NovelToon NovelToon
BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Di tengah masa kelaparan parah yang melanda desa, seorang bayi perempuan dibuang begitu saja ke dalam hutan terlarang oleh orang tua kandungnya.

Takdir membawanya ke pelukan keluarga pemburu sederhana bernama Arga dan Mira yang kemudian menamainya Natasya.

Tujuh tahun berlalu, Natasya tumbuh menjadi anak ceria yang menyimpan rahasia ajaib karena ia mampu memahami dan berbicara dengan hewan.

Ketika Mira jatuh sakit parah dan membutuhkan tanaman obat langka, Natasya menggunakan kemampuannya untuk menjelajahi hutan terlarang demi menyelamatkan ibunya dan membawa kemakmuran bagi desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Grrr.

Suara geraman yang sangat berat terdengar dari balik sebuah batu besar yang dipenuhi lumut.

Langkah Natasya terhenti.

Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang saat mendengar suara mengerikan itu.

"Siapa di sana?"

Suara serak dan berat menyusul setelah geraman tadi.

"Jangan berani mendekat kalau kamu masih sayang nyawamu."

Natasya mengintip dari balik batang pohon pinus dengan hati-hati.

Di balik batu itu, dia melihat seekor serigala berukuran sangat besar dengan bulu abu-abu gelap.

Serigala itu sedang terbaring di tanah dengan napas yang tersengal-sengal.

Kaki depan serigala itu terjepit oleh sebuah jebakan besi berkarat yang bergigi tajam.

"Kamu terluka parah."

Natasya bergumam pelan tanpa sadar.

Gadis kecil itu perlahan keluar dari tempat persembunyiannya.

Mata kuning terang serigala itu langsung menatap tajam ke arah Natasya.

"Berhenti di situ, manusia kotor."

Serigala itu memamerkan taring-taringnya yang panjang dan tajam.

"Aku bukan manusia kotor, aku sudah mandi pagi tadi."

Natasya membalas ucapan serigala itu dengan wajah polos.

"Kakimu pasti sangat sakit karena terjepit besi jahat itu."

Serigala itu terlihat sedikit terkejut mendengarnya.

"Kamu mengerti apa yang aku bicarakan?"

Geramannya perlahan mereda dan digantikan oleh rasa bingung.

"Iya, aku bisa mendengarmu dengan jelas."

Natasya berjalan mendekat perlahan-lahan agar serigala itu tidak merasa terancam.

"Aku bisa membantu melepaskan benda itu dari kakimu kalau kamu mau."

"Jangan mendekat kepadaku."

Serigala itu mencoba menarik kakinya, tapi jebakan itu malah semakin mengoyak dagingnya.

"Manusia adalah makhluk yang licik dan sangat kejam."

"Aku tidak licik dan tidak kejam kok."

Natasya kini berjongkok tepat di depan moncong serigala yang besar itu.

"Besi ini pasti sudah lama ditinggalkan oleh pemburu dari desa lain."

"Aku lebih baik mati daripada harus ditolong oleh kaummu."

Serigala itu memalingkan wajahnya dengan tatapan penuh kebencian.

"Kalian semua sama saja, selalu ingin menyakiti penghuni hutan ini."

"Ayahku bilang kita harus saling tolong menolong."

Natasya tidak peduli dengan penolakan serigala itu.

Ia langsung memegang kedua sisi jebakan besi berkarat itu dengan kedua tangan kecilnya.

"Apa yang kamu lakukan, anak bodoh?"

Serigala itu menatap tangan Natasya dengan pandangan meremehkan.

"Tangan kecilmu itu tidak akan bisa membuka jebakan baja milik pemburu."

"Kita coba saja dulu."

Natasya menarik napas dalam-dalam.

Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik engsel jebakan itu ke arah luar.

Kriet.

Bunyi decitan besi berkarat terdengar cukup keras.

Ajaibnya, jebakan yang sangat kuat itu perlahan mulai merenggang terbuka.

Mata serigala itu membelalak lebar melihat kejadian di depan matanya.

"Bagaimana mungkin anak manusia sepertimu punya tenaga sekuat itu?"

"Cepat tarik kakimu sekarang."

Natasya menggerutu dengan wajah memerah karena menahan beban yang sangat berat.

"Tanganku sudah mulai sakit menahan ini."

Sret.

Serigala itu bergerak cepat menarik kakinya yang berdarah keluar dari celah besi tersebut.

Brak.

Jebakan itu langsung menutup kembali dengan keras saat Natasya melepaskan tarikannya.

Gadis kecil itu langsung terduduk lemas di tanah sambil mengatur napasnya.

Hosh.

Hosh.

"Syukurlah kakimu sudah terlepas dari sana."

Natasya tersenyum lega ke arah serigala itu.

Serigala itu diam saja sambil menjilati luka robek di kakinya untuk menghentikan darah.

Setelah beberapa saat, ia berjalan tertatih mendekati Natasya.

Hewan buas itu menundukkan kepalanya hingga hidungnya hampir bersentuhan dengan wajah Natasya.

"Aku benar-benar tidak menyangka kamu akan menolongku, anak kecil."

Suara serigala itu kini tidak lagi dipenuhi oleh ancaman atau kemarahan.

"Kamu sudah menyelamatkan nyawaku hari ini."

"Sama-sama, Tuan Serigala."

Natasya mengulurkan tangannya dan mengelus bulu tebal di kepala serigala itu.

Bulu itu terasa agak kasar namun sangat hangat.

"Siapa namamu, anak manusia?"

Serigala itu memejamkan mata menikmati usapan lembut dari tangan Natasya.

"Biar aku bisa mengingat manusia aneh yang menolongku ini."

"Namaku Natasya."

Gadis itu tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi.

"Lalu siapa namamu, Tuan Serigala?"

"Hewan hutan tidak punya nama seperti kalian."

Serigala itu kembali membuka matanya.

"Kami hanya mengenal dari bau tubuh."

"Itu tidak seru sama sekali."

Natasya mengetuk dagunya dengan jari telunjuk.

"Biar aku beri kamu nama saja ya, bagaimana kalau Gaga?"

"Gaga?"

Serigala itu mengulangi kata itu dengan nada sedikit heran.

"Terdengar konyol, tapi lumayan juga untuk sebuah panggilan."

"Mulai sekarang kita berteman ya, Gaga."

Natasya tiba-tiba memeluk leher tebal serigala itu dengan erat.

"Aku akan diam-diam membawakanmu makanan dari rumah sampai kakimu sembuh."

"Kamu memang aneh, Natasya."

Gaga tidak menolak pelukan itu, ia malah menyandarkan kepalanya.

"Tapi aku janji akan selalu melindungimu jika kamu dalam bahaya nanti."

Kretek.

Suara ranting patah dari arah luar hutan membuat mereka berdua tersentak kaget.

Natasya langsung melepaskan pelukannya.

"Natasya, kamu ada di mana?"

Suara teriakan Arga terdengar dari arah pohon mangga.

Nada suara pria itu terdengar sangat panik.

"Itu suara ayahku, dia pasti mencariku."

Natasya buru-buru berdiri dan membersihkan roknya yang kotor terkena tanah.

"Aku harus pulang sekarang juga sebelum Ayah marah besar."

"Cepat pergi dari sini, Natasya."

Gaga melangkah mundur untuk menyembunyikan dirinya ke dalam semak belukar yang gelap.

"Jangan ceritakan soal aku pada manusia dewasa itu, mereka pasti akan memburuku."

"Aku janji tidak akan bilang siapa-siapa, Gaga."

Natasya melambaikan tangannya sebelum berlari keluar.

"Sampai jumpa lagi besok."

Natasya berlari menerobos rumput ilalang secepat yang ia bisa.

Tak lama kemudian, ia melihat sosok ayahnya yang sedang celingukan mencari ke segala arah.

"Ayah, aku di sini."

Natasya keluar dari semak-semak dan langsung memeluk pinggang Arga.

"Ayah sedang mencari aku ya?"

Arga menghela napas lega yang sangat panjang saat melihat putrinya baik-baik saja.

Ia berjongkok dan memegang kedua bahu Natasya.

"Kamu dari mana saja, Natasya?"

"Aku tadi mengejar kupu-kupu besar sampai masuk ke rumput yang tinggi ini."

Natasya berbohong dengan wajah tanpa dosa sedikitpun.

"Kupu-kupunya bagus sekali, Ayah."

"Kan Ayah sudah bilang jangan main terlalu jauh dari pohon mangga."

Arga mengusap rambut putrinya dengan lembut meski wajahnya masih terlihat cemas.

"Lain kali jangan diulangi lagi ya, Ayah dan Ibu sangat khawatir tadi."

"Maafkan aku, Ayah."

Natasya menundukkan kepalanya seolah merasa bersalah.

"Aku janji tidak akan mengejar kupu-kupu sampai jauh lagi."

"Ya sudah, ayo kita pulang sekarang."

Arga menggendong Natasya di punggungnya.

"Ibumu pasti sudah menunggumu untuk mandi sore."

"Ayo pulang, Ayah."

Natasya bersandar di punggung ayahnya yang lebar.

Ia melirik sekilas ke arah hutan gelap yang mulai ditinggalkan.

Di balik rimbunnya pohon pinus yang jauh di sana, sepasang mata kuning terlihat mengawasi mereka.

Gaga menatap kepergian teman kecil barunya itu dalam diam.

Hari ini, seekor hewan buas telah berjanji untuk setia pada seorang gadis kecil.

1
Fauziah Daud
mantap Natasha 👍👍
Fauziah Daud
trusemangattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!