Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah widya
Keesokan harinya saat mas Andra mengantarkan ku ke kampus, aku mulai bertanya ke mas Andra
" mas, ada yang mau cahaya bilang tapi mas Andra jangan marah ya??" tanyaku
" apaan ya?? Tergantung dulu apa pertanyaan nya." jawab nya.
" gini mas, ada teman nya cahaya minta di kenalin ke mas Andra namanya Rasmi. Tapi anak nya cantik koq mas, menurut cahaya perfecto. Mas Andra belum punya pacar kan?? Kalau mas Andra udah punya pacar nanti Aya bilang ke Rasmi kalau mas Andra udah punya pacar." tanyaku.
" hmmm menurut kamu mas Andra udah punya pacar belum? " tanya mas Andra.
" ya mana cahaya tau mas, kalau di lihat dari wajah mas Andra sih gak mungkin mas Andra belum punya pacar." jawab ku
" nah itu tau jawaban nya, tapi gak papa sih kalau teman kamu mau kenal sama mas. Ya jodoh kan di tangan tuhan siapa tau pacar mas sekarang bukan jodoh mas kan, ya siapa tau teman kamu yang jodoh mas, atau bisa jadi kamu yang jodoh mas." ucap mas Andra sambil tertawa
" hahahaha, apaan sih mas Andra lelucon nya garing banget. Kalau sama cahaya ya gak mungkin lah mas ibarat nya seperti langit dan bumi kalau sama cahaya mas." jawab ku
"langit nya siapa??" tanya mas Andra
" ya mas Andra lah, gak mungkin cahaya" jawabku dengan tertawa.
mas Andra pun tertawa dengan lepas, baru kali ini melihat mas Andra tertawa dengan lepas.
Di parkiran Rasmi sudah menunggu kami, begitu mobil mas Andra datang Rasmi langsung keluar dari mobil dan melambaikan tangan nya padaku.
Aku pun keluar dari mobil sambil melambaikan tangan.
lalu ku bisikkan ke mas Andra.
" itu mas teman cahaya, cantikkan??"tanyaku
" hmm lumayan lah, 85" jawabnya
" kalau dia 85, terus aku yang remahan rengginang ini berapa mas? 50 donk??" Jawabku
Mas Andra pun tertawa.
" Mi kenalin ini namanya mas Andra, di anak sahabat ibu aku" ucapku ke Rasmi.
" halo, Andra, gak perlu nama lengkapkan?" jawab mas Andra sambil bercanda
" Rasmi mas, Theresia Rasmi Nainggolan" jawab Rasmi.
" hmmm.. Andra Syahputra." jawab mas Andra
Lalu mereka pun berbicara, seolah olah aku penjaga nyamuk nya disini. Setelah mereka berdua bertukaran nomor Handphone mas Andra permisi pulang.
" Ya, mas pulang dulu ya, nanti nyonya indah merepet ngantar cahaya koq lama kali." ucap mas Andra
" Nyonya indah.. Mama. Itu mama mas Andra" jawab ku.
sambil tertawa mas Andra masuk ke mobil nya.
Di sisi lain, aku melihat Rasmi terdiam seperti patung setelah kepergian mas Andra.
" haiii...haalooo" godaku ke Rasmi
" eh, ramah banget ya mas Andra itu." jawab Rasmi
" iya mas Andra ramah banget, beda jauh sama adeknya mas Ryan. Eh mi, tapi kamu jangan berharap jauh dulu ya, mas Andra katanya udah punya pacar" jawab ku
" pastilah orang secakep itu gak mungkin gak punya pacar" ucap Rasmi
" lah kamu, cakep tapi gak punya pacar." jawabku
" siapa bilang aku gak punya pacar?? Pacar ku di kampung ada koq" jawabnya
"apa??? Jadi kenapa kamu minta kenalin ke mas Andra?? Lah kenalan aja kan gak apa apa, toh suatu saat nanti kalau mas Andra milih aku, aku akan putusin pacar ku dan kalau perlu aku log in ke agama nya ams Andra juga gak apa apa" jawab Rasmi
" Gila kamu Mi, gak waras" jawabku sambil tertawa.
" enak aja bilang aku gila" ucap rasmi sambil mencubit pipiku
Di dalam kelas Widya dan Rani sudah duduk di bangku mereka.
" guys, kalian harus cobain masakan nya ibu cahaya. Itu enaaaakkk banget" ucap Rasmi
" iihh, koq gak ajak ajak kami sih ke rumah cahaya" ucap Rani sambil ngambek dengan suara cempreng nya.
" aku tadi malam antar cahaya pulang loh lalu ditawarin makan di warung ibu nya cahaya."ucap Rasmi
" yaudah nanti setelah kelas selesai kita makan di rumah ku ya, biar adil. " jawabku
" tapi harus bayar ya" ucap Rasmi sambil tertawa.
Kelas pun di mulai, anak anak mengikuti pelajaran dengan serius. Tapi ada yang aneh kali ini, Widya yang biasanya rajin bertanya, rajin menjawab pertanyaan dosen. hari ini lebih banyak diam. Aku perhatikan Widya lebih banyak melamun. Ada apa dengan Widya dalam hatiku.
pada saat istirahat, Rani dan Rasmi pergi ke kantin. Aku yang memang tidak pernah menginjakkan kaki di kantin lebih suka di dalam kelas membaca buku sambil menikmati bekal yang di bawakan ibuku. Kali ini Widya juga tidak ikut ke kantin, dia hanya menundukkan kepala nya di atas meja.
Aku pun menghampiri Widya.
" Wid, kamu kenapa?? Aku lihat kamu dari tadi diam aja, kamu juga gak konsentrasi saat belajar." tanya ku
dengan terkejut Widya mengangkat kepalanya, ada buli bulur air mata yang keluar dari sudut matanya.
" kamu nangis?" tanyaku
" nggak, ini cuma kena debu aja jadi perih" jawabnya
" kamu kalau ada masalah, cerita aja Wid. Kamu bisa koq mempercayai aku, aku gak akan cerita ke anak anak" jawabku
"gak ada koq Ya, aku gak apa2. Ada beberapa masalah, tapiaku bisa atasin koq." jawabnya
" yaudah kalau kamu butuh teman cerita kamu jangan sungkan sungkan cerita ke aku ya, siapa tau aku bisa bantu mecahin permasalahan kamu" jawabku lagi
Widya pun mengangguk dan tersenyum
" ingat ya Wid, kita ini anak perantauan jauh dari keluarga, jadi karena kita ini sahabat, kita juga keluarga, kalau ada masalah yang di hadapi keluarga keluarga yang lain harus menolong " jawabku lagi.
" iya ya. Makasih ya Ya." ucap widya
Jam pelajaran pun di mulai lagi. Semua mengikuti pelajaran dengan serius. semua anak anak berasal dari berbagai kota. Semua berjuang agar mendapatkan hasil ujian yang baik agar tidak di DO Karena kampus ini merupakan universitas negeri.
Sepulang kuliah, kami menaiki mobil Rasmi menuju rumah ku, sementara itu kereta nya Widya di tinggal di kampus. Ternyata perubahan Widya di perhatikan juga oleh Rasmi
"Wid, kamu kenapa sih dari tadi koq diam aja?? Biasanya kamu tuh, setiap ada kata kata aku yang salah langsung kamu protes, kamu masukkan tuh menurut hukum ini pasal ini, sampe aku ngira kamu tu salah masuk fakultas harusnya kamu ambil hukum bukan ekonomi." ucap Rasmi sambil bercanda
"gak apa apa koq" jawab Widya.
Lalu Rani mencolek Widya.
" sory Wid, kita sahabat jadi Rasmi dan cahaya juga harus tau masalah kamu Wid. Siapa tau mereka ada solusi Wid" ucap Rani
" gengs, Widya lagi ada masalah. Kemarin dia. Cerita ke aku. Kayaknya Widya mau berhenti kuliah." ucap Rani
" apa??" ucap Rasmi dan aku bersamaan
" belum ada sebulan kita kuliah kamu mau berhenti Wid? Tanya Rasmi.
Air mata Widya pun langsung membanjiri pipinya. Dan Widya pun mulai bercerita.
" sebenernya, saat aku di terima jalur prestasi disini aku bimbang, apakah aku terima atau tidak. Ayahku di kampung cuma seorang petani, adik adik ku ada lima mereka masih bersekolah. Tadinya aku sepulang sekolah membantu mencari nafkah membantu cuci piring di warung dekat rumahku. Tapi semenjak aku kuliah disini, aku gak bekerja lagi karena jadwal kuliah kita yang padat. memang uang sekolah adek adek ku gratis, tetapi semua sekarang perlu biaya, semenjak aku tidak membantu mencari nafkah keuangan keluargaku mulai goyang. Kemarin ibu nelpon, kalau ayah ku sakit. Sudah 3 hari ini tidak bekerja. Ibu bilang gak perlu memikirkan nya, ibu bisa mengatasinya. Tapi aku tau pasti berat untuk ibu. Bahkan untuk uang kos ku bulan depan aku gak tau darimana lagi harus cari uang. Karena untuk bayar uang koq ku kemarin adalah uang tabungan ku selama ini aku bekerja ku sisihkan sedikit sedikit.
Rasmi pun menghentikan mobilnya, lalu melirik kebelakang menatap Widya.
" Masalah sebesar ini, kamu pendam sendiri?? Kamu nggak menganggap kami sahabat mu??" ucap Rasmi dengan emosi
" maaf, aku takut kalian tidak mau berteman lagi dengan ku kalau kalian tau aku anak orang miskin, aku tidak secantik kamu Rasmi, cahaya, dan aku juga tidak seenerjik Rani gak ada yang bisa di banggakan dari diriku, hitam, gemuk, miskin gak ada yang menarik dari diriku. Aku takut kalau masalah ku malah membuat kalian menjauhiku" ucap Widya sambil menangis.
"kamu pintar Wid, semua manusia punya kelebihan dan kekurangan. Kamu gak hitam koq hanya sawo matang. Iya kan mi?"ucapku
" iya, siapa bilang kamu jelek, kamu itu manis dan yang terpenting kamu baik dan otak kamu itu jenius." ucap Rasmi
"Aku bahkan pingin pintar seperti kamu wid, tapi segala les udah aku ikutin tapi otak ku ini suka over load" jawab Rani lagi.
Rasmi pun melajukan mobil nya ke rumahku.
Sesampainya di rumah, ibu menyiapkan makanan untuk kami. kali ini kami tidak di warung kami hanya duduk duduk di teras rumah.
" kamu tau Wid, ini bukan rumah ku, aku dan ibuku di suruh menempati rumah ini oleh teman ibuku. Kami boleh bebas tinggal sampai kapanpun di rumah ini. Kalau bukan karena kebaikan teman ibuku, aku juga gak akan tau tinggal dimana, kamu kalau mau bisa tinggal disini denganku, nanti aku akan ke rumah ibu indah siapa tau dia kosan nya ini ada pekerjaan sambil kuliah untuk kamu wid" ujarku
" terimakasih ya Cahaya" ujar Widya.
" nah, biar kalian menghemat ongkos aku akan antar jemput kalian setiap pagi dan sore" ujar Rasmi
" gak usahlah mi, nanti kami jadi ngerepotin kamu. Dari depan sini bisa koq naik angkot ongkos cuma 2 RB untuk anak kuliah" ujar ku ke Rasmi
" bener kan Wid, kalau kamu pendam sendiri kamu nanti bisa gila, karena ini sudah cerita jadi ada solusi kan?? Ujar Rani
setelah selesai makan, kami pun tertidur di ruang tamu. Saat adzan maghrib ibu membangunkan kami dan menyuruh kami melaksanakan shalat. Sementara Rasmi hanya melihat kami melaksanakan shalat Maghrib. Setelah shalat, Widya, Rani dan Rasmi permisi kepada ibu untuk pulang. Rumah pun menjadi sepi kembali. lalu tiba tiba suara dering hp berbunyi. Di layar bertuliskan mas Andra
"halo mas?? " jawabku
" Ya, mulai besok mas Andra gak bisa antar kamu ke kampus karena mas Andra harus balik ke Jakarta" jawab mas Andra
" owh iya mas, gak papa mas. Koq tiba tiba mas?? Bukan nya Minggu depan?? Tanyaku"
" iya, ada urusan ya, Ryan juga besok berangkat. Jadi biar satu penerbangansih, sama mama juga ikut ada urusan di jakarta. Ini mau minta tolong ke kamu, karena semua pada pergi putri kan sendirian. Jadi kata mama bisa gak kamu nemenin putri sampai mama pulang " tanya mas Andra.
" owh, bisa lah mas besok sepulang kuliah cahaya kesana ya mas" jawabku
" eh ini mama mau bicara ya" ucap mas Andra
" halo cahaya" ucap Bu indah
" iya Bu?" jawabku
" ibu bisa kan minta tolong ke kamu nemenin putri di rumah." jadi 3 hari ini kalian tidur aja disini. Biar rumah ini rame putri gak kesepian.tutup aja warung 3 hari ini bilang ke. Ibu ya, cahaya. itu di kamar kalian kemarin ada pakaian pakaian ibu yang udah gak ibu pakai lagi, itu buat kamu aja cahaya, mode dan kualitas nya juga masih bagus bagus koq." Ujar Bu indah
" oh iya Bu, nanti cahaya sampaikan ke ibu, terimakasih banyak ya Bu, cahaya pasti suka baju bajunya Bu." Ucapku
" yaudah ini ibu lagi packing packing, besok kamu langsung kemari aja ya assalamualaikum" ucap Bu indah
" iya Bu, waalaikumsalam" jawabku.