NovelToon NovelToon
Dinikahi Konglomerat Sejagat

Dinikahi Konglomerat Sejagat

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhiy Navya

Sudah direvisi lebih bagus, silakan dibaca dari awal. Terima kasih!

Tidak kenal, tapi menikah. Nadin menyetujui surat perjanjian karena ditolong oleh tuan muda, saat hendak dijual dengan temannya sendiri. Nadin tidak menyia-yiakan kesempatan, dia berusaha membuat Argan jatuh cinta padanya. Akankah dia berhasil mencapai tujuannya, disaat banyak rintangan yang menghalangi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Partner

Sahara sengaja menunggu kakaknya sampai pulang, karena Sahara ingin mengajaknya bermain.

"Kak Argan, ayo main bola kaki." Sahara merengek dan bergelayut manja pada lengannya.

"Kakak capek, lain kali saja iya Dik." jawab Argan.

"Ayolah kak, sekali ini saja." rayu Sahara, seraya merengek.

"Oke, oke, ayo kita main."

"Hore, asyik bisa main." Sahara melirik Nadin. Pertanda, dia menyuruh Nadin untuk ikut.

"Kita main di mana?" Argan melihat ke arahnya.

"Main di depan pintu kamar boleh juga." jawab Sahara.

Argan dan Nadin keluar kamar bersama Sahara. Bola ditendang ke sana dan kemari, saat permainan sudah dimulai.

"Hahaha Kak Nadin tidak kuat benteng pertahanan gawangnya." ujar Sahara.

"Biar kamu senang Sahara kalau menang." jawab Nadin, tertawa kecil.

"Oh, jadi Kakak sengaja mengalah."

"Eummm..." Nadin tersenyum.

"Adik manja, cepat lah tendang bolanya. Jangan banyak bicara!" sahut Argan.

Sahara memainkan bola dengan telapak kakinya, dia merasa senang bisa bermain-main seperti ini.

Setelah mereka kelelahan, mereka beristirahat. Sahara masih saja merengek pada kakaknya.

"Kakak, kapan-kapan kita main sembunyi ayo." rayu Sahara.

"Kenapa kamu tidak mencari teman yang sebaya kamu?" Argan merasa terlalu banyak permintaan adiknya ini, sekalian saja banyak tanya.

"Aku mau sama kalian mainnya. Tidak boleh iya?"

"Boleh, jangan sedih seperti itu." Argan mengacak rambut adik manjanya.

Keesokan harinya Nadin berulang kali, memperhatikan diri sendiri di depan cermin. Apa dia pantas, menjadi istri sungguhan konglomerat sejagat. Apa yang tidak mungkin bagi Allah, untuk menaikkan derajat manusia.

"Nadin, apa kamu sudah siap?" tanya Argan, yang sudah rapi dengan baju kemejanya.

Sontak saja terkejut, dan menoleh ke sumber suara. "Sudah tuan muda." jawab Nadin.

"Bagus, ayo kita segera pergi."

"Iya tuan." Menjawab lirih.

Mereka segera pergi meninggalkan ruang kamar menggunakan mobil. Mobil mereka melesat jauh meninggalkan rumah istana itu.

"Heru, apa kamu bisa berhenti sebentar di toko bunga?" tanya Argan.

Nadin tersenyum-senyum sendiri. ”Jangan-jangan, dia mau mengungkapkan perasaan padaku. Aaa... aku mimpi apa semalam, sampai ada hari istimewa seperti ini.” Berbicara dalam batin, bergulat dalam ekspektasi. Benar tidak iya, dia akan menyatakan perasaan?

"Iya tuan." Heru menepikan mobilnya, ke pinggir jalan.

Argan turun dari mobil, segera melangkahkan kaki menghampiri toko bunga. "Kak, saya mau beli setangkai bunga mawar itu." Argan menunjuk bunga, yang terbungkus rapi oleh buket plastik.

"Baik tuan, tunggu sebentar." jawab salah satu pelayan toko.

Tak berselang lama, bunga sudah dimasukkan ke dalam lapisan plastik yang lainnya. "Ini tuan bunganya. Terima kasih sudah membeli di toko kami." ujar mereka tersenyum.

"Eumm.... " Argan hanya berdehem.

Namanya juga orang terpandang, suatu kehormatan bagi mereka dikunjungi oleh tuan muda konglomerat sejagat itu. Argan membayarnya dan segera pergi. Dia duduk di mobil dan diam saja, sampai tiba-tiba mulai membuka pembicaraan.

"Dera!" panggil Argan.

"Iya tuan."

Argan memberikan bunga yang sudah terbungkus rapi itu pada Dera, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Nadin tercengang. ”Ternyata, tuan Argan dan asisten Dera ada apa-apa. Kenapa sih Nadin kamu bodoh sekali, sudah sedikit menaruh harap agar dia mencintaimu. Kamu tidak boleh percaya, dengan firasat hatimu itu. Tindakan manis tanpa ucapan yang nyata, bisa saja penipuan Nadin.” batinnya sedikit kecewa.

Sudah sampai ke tempat pesta, Argan tegak pinggang tangan sebelah kiri. Nadin menggandeng tangan Argan pada sela siku, lalu berjalan sampai ke ruangan dalam.

"Selamat iya atas pernikahannya!" ujar Argan.

"Iya, terima kasih rekan kerja. Silakan menikmati hidangan, yang telah disediakan" jawab mempelai pria.

Nadin hanya mengikuti Argan saja, memasang raut wajahnya yang tampak ceria. Tersenyum untuk menutupi kesedihannya, lalu duduk di kursi yang paling pojok. Dera dan Heru duduk bersama, saling berhadapan dengan Argan dan Nadin.

"Hei, kenapa kamu malah bengong saja. Ayo segera santap makananmu itu." ujar Argan.

"Eh iya, tuan muda." jawab Nadin, yang tersadar dari lamunannya.

Nadin segera mengambil makanan, yang ada di atas meja. Nadin minum dengan terburu-buru, padahal sudah banyak jumlahnya.

"Kamu kenapa berlebihan? Nanti sakit perut, air jeruk nipis asam." ujar Argan.

"Hari ini asam, jadi aku menyesuaikan." Nadin memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Argan mengambil tisu, lalu mengelap bibir Nadin. "Lihat, kamu kotor seperti ini."

Nadin menjauhkan kepalanya dari Argan. "Aku bisa sendiri." Mengambil tisu, mengelap dengan cepat sampai ke pipi.

”Loh kenapa? Perasaan tadi baik-baik saja.” batin Argan tidak peka.

Tok! tok! tok!

Bunyi ketukan pintu, pada sebuah apartemen mewah. Orang misterius itu segera pergi, setelah meletakkan setangkai bunga mawar di depannya. Gadis tersebut membuka pintu, namanya yaitu Vahisa. Dia melihat ke semua arah namun tidak ada siapa pun juga, malah tidak sengaja menginjak bunga mawar.

"Siapa yang mengirim setangkai bunga mawar merah ini." monolog Vahisa.

Ada secarik kertas yang menempel pada plastik bunga. Dia segera mengambilnya, lalu membaca isi suratnya. "Pengkhianat tidak akan menemukan cinta sejati. Pengkhianat hanya akan berlari dan bersembunyi di balik sarangnya. Ketika dia menemukan yang bisa melindunginya, dia akan menghampiri orang yang bisa membuatnya nyaman. Dia tidak segan untuk meninggalkan cinta yang tulus, demi seorang laki-laki brengsek."

”Ini pasti Argan, dari mana dia bisa tahu kalau aku tinggal di sini. Bukankah sudah lama, aku menghilang darinya.” batin Vahisa.

Argan sekarang sudah menikah dengan seorang wanita, itu yang Vahisa lihat dari postingan salah satu wartawan. Tapi apa betul dia mencintai gadis tersebut, itulah yang terlintas dalam benaknya.

#FlashbackOn#

Mereka sedang jalan-jalan di sebuah cafe mewah dengan nuansa yang romantis. Tiba-tiba saja ada perempuan berjilbab syar'i yang lewat. Vahisa melihatnya cukup lama, tiba-tiba berinisiatif untuk bertanya.

"Hmmm sayang, kalau aku berpenampilan seperti perempuan itu bagaimana?" Menunjuk wanita yang lewat dari kejauhan.

"Kamu mau mengenakannya?" tanya Argan.

"Hmmm... kalau iya kamu tidak suka?"

"Apa pun yang ingin kamu lakukan, mungkin saja aku suka. Tapi tipe perempuan idamanku untuk saat ini, bukan seperti perempuan yang baru lewat itu."

"Kok mungkin sih." Vahisa mengerucutkan bibirnya.

"Karena kamu yang mengenakannya, bisa jadi aku suka. Mungkin aku tidak menyukainya, bila orang lain."

"Terima kasih iya sayang, karena hatimu ada untukku."

"Kita kan sepasang kekasih. Jangan ada kata terima kasih."

#FlashbackOff#

Vahisa mengingatnya, dia segera mengambil ponsel. Mengecek aplikasi Instagram, lalu mengetik nama Nadin di menu pencarian. Ternyata, dia benar-benar menemukannya. Melihat bahwa Ig Nadin akun publik, hampir membuatnya lompat kegirangan.

"Aku akan intip profil sosial medianya. Ternyata dia hanya penjual es jagung hahaha... Lucu sekali pilihan kamu Argan." Vahisa tertawa-tawa melihat postingan promosi penjualan, kok bisa Argan memilih perempuan seperti itu pikirnya. "Mungkin Argan sedikit gila karena aku tinggalkan, sehingga seleranya berubah 180 derajat. Bahkan istrinya itu, tidak ada sama sekali foto di sosial media. Aku ingin tahu wajahnya, tapi tidak bisa. Aku menjadi penasaran, secantik apa dia." Bergumam, berpikir sendiri.

Kring!

Bunyi pesan masuk dari aplikasi WhatsApp. "Hai sayang, kamu lagi apa?" Vahisa membaca sebuah pesan, dari kekasihnya bernama Leon.

Vahisa membalas. "Aku lagi istirahat di dalam apartemen."

1
Hj Hasmiati
Biasa
Rahma Inayah
gila ja rumh sdh spt hotel bintg 5 aja ..es jagung lgi viral.skrg ..ya..
Rhiy: Lebih dari fasilitas bintang lima hhh
total 1 replies
Yuniati Widya Amastuti
thor perbaiki kosa kt dlm penulusan ..contohnya..oermisi dl ya..bkn permisi dulu iya..🙏🙏🙏
maaf krn sukak dg ceritax,semiga makin sukses..💪💪💪
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Rhiy
Jangan lihat komentar masa lalu, namun baca isi novelnya sekarang. 👍
Meity Manoppo
Lantai berlian, dinding emas, stap kristal...seribu kamar, seribu toilet, seribu pelayan, yg tinggal di situ hanya tuan muda...halu nya tingkat dewa..thor, tp lanjut baca aja deh namanya jg novel 😆😆😆
Lisma Wati
jangan kebanyakan ngmng dlm batin Thor ,cerita nya jd ga seru ,udah serius baca ujung2 nya batin yg ngomong ,jd ky di prank .
Besse sumarniekarani Ekarani
knp banyak bahasa dlm hati si nadin
Besse sumarniekarani Ekarani
aku suka crt ceo
yg jahat tp nanti bucin
walau crt sama tp beda nama doang
tp aku suka crt ceo
tiya amelia
suara nada ponselnya itu loh
mbek mbek mbek 😂😂😂
achie puspita
seru
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Amanah Amanah
kucing dn tikus
Amanah Amanah
suka dh dg kejailn Sahara dn argan
Amanah Amanah
👍👍🥰🥰👍
Amanah Amanah
katanya nadin sudh tidur thooor koq Sling pndng SMA dera
Amanah Amanah
ga ada insyapnya ya vahisa dn niken
Amanah Amanah
tooobbat vahisa ,,,nikeen
Amanah Amanah
semoga happy smuanya
Amanah Amanah
semoga g ada lgi yg mengganggu nadin dn argan
Amanah Amanah
suka thooor
Amanah Amanah
syukur dh argan waspada thdp minuman itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!