Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Devina berpikir, di saat keadaan seperti ini, mengapa malah musuh bebuyutannya yang datang menolongnya?
Tiba-tiba Abian datang, berhasil menggagalkan keputusan ayahnya, seakan-akan pria itu adalah dewa penyelamat untuknya.
Apakah Abian sudah mulai peduli padanya?
Namun, pertanyaan itu segera dia tepis sendiri. Devina menggelengkan kepalanya, mencoba menyingkirkan pemikiran konyol itu. Dia rasa tidak mungkin Abian sepeduli itu padanya.
Bagaimana pun juga saat ini Abian adalah investor tunggal di perusahaannya dengan menanamkan saham puluhan triliun. Sedangkan posisi CFO adalah jabatan yang sangat krusial dan menentukan arah kebijakan keuangan perusahaan. Yang pasti Abian tidak ingin merasa dirugikan.
Lagian, dia sudah tahu dari Lola bahwa selama ini Abian begitu dingin pada semua wanita. Seumur hidup, dia hanya dekat dan bersikap hangat pada satu orang wanita, yaitu Fanny.
Sebesar itukah perasaan cinta Abian pada Fanny?
Saat ini mereka berdua sedang berada di ruangan kerjanya Devina. Keduanya duduk bersebelahan di sofa.
Devina berkata dengan serius, "Entah apapun itu niatmu, tapi aku adalah seseorang yang sangat tahu berterimakasih. Karena itu, aku ucapkan terimakasih sudah membuat Papa membatalkan keputusannya untuk menempatkan Jihan sebagai CFO di perusahaan ini."
Abian menghela nafas. "Sepertinya kamu sangat membenci ibu dan saudara tirimu itu? Apa kamu ingin aku membuat mereka kapok untuk tidak menganggumu?"
Devina langsung menggelengkan kepala. Karena dia tahu apa yang dilakukan oleh Abian untuknya tidak akan mungkin gratis. "Gak usah. Tidak semua hal menyelesaikan masalah itu harus dengan kekerasan."
Abian mengangguk. "Oke, untuk saat ini aku bisa bersabar. Tapi jika mereka bertindak keterlaluan, aku akan menghancurkan mereka. Bagaimana pun juga kamu adalah istriku, tidak boleh ada satu orang pun yang berani mengusikmu. Itu sama saja melukai harga diriku."
Devina nyaris saja tersentuh mendengar kata-katanya. Tapi dia paham dengan apa yang Abian ucapkan. Abian mengatakan hal tersebut bukan karena peduli padanya, tapi baginya harga dirinya itu sangat penting. Karena itu jangan ada yang mengusiknya sebagai istrinya Abian.
"Emm... hari sudah mulai sore. Lebih baik kamu segera kembali ke kantormu, aku juga harus bekerja," pinta Devina.
Abian menatap Devina dengan lekat. "Sepertinya kamu lupa, hari ini kamu berhutang padaku."
Devina menghela nafas. Sudah dia duga, apa yang Abian lakukan padanya tidak akan gratis. Dan dia bisa menebak apa yang Abian inginkan darinya.
"Aku sudah bilang sama kamu semalam itu hanya untuk pertama dan terakhir kalinya. Aku gak... "
Devina berhenti bicara saat Abian tiba-tiba menyentil keningnya. "Dasar mesum! Siapa juga yang membahas kesana? Aku cuma mau bilang kalau kamu harus memasak untukku."
Wajah Devina seketika bersemu merah, dia langsung mengigit bibir bawahnya. Ternyata dia telah salah paham. Rasanya dia benar-benar malu setengah mati. Jika dia seekor siput, dia pasti akan langsung bersembunyi ke dalam cangkangnya.
...****************...
"Sialan! Kenapa dia bisa tahu tentang pengangkatan Jihan jadi CFO?" Robert mengumpat. Dia merasa harga dirinya diinjak-injak oleh menantunya itu.
Saat ini dia sedang bersama dengan Eliano di ruangannya.
Eliano berkata dengan serius. "Sebenarnya aku sudah membicarakan ini dengan Devina. Tapi Devina belum mengambil keputusan, Om."
Robert mengerutkan kening. "Maksudmu apa, Eliano?"
"Aku sudah bertemu dengan pemilik Perusahaan Monaco. Dia sanggup menjadi investor di perusahaan ini, Om. Dengan begitu kita bisa lepas dari Abian. Dan kita bisa kembali membawa Devina."
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡