NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Zahra (END)

Cinta Untuk Zahra (END)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:392k
Nilai: 4.8
Nama Author: kiki rizki

SEASON 1 END

Namanya Azzahra Kirana, dia adalah gadis pendiam, tidak mudah bergaul dengan orang baru. Sejak kecil ia dekat dengan adik sepupunya Rio dan temannya Ega. Mereka bertiga tak pernah terpisahkan. Di mana ada Zahra, kedua lelaki itu akan selalu ada di dekat gadis itu.

Hingga beranjak dewasa mereka tetap selalu bertiga. Tak ada yang menyadari perasaan Zahra kepada teman kecilnya. Ia memendam rasa yang lebih dari sekedar sahabat. Begitupun Ega, lelaki itu selalu memperlakukan Zahra dengan spesial.

Sampai pada akhirnya, setelah kelulusan mereka di salah satu SMK negeri tiba-tiba Ega menghilang tanpa kabar. Membuat Zahra kehilangan sosok cintanya dan menutup rapat hatinya untuk siapapun.

Takdir mempertemukan mereka setelah enam tahun berlalu. Berbagai kejadian membuat Zahra trauma untuk melabuhkan cintanya pada siapapun. Termasuk Ega yang datang membawa cinta untuknya.

Berbagai cara dilakukan Ega untuk mendapatkan cinta Zahra. Berusaha sekuat hati dan tenaga memberikan cinta untuk Zahra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiki rizki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Makan Malam

Selamat membacaaa..

Semoga kalian sukaaaa

**********

Waktu telah menunjukkan pukul tujuh malam. Tetapi Rio belum juga datang. Bahkan seusai mereka selesai melaksanakam salat isya pun Rio belum juga datang.

Efelin yang sedang duduk di samping kakaknya dan juga Ega, sedari tadi merengek karena lapar.

Beberapa kali Ega mengajak mereka untuk makan malam di luar, tetapo Zahra tak mau jika Rio belum datang.

"Mbaaaakkkk. Udah laper banget ini. Mbak tuh gak kasian juga nih sama Kak Ega. Dia pasti juga laper. Ayo dong, Mbak." lagi-lagi Efelin membujuk Zahra agar mau makan di luar.

"Kita delivery aja gimana, Ra?" tanya Ega yang merasa kasian pada Efelin.

"Iya udah deh, Kak. Delivery aja, yang deket yang cepet aku laper banget aku," rengek Efelin pada Ega.

Lelaki itu menyerahkan ponselnya pada Efelin untuk memilih makanan yang diinginkannya. Dengan cekatan dan semanagat ia memilih-milih menu makanan.

"Kak, di Nelingsi aja ya?" tanya Efelin pada Ega.

"Terserah kamu. Pesan buat kita semua," perintah Ega.

"Mbak pesen apa? Buruan!"

"Kayak biasanya aja," jawab Zahra.

"Ya udah, aku pesenin sama semua loh ya. Awas kalau protes!"

Setelah mengutak-atik ponsel Ega. Ia mengembalikannya pada sang empunya.

"Aku mau bikin es dulu ah," Efelin berdiri dan masuk ke dalam dapur.

"Fel, kopi satu ya," ucap Zahra saat adiknya melewatinya.

"Dikira aku penjaga warung apa," gerutu Efelin.

"Kak Ega mau dibikinin apa? Kopi juga?Mumpung aku lagi baik ini. Biar aku bikinin semuanya."

"Kopi juga gapapa," jawab Ega.

"Sejak kapan kamu suka kopi?" tanya Zahra tanpa di sadarinya.

"Hanya jika ingin," jawab Ega dengan senyuman. Zahra mengangguk sebagai jawaban.

"Ra. Gimana perasaan kamu selama aku di sini?" tanya Ega saat mereka hanya berdua.

"Jauh lebih baik dari kemarin."

"Apa itu artinya aku punya kesempatan?"

"Aku masih belum tahu. Biarkan berjalan seperti ini dulu. Gapapa kan?"

"Yang penting kamu nyaman. Aku akan selalu menunggu. Aku yakin kita pasti bisa seperti dulu lagi. Kamu harus tahu, Ra. Aku mencintaimu. Apapun yang terjadi padamu saat ini itupun karena salahku. Aku akan memperbaikinya," kata Ega serius.

"Aku sedang berusaha untuk melupakannya," kata Zahra.

"Maafkan aku, Ra."

"Aku sudah memaafkanmu. Aku hanya butuh waktu."

Ponsel Ega berdering, ternyata panggilan dari driver ojek online yang akan mengantarkan makanan mereka.

"Ya, halo?"

"Saya sudah di depan kak, sesuai alamat. Di depan ada mobil sedan hitam," ujar driver ojek itu.

"Oke. Saya keluar sekarang."

Ega segera berdiri dan keluar rumah untuk mengambil pesanan.

"Aku ambil makanan dulu," pamitnya pada Zahra yang dibalas dengan anggukan kepala.

Ega keluar rumah menemui driver ojek yang berada di belakang mobilnya. Ia menerima pesanannya. Setelah mengucapkan terima kasih ia kembali masuk ke rumah.

"Kok banyak banget, Ga?" tanya Zahra begitu Ega masuk membawa masuk satu kresek merah besar.

"Efelin," jawab Ega.

"Anak itu ya. Maaf ya. habis ini aku ganti uangnya. yaudah ayo makan di dalam aja," kata Zahra merasa tidak enak pada Ega karena kelakuan adiknya.

"Nggak usah diganti. Buat kita semua kok."

"Makasih ya. Ayo."

Zahra dan Ega masuk ke dalam dapur. Memperhatikan Efelin yang masih sibuk membuat minuman.

"Kamu pesen apa aja sih? Banyak banget! Siapa yang mau makan coba? Kita cuma bertiga." Zahra langsung saja memarahi sang adik.

"Udah, Ra. Gapapa. Udah terlanjur juga. Ayo makan. Aku lapar," kata Ega.

"Itu sebagian pesenannya Kak Rio. Bentar lagi dia datang," jawab Efelin dengan cemberut.

"Kita makan dulu gapapa kan? Aku laper banget soalnya," kata Ega sedikit sungkan.

Zahra menganggukkan kepalanya.

Setelah mencuci tangan Ega segera duduk di salah satu kursi. Zahra pun melakukan hal yang sama.

Efelin, setelah menyiapkan minuman untuk mereka juga ikut duduk dan melihat makanan di atas meja.

"Aku pesen ini buat Mbak, ini buat kak Ega, ini buat aku dua. Itu punya kak Rio. Sisanya cemilan, hehehehe." Efelin menjelaskan.

Zahra hanya menghembuskan nafas kasar melihat tingkah adiknya. Ia segera mengambil makannya dan juga milik Ega.

"Maafin adik aku ya. Kamu mau tambah nasinya? Itu cuma sedikit. pasti kurang nanti kamu nasinya," tanya Zahra.

"Nanti aja. Kamu makan dulu aja," Ega memegang tangan Zahra yang hendak berdiri mengambil nasi di rice cooker di meja belakangnya.

Zahra melihat tangannya yang dipegang oleh Ega. Jantungnya berdegup sangat kencang.

Ega buru-buru melepaskan tangannya. Zahra kembali duduk dan memakan makanannya dengan perasaan campur aduk. Ia menyesal mengambil tempat duduk di samping Ega.

Di tengah-tengah mereka makan. Muncul Rio yang langsung masuk ke dapur mencuci tangannya dan duduk di kursi yang tersisa.

"Maaf kemaleman. Punyaku mana, Fel?" kata Rio dengan santainya.

Efelin menunjuk salah satu kotak makanan dengan tangannya. Tidak menjawab pertanyaan Rio karena mulutnya penuh makanan. Rio segera mengambilnya dan ikut makan bersama dengan mereka bertiga.

Seusai makan malam mereka kembali ke ruang tengah. Efelin sibuk memboyong cemilan-cemilan yang dibelinya tadi ke ruang tengah. Ralat, cemilan yang dibelikan Ega untuknya. Ia menatanya di meja kaca yang ada di tengah karpet.

Zahra, Ega, dan Rio duduk berselonjor dengan Zahra yang ada di tengah kedua laki-laki itu.

"Jadi kangen waktu sekolah dulu, kita sering kayak gini," ucap Ega tiba-tiba.

"Sudah sangat lama," timpal Rio.

Zahra termenung di antara kedua laki-laki itu. Mengingat-ingat kenangan bersama mereka berdua.

Dengan hati-hati Ega mencoba menggenggam tangan Zahra. Gadis itu terkejut segera menarik tangannya dari genggamannya. Namun ia enggan melepasnya justru makin menggenggamnya erat dan sedikit mengangkatnya.

Rio pun melakukan hal yang sama. Ia juga menggenggam tangan kiri Zahra yang ada si sampingnya, mengangkatnya seperti yang dilakukan Ega.

"Aku mencintaimu, Ra. Rasa ini ngga pernah berubah sedari dulu," ucap Ega mencium tangan Zahra.

"Aku juga menyayangimu, Mbak," ucap Rio melakukan hal yang sama.

"Mari kita buat lembaran baru, cerita yang baru," ucap Ega.

Mata Zahra berkaca-kaca. Ia merasa terharu dengan perlakuan kedua lelaki itu. Ia yakin ia telah bisa menerima keberadaan Ega kembali.

"Jangan nangis, aku ikut sedih kalo kamu nangis." Ega menghapus air mata yang jatuh membasahi pipi gadis manis itu dengan tangannya yang bebas tanpa melepaskan pegangan tangan mereka.

"Efel juga sayang sama Mbak. lebih sayang dari mereka berdua," tiba-tiba gadis kecil itu menghantam tubuh kakaknya dan memeluknya erat.

Zahra yang terkejut reflek melepaskan tangannya dari Ega dan Rio. Berganti memeluk sang adik yang menangis sesenggukan dalam pelukannya.

**********

Aku bikin episode ini kok kayak gimana gitu yaa..

kalau kalian ada masukan bisa langsung komen yaa.. biar aku segera perbaiki..

terimakasih atas dukungannya..

salam sayang

kiki rizki

1
kiki rizki
.
Ratna Kumala
abang ireng kalo disini biasanya buat nyebut parahnya masuk angin orang yg kerokan..
Maulidah. Ahmad
seru banget bikin gemes
Indah Nihayati
sukakkk kak cerita nya
Indah Nihayati
baguss
haniaz
goooooooooodddd👍👍👍👍👍👍👍👍
haniaz
rasanya pengen jungkir balik guling2 aq kak,,,,
wkwwkwkkwkw
degdeg serrrrr
sweet paraaahhhhh
😍😍😍😍💃💃💃💃
Qomariyah Kom
thor lanjut dong seasean 2 nya udh kagak sabar ni untuk baca nya thor
Andi Fitri
byk banget masalahx thor bahagiax dikit cuman dikit
Andi Fitri
suka dgn krakterx zahrah gk gampang suka sm cowok setia sm ega thornya. 👍👍👍
Naoki Miki: Haii ijin promote thor🙏
Yuk mampir dikrya Miki 'ZEHNTARA'
Mncritakan lika liku perasaan dua anak sma, juga Geng Motor, Persahabtan, Komedi, Broken Home, meringkas kisah anak sma smakin menarik😉Tkan profil lngsung ya!!!,jangan lupa tinggalkan jejak!!!
total 1 replies
Andi Fitri
aku mampir baru part ini udh seru dan pasti tinggalkan jejak buat author 😊
💕febhy ajah💕
ais pelakor ada di mana2 memang
Naoki Miki: Haii ijin promote thor🙏
Yuk mampir dikrya Miki 'ZEHNTARA'
Mncritakan lika liku perasaan dua anak sma, juga Geng Motor, Persahabtan, Komedi, Broken Home, meringkas kisah anak sma smakin menarik😉Tkan profil lngsung ya!!!,jangan lupa tinggalkan jejak!!!
total 1 replies
💕febhy ajah💕
konflik terus, kpan bahagianya. ahhhh aku tmbh penasaran jdinya.
💕febhy ajah💕
gara gara bunda tuh, zahranya nga mau ikut, eh malah d suruh ikutan. gitu tuhhh klw bnda paksain sesuatu.
💕febhy ajah💕
wah rosa dn dion ada disini jg ya, tp aku nga ska dion,tp skanya sama mas rud ku,mas rud aku padamuuuuuu.
💕febhy ajah💕
mnkin rio, knpa ya????
💕febhy ajah💕
wow adik sepupu yg pengertian
💕febhy ajah💕
sini aku yg cium, aku jg kangen loh.
💕febhy ajah💕
zahra yg mau d cium, aku yg deg2 kan.
💕febhy ajah💕
br mampir dn tak lupa tinggalkan like.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!