NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-bayang Kematian dan Gaun Hitam

​Jarum jam dinding di ruang kerja pribadi Su Yuhan di vila berdetak menunjuk angka dua dini hari. Hujan turun rintik-rintik mengetuk kaca jendela, membawa hawa dingin yang seolah meresap langsung ke tulang sumsumnya. Di atas meja kerja berbahan kayu jati tersebut, tergeletak dua buah dokumen yang saling bertolak belakang.

​Di sebelah kiri, kontrak emas dari Bank Sentral senilai 500 Miliar Yuan—simbol harapan dan kebangkitan Grup Su. Di sebelah kanan, proposal pemerasan kotor dari Keluarga Chen—simbol kematian dan kehancuran.

​Yuhan duduk mematung di kursinya, kedua tangannya memijat pelipis yang berdenyut hebat. Matanya merah dan bengkak. Ia telah mencoba segala cara sejak sore tadi. Ia menelepon puluhan kolega bisnis, mencoba menghubungi firma hukum terbaik di provinsi, bahkan memikirkan celah untuk melaporkan hal ini ke pihak berwenang. Namun, hasilnya nihil.

​Setiap kali ia menyebut nama "Keluarga Chen", para pengacara dan kolega bisnisnya langsung menutup telepon dengan ketakutan. Chen Fei tidak berbohong. Di Kota Jiangzhou, Keluarga Chen adalah hukum itu sendiri.

​Di dalam kepalanya, Yuhan menimbang pilihan-pilihan yang menyiksa batinnya:

​Menolak tuntutan Chen Fei: Menjaga harga diri Grup Su, namun mempertaruhkan nyawa ibunya, paman-pamannya, dirinya sendiri, dan Lin Fan yang bisa kapan saja dibuang ke dasar Sungai Jiangzhou.

​Menandatangani proposal 90-10: Menyelamatkan nyawa keluarganya, namun membiarkan Grup Su menjadi cangkang kosong dan hidup selamanya sebagai anjing peliharaan Keluarga Chen.

​Meminta perlindungan Tuan Li Jianhong: Berisiko tinggi karena Keluarga Chen memiliki bekingan militer dan politik yang bisa saja melumpuhkan Bank Sentral secara yurisdiksi.

​"Apakah uang ini benar-benar sebuah kutukan?" bisik Yuhan pada kekosongan malam, air mata keputusasaan akhirnya menetes membasahi pipinya yang pucat.

​Keesokan siangnya, ketakutan Yuhan bocor ke telinga keluarganya. Berita tentang kunjungan Chen Fei ke Menara Su menyebar dengan cepat di kalangan dewan direksi. Tepat saat Yuhan sedang duduk lemas di ruang makan, Nyonya Wang menerobos masuk dengan wajah seputih kertas.

​"Yuhan! Apa yang kudengar ini benar?!" jerit Nyonya Wang histeris, tangannya gemetar memegangi ujung meja makan. "Kau menyinggung Tuan Muda Kedua dari Keluarga Chen?! Ya Tuhan, kita semua akan mati! Kita akan dibantai!"

​"Ibu, tenanglah sedikit. Aku sedang memikirkan jalan keluarnya," ucap Yuhan lelah.

​"Jalan keluar apa?! Ini Keluarga Chen, Yuhan! Ingat insiden tiga tahun lalu saat sebuah perusahaan properti menolak menjual tanah mereka pada Keluarga Chen? Seluruh keluarga direkturnya tewas dalam 'kecelakaan' mobil yang tragis!"

​Nyonya Wang tiba-tiba berlutut di samping kursi Yuhan, mencengkeram tangan putrinya dengan histeris. "Ibu mohon padamu, Yuhan. Berikan saja 90 persen itu pada mereka! Lagipula, 10 persen dari 500 Miliar masihlah 50 Miliar! Itu sudah cukup untuk membuat kita hidup mewah. Jangan pertaruhkan nyawa Ibu demi ego bisnismu!"

​Yuhan menggigit bibirnya hingga berdarah. Melihat ibunya yang biasanya sombong kini menangis tersedu-sedu karena teror murni, pertahanan mental Yuhan akhirnya runtuh. Ia sadar, ia tidak punya kekuatan untuk melawan monster raksasa.

​Ia hanyalah seorang wanita biasa. Ia kalah.

​Menjelang pukul enam sore, langit Jiangzhou mulai gelap tertutup awan mendung, senada dengan suasana hati Yuhan. Perjamuan amal Keluarga Chen akan dimulai pukul delapan malam di Hotel Imperial.

​Di depan cermin kamarnya, Yuhan merias wajahnya dengan riasan tipis sekadar untuk menutupi kantung matanya yang hitam. Ia memilih sebuah gaun malam elegan berwarna hitam legam. Baginya, ini bukanlah gaun pesta, melainkan gaun perkabungan untuk harga dirinya yang akan mati malam ini.

​Terdengar ketukan pelan di pintu. Lin Fan masuk membawa secangkir teh kamomil hangat. Pria itu sudah mengenakan setelan jas hitam. Meski jas itu terlihat murah dan usang, entah mengapa postur tubuh Lin Fan yang tegap membuatnya tampak seperti seorang bangsawan yang sedang menyamar.

​"Minumlah sedikit, Yuhan. Kau terlihat sangat pucat," kata Lin Fan lembut, meletakkan cangkir teh di atas meja rias.

​Yuhan menatap pantulan suaminya di cermin. Rasa bersalah tiba-tiba menyergap dadanya. Karena ketidakmampuannya, pria miskin yang selama tiga tahun ini tidak punya salah apa-apa padanya, kini ikut terseret dalam ancaman pembunuhan.

​"Lin Fan," panggil Yuhan dengan suara serak. "Malam ini... kau tidak perlu ikut denganku ke Hotel Imperial. Aku akan meminta supir taksi mengantarmu ke stasiun kereta. Pergilah dari Jiangzhou malam ini juga. Jangan pernah kembali."

​Lin Fan mengerutkan keningnya, melangkah maju dan berdiri tepat di belakang istrinya. "Apa yang kau bicarakan? Aku adalah suamimu. Ke mana pun kau pergi, aku akan menemanimu."

​"Kau tidak mengerti!" Yuhan berbalik, matanya berkaca-kaca menatap Lin Fan. "Keluarga Chen bukanlah Zhao Tian! Mereka adalah mafia! Jika aku melakukan satu saja kesalahan malam ini, mereka tidak akan segan-segan membunuh kita! Aku tidak bisa melindungimu lagi, Lin Fan!"

​Senyum Ketenangan di Tengah Badai

​Melihat istrinya menangis gemetar karena ketakutan yang luar biasa, hati Lin Fan terasa teriris. Selama tiga tahun, Yuhan selalu memasang wajah sedingin es dan kuat seperti baja. Melihatnya hancur seperti ini menyalakan kembali api amarah yang gelap di kedalaman jiwa Lin Fan.

​Namun, ia tidak menunjukkan kemarahannya. Lin Fan perlahan meraih kedua tangan Yuhan yang dingin dan gemetar, lalu menggenggamnya erat-erat, menyalurkan kehangatan.

​"Yuhan, dengarkan aku," suara Lin Fan begitu tenang, dalam, dan dipenuhi oleh sebuah hipnotis yang anehnya membuat detak jantung Yuhan perlahan melambat.

​Lin Fan menatap lurus ke dalam mata istrinya. "Kau adalah Nyonya Su Yuhan. Jangan pernah menundukkan kepalamu pada siapa pun. Malam ini, pakailah gaun ini dengan bangga, melangkahlah masuk ke Hotel Imperial seperti seorang ratu, dan saksikan sendiri."

​"S-saksikan apa?" tanya Yuhan terbata.

​Bibir Lin Fan melengkung membentuk senyum misterius yang menyimpan ribuan pedang tak kasat mata.

​"Saksikan bagaimana Keluarga Chen... akan berlutut menangis dan memohon ampun di bawah kakimu."

​Yuhan terpaku menatap suaminya. Kalimat itu terdengar seperti delusi dari orang gila, omong kosong yang mustahil. Namun, entah mengapa, menatap mata Lin Fan yang tak memiliki keraguan sedikit pun, secercah harapan kecil kembali menyala di hati Yuhan.

​"Ayo berangkat," ucap Lin Fan lembut seraya mengambil mantel Yuhan. "Malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi Keluarga Chen."

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!