengeluh, karena ia sudah lebih dulu memilih gaun berwarna keemasan.

"Ini bagus," decak Ken. "Seharusnya, kamu juga pilih gaun yang warna hitam juga, kita bisa terlihat serasi," lanjutnya.

Felicia menyipit, menginjak kaki Ken diam-diam.

"Kamu pikir kita akan menghadiri acara pemakaman?" tanya Felicia sambil berbisik. Ken hanya tersenyum tenang mendengarnya.

"Ada apa? kenapa kalian berbisik?" tanya Antonie, melempar pandang pada anak dan calon menantunya.

"Nggak, Pa. Felicia suka dengan kemeja pilihan kita," jawab Ken sambil melirik Felicia yang terlihat kesal.

Setelah pemilihan gaun dan fitting selesai di lakukan, Ken pamit pada Antonie untuk mengajak Felicia berjalan-jalan sekaligus memperlihatkan tempat tinggalnya.

Felicia berusaha keras menolak dengan berbagai alasan, namun Antonie malah mendukung Ken agar Felicia bisa mengenali lingkungan calon suaminya.

Ken mengendarai motornya dengan kecepatan sedang sambil membonceng Felicia yang duduk di belakangnya. Ia sangat menikmati momen dimana Felicia selalu tampak kesal padanya.

Ken mengarahkan motornya ke sebuah perumahan yang terbilang mewah di komplek perumahan Meadow Lane, perumahan yang terkenal di huni oleh para selebritis dan artis papan atas di Amerika.

"Untuk apa kita kesini?" tanya Felicia bingung.

"Ada adalah sopirnya, kamu cukup duduk dan diam," jawab Ken.

Melengos kesal, Felicia tidak lagi memperdulikan Ken yang mulai memelankan laju motornya, ia terdengar sedang bernyanyi dengan nada lirih, namun Felicia masih mendengarnya dengan cukup baik.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di sebuah rumah besar khas Amerika Serikat bergaya Midcentury Modern, ciri khas rumah seperti ini adalah bentuknya yang sangat estetika dan kompak. Dengan ruang-ruang yang terbuka, penggunaan jendela kaca besar di sebagian besar bagian rumah, memiliki garis geometris dan mampu menampilkan pemandangan alam sekitar. Rumah dengan gaya seperti ini hanya bisa di temui di kawasan perumahan mewah yang punya lahan super luas, karena taman dan segala pernak pernik perkebunan mengelilingi seluruh area rumah.

"Ayo turun!" ajak Ken, ia membantu Felicia turun dari motornya.

"Kamu suka rumah seperti ini?" tanya Ken, ia berjalan mendahului Felicia.

Felicia enggan menjawab, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling halaman taman yang luas, ada air mancur dengan patung hewan bersayap yang mengeluarkan air, bentuk taman yang sangat indah dan terawat.

Saat membuka pintu rumah, Gavin sudah duduk di ruang tamu sambil membaca majalah.

"Oh, hai, Ken. Kenapa lama sekali?" tanya Gavin menyapa.

"Ada sedikit keperluan," jawab Ken. "Oh, ya. Perkenalkan, dia calon istriku," ucap Ken sambil menarik tangan Felicia yang berdiri di belakangnya.

Felicia tersenyum, lalu berjabat tangan dengan Gavin.

"Cantik, lebih cantik dari foto-fotonya," decak kagum Gavin. "Aku baru saja melihat fotomu disini," lanjutnya.

Gavin memperlihatkan majalah dewasa yang baru saja ia buka, disana, terlihat Felicia berpose cantik dengan memamerkan bentuk tubuhnya yang ramping sempurna yang hanya memakai beberapa helai kain, karena itu adalah foto saat ia mempromosikan produk pakaian dalam wanita dengan model terbaru.

"Terimakasih," jawab Felicia sambil mengangguk sopan. Sebenarnya ia cukup malu di dalam situasi seperti ini, Ken meliriknya dengan pandangan tak suka, ia tau jika calon suaminya itu sedang malu pada temannya karena baru saja melihat foto Felicia hampir telanj*ang.

"Baik, kita mulai berkeliling untuk melihat-lihat?" tanya Gavin, Ken mengangguk setuju, sedangkan Felicia masih bingung dengan maksud dan tujuan mereka datang kemari.

Gavin memperlihatkan semua ruangan di rumah ini, ada tiga kamar kosong dengan kamar mandi di masing-masing kamar, ada dapur berukuran sedang juga terdapat ruang fitness lengkap dengan alat-alatnya. Sebuah ruang tengah tempat bersantai dengan perapian unik juga melengkapi keindahan rumah ini.

"Ada kolam renang di belakang, nggak terlalu besar, tapi cukup bagus menurutku," ujar Gavin menjelaskan.

Setelah puas melihat-lihat, Gavin meninggalkan Felicia dan Ken di ruang tamu untuk menerima telepon.

"Kamu suka rumah ini?" tanya Ken pada Felicia.

"Memangnya kenapa?" tanya Felicia.

"Kamu tanya kenapa? tentu saja karena kita akan menempatinya setelah menikah."

"Hah, ini bukan sebagian dari kesepakatan, Ken. Aku suka rumah ini, tapi kita belum berdiskusi dengan kedua orang tuaku," ujar Felicia.

"Itu urusan mudah, serahkan saja padaku."

"Tapi, aku kira kita akan tetap tinggal bersama orang tuaku, kenapa kamu mengambil tindakan tanpa izinku?" tanya Felicia, ia merasa jika Ken bertindak terlalu tergesa-gesa.

"Kita belum buat kesepakatan dan perjanjian saat aku menerima tawaran perjodohan ini. Dan kita akan membuatnya sekarang," ucap Ken, ia mengeluarkan kertas terlipat dari dalam saku jaketnya, lalu membentangkan di meja di hadapan Felicia.

"Apa ini?" tanya Felicia, ia membaca beberapa poin yang Ken tuliskan disana.

"Surat perjanjian," jawab Ken.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang pengacara juga orang kepercayaan Gavin sebagai saksi atas kesepakatan yang akan mereka tandatangani.

Felicia tidak menyangka, jika Ken sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Padahal, Felicia tidak berencana membuat perjanjian secara tertulis dan resmi seperti ini, ia takut jika hal ini bisa bocor ke pihak keluarga dan media, Felicia takut namanya akan tercemar karena perjanjian pranikah yang lebih mengarah ke sebuah kontrak pernikahan.

Ada tiga orang laki-laki yang sudah duduk bersama mereka, Gavin bersama asisten dan pengacara yang mereka bawa.

"Ken, apa ini sungguh perlu?" tanya Felicia.

"Sangat perlu, aku mau kita menjalani pernikahan ini sesuai dengan apa yang kita sepakati. Menikah denganku, artinya hidup dengan caraku," jawab Ken.

🖤🖤🖤

1
𒈒⃟ʟʙᴄ 🅲🅰🅽🆃🅸🅺🅰🏖⁰⁸𝕾
fix feli bodoh bodoh bodohh egois kasihan felix
kalau begini ingin kubuat feli menderita seumur hidup saja tor biar impas sebagai karma dari felix
𒈒⃟ʟʙᴄ 🅲🅰🅽🆃🅸🅺🅰🏖⁰⁸𝕾
coba kalau tidak ada gaviin ken terlalu larut dg dendamnya. kadangbpetlu orang seperti gavin buat membuka pikiran ken biar sadar
𒈒⃟ʟʙᴄ 🅲🅰🅽🆃🅸🅺🅰🏖⁰⁸𝕾
ronald nikah sama freya kr harta fix nanti mereka pisah dannn freya sama davin
freya kenapa keceplosan buka rahasia ken dan feli ke ronall😱
𒈒⃟ʟʙᴄ 🅲🅰🅽🆃🅸🅺🅰🏖⁰⁸𝕾
kok aku takut feli yang patah hati kalau tau ken hanya sandiwara tidak cinta benaran.
antara feli sama ken pasti ada salah paham, musuh sebenarnya pasti sahabat feli biar feli pisah sama mantannya.... nenurutku gitu
ZrLee Darman
oh Gavin..aku padamu 😘
ZrLee Darman
ken kamu lebih jahat dari Evan
ZrLee Darman
wah hilang respek aku sama Ken... sangat jahat ternyata 😏
Rofiko Abdulgani
Bagus feli👍
Vitriani
Luar biasa
nobita
makasih thor... utk karya yg luar biasa apik banget... semangat berkarya.. dan semoga author selalu sehat.. sukses
nobita
aku suka sikap Gavin yg pandai merayu...
nobita
puncaknya seorang wanita marah adalah DIAM...
nobita
alur ceritanya apik banget... hebatnya ini author kesayangan kuu
Vey Vii: Sayang kamu juga kak 🥰🥰
total 1 replies
nobita
hadehhh hampir terbongkar rahasia nya Ken...
nobita
semoga Ken nanti bucin akut ke Felisia...
nobita
itu namanya baju dinas malam Ken.. mengertilah
nobita
Gavin jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Freya...
nobita
hadehhh jadi saling menyalahkan antara Evans dan Hanry
nobita
alur ceritanya yg apik... bikin penasaran
nobita
hmmm awal yg menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!