NovelToon NovelToon
Game Pernikahan Mafia

Game Pernikahan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:376.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Aku tidak menyangka jika pernikahanku ternyata membuatku harus memilih antara tetap hidup dengan seorang pembunuh Ayahku atau aku harus membalaskan dendam atas kepergian Ayahku.

Sebuah cerita perjuangan hidup seorang wanita yang besar dengan bertahan hidup di jalanan karena sejak usia sepuluh tahun kedua orangtuanya harus meninggal dengan keadaan tenggelam di laut bersama mobil yang mereka kendarai. Beruntung saat itu ia tidak ikut dengan kedua orangtuanya untuk makan malam dengan kliennya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15. Nyonya Harina Mengetahui Keadaan Anaknya

Tatapan Gara begitu tajam pada Reynka, rasa cinta dan sayang yang duli begitu besar Gara rasakan padanya kini sudah musnah bersama kepergian sahabatnya, Katroy yang lenyap di tangannya.

"Menjauh dariku atau kau akan melihat kemarahanku!" pintah Gara namun Reynka menggelengkan kepalanya karena tidak percaya jika Gara akan sanggup berbuat kasar padanya.

"Lihatlah aku Gara, aku begitu merindukan dirimu sayang." tutur Kharisa yang meluruskan pandangan Gara padanya.

Perlahan kedua tangan Gara yang sudah mengepal erat lengan Reynka segera mendorong kasar tubuh itu hingga Reynka tersungkur ke lantai dan punggungnya menghempas meja.

Beberapa gelas dan botol minuman di meja pengunjung itu jatuh berserakan. Gara yang meletakkan beberapa lembar uang di atas meja lainnya segera pergi tanpa mau memperdulikan mantan kekasihnya itu lagi.

"Gara." teriak Reynka yang menangis dan penuh amarah menatap punggung pria yang pernah sangat mencintai dan selalu menuruti apa pun yang dia minta kecuali tidur berdua.

Teriakan itu perlahan menghilang seiring langkah Gara yang semakin menjauh dan menghilang.

Pria itu masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumah kembali. Karena kekesalan yang ingin ia lampiaskan di dalam club malam itu ternyata justru membuatnya semakin ingin marah.

"Dasar wanita, murah sekali menampakkan wajahnya setelah terlihat memalukan di depanku kini ia kembali lagi padaku. Dulu memang aku sangat mencintaimu, tapi itu dulu sebelum aku tahu jika wanita saat ini semuanya sama murahan." tutur Gara dengan kesalnya dan semakin menambah kecepatan mobilnya.

***

Nyonya Harina yang merasa gelisah saat melihat suaminya sudah terlelap segera menyingkirkan selimut dan keluar dari kamarnya.

Ia menuju ruang tengah untuk menyalakan televisinya. "Mengapa malam ini rasanya aku sama sekali tidak mengantuk?" tanyanya dengan memijat ringan keningnya.

Tanpa ia tahu jika saat ini putranya sedang berada di luar rumah. Dan Kharisa yang sibuk bekerja di kamarnya di temani Khard yang terus memandang wajahnya dengan kagum.

Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil yang tidak begitu terdengar jelas di iringi lampu terang yang menyorot jendela rumah hingga Nyonya Harina sadar ada yang datang.

Matanya menatap jam baru menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. "Siapa yang datang malam-malam begini yah?" tanyanya dalam hati.

"Gara." ucapnya begitu terkejut mengetahui jika putranya sedang tidak berada di dalam kamarnya.

Menyadari pertanyaan yang akan ia dengar dari sang Ibu, Gara segera melangkah cepat masuk ke kamarnya tanpa mau perduli dengan Nyonya Harina yang menatapnya terkejut.

"Astaga apa yang di lakukan Gara pada Kharisa? dia mabuk di malam pertama mereka menikah?" tutur Nyonya Harina syok.

Sesampainya di kamar Gara yang tidak memperdulikan istrinya yang sibuk bekerja segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Bau apa ini?" gumam Kharisa merasa mual mencium aroma yang terasa asing di penciumannya.

"Khard terimakasih yah sudah membantuku, kita sudahi saja duli besok baru kita lanjut lagi di kantor." ucap Kharisa.

"Baiklah." jawab Khard memberikan senyuman lebarnya dan segera mengakhiri panggilan video itu.

Setelah panggilan video berakhir Khard merasa penasaran dengan pernikahan Kharisa apakah mereka akan tetap bersama atau akan berencana berpisah.

"Semoga masih akan ada peluang untukku." ucap Khard tersenyum menyeringai.

Sementara Kharisa yang merasa mual dan tidak tahan jika harus berada di kamar itu semalaman memilih untuk keluar dari kamar dan mencari tempat tidur lainnya.

Beruntung Nyonya Harina sudah lebih dulu masuk, "Sebaiknya aku tidur di sofa ini saja sampai subuh." tutur Kharisa merebahkan tubuhnya karena merasa sangat lelah.

Tak butuh waktu lama ia pun sudah terlelap dengan tubuh yang meringkuk karena dinginnya malam di tambah ia tidak membawa selimut atau kain apa pun yang bisa menutup tubuhnya.

Ternyata pernikahan Gara kini telah sampai di telingan Mr. Dave. Dan mengetahui hal itu kemarahan Mr. Dave seketika terbakar.

Karena suatu kesalahan besar jika Gara melangkahi ijinnya saat ini. Sementara Mr. Dave masih sangat membutuhkan tenaga Gara untuk menyelesaikan banyaknya misi mereka.

"Berani sekali dia menentangku? apa dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika hal seperti ini terjadi?" ucap Mr. Dave mengepal erat tangannya dan terlihat rahang di wajahnya yang sudah mengeras.

***

Pagi yang tanpa terasa kini telah membuat dua insan yang berbeda telah menjadi satu dalam ikatan pernikahan. Namun hal itu tentu tidak akan merubah keadaan mereka masing-masing.

Gara yang masih terlelap dalam tidur panjangnya mengerjapkan matanya karena mendengar suara dorongan lemari Kharisa yang sedang memilih pakaian untuk ke kantor.

Kharisa enggan membangunka Gara sekali pun meliriknya, ia fokus mengganti pakaian di ruang ganti dan segera bersiap keluar kamar meninggalkan Gara yang memperhatikannya di kasur.

"Kharisa kau sudah siap, mengapa tidak libur saja dulu ke kantornya kalian kan baru saja menikah?" tanya Tuan Tedy.

"Tidak, Tuan. saya sangat merasa bosan jika harus berdiam saja di rumah." sahut Kharisa dengan sopan.

"Hahahahaha. Lihatlah Bu, bagaimana menantumu ini apa dia masih tidak mau menerima kita sebagai orangtuanya?"

Kharisa terdiam mendengar perkataan Tuan Tedy pada istrinya. "Iya Kharisa, mengapa kau masih menganggap kami seperti orang lain saja? panggilah Ayah dan Ibu." Nyonya Harina pun ikut menimpali Kharisa di iringi senyuman bahagianya.

Meskipun sebenarnya Nyonya Harina tahu jika pernikahan mereka belum bahagia, tapi mereka yakin jika cepat atau lambat Gara dan Kharisa pasti akan saling mencintai.

Mengenal sifat Kharisa yang begitu dewasa dan baik sementara Gara yang begitu memiliki sikap sangat penyayang di balik sifatnya yang sangat kasar itu.

"Iya Ayah, Ibu." jawab Kharisa dengan ragu-ragu.

Nyonya Harina dan Tuan Tedy terkekeh mendengarnya. "Oh iya, di mana Gara?" tanya Tuan Tedy.

"Em...Gara masih tidur, Tu- eh Ayah."

Mendengar Gara masih tidur, Tuan Tedy menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi. Entah kapan Gara akan bisa bersikap dewasa dan bertanggungjawab terhadap perusahaan.

"Ayah, tenanglah mungkin Gara sedikit kelelahan, jadi biarkan dia beristirahat." ucap Kharisa yang tanpa sengaja membuat wajah Tuan Tedy tersenyum.

"Oh baiklah kalau karena itu, Ayah akan tenang dan sangat bahagia malah. Semoga secepatnya Ayah akan mendapatka cucu." tutur Tuan Tedy dengan penuh semangatnya.

Kharisa yang sedang meneguk minuman seketika tersedak. " Sayang, pelan-pelan minumnya." Nyonya Harina bersuara seakan ia paham mengapa Kharisa tegang seperti itu.

Namun Nyonya Harina tidak berani mengatakan bagaimana sebenarnya yang terjadi tadi malam. Dan ia juga tidak tahu jika Kharisa sampai tidur di luar kamar.

Hanya pelayan saja yang mengetahui jika Kharisa tidak tidur bersama suaminya. Namun Kharisa memohon pada pelayan di rumah itu agar tidak mengatakan apa-apa.

Setelah sarapan selesai, kini saatnya Kharisa berangkat ke kantor. "Kharisa, tunggu!" teriak Tuan Tedy

"I-ya Tu- eh Ayah. Ada apa?" tanya Kharisa penasaran.

"Jangan pergi sendirian, tunggu Khard sebentar lagi akan tiba menjemputmu." tutur Tuan Tedy.

Kharisa terkejut mendengarnya, ia sungguh tidak enak hati jika harus merepotkan pria itu lagi. Tapi mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur.

1
nobita
ooh begono ceritanya
Muhammad Ibrahim
Luar biasa
Rini Shop
bagus
ImNick
ahhhh BAGUS ANETTTTTT, thankyou thor..
Lova Yoongi
bener kata orang istri org tu lebih menggoda .....
khard pgen sutik mati ..
Lova Yoongi
itu cara allah buat gara biar tergantung sama istri, biar tau kharisa itu tanggu gar...m
Lova Yoongi
gara tar nyesel lho, byk lho yg naksir istrimu.... kyk gk ada org lain lgi, brg bekas madi di jumput lgi gk sdr dgn kata" sampah
🐬
bgus
Rahmi Ami
thor teganya dirimu....
kalo bisa di ubah aja alurnya...
😁😁😁😁
pas detik2 kard mau menodai kharisa bara datang dan belum sempat melakukan tindakannya....

kasian kharisa, 🥺
Eva Susanti
mantap👍👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤❤❤
Elizabeth
👍👍
mamah destya
tsrima kasih thour ku tunggu cerita yg lain ny
ig: monalisa_n28: Terimakaish juga kak 🥰🥰
total 1 replies
Ikhe Parlina
temksh thor. ..
sy suka bngat ceritanya..😍😍
adakah season ke2 nye😊
ig: monalisa_n28: Maafyah kak 🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Rahmi Miraie
thank thor utk cerita yg sgt mnghibur ini,aku tunggu karya lainnya
ga nyangka uda end
Rahmi Miraie: iya sama sama
total 2 replies
Tuti Ranu
alhamdulilah mksih Thor ditunggu cerita yg baru..👍👍
ig: monalisa_n28: Terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Asna Deli
terima kasih author cerita mu keren..ada kah seanson ke2nya??
ig: monalisa_n28: Hehe Terimakasih kembali kak asna sudah setia sampai di sini🙏 tidak ada season dua yah kak🤗🤗
total 1 replies
verawati.com
lanjut thor
Asna Deli
lanjut thor..
Rahmi Miraie
permisi tuan gara...iklan lewat
hhhe
tn tedy tepat waktu bgt sii dtg nya
Elizabeth
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!