Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Di rumah sakit, Helena tersadar dari pingsannya. Dia sedikit meringis karena kepalanya masih terasa pusing.
"Shh..."
Dia terkejut baru menyadari bahwa saat ini sedang berada di ruang perawatan rumah sakit.
"Helena, akhirnya kamu sadar."
Helena dikejutkan dengan suara Reno yang sedang duduk disamping brankar.
Helena langsung bertanya dengan nada ketus. "Untuk apa kamu ada disini?"
Reno menjawab dengan lembut. "Tentu saja buat menjaga kamu."
Helena menatapnya dengan tatapan dingin. "Tidak seharusnya kamu ada disini, lebih baik kamu pergi temani Kak Nova."
Reno malah tersenyum tipis. "Apa kamu cemburu?"
Helena menjawab dengan tegas. "Tidak. Untuk apa aku cemburu? Kita memang bukan siapa-siapa lagi."
Helena tiba-tiba terdiam ketika dia teringat dengan kejadian tadi saat dia hampir tertimpa sebuah lampu gantung yang berukuran cukup besar. Saat itu, dia tiba-tiba tidak sadarkan diri.
Tapi mengapa dia tidak terluka sama sekali?
Apakah ada seorang yang menyelamatkannya?
Helena bertanya dengan nada serius pada Reno. "Apa kamu tahu siapa orang yang telah menyelamatkan aku?"
Reno sangat keberatan untuk menjawab. Karena dia tidak ingin Helena tahu bahwa Arjuna yang telah menyelamatkannya. "Emm..."
"Tentu saja Reno yang telah menyelamatkanmu." Tiba-tiba terdengar suara Axel yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
Axel sengaja berbohong, dia tidak ingin Helena merasa berhutang budi pada menantunya yang bodoh itu. Sangat berharap mereka akan bercerai.
"Karena itu, kamu harus berterimakasih pada kakak iparmu ini. Jika bukan karena dia, mungkin kamu sudah terluka parah, Helena," sambung Axel.
Helena hanya diam. Entah mengapa dia merasa ragu dengan jawaban dari ayahnya itu. Apalagi dia melihat Reno sama sekali tidak terluka.
Reno pura-pura meringis sambil memegang punggungnya. "Shh... Punggung aku memang lumayan sakit. Tapi aku sudah diobati tadi. Hanya luka memar saja."
Meskipun hatinya masih ragu, Helena akhirnya mengucapkan dengan nada dingin. "Terimakasih."
Lalu, dia menambahkan. "Aku harus mencaritahu siapa orang yang telah mencampurkan obat tidur ke dalam minumanku."
Axel sedikit gelisah, karena dia tahu siapa pelakunya. Tadi dia habis memarahi Nova lewat telepon. Meskipun dia tahu Nova salah, dia tidak ingin Nova mendekam dibalik jeruji besi.
"Biar itu menjadi urusan Papa. Papa sudah menyuruh orang untuk mencaritahu siapa orang yang telah mencampurkan obat tidur ke dalam minuman kamu. Kemungkinan besar dia adalah salah seorang pelayan di restoran itu."
Helena mengerutkan keningnya. "Pelayan di restoran? Untuk apa dia melakukannya?"
Reno segera menyahut. "Mungkin saja atas kemauannya sendiri atau bisa juga disuruh oleh orang lain yang pernah memiliki masalah dengan kamu. Kamu tahu sendiri kan, disana ada beberapa pengusaha muda yang pernah ditolak mentah-mentah oleh kamu. Mungkin saja diantara mereka ada yang sakit hati sama kamu."
Axel memberikan sebuah informasi. "Oh, iya. Papa hanya ingin memberitahu kamu. Ternyata suami kamu kerja disana."
Helena sangat terkejut mendengarnya. Ternyata Arjuna bekerja di restoran itu. Tapi kenapa Arjuna tidak menghampirinya?
Sebenarnya waktu itu dia berniat membawa Arjuna ke pesta, tapi karena dia mendapatkan pesan dari Arjuna yang akan lembur, sehingga dia tidak jadi mengajaknya.
"Suamimu itu sudah bodoh, tidak berguna, apalagi hanya seorang pelayan restoran. Apanya yang bisa kamu banggakan? Bahkan dia hanya diam saja saat melihat kamu sedang berada dalam bahaya." Axel mencoba mempengaruhi Helena.
Helena menghela nafas dalam-dalam. "Jangan menghina suamiku seperti itu. Lebih baik Papa gak usah ikut campur ke dalam urusan rumah tangga aku dengan Arjuna."
Axel semakin geram. "Kamu sudah tahu suami kamu tidak berguna. Tapi kamu masih saja membelanya?"
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...