"Bagaimanapun dia tidak bersalah, biarkan dia tumbuh" ucap Bram
"Tapi aku tidak ingin, Paman" jawab Alex
Pikirannya dipenuhi dengan kebimbangannya mengambil keputusan yang seharusnya
"Aku akan memikirkannya" ucap Alex seraya berdiri dari duduk nya, mengayunkan langkah nya meninggalkan Bram di ruang baca
Naik melewati anak tangga menuju kamar nya dan membuka pintu lalu menutupnya
Kezia berlari menuju kamar mandi karena rasa mual yang dirasakan nya
"Aku ingin muntah, tapi nggak bisa keluar" ucap Kezia
Membawa langkah nya keluar dari kamar mandi, namun baru sampai depan pintu kamar mandi
Mendadak pandangan nya berputar dan tiba tiba ruangan menjadi gelap, tubuh nya jatuh ke lantai di depan Alex yang masih berdiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rapat
"Hem.. maaf Nona saya harus segera pergi karena masih ada pekerjaan lain" ucap Alex
"Baiklah Pak.., eh Alex " ucap Kezia
"Eh, maaf untuk kemeja nya" ucap Kezia
Kemudian Alex memberinya senyuman dan melangkah berjalan keluar di ikuti Thom
Juan melajukan mobilnya menghampiri Alex dan Thom.
Thom kemudian melangkah mendahului Alex mendekati pintu mobil penumpang dan membuka nya untuk Alex
Alex kemudian melangkahkan kaki memasuki mobil nya, lalu Thom menutup pintu mobil tersebut dan berjalan membuka pintu di kursi depan samping kemudi
Juan dengan segera melajukan mobil nya meninggalkan halaman proyek
Menatap luar kaca jendela mobil nya, tetesan air yang lembut membasahi kaca di pandangannya
"Perasaan apa ini, detak jantungku tak beraturan setiap kali bertemu dengannya. Padahal ini baru kali kedua" batin Alex yang masih menatap kaca jendela nya
Kemudian menyandarkan kepala nya pada sandaran kursi mobil nya dan mulai memejamkan mata nya
"Hidup ku sepi" batin nya lalu tak berapa lama Alex terlelap dalam pikiran nya
Thom kemudian membuka layar ponsel nya mengetik sebuah pesan singkat
"Hai" pesan ini dikirimkan pada Tasya
Hampir dua puluh menit dia menunggu balasan pesan singkat nya, tetapi Thom tak kunjung menerima nya
Menatap layar ponsel nya terus menerus, mengunci dan membuka nya
Tak lama kemudian mereka sampai di kantor Alex
Juan memarkirkan mobil nya di halaman depan pintu kantor, dengan segera keluar dari kursi kemudi nya dan berdiri di samping pintu penumpang mobil tersebut
Thom kemudian membangunkan Alex dengan perlahan
"Tuan, kita sudah sampai" ucap Thom
Dengan perlahan Alex membuka kedua mata nya lalu tangan kanan nya meraih kemeja putih pada gantungan baju yang menggantung di pegangan pintu bagian kanan atas dan mengenakan nya.
Thom dengan segera keluar dan membuka kan pintu mobil untuk Alex
Kemudian Alex dan Thom berjalan memasuki pintu utama kantor nya, dan menuju ke ruangan nya dan dengan cepat Thom mempersiapkan berkas yang di butuhkan nya
Alex yang masih duduk dengan kepala nya bersandar pada sandaran kursi sofa tersebut, kemudian memejamkan mata nya kembali
"Tuan, semua sudah siap. Kita bisa berangkat sekarang" ucap Thom yang membangunkan Alex yang baru saja memejamkan mata nya
"Aku ngantuk sekali, kau saja yang wakil kan" ucap Alex
"Tidak bisa Tuan, ini pertemuan penandatanganan kontrak jadi tidak bisa saya wakil kan " ucap Thom
"Ah.. iya, iya" jawab Alex yang kemudian bangkit berdiri kembali dari duduk nya dan berjalan keluar ruangan bersama Thom
Melewati dua staff kantor nya tanpa melihat nya
Segera masuk ke dalam mobil milik nya dan menuju tempat rapat yang sudah di tentukan
Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah perusahaan rokok terkenal di Ibu Kota
"Permisi, kami datang untuk memenuhi undangan rapat dengan Bapak Baroto siang ini" ucap Thom pada salah satu staff resepsionis di perusahaan tersebut
"Oh baik Pak, beliau sudah menunggu di ruangan nya. Mari saya antar" ucap resepsionis tersebut dan melangkah kan kaki bersama dan mengantarkan Alex dan Thom ke ruangan CEO
Tok...Tok.. staff tersebut mengetuk pintu ruangan CEO dan membuka nya setelah Baroto mempersilahkan mereka masuk
"Selamat siang Pak Alex dan Pak Thom" ucap Baroto lalu bangkit berdiri dari duduk nya dan menghampiri mereka yang mulai memasuki ruangan CEO kemudian bersalaman dan mempersilahkan mereka untuk duduk
Rapat di mulai hanya dengan Baroto dan salah satu orang kepercayaan nya, karena pertemuan kali ini hanya penandatanganan berkas kontrak yang sudah di sepakati sebelumnya beserta nominal pembangunan gudang tembakau milik Baroto yang dipercayakan pada Alex untuk membangunnya
lagian Alex yg udah suka kn sama Tasya. bt Thom gak papa ya,Tasya nya sama boss Alex, biar km bisa dapet lexa
kn istri lagi hamil, trs d bikin nggak enak moodnya, sekarang hati bercabang. moga Tasya hatinya tidak egois masih memikirkan sesama wanita.
kl gtu apa nantinya ada karma.
pdhl kn Kenzie gak tau apa2.toh Alex jga belum ktmu ada misteri apa antara ayah kenz sama momz Alex
nunggu selanjutnya aja lah aku
salah ya kak.
ikut alur ya saja.