Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Percakapan sore
Sore hari di sebuah taman besar di kota Metrolis.
Beel berjalan santai di sekitar taman yang dipenuhi dengan orang-orang yang berjalan dan berolahraga sore hari juga para anak kecil yang bermain.
Setelah beberapa saat Beel melihat guru Lee sedang membaca koran di salah satu bangku di taman tersebut, Beel pun mendatangi nya dan duduk di sebelahnya
"kau datang tepat waktu.." ujar Lee sambil membaca korannya.
"karena anda bilang ada pembicaraan penting" jawab Beel.
Tak lama guru Sekar pun datang setelah berlari sore
"halo..kalian berdua" sapa guru Sekar.
Beel melihat ke Sekar,lalu menoleh ke Lee
"apa Bu Sekar juga diundang?" tanya Beel pada Lee
Lee menutup korannya dan mengangguk
"tentu saja, dia rekanku" jelas Lee.
Beel pun menatap Sekar, Lee lalu berbicara
"kita mulai saja, entah kenapa aku perlu memberitahumu" jelas Lee sambil menatap Beel
Beel menoleh ke Lee
"soal apa?" tanya Beel.
"Rexy.. saya dan Sekar sudah melacaknya" jelas Lee
"dia bukan anak biasa, Rexy memiliki riwayat pernah membunuh orang dewasa dalam pertengkaran, dia juga pintar menyembunyikan tujuannya" tambah Sekar.
Beel mengangguk
"maksudmu seperti dia berdarah dingin?" tanya Beel.
Lee mengangguk pelan
"tepat sekali, saya bisa menghentikan Rexy dengan cepat..tapi ada satu hal yang menjadi semakin rumit" jelas Lee.
Beel menatap Lee
"apa itu?" tanya Beel.
Lee menghela nafasnya
"Rob.. salah satu 'pemimpin' sekolah meminta perlindungan kepada saya.." jawab Lee.
Mata Beel pun melebar.
"Rob mengatakan bahwa ternyata jaringan yang mengendalikan Rexy adalah geng Audas" tambah Sekar.
Beel mengetahui itu semua hanya Beel berperilaku seakan tidak tahu apapun, dia hanya terkejut dengan apa yang dilakukan Rob.. membocorkan informasi geng terhadap orang luar, itu akan berubah menjadi bencana untuk Rob.
"kelompok geng ya.." ucap Beel pelan,
Lalu Beel menatap Lee dan Sekar
"lalu apa hal penting yang ingin kalian bicarakan dengan saya?" tanya Beel.
Lee bersandar di tempat duduknya
"kami akan menjaga Rob dan memperhatikan pergerakan geng itu di sekolah.. dan saya ingin kau menangani Rexy" jelas Lee.
Sekar pun ikut berbicara
"kami melihat kau berbeda dari anak-anak lain yang ada di kelas 10, jadi kami rasa kau bisa menangani Rexy" sambung Sekar.
Lee menatap Beel
"dari tatapan mu, kau sepertinya sudah biasa menangani hal seperti ini..tidak ada ketakutan bahkan kepanikan dalam dirimu" ungkap Lee
Beel memejamkan matanya dan bersandar
"tidak juga..saya hanya mencoba tenang dalam kondisi apapun" jawab Beel
Lalu Beel berdiri
"saya akan mencoba untuk menghentikan Rexy.." jelas Beel lalu berjalan meninggalkan Lee dan Sekar.
Sekar tersenyum
"sepertinya aku mulai menyukai anak ini.." ujar Sekar menatap Beel yang berjalan tenang meninggalkan mereka lalu melirik Lee.
Lee pun tersenyum
"anak itu.. memiliki rahasia besar di dalam dirinya" ungkap Lee.
Beel pun berjalan di trotoar jalanan kota Metrolis sambil memikirkan langkah apa yang harus dilakukan nya, situasi nya bukan hanya soal Rexy tapi kali ini Rob sudah masuk juga ke dalam permasalahan ini.
Saat berjalan di kota, seorang dari belakang memanggil Beel
"Beel!!" panggil orang itu yang tidak lain adalah Christi.
Beel pun menoleh
"loh Christi, lu ngapain disini?" tanya Beel.
Christi pun berdiri di samping Beel
"kau tidak tahu, aku sering lari santai setiap sore di taman" jawab Christi
"oohh begitu..baguslah olahraga penting buat tubuh" balas Beel lalu kembali berjalan yang diikutin Christi.
Christi berjalan di sebelah Beel
"jadi tadi kamu sudah bertemu dengan guru Lee?" tanya Christi.
"ya pertemuan singkat.." jawab Beel tanpa menoleh ke Christi.
Lalu Beel melihat salah satu tempat nongkrong di daerah kota
"haus ga, ingin beristirahat?" tanya Beel
Christi pun dengan senang hati mengangguk
"kau mau mentraktirku?" tanya Christi balik.
Beel tersenyum
"dasar.." senyum Beel lalu berjalan ke arah cafe tersebut yang diikuti Christi.
Sesampainya mereka di cafe, keduanya memesan minuman dan cemilan.
Christi yang duduk di depan Beel pun menatap Beel
"jadi apa kau ingin berbagi cerita denganku soal pertemuan singkat tadi?" tanya Christi penasaran.
Beel menatap Christi
"kepo ya?" ledek Beel
Christi langsung mengerutkan dahinya
"apasih kan aku cuma tanya" kesal Christi.
Beel lalu memajukan tubuhnya ke depan meja lalu sikunya bertumpu di meja tersebut.
"ada hal buruk yang sedang terjadi di sekolah.." jelas Beel dengan suara pelan
Christi pun ikut memajukan tubuhnya
"hal buruk? hal buruk seperti apa?" tanya Christi semakin penasaran.
Beel menatap wajah Christi di depannya
"mungkin kita harus kembali ke vila ku untuk melanjutkan pembicaraan" ucap Beel lembut sambil menatap bibir Christi.
Christi menyadari itu dan refleks mundur bersandar di kursinya kemudian melihat sekelilingnya lalu kembali menatap Beel
"Beel.. aku serius, kita sedang di tempat umum" jelas Christi.
Beel tertawa kecil
"jadi kamu tidak suka?" tanya Beel semakin berbicara dengan lembut
Wajah Christi seketika memerah
"aku..aku..sudahlah Beel,kita berbicara topik lain saja!!" kesal Christi sambil menutup wajah nya yang memerah.
Setelah itu mereka berdua berbincang beberapa jam, hingga hari pun sudah terlihat hampir gelap.
"kamu pulang naik apa?" tanya Beel yang sekarang sudah mulai berbicara lembut kepada Christi.
Christi lalu melirik Beel sambil menghabiskan minumannya dengan sedotan miliknya
"tadi sih berangkat naik bus, nanti mungkin aku akan pakai online untuk pulang" jawab Christi.
Beel lalu berdiri
"bareng aja.." sambar Beel lalu berjalan ke meja kasir untuk membayar.
Setelah itu mereka berdua keluar dari cafe menuju ke parkiran taman,
"kamu bawa kendaraan?" tanya Christi
Beel mengangguk.
Hingga mereka pun tiba di parkiran taman dan menuju ke mobil Beel, Beel membukakan pintu mobilnya untuk Christi.
"makasih.." ucap Christi lalu masuk dan duduk di kursi penumpang.
Beel pun menutup pintu dan menuju ke kursi pengemudi kemudian menyalakan mobilnya
"rumahmu masih sama kan?" tanya Beel sambil menjalankan mobilnya.
Christi menatap Beel disamping nya
"rumahku tidak memiliki kaki jadi dia tidak kemana-mana" jawab Christi.
Beel tersenyum lalu melirik Christi
"kok dirimu bisa melucu sih?" canda Beel.
Mendengar itu Christi menjadi salah tingkah
"apasih kamu tuh.." ujar Christi sambil melipat tangannya di dadanya.
Perjalanan pun berjalan lancar hingga mobil Beel sampai di depan rumah Christi.
"makasih ya Beel sudah mau mengantarku" ucap Christi.
Beel tersenyum
"sama-sama.." balas Beel.
Christi diam sambil menatap wajah Beel
"awalnya kupikir kamu seorang yang tidak peduli, tapi ternyata aku salah" senyum Christi.
"don't judge a book by its cover" jawab Beel.
Christi pun tersenyum dan seketika mencium pipi Beel, lalu dengan cepat keluar dari mobil.. Beel sempat terkejut dengan ciuman yang di layangkan Christi terhadap dirinya.
"dadah..makasih ya Beel" ucap Christi lalu menutup pintu mobil.
Beel lalu membuka kaca mobil
"mulai bermain curang ya..nantiku balas" ujar Beel tersenyum.
Christi pun tertawa lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya
"coba saja kalau ingin membalas" tawa Christi.
Beel pun tersenyum, kemudian menutup kaca mobilnya dan menjalankan mobilnya.
Di jalan Beel mulai memikirkan apa yang Christi lakukan dengan menciumnya ,hingga senyuman menyeringai di bibir Beel
"dasar.." senyum Beel lalu melajukan mobilnya semakin cepat.