NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:300
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

"Aaaa segarnya by! gimana kalau kita ke rumah pamanku, kan kebetulan berada di sini rumahnya juga tidak jauh dari sini." saran Asyifa.

"Ya udah hayoo kita ke sana, tapi sebelum berangkat habiskan dulu tuh minumannya." ucap Ardan.

"Ish langsung berangkat saja yuk, lagian tidak akan habis langsung habis minumannya by." kesal Asyifa.

"Ya udah hayoo naik." titah Ardan.

Ardan hanya tersenyum sambil mengelus puncak kepala Istrinya yang tertutup dengan Hijabnya, Asyifa pun tersenyum dengan perlakuan Suaminya itu, lalu keduanya pergi ke Rumah Pamannya Asyifa.

Sesampainya Rumah yang di tuju oleh Asyifa langsung melihat banyak barang yang sudah hancur di depan Rumah.

Asyifa pun bergegas masuk setelah turun dari motor Suaminya dan langsung terkejut saat sudah berada di dalam dia melihat Pamannya yang tergeletak pingsan, ya orang itu adalah Adik Kandung dari Almarhumah Ibunya Asyifa yang bernama Gio.

"Astagfirullah!! Paman bangun hiks hiks." isak Asyifa.

"Sayang!! tenangkan diri kamu dulu, apa kamu membawa minyak kayu putih di tas." ucap Ardan.

"Hiks tidak Hubby!! aku cari dulu di dalam kamar mungkin ada." sahut Asyifa.

Asyifa pun mencari minyak kayu putih ke kamar Pamannya, sedangkan Ardan menunggu sambil melihat ke sekeliling Rumah, Ardan pun tersenyum saat melihat adanya Cctv di Rumah tersebut.

"Hubby ini minyak kayu putih nya." ucap Asyifa sambil memberikan.

Ardan tidak menjawab hanya menerima dan langsung membuka tutupnya lalu menyodorkan ke hidung Pamannya tak lama sang Paman pun terbangun.

"Alhamdulillah Paman sudah sadar, Paman tidak apa-apa kan?" tanya Asyifa.

"Ay!! jangan di tanya-tanya dulu yah, lebih baik kamu ambilkan air minum dan air kompresan dulu sana." titah Ardan.

Tanpa menjawab Asyifa pun pergi ke dapur untuk mengambil air minum dan juga air kompres untuk sang Paman, tak butuh waktu yang lama Asyifa sudah kembali dengan membawa dan langsung di berikan air minum nya ke Pamannya, sang Paman pun menerima dan langsung meminumnya.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi Paman, kenapa Paman sampai seperti ini?" tanya Asyifa sambil mengompres luka lebam di wajah Pamannya.

"Tadi tiba-tiba Ayahmu datang dan mencari kamu karena Paman bersikeras bilang tidak tau, eh malah dia menyuruh anak buahnya untuk menghajar Paman, karena menurut dia Paman menyembunyikan kamu Syifa." jawab Paman Gio.

"Brengsek!!! mau apalagi sih dia itu Paman, apa belum puas juga sudah mengambil semua milik Almarhumah Ibu." emosi Asyifa.

Asyifa dengan nada yang emosi saat mendengar tentang itu, Ardan yang berada di samping nya mengelus punggung Istrinya untuk memberikan ketenangan.

"Ya justru itu Syifa!! Ayahmu mencari kamu itu karena ada yang ingin di bicarakan dengan kamu, entah Paman juga tidak mengerti apa maksudnya itu." ucap Paman Gio.

"Dia bukan lagi Ayahku Paman, setelah dia dengan teganya mengusir aku dan Almarhumah Ibu dari Rumah Almarhumah Ibu sendiri saat itu." sahut Asyifa.

"Sudah jangan emosi dulu Ay! oh iya Paman apa perlu kita antar Paman ke Rumah Sakit?" ucap Ardan seraya bertanya.

"Tidak perlu Nak!! oh iya maaf kamu siapa Syifa yah Nak?" jawab Paman Gio bertanya balik.

"Ah iya maaf Paman!! karena Asyifa terburu emosi dulu sampai lupa memperkenalkannya ini Suamiku bernama Ardan dan Hubby ini Paman Gio Adik Kandung Almarhumah Ibu." jawab Asyifa sambil memperkenalkan.

"Salam kenal Paman Gio." ucap Ardan.

"Salam kenal kembali Nak Ardan, kenapa Syifa kamu tidak memberitahukan ke Paman, kalau kamu sudah menikah lagi?" sahut Paman Gio seraya bertanya.

"Paman maafin Syifa yang tidak memberi kabar pada Paman." jawab Asyifa.

"Sudahlah tidak apa-apa kok! Paman juga tidak masalah dan sekarang Paman merasa tenang karena kamu sudah ada yang menjagamu, oh iya untuk kamu Nak Ardan! tolong jaga dan lindungi Keponakan Paman satu-satunya ini dengan baik yah." pinta Paman Gio.

"Paman tenang saja!! insyaallah aku pasti menjaga dan melindunginya seperti nyawaku sendiri." sahut Ardan dengan penuh keyakinan.

Keduanya pun berbincang-bincang santai sambil membereskan Rumah yang seperti kapal pecah tersebut, tujuannya untuk bisa mengenal satu sama lainnya, ya yang lebih utama antara Paman Gio dan Ardan biar bisa mengenal satu sama lain.

Sedangkan Asyifa sekarang sedang berkutat di dapur untuk memasak makanan, setelah tadi sudah dapat izin dari Suaminya untuk memasak di Rumah Paman Gio.

Kini ketiganya pun duduk bersama di meja makan dengan makanan yang di buat oleh Asyifa tadi, tidak ada suara yang terucap hanya dentingan suara sendok yang terdengar, tak lama pun sudah selesai dengan makan bersama di Rumah Paman Gio.

"Alhamdulilah!! masakan kamu dari dulu tidak pernah berubah, masih sama saja tetap enak." ucap Paman Gio.

"Terimakasih Paman! oh iya apa Adikku yang cengeng itu masih di Pesantren Paman?" sahut Asyifa seraya bertanya.

"Masih!! insyaallah sebentar lagi juga lulus." jawab Paman Gio.

"Oh begitu!! baiklah Paman karena semua sudah di bereskan, jadi kita berdua ingin pamit pulang soalnya ada yang harus kita urus dulu." ucap Asyifa.

"Hmm baiklah!! terimakasih atas bantuannya dan hati-hati kalian berdua di jalannya yah." sahut Paman Gio.

"Baik Paman Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

.

.

Setelah keluar dari Rumah Paman Gio, Asyifa pun meminta ke Suaminya untuk pergi ke Taman kenangan masa kecilnya di sertai dengan makan es krim dan Ardan pun menuruti permintaan dari Istrinya itu.

Kini keduanya pun sudah berada di Taman dan sedang asyik makan eskrim serta sambil menikmati moment kebersamaan antara keduanya, tapi tiba-tiba ada pengganggu yang menghampiri keduanya.

"Hey Syifa!! sungguh sangat kebetulan sekali aku bertemu dengan kamu di sini." ucap Doni.

"Hmm ada apa yah Don?" tanya Asyifa.

"Aku baru tau kalau kamu sudah menikah karena paksaan dari Warga kan dan karena sebuah fitnahan yang di lakukan oleh Mila." jawab Doni.

"Terus maksud kamu itu apa, membicarakan tentang hal itu padaku." ucap Asyifa.

"Kamu pisah saja dengan Suami kamu! karena yang aku dengar Suami kamu itu hanya Karyawan biasa kan, lebih baik denganku yang punya segalanya kamu sudah tau itu kan." sahut Doni dengan sombongnya.

"Idiiih!! siapa dirimu itu berani-beraninya kamu mengatur kehidupanku, lagi pula Suamiku jauh lebih baik dari pada kamu, karena Suamiku itu mau berjuang daripada kamu yang hanya bisa mengandalkan dari orangtuamu saja sudah bangga seperti ini." kesal Asyifa.

Ardan yang tadinya sedikit was was takut Istrinya akan terpengaruh saat mendengar tentang harta kekayaan tapi setelah mendengar jawaban dari sang Istri, Ardan pun langsung tersenyum puas saat mendengarnya.

"Sungguh aku tidak salah untuk mempertahankannya, tapi belum saatnya aku jujur padanya." batin Ardan.

"Aku ketemu kamu dengan niatan baik, tapi kamu malah menghina ku seperti ini." emosi Doni.

"Halah!! niatan baik apanya seperti itu...

Bersambung

~ *See You Next* ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!