NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.Pengakuan Dosa

Naya menatap pria tinggi besar di depannya tanpa minat sedikit pun. Tidak ada senyuman manis, tidak ada juga raut panik seperti saat mereka berhadapan di koridor rumah sakit beberapa jam lalu. Wajah cantik Naya luar biasa datar, seolah nyawanya sudah ikut tercerabut.

"Pendaftaran pasien baru sudah tutup. Kalau mau berobat, silakan datang besok pagi," ucap Naya dengan nada mekanis. Suaranya terdengar serak dan sangat pelan.

Mendengar suara tanpa emosi itu, dada Aksa seolah dihantam godam berduri. Pria itu tidak peduli pada antrean pasien miskin yang mulai menatapnya bingung. Aksa menerobos masuk melewati celah pintu pembatas konter administrasi yang reyot itu.

"Aksa, apa yang kamu lakukan? Ini area khusus staf. Keluar dari sini," tegur Naya sedingin es, tubuhnya sedikit mundur saat pria itu memangkas jarak.

Aksa sama sekali tidak mendengarkan. Pria itu meraih lengan kiri Naya, menarik wanita itu masuk ke ruang istirahat staf yang kebetulan kosong di belakang konter, lalu menutup pintu kayunya rapat-rapat. Ruangan sempit itu berbau karbol yang menyengat, lantainya kotor oleh jejak tanah basah dari luar.

Begitu pintu tertutup, Aksa melepaskan genggamannya. Pria arogan yang selama ini ditakuti, yang memegang kendali penuh atas ribuan nyawa dan triliunan aset Grup Dirgantara, tiba-tiba menjatuhkan dirinya ke bawah.

Brak.

Kedua lutut Aksa menghantam lantai ubin yang kotor dengan suara keras. CEO yang terkenal dengan hati sedingin es itu berlutut tepat di depan ujung sepatu kusam milik Naya.

"Maafkan aku," isak Aksa. Suara baritonnya yang biasa lantang kini hancur berantakan. Pria itu menunduk dalam, kedua bahunya bergetar hebat. "Naya... maafkan aku. Tolong, hukum aku. Pukul aku sekarang juga. Bunuh saja aku sekalian."

Naya tidak bergeming. Dia hanya berdiri mematung, menatap puncak kepala pria itu dengan sorot mata yang sudah sepenuhnya mati rasa. "Berdiri, Aksa. Jangan bertingkah konyol di sini. Jas mahalmu kotor terkena lumpur."

"Aku tidak peduli dengan semua sampah ini!" raung Aksa putus asa. Ia mengangkat wajahnya yang sudah basah oleh air mata. Mata gelapnya yang memerah menatap gips putih yang membalut lengan kanan Naya. "Joko sudah memberitahuku semuanya di ruang interogasi. Bima sudah kutangkap. Aku tahu kebenaran busuk yang terjadi tujuh tahun lalu."

Napas Aksa tersengal-sengal menahan sesak di dadanya. "Aku tahu kamu menyerahkan uang beasiswamu, membiarkan dirimu dihina, dan menanggung semua kebencianku demi menyelamatkan nyawaku dari ancaman pembunuhan Bima. Aku sudah melihat surat pemerasan itu, Naya."

Aksa memberanikan diri meraih telapak tangan kiri Naya, menempelkan tangan yang dingin itu ke pipinya yang basah.

"Kenapa kamu diam saja selama ini? Kenapa kamu membiarkan aku menjadi monster yang buta?!" ratap Aksa penuh penyesalan. "Aku menyiksamu sebulan penuh. Aku memberimu jadwal operasi gila. Aku membiarkan bajingan itu merusak alat bedahmu. Ya Tuhan... apa yang sudah aku lakukan padamu?"

Naya perlahan menarik tangan kirinya dari genggaman Aksa dengan tenaga yang lemah namun pasti. Ekspresinya sama sekali tidak berubah. Sedikit pun tidak ada rasa haru atau belas kasihan melihat pria yang dulu sangat ia cintai kini menangis meraung memohon di bawah kakinya.

"Lalu, apa yang kamu harapkan dariku sekarang, Aksa?" tanya Naya pelan, suaranya mengiris udara dengan aura beku. "Kamu mau aku menangis memelukmu dan bilang semuanya akan baik-baik saja? Kamu mau kita berdamai dan kembali seperti dulu setelah kamu tahu kebenarannya?"

"Naya, kumohon... beri aku satu kesempatan lagi," mohon Aksa dengan suara parau yang menyayat hati. Dia mencoba memeluk lutut Naya, membuang habis semua ego, kekuasaan, dan harga diri yang selama ini ia agungkan. "Aku akan membawa dokter bedah saraf paling hebat dari luar negeri malam ini juga. Aku akan membangun rumah sakit tercanggih yang baru khusus untukmu. Aku akan melakukan apa saja untuk menebus semua kesalahanku. Apa pun itu."

Naya tersenyum tipis. Sebuah senyum pahit yang justru membuat luka di dada Aksa semakin menganga lebar dan berdarah. Wanita itu mengangkat perlahan tangan kanannya yang dibalut gips kaku.

"Tendon fleksor utamaku putus total. Saraf motorik tanganku hancur," bisik Naya telak, menguliti sisa harapan Aksa tanpa ampun. "Tidak ada dokter bedah ajaib mana pun di dunia ini yang bisa menyambungnya kembali normal seratus persen. Tanganku sudah cacat."

Aksa menggeleng kuat-kuat. Tangisannya semakin keras memenuhi ruang istirahat yang sempit itu. "Tidak, Naya. Pasti ada cara. Uangku bisa membeli teknologi medis apa pun. Pasti bisa sembuh."

"Pisau bedah adalah nyawaku, Aksa," lanjut Naya datar, mengabaikan racauan panik pria itu. "Itu adalah mimpiku sejak kita masih sama-sama belajar anatomi di kampus dulu. Dan, kamu merenggutnya secara permanen. Kamu memaksaku memegang alat rongsokan itu dan mengancam memenjarakanku."

Naya mundur satu langkah, melepaskan pelukan Aksa dari kakinya. Tidak ada setetes pun air mata yang jatuh dari pelupuk matanya. Semua cadangan air matanya sudah habis tak tersisa.

Naya membalikkan badan, berniat meninggalkan Aksa yang masih tersungkur tak berdaya di lantai kotor. Pria itu sudah hancur, dan Naya tidak punya sisa tenaga untuk peduli lagi.

Namun, tepat sebelum jemarinya menyentuh gagang pintu, Naya menoleh dari balik bahunya. Ia menatap sisa-sisa kehancuran sang CEO arogan untuk terakhir kalinya.

"Tujuh tahun lalu aku mengorbankan mimpiku agar kau hidup, Aksa. Tapi, kau sendiri yang membunuh sisa hidupku," ucap Naya telak, memalingkan wajah.

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!