NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Membuat Ulah

Laluna mengerutkan kening mendengar jawaban Nathan. Ia melihat sekeliling mobil yang masih melaju, lalu kembali menatap pria di sampingnya.

"Nathan, kamu gila. Bagaimana bisa kamu menyuruh seorang wanita untuk berganti pakaian di dalam mobil yang ada prianya," kesalnya.

Nathan hanya menatapnya santai, "Kita sudah menikah apa salahnya jika saya melihat tubuhmu yang tidak menarik itu."

Laluna menatap tajam ke arah pria itu, "Dasar pria mesum," gerutunya.

"Kita hanya menikah kontrak, bagaimana bisa kamu menyuruhku seperti itu," lanjutnya.

Supir yang melihat pertengkaran sepasang suami istri hanya tersenyum kecil, baru pertama kalinya ia melihat bosnya menggoda seorang wanita. Bahkan dulu ia pikir bosnya itu tidak suka wanita, atau bisa di bilang gay. Untung saja pikiran buruknya itu tidak benar benar terjadi.

"Sebentar lagi kita sampai, kamu bisa berganti pakaian di mobil. Atau di kamar mandi mobil," ujarnya, sambil menatap ke arah jam di tangannya.

Laluna masih mengerucutkan bibirnya, tangannya menyilang di dadanya. Ia benar benar kesal atas ucapan suami kontraknya itu. Ia memilih tidak menggubris ucapan pria itu, pandangannya menatap ke arah jendela. Hingga sampailah mereka di depan hotel bintang lima.

Nathan segera menatap ke arah istri kontraknya yang masih kesal, melihat wajah gadis itu tengah cemberut. Entah kenapa, Nathan sangat menyukainya. Ia tahu pernikahannya ini hanya sebuah kesepakatan. Namun, bagi dirinya berada di sisi orang yang dari dulu ia sukai membuatnya tenang.

Nathan turun lebih dulu dari mobil, lalu berjalan memutari kendaraan untuk membukakan pintu bagi Laluna. Pria itu berdiri di samping pintu sambil menunggu wanita itu keluar.

Laluna yang masih memasang wajah kesal akhirnya turun dengan gerakan anggun. Ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat perjalanan, lalu menatap Nathan dengan tatapan datar.

"Jangan berpikir aneh-aneh hanya karena kita menikah, pernikahan kita ini hanya sebuah kontrak untuk memenuhi kesepakatan kita masing masing," ucapnya pelan.

Nathan mengangkat alisnya. "Saya tidak berpikir aneh-aneh."

"Barusan kamu menyuruhku berganti pakaian di mobil."

"Itu karena kita tidak punya banyak waktu."

"Alasan," gumam Laluna sambil berjalan lebih dulu menuju pintu masuk hotel.

Nathan hanya tersenyum kecil melihat tingkah wanita itu. Berbeda dengan kebanyakan wanita yang selalu berusaha menarik perhatiannya, Laluna justru tidak pernah takut untuk membantahnya. Bahkan setelah mengetahui siapa dirinya, gadis itu tetap memperlakukannya seperti pria biasa. Dan entah mengapa, hal itu membuat Nathan semakin tertarik.

Mereka memasuki lobi hotel bintang lima yang begitu megah. Lampu kristal besar tergantung di tengah ruangan, lantai marmer mengilap memantulkan cahaya, dan beberapa orang langsung menoleh ketika melihat kedatangan Nathan.

Laluna masih mengenakan masker hitamnya, ia membawa kotak hitam itu untuk menuju ke toilet hotel untuk berganti pakaian. Sebelum ia menuju ke tempat dimana kakek dan nenek Nathan berada.

"Aku berganti pakaian dulu, tidak usah menungguku. Aku akan menghampirimu, kirimkan saja ruangannya."

Nathan hanya mengangguk, ia memencet ponselnya sebelum melangkah menuju ke jamuan keluarga mereka. Laluna yang baru selesai berganti pakaian, segera merias dirinya dengan makeup seadanya yang selalu ia bawa di tasnya.

Setelah dirinya cukup cantik dan rapih, ia segera berjalan keluar dari dalam toilet menuju ke tempat yang sudah Nathan berikan kepadanya. Namun, baru saja ia melangkah di lobi hotel. Kevin segera menarik tangannya.

"Luna, dengarkan aku dulu," ujarnya, sambil menarik tangan Laluna.

Laluna yang terkejut segera menarik tangannya dari genggaman pria itu. Matanya membulat ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Laluna dingin.

Kevin terlihat panik. Berbeda dengan biasanya yang selalu percaya diri, kali ini wajahnya menunjukkan ketakutan. Ia melihat sekeliling lobi hotel, memastikan tidak ada orang yang memperhatikan mereka.

"Luna, tolong dengarkan aku sebentar saja."

"Tidak ada yang perlu aku dengarkan."

Laluna hendak berbalik pergi, tetapi Kevin kembali menghadangnya.

"Aku tahu kamu membenciku."

"Benci?" Laluna tertawa kecil tanpa humor. "Kamu masih berpikir masalahnya hanya soal aku membencimu?"

Kevin terdiam.. Laluna menatap pria itu dengan tatapan penuh luka yang selama ini ia sembunyikan.

"Kamu menghancurkan karierku. Kamu membuat semua orang melihatku sebagai wanita gila yang tidak bisa mengendalikan emosi. Semua orang menghujatku karena video itu, tapi kamu tidak pernah muncul untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."

Kevin menundukkan kepalanya. "Aku salah Luna, aku salah. Aku mohon kembalikan peran utama pria kepadaku," ujarnya, pelan.

Mendengar ucapan itu Laluna mengernyit, ia tidak tahu maksud dari mantan pacarnya itu.

"Peran? Apa yang sebenarnya kamu katakan?" tanyanya.

Kevin meraih tangan Laluna, sebelum kembali di tepis oleh gadis itu.

"Kau kan yang membuatku di Blacklist dari industri ini? Kau juga kan yang membuatku kehilangan peran?" ujarnya, kali ini nadanya terdengar kesal.

Laluna menatap Kevin dengan tatapan tidak percaya. Perkataan pria itu membuatnya semakin bingung.

"Apa maksudmu?" tanyanya pelan. "Kenapa kamu berpikir aku yang melakukan semua itu?"

Kevin terdiam. Rahangnya mengeras, seolah berusaha menahan emosi yang sejak tadi ia pendam.

"Jangan pura-pura tidak tahu, Luna," ucapnya lirih. "Setelah kejadian kemarin, semua orang di industri tiba-tiba menjauh dariku. Kontrakku dibatalkan. Peranku diambil orang lain. Bahkan beberapa produser tidak mau bekerja sama denganku lagi."

Laluna mengerutkan kening. Ia benar-benar tidak memahami tuduhan itu.

"Dan kamu pikir aku yang melakukannya?"

"Bukankah kamu punya alasan untuk membalas dendam?" Kevin menatapnya tajam. "Aku menghancurkan hidupmu, lalu kamu menghancurkan hidupku."

Laluna terdiam sesaat. Kemudian ia tertawa kecil, tetapi tidak ada kebahagiaan di dalamnya.

"Lucu sekali. Sangat sangat lucu."

Kevin mengerutkan dahi.

"Kamu benar-benar masih tidak mengerti, ya?" Laluna melangkah mendekatinya. "Aku kehilangan karierku karena video itu. Aku kehilangan kepercayaan semua orang. Aku bahkan harus menerima kenyataan bahwa namaku menjadi bahan hinaan di seluruh internet." Suaranya mulai bergetar, tetapi ia tetap berusaha menahan air matanya. "Tapi selama itu, aku tidak pernah berpikir untuk menghancurkanmu."

Kevin terdiam.

"Aku tidak punya waktu untuk mengurus hidupmu, Kevin. Aku sedang berusaha menyelamatkan hidupku sendiri."

Kevin yang mendengar itu tidak peduli, karena ia tahu keluarga Laluna kaya dan mungkin saja Laluna tidak mau mengakui perbuatan buruknya.

"Aku tidak peduli, cepat kembalikan peranku di drama bersamamu! Aku tidak terima kamu menghancurkan diriku!"

Kevin berjalan mendekat ke arah Laluna, dengan gerakan cepat ia mengangkat tangannya dan ingin menampar gadis itu. Namun, belum sempat tangan besar itu mendarat di pipi Laluna. Tangan seorang pria menahannya.

" Hentikan! Berani sekali kau menyakitinya!" teriak seorang pria.

Kevin segera menoleh, saat melihat pria yang menahan tangannya ia tidak terima.

"Siapa kau?"

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!