NovelToon NovelToon
Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:49.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.

Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.

Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.

Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.

Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?

"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JDPDK Bab 16 - Biar Saja Dia Tinggal Di Sana

Klik!

Pintu apartemen terbuka dan memperlihatkan sosok Bryan yang berdiri di sana. Ia mengenakan kaus hitam dan celana panjang berwarna gelap. Penampilan sekarang sangat berbeda dengan biasanya yang terlihat formal, untuk sejenak Alicia menatapnya tanpa kedip. Sebagai pecinta pria tampan ia merasa terpesona.

'Astaga Alicia! Sadar sadar! Dia itu siluman harimau,' batin Alicia menyadarkan dirinya sendiri.

Sementara Bryan menatap gadis itu dengan sorot matanya yang dingin seperti biasa.

'Lihatlah wajahnya yang dingin itu? Apa dia tidak pernah belajar tersenyum sejak lahir? Kalau terus-terusan menatap orang seperti itu, lama-lama bisa membuat orang terkena serangan jantung!' batin Alicia lagi.

"Masuk," titah Bryan singkat.

Tanpa basa-basi, Bryan berbalik dan berjalan meninggalkan pintu yang masih terbuka.

Alicia terdiam selama beberapa detik, Ia menatap punggung Bryan dengan bibir mengerucut, merasa sedikit kesal karena bahkan untuk menyambut tamu pun laki-laki itu tidak memiliki keramahan sedikit pun.

Namun mengingat siapa orang yang sedang dihadapinya, Alicia akhirnya menahan diri. Ia melangkah masuk, lalu menutup pintu apartemen dengan hati-hati sebelum mengikuti Bryan dari belakang.

Apartemen ini terasa begitu sempit bagi Alicia, membuatnya tak leluasa untuk bernafas. Entah luas apartemennya yang bermasalah, atau gara-gara ada sang dosen di sini.

Setibanya di ruang tengah, Alicia langsung buka suara.

"Maaf, Pak." Alicia berhenti beberapa langkah dari meja, "Apa saya membuat Bapak menunggu?" tanya Alicia kemudian, entahlah tiba-tiba kalimat ini terucap begitu saja, Alicia hanya tak ingin disalahkan.

"Tidak." Jawab Bryan begitu singkat, hingga Alicia tidak tahu harus menanggapi dengan kalimat apa.

Tapi rasanya mulut Alicia gatal sekali jika tidak bicara dan menjelaskan. "Bapak hanya mengatakan bahwa saya harus datang malam ini. Bapak tidak memberitahu secara pasti jam berapa saya harus datang, jadi saya memutuskan untuk datang sekarang." Jelas Alicia. "Saya juga tidak ingin datang terlalu malam, karena besok saya masih harus kuliah."

Bryan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Alicia dari atas sampai bawah, melihat jaket yang dikenakannya karena terlihat begitu mencolok. Bryan jelas tahu bahwa jaket itu adalah milik seorang pria, dan ia pun bisa menebak bahwa sebelum datang ke sini Alicia pasti berkumpul dengan teman-temannya.

"Aku tidak bertanya tentang alasanmu datang jam 8 malam," balas Bryan.

Alicia terdiam. 'Ih menyebalkan sekali. Harusnya aku memang diam saja, mulutku ini benar-benar tidak bisa diajak bekerja sama!'

"Duduklah," titah Bryan kemudian. "Buka bukumu."

Alicia segera duduk di hadapan Bryan, Ia membuka tas kecil yang dibawanya, mengeluarkan buku catatan serta buku pengantar manajemen bisnis yang tadi sempat Alicia masukkan sebelum berangkat.

"Perhatikan baik-baik. Mulai malam ini, aku akan membantumu memahami materi manajemen bisnis yang akan kamu pelajari di kampus."

Alicia mengangkat wajah hingga tatapan mereka kembali bertemu. "Baik, tapi sebenarnya saya bisa belajar sendiri. Bapak tidak perlu repot-repot membimbing saya secara langsung seperti ini."

"Andai Annie tidak memohon, aku juga sebenarnya tidak sudi."

Alicia tercengang, jawaban Bryan itu benar-benar membuat hatinya tersentak. 'Benar-benar mulut tanpa saringan,' batin Alicia. Ia menelan ludah dengan kasar.

"Sekarang buka halaman dasar-dasar manajemen."

Alicia segera membalik beberapa halaman bukunya. Setelah menemukan bagian yang dimaksud, ia meletakkan telunjuk di bawah judul bab dan Bryan pun mulai menjelaskan materi tersebut.

Berbeda dengan sikap dinginnya ketika berbicara sehari-hari, kini Bryan menjelaskan semuanya dengan runtut dan jelas.

Bryan membahas pengertian manajemen, fungsi-fungsi dasar manajemen, serta bagaimana sebuah perusahaan mengatur sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sesekali Bryan menuliskan poin-poin penting di selembar kertas, kemudian meminta Alicia mencatatnya. Ia juga memberikan contoh sederhana mengenai sebuah perusahaan yang mengalami penurunan penjualan, lalu menjelaskan bagaimana seorang manajer harus menganalisis masalah sebelum mengambil keputusan.

Dan Alicia menerima semua itu dengan hati yang tak tenang, masih saja berpikir bagaimana caranya untuk segera kabur dari keadaan ini. Sungguh, Alicia benar-benar tak suka dengan sesuatu yang monoton seperti ini.

"Sekarang, aku akan mengujimu," ucap Bryan tiba-tiba.

Alicia yang sedang menuliskan kalimat terakhir langsung mengangkat kepala. "Hah?"

"Letakkan pulpennya. Dengarkan pertanyaanku."

Deg! Alicia menelan ludah.

"Apa yang dimaksud dengan manajemen?"

Alicia langsung membuka mulut. "Manajemen adalah..." Alicia terdiam.

Matanya bergerak ke kanan dan kiri mencari jawaban. Beberapa menit sebelumnya, Bryan memang sudah menjelaskan pengertian tersebut dengan terperinci. Tapi sekarang Alicia benar-benar lupa, juga gugup karena rasanya seperti ujian kelulusan.

"Manajemen adalah, manajemen adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer untuk... untuk ..." Alicia mengerutkan kening berusaha mengingat kalimat yang tadi sempat ia catat. "Untuk mengatur sesuatu agar menjadi lebih baik? iya kan?"

Bryan tidak memberikan tanggapan, tatapannya yang tajam membuat Alicia semakin gelisah.

Dan Alicia buru-buru menambahkan jawabannya, berharap kalimat berikutnya bisa menyelamatkan dirinya dari penilaian buruk. "Maksud saya, untuk mengatur perusahaan supaya berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan."

Bryan terdiam, benar-benar tak puas dengan jawaban tersebut. Bryan memejamkan mata sesaat dan Alicia langsung menegang melihatnya.

'Matilah aku! Dia pasti sedang menahan diri agar tidak melempar buku itu ke wajahku.' batin Alicia.

Namun ketika Bryan kembali membuka mata, laki-laki itu hanya mengembuskan napas pelan.

"Apa saja fungsi dasar manajemen?" tanya Bryan lagi.

Alicia kembali berusaha mengingat, tapi berpikir di bawah tatapan dosen killer sangatlah sulit. Seluruh pengetahuan itu seolah mendadak berlarian meninggalkan kepalanya.

Lebih parahnya lagi, Bryan selalu menatapnya seakan sedang menunggu kesalahan sekecil apa pun untuk dikoreksi.

Bagaimana mungkin Alicia bisa berkonsentrasi dalam keadaan seperti ini?

"Perencanaan, em pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan," jawab Alicia setelah berpikir beberapa saat.

"Jelaskan fungsi perencanaan."

"Pak, jangan tanya terus. Aku bisa mati sesak jika seperti ini," balas Alicia dengan cepat.

"Apa kamu selemah itu?"

"Maksudku bukan seperti itu, tapi... Sekarang sudah hampir jam 10 malam. Sudah waktunya aku pulang."

"Tidak usah pulang, malam ini kamu menginap di sini."

"APA?!" tanya Alicia, mendelik dan berteriak sekaligus.

Sementara Bryan justru tidak menanggapi keterkejutan Alicia dan justru mengambil ponselnya, ia menelpon seseorang dan mengatur loud speaker hingga Alicia bisa mendengar.

"Bryan, ada apa Nak? Malam-malam begini menelpon Tante," ucap mom Aluna dan Alicia jelas sangat mengenal suara itu. Mulut Alicia seketika membisu, bingung, takut dan gelisah. Alicia benar-benar tak bisa menebak apa yang akan dilakukan Bryan setelah ini. Sementara Alicia harus selalu menyimpan rapat-rapat rahasia malam itu.

"Tante, malam ini Alicia akan menginap di apartemenku. Aku hanya punya waktu saat malam untuk membimbingnya," ucap Bryan.

"Ya ampun, terima kasih Bryan. Jika kamu mengizinkan, biar saja dia tinggal di sana."

Ha? Alicia benar-benar tercengang.

"Baik, Tante," balas Bryan dan memutus sambungan telepon tersebut. Ia meletakkan ponselnya di atas meja dan menatap Alicia lekat. "Sudah dengar kan? Jika ingin pergi dari apartemen ku, pastikan otakmu sudah terisi."

'TIDAK!!' pekik Alicia di dalam hati.

1
Tuti Tyastuti
𝘵𝘢𝘬 𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘫𝘪𝘵𝘢𝘬🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘪 𝘭𝘪𝘤𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵💪😂
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘭𝘰𝘩 𝘢𝘭𝘪𝘤😂😂
Tuti Tyastuti
𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘥𝘢𝘷𝘪𝘰𝘯 𝘥𝘢𝘩😂😂
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘤 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵😂😂
*Septi*
yakin ? 🤭
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪👍👍👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍💪💪👍👍👍👍👍
Margaretha Indrayani
apa yang bakal diterima alivia ya karena telat datang meapartemen bryan?
Margaretha Indrayani
bukan masalah dion, tapi takut bryan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tika
emang mencurigakan...
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
Ass Yfa
ya nggk mngkin jujur kan mau ketemu pak dosen Bryan🤣
Tika
ini termasuk masalah gak?
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭
isni afif
😍😍🤩🥰😘🥰🤩🤩
isni afif
lanjut kak.
Sri Rahayu
kena marah ga ya Alicia 😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
betul kt Dion... Alicia emang sering bikin masalah...skrg masalahnya ma Dosen Bryant 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Eka ELissa
nah...loh ...di hukum lngsung kmu Al....ma siluman harimau 🤣🤣🤦
Eka ELissa
Al kmu bikin orang suka bingung dan bikin syok tau GK....sbntar ke cini sbntar ke cono 🤣🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!