NovelToon NovelToon
Kaya Karena Sistem

Kaya Karena Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

AL harus pergi dari rumahnya karena di usir oleh orangtuanya, mereka lebih menyayangi adiknya ketimbang dirinya.

Meskipun begitu, ia tatap bangkit untuk bertahan hidup. Takdir berkata lain, ia mendapatkan sebuah sistem yang mengubah hidupnya dan membuat orang tuanya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Suara derap langkah kaki Al terdengar bergaung ringkasan di atas lantai marmer yang mengkilap bagai cermin. Pemuda itu masih belum bisa menurunkan lengkungan di bibirnya. Tatapannya terus menjelajahi setiap sudut ruangan yang tampak begitu tidak nyata baginya.

​"Gila... ini beneran rumah?" tanya Al menatap interior rumah yang sangat mewah.

​Sofa mewah, televisi layar lebar seperti bioskop, lukisan terkenal, lemari kaca hias yang berisi perabotan antik dan mahal.

​"Wahhh... rumahnya mewah banget," kata Al melihat sekeliling dengan tatapan kagum.

​"Benar-benar dah, sistem kaya sekali memberi hadiah semewah ini," kata Al.

​Ting!

​Sebuah layar transparan berwarna biru muda mendadak muncul tepat di depan wajahnya. Suara jernih bernada robotik namun ramah menggema di kepala Al.

​[Selamat kepada Tuan Al. Rumah mewah tipe Istana Modern beserta seluruh isinya telah sepenuhnya menjadi milik Anda secara hukum.]

​Al tersentak kecil, lalu tertawa bersemangat sambil menepuk dadanya. "Seriusan ini gratis tanpa potongan pajak?!"

​[Semua dokumen resmi, Sertifikat Hak Milik]

​Tanpa berpikir panjang, Al langsung melangkah lebar menuju pintu. Begitu pintu otomatis terbuka, lampu LED berwarna putih menyala satu per satu, menyorotinya.

Rasa lelah setelah seharian di sekolah terasa hilang.

 Dari anak miskin, kini ia berdiri di atas takdir baru yang luar biasa.

​Puas mengagumi rumah, Al memutuskan untuk membuat secangkir kopi dari mesin pembuat kopi otomatis di dapur kemewahan itu.

Ia lalu melangkah ke area teras depan, menikmati udara sore sambil memandang pagar besi tempa yang menjulang tinggi.

​Tak bertahan lama. Dari luar pagar, seorang pria paruh baya berjas rapi dengan perut buncit mendadak berhenti.

Pria itu menatap Al dari atas sampai bawah dengan kening berkerut dalam.

​"Permisi! Kamu siapa ya? Kok bisa ada di pekarangan rumah nomor satu ini?" tanya pria itu dengan nada curiga yang kental.

​Al menoleh tenang, menyesap kopinya perlahan. "Saya pemilik rumah ini, Pak."

​Pria itu terperanjat sebentar sebelum akhirnya tertawa keras, tawa penuh ejekan.

"Pemilik? Jangan bercanda kamu, Anak Muda! Rumah ini nilainya ratusan miliar dan belum ada yang sanggup beli di kompleks ini. Kamu pasti penyusup atau tukang bersih-bersih baru yang nekat nyelonong, kan?!" tuduh bapak tersebut.

​Al menggeleng pelan, sama sekali tidak terpancing emosi. Ia menyandarkan badannya di tiang teras.

​"Sistem, aktifkan mode pengenalan pemilik dan sapa tamu kita di luar."

​Bzzzt.

​Seketika, lampu gerbang menyala merah lalu berubah hijau dan ada semacam suara sistem dari pengeras suara.

​[Mode Pengenalan Aktif. Selamat sore, Tuan Al. Apakah pria di luar pagar perlu diidentifikasi sebagai tamu asing yang mencurigakan?]

​Pria berjas itu langsung bungkam. Wajahnya yang tadi merah padam karena marah kini berubah pucat pasi.

Ia tahu betul bahwa teknologi sistem keamanan terintegrasi seperti ini hanya dimiliki oleh properti kelas atas milik para konglomerat dunia.

​"A-apa? Sistem ai kelas atas ini... mengenali kamu?!" bisik pria itu terbata-bata.

​"Iya, Pak," sahut Al dingin sambil tersenyum tipis. "Jadi kalau Bapak mau bertamu, tolong pakai sopan santun. Kalau tidak, saya bisa minta sistem ini panggilkan pengawal pribadi."

​Pria buncit itu menelan ludah dengan susah payah. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, ia berbalik cepat dan melangkah setengah berlari meninggalkan pekarangan rumah Al karena malu.

​Al tertawa terkekeh melihat pemandangan itu. Namun, tawa itu terhenti ketika layar ponselnya berkedip-kedip.

Bzzz... Bzzz...

Ponsel di saku celana Al bergetar. Ia merogoh saku dan melihat layar ponselnya yang retak. Nama 'Saka' tertera di sana.

Al menggeser tombol hijau ke atas dan menempelkan ponsel ke telinganya. "Halo, Sak? Kenapa?"

"Al! Kamu di mana sekarang?!" Suara Saka di seberang telepon terdengar panik dan terengah-engah, seperti baru saja berlari jauh.

Al mengernyitkan dahi. "Aku di... tempat baru. Ada apa sih? Kok kamu panik banget gitu?"

"Ini soal motor lu, Al! Tadi setelah lu balik, gue penasaran dan nanya-nanya ke anak-anak yang masih nongkrong di kantin dekat parkiran," kata Saka dengan nada mendesak. "Ada yang lihat siapa yang coret-coret motor lu!"

"Siapa, Saka?" tanya Al, suaranya terdengar sangat tenang.

"Si Deno! Ada yang lihat dia bawa kunci motor sambil mengendap-endap di deket motor lu pas jam istirahat terakhir," ungkap Saka penuh penekanan.

"Gak cuma itu, Al. Sekarang si Deno lagi pamer di grup chat angkatan, dia nyindir-nyindir kamu dengan kata-kata kasar!" kata Saka melaporkan.

Al terdiam sejenak. Ujung bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman dingin yang mengerikan.

"Dia pamer di grup chat, ya?" tanya Al lirih.

"Iya, Al! Lu gak mau samperin dia sekarang? Anak-anak pada manasin situasi di grup. Kalau lu diem aja, harga diri lu diinjak-injak sama dia!" seru Saka gemas.

Al mengepalkan tangannya yang bebas. "Gak perlu terburu-buru. Biarkan dia menikmati 'kemenangan' kecilnya sore ini. Besok pagi di sekolah... gue sendiri yang bakal seret dia untuk tanggung jawab."

"Tapi bagaimana kamu ingin mengungkapkan buktinya?" tanya Saka Penasaran.

"Aman, besok pagi lihat saja, bagaimana dia akan bertanggung jawab, untuk bukti aku bisa mencarinya. Nanti kan pertunjukan besok," kata Al penuh misteri.

"Deno, Deno... lu gak tahu aja kalau kau menganggu orang yang salah," bisik Al dalam hati setelah mematikan sambungan teleponnya.

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pak lukman siapa Kka?
Ambu Rinddiany Thea: 🤣🤣🤣🤣🤣kirain sengaja
total 4 replies
Ambu Rinddiany Thea
tambaaaah ka lessss , ceritanya bikin panjang durasi nya kaya s gliza ..
Tosari Agung
kak less nanggung kak lagi pas di paling seru
Maria Lina
bisa gk di double thor cerita ini..1 melulu sedang kn sistim dokter selalu 3 bab melulu sih
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah akhirnya semoga kedepannya lancar2 terus ya ka lesss ... 🤲🏻🤗🤗
Diah Susanti
potong rambut yang 200rb gk dihitung
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Terima aja Saka, karena kamu udah menjadi sahabat terbaiknya Al, itu belum ada apa-apa nya dengan kamu yang selalu berada di sisinya dalam keadaan apapun/Smile/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
yeayy, akhirnya up lagi /Determined//Determined/🫰🫰💃🏻💃🏻
less22: hahaha, 🤣🤣🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kak, gak up kah? 🤔
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Amirul masuk sini🤭
sitanggang
apa ini nominal gak jelas🙄
Wega Luna
secinta itu kak less sama Amirul,,,nama nya masih tercantum dan muncul lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
less22: masih ada amirul lagi? 🤣🤣🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Mir?? Al kak bukan Mir 😁
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: oke kak, nanti aku baca satu-satu 😁
total 8 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Rian? 🤔
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kerusakan motorku kak 😁
Mxxx
muantap
less22: Terima kasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
Tosari Agung
mantap kak less jadiin Al Intel secara diem diem kak
less22: asiapppp
total 1 replies
Maria Lina
ni ku ksh bintang ya thor biar bisa 3 bab tiap hari nya wkwk💪💪🫠🫠
less22: Terima kasih tapi 👉👈...
total 1 replies
Maria Lina
thor cerita yg ini cuman 1 yg pembalasan isitri smpai 3 bab lo ni kok cuman 2 trus othor nya pilkas ya hehe
less22: hey udah lah tuh🤣🤣
total 1 replies
Alfia Humaira
aku suka novel ini semoga terus up ya dan yang lainnya juga up ya kak♥️
less22: wah Terima kasih, gabung di grub yok kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!