SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Jembatan gantung dan?
BAB 16: "JEMBATAN GANTUNG & JEBAKAN SEKTOR 4"
Matahari pagi menyingsing menyakiti dinginnya Hutan Pinus Giri Kusuma, menyapu kabut tipis yang menyelimuti perkemahan. Pengeras suara panitia memanggil seluruh peserta survival game untuk berkumpul di lapangan utama. Masing-masing kelompok dibekali satu kompas, peta jalur resmi, serta bendera penanda yang harus ditancapkan di tiap pos kontrol.
Aira berdiri di barisan Kelompok 1, membetulkan letak sarung tangan taktisnya. Di sampingnya, Langit sedang memeriksa ulang peralatan navigasi dan isi tas medis darurat. Valerie tampak berdiri di barisan kelompok lain yang berjarak tak jauh, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan konspirasi licik.
"Dengar semuanya!" seru Pembina OSIS dengan suara tegas. "Jalur survival game hari ini hanya mencakup Sektor 1 sampai Sektor 3. Sektor 4 adalah area terlarang! Siapa pun yang nekat menyeberang ke Sektor 4 akan langsung didiskualifikasi dan dikenakan sanksi berat!"
Aira menyeringai kecil. Aturan sekolah hanyalah formalitas di mata orang-orang yang berniat berbuat kriminal.
"Aira, pegang peta ini," kata Langit seraya menyodorkan lembaran peta berlaminasi pada Aira. "Gue bakal jalan di depan buat buka jalan. Lu di tengah, dan Kenzo di barisan paling belakang."
"Siap, Bos Diktator," sindir Aira santai, mengambil peta dari tangan Langit.
Permainan dimulai. Peluit berkumandang kencang, dan puluhan kelompok mulai melesat masuk menembus jalur setapak hutan pinus yang berundak-undak.
Awalnya, perjalanan berlangsung lancar. Kelompok 1 berhasil melewati Pos 1 dan Pos 2 tanpa kendala berarti. Namun, begitu memasuki area perbatasan antara Sektor 3 dan Sektor 4 yang melintasi sungai deras dengan jembatan gantung kayu tua, situasi mendadak berubah keruh.
SREEEKKK!
Sebuah suar asap darurat berwarna merah menyala mendadak membumbung tinggi dari balik jurang Sektor 3 bagian barat. Suara jeritan histeris murid cewek memecah kesunyian hutan.
"Tolong! Ada yang jatuh ke jurang! Tolong!" teriak suara yang sangat familiar dari kejauhan—suara Valerie.
Kenzo langsung memasang posisi siaga. "Itu suara Valerie! Kayaknya ada anggota kelompok dia yang terperosok!"
Langit mengerutkan keningnya, insting kepemimpinannya sebagai Ketua OSIS langsung terpanggil. "Kenzo, lu cek ke lokasi suar asap. Bawa perlengkapan tali dari tas gue!"
"Siap, Langit!" Kenzo menyambar tali karmantel lalu berlari kencang menuju sumber asap merah di bagian barat.
Kini, di sekitar area jembatan gantung kayu yang sepi, hanya tersisa Langit dan Aira. Suasana mendadak menjadi sangat hening—terlalu hening untuk ukuran jalur yang seharusnya dilalui banyak kelompok peserta.
Aira meraba kompas di saku celananya, lalu melirik ke arah papan peringatan “DILARANG MASUK – SEKTOR 4” yang kawat pembatasnya tampak sudah dipotong secara sengaja dari luar.
"Jebakan murahan," gumam Aira pelan.
"Shena, jangan jauh-jauh dari gue," bisik Langit, suaranya mendadak berubah sangat rendah dan berbahaya. Matanya yang tajam menyapu semak-semak lebat di seberang jembatan gantung.
Tiba-tiba, dari balik pepohonan di seberang jembatan gantung, bermunculan belasan pria bertubuh tegap dengan wajah tertutup kain hitam. Mereka membawa balok kayu, rantai besi, dan pisau lipat yang mengilat diterpa sinar matahari.
Di barisan terdepan, muncul Bagas—si mantan pimpinan tempur Krava yang kini memimpin geng Black Cobra—sambil menimang-nimang sebuah pipa besi di tangannya.
"Selamat datang di Sektor 4, Langit... Aira," kekeh Bagas penuh nada ejekan. "Kalian bener-bener gampang dipancing gara-gara sandiwara murahan si cewek glamor itu."
Langit menggeser posisinya perlahan, menutupi seluruh tubuh Aira di balik punggung lebar dan kekarnya. "Bagas. Ternyata lu masih belum kapok setelah gudang pelabuhan meledak?"
"Bacot lu, Langit!" bentak Bagas dengan mata menyala murka. "Gara-gara lu dan cewek sialan di belakang lu itu, hidup gue hancur! Hari ini di hutan ini, gak bakal ada polisi, gak ada anggota Averus, dan gak ada yang bakal nemuin mayat kalian!"
Aira mendorong bahu Langit pelan, lalu melangkah maju berdiri sejajar di samping Ketua OSIS itu. Dia meretakkan buku-buku jarinya hingga berbunyi KLEK-KLEK, lalu menyunggingkan senyuman savage yang paling mengejek.
"Woy, Kalajengking Busuk!" teriak Aira dengan suara lantang. "Lu bawa belasan kru kroco cuma buat ngadepin gue sama Langit? Kurang banyak, Anjir! Tambah lagi pasukannya kalau mau bikin kita berdua lecet!"
Bagas mengepalkan tangannya murka.
"Bangsat! Serang mereka! Habisi si cowok dulu, biar ceweknya bisa kita siksa belakangan!"
"SERANGGG!"
Belasan anggota Black Cobra melesat menerobos jembatan gantung kayu tua itu, meraung-raung bagaikan serigala lapar!
Langit menoleh sekilas ke arah Aira, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin yang sangat menawan. "Siap buat pesta lagi, Ratu?"
Aira menarik pisau lipatnya, menyeringai lebar. "Gue yang paling siap, Kanebo Kering!"
SRAAASHHH!
Pertarungan berdarah di atas jembatan gantung Sektor 4 pun meletus!
see you next bab 17
jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini
dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?