NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Naga Emas Taichu

Selama sebulan penuh, Kota Suci Tianyu menutup diri dari dunia luar.

Tabir pelindung emas diaktifkan hingga batas tertinggi. Semua pesan dan kapal dagang dari Ibu Kota Suci Taichu ditolak tanpa terkecuali. Atas perintah mutlak Putri Mahkota Shen Ziyue, Tianyu berubah menjadi benteng tertutup.

Namun, tidak seorang pun mengetahui bahwa di balik ketenangan itu, perbendaharaan rahasia dan urat kristal kosmik Tianyu sedang dikuras habis-habisan.

Jauh di bawah istana, ruang alkimia rahasia yang dahulu dipenuhi ribuan ton kristal energi kini hanya menyisakan lautan abu.

Di tengah lautan abu tersebut, Lin Xuan duduk bersila.

Tubuhnya memancarkan cahaya perak pekat yang berdenyut seperti bintang sekarat. Inti Logam Kosmik yang direbutnya dari Penjara Dimensi Hampa telah sepenuhnya melebur ke dalam tubuhnya.

Jutaan sel di dalam tubuhnya mengalami perubahan besar.

Pada Level 10, tubuh Lin Xuan telah menguasai daya tarik yang mengerikan. Kini ia berusaha melangkah lebih jauh dengan melahirkan daya tolak yang mampu menentang segala sesuatu.

Namun, tubuhnya mulai mencapai batas.

Setetes keringat mengalir dari pelipisnya. Bukan air, melainkan cairan logam panas yang jatuh ke lantai dan langsung melelehkan batu.

Tubuh Lin Xuan tiba-tiba bergetar hebat.

Retakan halus muncul di lengannya. Cahaya putih menyilaukan menyembur dari dalam tubuhnya, membawa daya hancur yang begitu ganas hingga ruang di sekitarnya ikut bergetar.

Rasa sakit merobek jiwa dan raganya sekaligus.

"Tahan, Tuanku!"

Suara Hun Yuan terdengar dari dalam bayangan.

"Jangan memaksanya. Daya tolak ini terlalu ganas. Tubuhmu belum memiliki penyeimbang. Jika terus memaksa menerobos Level 11, tubuhmu akan hancur."

Lin Xuan menggertakkan gigi.

Ia tahu Hun Yuan benar.

Tungku Daging telah menyerap terlalu banyak tenaga. Untuk menerobos Level 11, ia membutuhkan sesuatu yang mampu menyeimbangkan kekuatan di dalam tubuhnya.

Sebuah harta purba.

Atau benda langka yang memiliki asal-usul luar biasa.

"Berhenti."

Dengan satu kehendak, Lin Xuan memutus aliran perubahan di dalam tubuhnya.

Retakan pada kulitnya perlahan menutup. Cahaya perak yang menyelimuti tubuhnya meredup, meninggalkan aura yang jauh lebih berat dan purba daripada sebelumnya.

Lin Xuan membuka mata dan mengembuskan napas panjang. Kabut panas keluar dari mulutnya dan langsung menguapkan abu di hadapannya.

"Puncak Level 10. Tinggal setengah langkah menuju Level 11."

Ia mengepalkan tangan.

Meski belum berhasil menerobos, kekuatannya telah meningkat pesat. Dibandingkan saat ia menghancurkan lengan Shen Wu sebulan lalu, kekuatan satu pukulannya kini setidaknya lima kali lebih dahsyat.

Krek.

Pintu ruang alkimia terbuka.

Sesosok wanita dengan gaun sutra berbintang berjalan masuk.

"Xuan!"

Shen Ziyue bergegas menghampirinya tanpa memedulikan hawa panas yang masih memenuhi ruangan. Begitu sampai, ia langsung memeluk Lin Xuan dan melingkarkan kedua tangannya di lehernya.

Aroma teratai kosmik memenuhi udara.

"Kau berada di sini selama sebulan penuh," bisik Ziyue. "Aku sudah menyingkirkan semua tetua yang suka mengganggumu. Bagaimana hasilnya?"

Lin Xuan menatap mata biru sang putri yang dipenuhi kasih sayang sekaligus kegilaan yang sulit disembunyikan.

"Setengah langkah. Aku masih membutuhkan sesuatu untuk menyempurnakannya."

Tangannya melingkar santai di pinggang Ziyue.

"Terima kasih sudah melindungiku."

Mendengar itu, mata Ziyue langsung berbinar.

Ia adalah Putri Mahkota Kekaisaran Taichu. Jutaan jenius bahkan tidak berani menatapnya secara langsung. Namun di hadapan Lin Xuan, seluruh kebanggaan itu seolah lenyap.

Ia hanya membiarkan dirinya berada dalam pelukan pria tersebut tanpa sedikit pun perlawanan.

Sayangnya, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Terompet perang mengguncang seluruh Kota Suci Tianyu.

Bukan hanya satu. Belasan terompet meraung bersamaan hingga seluruh istana bergetar.

Senyum Ziyue seketika lenyap. Wajahnya kembali dingin.

"Siapa yang berani merobek pertahananku?"

Lin Xuan berdiri dan menoleh ke arah perbatasan kota.

"Sepertinya anjing penjaga Taichu datang lagi."

Mereka segera meninggalkan ruang bawah tanah dan muncul di atas Menara Penguasa.

Pemandangan di langit membuat seluruh prajurit Tianyu terkejut.

Formasi pelindung emas telah robek.

Dari balik awan, sebuah kereta perang raksasa melesat turun. Dua Naga Kosmik bersisik emas menariknya dengan kecepatan seperti meteor. Api suci menyembur dari mulut mereka dan memaksa para Ksatria Emas Tianyu mundur.

Di atas kereta berdiri seorang pemuda yang sangat tampan.

Ia mengenakan mahkota naga dan zirah sisik emas. Tekanan yang terpancar dari tubuhnya telah mencapai puncak Kaisar Hukum Suci, bahkan membuat aura Jenderal Lie Yan dan Shen Wu terasa jauh lebih rendah.

"Pangeran Long Chen." Tatapan Ziyue dipenuhi rasa jijik.

"Siapa dia?"

"Pewaris darah Naga Emas Taichu," jawab Ziyue dingin. "Dia berasal dari faksi bangsawan paling sombong di Ibu Kota."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan,

"Dan orang bodoh yang terus menganggap dirinya tunanganku hanya karena perjanjian lama antara keluarga kami."

Di langit, Long Chen mengangkat tangannya.

Kereta naga berhenti tepat di atas istana.

Suara Long Chen menggema ke seluruh kota, diperkuat oleh raungan kedua naga emas.

"Ziyue! Calon Permaisuriku!"

"Apa maksudmu dengan menutup Tianyu dariku?"

"Aku baru kembali dari medan perang dan justru mendengar bahwa kau mengusir Tetua Cang Ming demi melindungi seorang manusia tanpa Qi!"

Tatapan Long Chen menyapu Menara Penguasa.

Namun sesaat kemudian, tubuhnya membeku.

Di balkon, ia melihat Ziyue berdiri begitu dekat dengan seorang pria berambut perak.

Tangan pria itu berada di pinggang Ziyue.

Yang lebih membuat darahnya mendidih adalah sang putri sama sekali tidak menolak. Sebaliknya, Ziyue justru bersandar kepadanya.

Mata Long Chen seketika memerah.

Api naga membakar pupilnya.

"Kau!" Raungannya mengguncang langit. "Singkirkan tangan kotormu dari wanitaku!"

Jarinya menunjuk Lin Xuan.

"Semut...Berani-beraninya kau menodai calon istriku!"

Wajah Ziyue langsung berubah dingin. Ia melangkah maju dan berdiri di depan Lin Xuan.

"Jaga mulutmu, Long Chen." Cahaya Pemusnah menyala di matanya. "Aku bukan milikmu. Jika kau berani menghina Komandanku sekali lagi, aku akan memotong lidah nagamu."

Para prajurit Tianyu menahan napas.

Putri Mahkota baru saja membela seorang pria di hadapan tunangannya.

Bagi Long Chen, penghinaan itu tidak tertahankan.

Selama ribuan tahun, ia bahkan tidak pernah diizinkan menyentuh tangan Ziyue. Namun kini, seorang manusia berdiri begitu dekat dengannya dan bahkan berani meletakkan tangan di pinggang sang putri.

Amarah membakar pikirannya.

Long Chen menarik tombak naga dari punggungnya.

Boom!

Aura naga emas meledak dan menekan seluruh pelataran.

"Putri ini pasti telah terkena pengaruh jahat!"

"Tentu manusia rendahan itu menggunakan seni iblis untuk memperdayanya!"

Ia melompat turun dari kereta. Tombaknya menghantam lantai kristal hingga retak.

"Keluar dari bayang bayang Ziyue!" Ujung tombaknya menunjuk tepat ke arah Lin Xuan. "Jika kau memang seorang pria, turun dan lawan aku!"

"Aku, Long Chen, pewaris Naga Emas Taichu, menantangmu dalam Duel Hidup dan Mati!"

"Akan kuremukkan tulangmu di hadapan seluruh Tianyu dan kutunjukkan kepada Ziyue bahwa kau hanyalah semut yang tidak layak berdiri di sisinya!"

Ziyue hendak bergerak, tetapi sebuah tangan menahan pundaknya.

"Biarkan aku." Lin Xuan melangkah ke tepi balkon.

Jubah putihnya berkibar diterpa angin.

Ia memandang Long Chen dengan tenang. Tidak ada amarah di wajahnya, hanya senyum dingin yang perlahan muncul di sudut bibirnya.

Setengah langkah menuju Level 11 telah membuat darahnya mendidih. Ia memang membutuhkan seseorang untuk menguji kekuatan tubuh barunya.

Tatapannya kemudian berhenti pada tombak naga di tangan Long Chen.

"Naga Emas?" Lin Xuan tersenyum tipis. "Kebetulan aku sedang mencari tulang naga untuk bahan obat."

Tatapannya turun dari kepala hingga kaki Long Chen.

"Kalau begitu, mari kulihat apakah tulangmu sekuat kesombonganmu."

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!