NovelToon NovelToon
Laki-laki Yang Berani Ngajak Nikah

Laki-laki Yang Berani Ngajak Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Delapan tahun Tira dan Dimas menjadi kekasih. Delapan tahun pula ia menunggu satu kepastian yaitu pernikahan. Namun, ketika Dimas tak kunjung datang membawa lamaran, ayah Tira justru menjodohkannya dengan Fahri, lelaki asing yang bahkan tak pernah ia cintai.

Tira akhirnya menikah dengan Fahri, meninggalkan cinta yang telah menemaninya selama delapan tahun. Tapi bagaimana jika lelaki asing itu perlahan membuatnya menemukan cinta yang selama ini ia cari? Dan bagaimana jika Dimas baru datang ketika Tira sudah menjadi istri orang lain?

#Konflik Etika #Nikah Paksa #Air Mata Pernikahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Pesan dari Fahri masuk. [Jangan senyum-senyum ya , nggak ada yang boleh melihat senyum cantik istri saya.]

[Isss gombal!] Tira malah tersenyum tambah lebar. Salah sendiri, kenapa pagi-pagi ngegombal.

Di tengah padatnya pagi dan rutinitas orang-orang yang berangkat kerja, Tira tiba-tiba menyadari bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu membutuhkan kejadian besar untuk terasa bahagia. Kadang cukup dengan sandwich sederhana, segelas susu, perjalanan naik motor berdua, lalu berpisah di stasiun dengan janji sederhana untuk bertemu lagi sore nanti. Dan entah sejak kapan, Tira mulai menunggu-nunggu hal-hal kecil itu.

***

Sampai di kantor, Tira baru saja meletakkan tas di meja ketika dua orang temannya datang hampir bersamaan dengan wajah yang aneh. “Tir, kamu sudah lihat?”

Tira mengernyit. “Lihat apa?”

“Medsos kamu.”

“Kenapa?”

Salah seorang temannya langsung menarik kursi. “Coba buka sekarang.”

Tira semakin bingung. Sejak menikah, ia memang tidak pernah membuka media sosial. Bukan karena sengaja menghilang, tetapi hidupnya mendadak penuh dengan hal-hal baru. Mengurus rumah bersama Fahri, berbincang sampai malam, lalu tidur.

Rasanya tiga hari terakhir berlalu begitu cepat sampai Tira lupa bahwa dunia di luar rumah masih berjalan. Ia membuka ponsel dan masuk ke akun media sosialnya. Seketika matanya membesar. Notifikasi memenuhi layar. Pesan masuk puluhan. Permintaan mengikuti akun bertambah. Mention dan tag tidak berhenti. Bahkan beberapa teman kuliahnya mengirim tangkapan layar. “Ini apa?” Tira menatap mereka.

“Pernikahanmu viral.”

“Hah?” Tira tertawa kecil karena mengira mereka bercanda. Namun ketika ia membuka salah satu unggahan yang paling banyak dibicarakan, senyumnya perlahan hilang. Ada foto pernikahannya. Foto dirinya di pelaminan bersama Fahri. Foto ketika ia mengenakan baju adat Minangkabau. Bahkan ada video saat Dimas naik ke pelaminan dengan mata sembap. Tetapi yang membuat Tira terdiam adalah narasi yang menyertai unggahan itu.

Ceritanya ditulis dari sudut pandang Dimas. Delapan tahun bersama, akhirnya ditinggalkan begitu saja. Sang kekasih memilih menikah dengan lelaki pilihan keluarga. Ada foto Dimas menangis. Ada tulisan tentang seorang lelaki yang konon sudah mencintai perempuan selama delapan tahun, tetapi pada akhirnya perempuan itu memilih lelaki lain. Lalu kalau sudah begini , perempuan mana lagi yang harus dipercayai? Ada pula komentar yang menyebut Tira tidak punya hati.

“Kok jadi begini?” Tira bergumam.

Temannya menggeleng. “Dia yang mulai.”

“Dimas?”

“Iya.”

Tira menggulir layar. Semakin jauh ia membaca, semakin panas dadanya. Dimas benar-benar berhasil membuat dirinya menjadi tokoh utama dalam cerita itu. Lelaki yang ditinggalkan. Lelaki yang patah hati. Lelaki yang cintanya selama delapan tahun kandas karena perempuan yang dicintainya menikah dengan orang lain.

Sedangkan Tira? Ia digambarkan seperti perempuan kejam yang meninggalkan kekasih setelah menemukan lelaki yang dianggap lebih mapan. “Orang-orang nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata Tira lirih.

“Makanya mereka menyerang kamu,” jawab temannya. “Tapi jangan diam.”

Tira mengangkat wajah. “Maksudmu?”

“Kami sudah jelaskan.” Temannya menunjukkan beberapa unggahan lain. Ternyata teman-teman kantor bahkan teman kuliah Tira juga angkat bicara. Mereka yang mengetahui perjalanan hubungan Tira dan Dimas selama bertahun-tahun menuliskan fakta yang tidak pernah muncul dalam cerita Dimas. Mereka menjelaskan bahwa Tira bukan meninggalkan Dimas secara tiba-tiba. Tira sudah bertahun-tahun menunggu kepastian. Dua pekan sebelum pernikahan, Tira bahkan sudah memberikan ultimatum. Kalau Dimas memang serius, datanglah melamar. Kalau tidak, hubungan mereka selesai. Dimas tetap tidak melakukan apa-apa. Mereka juga menjelaskan bahwa selama delapan tahun, Dimas tidak pernah benar-benar membawa Tira menemui keluarganya. Tidak pernah datang menemui ayah Tira untuk meminta restu. Bahkan orang-orang terdekat mereka tahu bagaimana Tira sering diturunkan di simpang rumah ketika diantar Dimas.

“Lihat komentar ini,” kata temannya.

Tira membaca. Jadi selama delapan tahun tidak pernah ada pembicaraan serius soal menikah? Komentar lain menyusul. Kalau memang laki-laki itu serius, kenapa baru datang setelah perempuan itu menikah? Ada pula yang menulis, Ternyata bukan ditinggal nikah. Dia sendiri yang tidak mau melamar.

Perlahan arah pembicaraan berubah. Orang-orang yang sebelumnya menghujat Tira mulai meminta maaf. Mereka mulai melihat cerita dari sisi lain. Tira menggulir layar tanpa berkata-kata. Ada rasa lega, tetapi juga ada rasa lelah. Ia tidak pernah ingin kisah rumah tangganya menjadi konsumsi orang banyak. Ia bahkan tidak pernah berniat menceritakan keburukan Dimas kepada siapa pun. Ia hanya pergi ketika sudah merasa cukup. Tetapi Dimas memilih menceritakan kisah mereka dengan versinya sendiri.

“Tir,” kata salah seorang temannya, “sekarang kamu malah banyak yang bela.”

Tira tersenyum hambar. “Aku nggak butuh dibela.”

“Tapi kamu harus tahu, banyak perempuan yang merasa relate sama kamu.” Temannya menunjukkan beberapa komentar. Ada perempuan yang menulis bahwa ia pernah menunggu bertahun-tahun tanpa kepastian. Ada yang mengatakan bahwa ia akhirnya berani meninggalkan hubungan setelah sadar dirinya hanya diminta bersabar tanpa pernah diberi tujuan. Ada pula yang menulis, Menunggu itu boleh, tapi jangan sampai lupa bahwa diri sendiri juga berharga.

Tira terdiam cukup lama membaca kalimat itu. Ia teringat ayahnya. Kamu itu berharga, Nak. Dadanya mendadak terasa hangat. “Mungkin mereka bukan membela aku,” kata Tira pelan. “Mereka cuma sedang membela diri mereka sendiri.”

Temannya mengangguk. “Bisa jadi.”

Tira kembali melihat layar. Foto pernikahannya bersama Fahri menjadi salah satu foto yang paling banyak dibagikan. Anehnya, di tengah keributan itu, justru Fahri menjadi sosok yang paling sedikit dibicarakan. Padahal lelaki itu yang berdiri di sampingnya ketika Dimas datang ke pelaminan. Lelaki itu yang tetap tenang ketika acara hampir kacau. Lelaki itu pula yang sejak awal tidak pernah ikut campur dalam kisah masa lalu Tira. “Kasihan Fahri,” kata Tira tiba-tiba.

“Kenapa?”

“Dia nggak tahu apa-apa, tiba-tiba ikut terseret.”

Temannya tertawa kecil. “Justru banyak yang bilang suamimu keren.”

Tira mengangkat alis. “Keren?”

“Iya. Katanya kalem banget waktu Dimas naik ke pelaminan.”

Tira tanpa sadar tersenyum. Ia teringat bagaimana Fahri berdiri di depannya saat itu. Tidak marah. Tidak membuat keributan. Hanya berkata, Hari ini dia istri saya. Tira menunduk melihat cincin di jarinya. Baru sekarang ia menyadari bahwa selama beberapa hari terakhir, ia benar-benar terlalu sibuk menjalani hidup barunya sampai lupa memikirkan masa lalu. Dan mungkin itu jawaban paling sederhana atas semua tuduhan orang. Ia tidak meninggalkan Dimas demi Fahri. Ia meninggalkan hubungan yang sudah membuatnya lelah, lalu memilih membuka pintu untuk kehidupan baru. “Sudahlah,” kata Tira sambil mematikan layar ponselnya. “Aku mau kerja.”

“Kamu nggak mau klarifikasi?”

“Nggak.”

“Kenapa?”

Tira tersenyum tipis. “Aku sudah menjelaskan kepada orang yang paling penting.”

“Siapa?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!