Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.
Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?
Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 16.
"Lehermu terlihat kosong!"
Clarissa menyentuh lehernya yang tidak memakai apa pun, dan sedikit bingung dengan maksud Stephen.
Stephen meraih kotak perhiasan dari atas meja, "Nah, kamu pakai ini!" katanya menyodorkan kotak perhiasan itu kepada Clarissa.
Melihat kotak perhiasan yang diberikan Stephen, Clarissa mengulum senyuman senangnya.
Ia tahu perhiasan yang diberikan Stephen adalah perhiasan mahal dan mewah.
Begitu ia buka kotak itu, dan tebakannya memang benar, di dalam kotak itu sebuah kalung berlian.
Mulut Clarissa sampai menganga melihat kalung itu tidak percaya.
"Astaga! besar sekali liontin berlian ini!" ucapnya tanpa sadar meraih kalung itu dari dalam kotak.
Senyum senangnya semakin lebar, lalu ia pun memakaikan kalung itu ke lehernya.
Ternyata ia kesulitan memakaikannya seorang diri, ia tidak dapat mengaitkan kalung itu.
Stephen yang diam-diam memperhatikan Clarissa, melangkah mendekati Clarissa, "Sini, biar kubantu memakaikannya!"
Stephen mengambil alih kalung itu dari tangan Clarissa, lalu ia pun mengalungkan kalung itu ke leher Clarissa.
Saat ia akan mengaitkan kalung itu, jarak mereka sangat dekat sekali, sampai bibir Stephen nyaris menempel di dekat telinga Clarissa.
Hembusan nafas dari hidung Stephen, dapat dirasakan Clarissa meniup telinganya.
Ia tersenyum semakin senang, kalau Stephen sebenarnya masih perduli dan diam-diam masih mencintainya.
Setelah mengaitkan kalung dengan benar, Stephen merapikan letak posisi kalung dengan benar menggantung di leher Clarissa.
Saat ia membenarkan posisi kalung, jemarinya tanpa sengaja menyentuh kulit leher Clarissa.
Membuat Stephen berhenti sebentar menatap mata Clarissa, yang tampak berbinar karena senang.
Aurora yang duduk di kursi tersenyum melihat Ayah dan Ibunya terlihat akur satu sama lain.
Clarissa memegang kalung yang sudah dipakaikan Stephen pada lehernya, dengan perasaan yang begitu senang sekali.
"Ayo, kita berangkat!" Stephen meraih Aurora, lalu menurunkan putrinya itu dari atas kursi.
Aurora pun menggenggam tangan besar Ayahnya, lalu menariknya dengan penuh semangat untuk segera berangkat.
Melihat Aurora tadi tersenyum, rasa senang Clarissa semakin berlipat rasanya.
"Aurora sepertinya sudah mulai menerima ku!" ucapnya memandang Stephen dan Aurora yang melangkah dengan cepat.
"Tapi, Stephen sepertinya masih belum menerima ku kembali! Clarissa, semangat! kamu pasti bisa mendapatkan Stephen kembali!" gumamnya menyemangati dirinya sendiri.
Jamuan makan keluarga Sylvester.
"Bukankah mereka mau bercerai?"
Terdengar gumaman tamu undangan dalam jamuan makan keluarga Barnard, melihat Stephen datang membawa Clarissa ke jamuan itu.
"Iya, benar! katanya Nyonya Sylvester jatuh cinta dengan putra keluarga Grayson, berarti rumor itu tidak benar!"
Seorang wanita cantik dengan gaun yang terlihat seksi, duduk santai disofa sedang menikmati segelas anggur, seketika bangkit berdiri dari duduknya begitu ia melihat Stephen.
"Eh, kak Stephen! kamu baru pulang kerja, ya?" dengan akrab sembari tersenyum, wanita cantik itu menghadang langkah Stephen, dan Clarissa serta Aurora.
Stephen melemparkan pandangan matanya, yang biasa terlihat dingin dengan wajah datarnya tidak merespon sapaan wanita cantik itu.
Tapi, begitu mata wanita cantik itu melihat ke arah Clarissa, ia pun seketika menaikkan nada suaranya terdengar tidak suka melihat Clarissa.
"Clarissa?! kenapa kamu datang juga ke jamuan ini?!"
Clarissa memandang wanita cantik itu, dan ia pun perlahan mulai mengenali siapa wanita cantik yang terlihat tidak menyukainya itu.
Wanita cantik itu keponakan Ibu tiri Stephen.
Sejak Ibu Stephen bunuh diri karena depresi, mengetahui Ayah Stephen selingkuh, Ayah Stephen pun menikah dengan selingkuhannya.
Karena mengetahui hubungan ku dengan Stephen sedang bermasalah, perempuan itu pun memanfaatkan hubungan kami yang dingin, untuk mendekatkan keponakannya kepada Stephen! bisik hati Clarissa memandang wanita cantik yang saat ini berdiri dihadapannya.
Bersambung.........
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...