NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: ChatGPT Jadi Senjata Rahasiaku

Terlahir Kembali: ChatGPT Jadi Senjata Rahasiaku

Status: sedang berlangsung
Popularitas:61
Nilai: 5
Nama Author: Elang

Arka Wicaksono, 28 tahun, programmer lulusan bootcamp. Hidupnya habis di depan layar komputer — lembur tanpa akhir, gaji pas-pasan, dan mimpi yang sudah lama mati. Sampai suatu malam, jantungnya berhenti di tengah shift ketiga berturut-turut. Mati. Tamat.

Atau begitulah seharusnya.

Arka membuka mata di kamar kos-nya di Bandung. Tahun 2018. Usia 20 tahun. Mahasiswa ITB semester 5.

Dan di saku celananya — sebuah smartphone dari tahun 2026 dengan satu aplikasi yang tidak seharusnya ada: ChatGPT.

AI yang bisa menulis kode sempurna dalam hitungan detik. Merancang produk yang belum pernah dilihat dunia. Menganalisis pasar dengan ketepatan yang melampaui konsultan manapun.

Dengan ingatan masa depan di kepalanya dan AI tercanggih di tangannya, Arka memulai dari nol: menyelamatkan pabrik ayahnya yang hampir bangkrut, membangun platform teknologi yang mengguncang industri, dan diam-diam menyiapkan strategi yang akan membuat dunia berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Bab 9: Tamparan untuk Rangga

Poster itu ditempel di papan pengumuman lantai satu gedung Labtek V.

Arka tidak melihatnya sendiri—dia mendengar bisik-bisik dulu. Di koridor sebelum kelas Basis Data, dua mahasiswa berjalan di depannya sambil membicarakan sesuatu.

"Lo udah liat yang di mading? Arka Wicaksono, anak Teknik Informatika. Yang jualan Oyen itu."

"Serius? Yang viral di Tokopedia?"

"Iya! Ada di koran kampus. Katanya omzetnya ratusan juta sebulan. Gila nggak?"

Arka memperlambat langkahnya. Koran kampus. Dia tidak tahu kapan wawancara itu terbit—seorang reporter dari Ganesha Press menghubunginya lewat email dua minggu lalu, dan dia menjawab beberapa pertanyaan singkat. Dia tidak menyangka itu akan jadi artikel.

Setelah kelas selesai, dia melintas di depan mading. Di sana, dipasang satu halaman penuh dari edisi terbaru buletin kampus ITB.

**"MAHASISWA ITB DI BALIK FENOMENA OYEN: BLIND BOX LOKAL YANG MENEMBUS 50.000 UNIT"**

Fotonya ada di sana—diambil dari profil Tokopedia, bukan foto studio. Di bawahnya, kutipan: *"Saya hanya memanfaatkan apa yang sudah ada—teknologi dan kreativitas."*

Arka membacanya cepat, lalu berjalan ke kantin. Dia tidak ingin berdiri di depan mading seperti orang yang memuja dirinya sendiri.

Kantin sore. Rabu. Tempat yang sama dengan tiga minggu lalu ketika Rangga menghina dia.

Arka memesan Indomie Goreng dan es teh—menu yang sama—dan duduk di meja sudut. Dia membuka laptop, mulai bekerja. Dua puluh menit berlalu dengan tenang.

Lalu meja di depannya bergetar.

BRAK.

Tangan Rangga menekan permukaan meja dengan telapak terbuka. Wajahnya merah. Matanya menyipit. Di belakangnya, dua pengikutnya berdiri—tapi kali ini, mereka tidak tertawa. Mereka terlihat tidak nyaman.

"Lo," desis Rangga. "Lo yang di koran kampus itu?"

Arka menatapnya. "Duduk dulu, Rangga. Nanti tumpah Indomie-ku."

"Jangan sok santai!" Rangga menurunkan suaranya, tapi intensitasnya justru naik. "Lo bilang ke gue lo cuma 'sibuk'. Lo bilang lo nggak ngapa-ngapain. Tapi ternyata lo—" Dia menunjuk ke arah mading. "Lima puluh ribu unit? Ratusan juta? Lo bohong ke gue?"

"Aku nggak pernah bilang apa-apa ke kamu," kata Arka, suaranya datar. "Kamu yang bicara. Aku cuma makan Indomie."

Rangga mengepalkan tinjunya di atas meja. Di sekelilingnya, mahasiswa mulai menoleh. Suasana kantin berubah—diam tapi penuh atensi.

"Nggak mungkin," kata Rangga. Suaranya bergetar oleh rasa tidak percaya yang lebih primitif dari marah. "Nggak mungkin anak kos yang makan Indomie tiap hari bisa—"

Arka meletakkan garpu.

Dia mengeluarkan ponsel lamanya—bukan NusaPhone—dan membuka Tokopedia Seller Dashboard. Layar diputar menghadap Rangga.

Tidak ada kata-kata dramatis. Tidak ada pidato. Hanya layar ponsel dengan angka.

**Total penjualan bulan ini: 31.247 unit**

**Rating: 4.9/5.0 (4.312 ulasan)**

**Repeat buyer rate: 47%**

**Revenue bulan ini: Rp 934.480.300**

Rangga menatap layar itu. Mulutnya terbuka sedikit. Matanya bergerak dari angka ke angka, seperti orang yang mencoba membaca bahasa asing.

Sembilan ratus tiga puluh empat juta. Hampir satu miliar Rupiah. Dalam satu bulan.

Ayah Rangga—yang bisnis bahan bangunannya dia banggakan di setiap kesempatan—mungkin menghasilkan angka yang sama. Bedanya, itu bisnis dua puluh tahun dengan ratusan karyawan. Arka baru tiga bulan bergerak dari kamar kos.

Beberapa mahasiswa yang duduk cukup dekat melihat layar itu. Bisik-bisik menyebar seperti riak air.

"Itu beneran?" "Astaga, hampir satu miliar?" "Gue bilang juga, Oyen itu punya anak ITB."

Rangga mundur satu langkah. Wajahnya melewati beberapa fase dalam hitungan detik—ketidakpercayaan, realisasi, lalu sesuatu yang sangat mirip dengan rasa malu.

Arka menarik ponselnya kembali. Dia mengambil garpu, memasukkan Indomie ke mulut, mengunyah, dan menelan.

"Rangga," katanya, tanpa menaikkan suara. "Indomie-nya enak. Kamu mau coba?"

Rangga tidak menjawab. Dia berbalik dan berjalan keluar kantin tanpa sepatah kata. Dua pengikutnya menyusul, tapi satu dari mereka—yang lebih pendek—sempat menoleh ke Arka dengan ekspresi yang sulit dibaca. Ada kagum di sana, walau wajahnya berusaha menyangkal.

Kantin kembali ramai. Tapi sekarang, setidaknya sepuluh pasang mata menatap Arka dengan cara yang berbeda dari tiga minggu lalu.

Arka menyelesaikan Indomie-nya. Menutup laptop. Berdiri.

Dia tidak merasa puas. Tidak merasa menang. Rangga adalah masalah level satu—masalah anak sekolahan yang sudah selesai bahkan sebelum dimulai.

Yang ada di pikirannya adalah hal yang jauh lebih besar.

*Oyen sudah jalan. Modal sudah terkumpul. Langkah berikutnya bukan mainan.*

*Langkah berikutnya adalah platform.*

Dia berjalan keluar kantin dengan mangkuk kosong, menaruhnya di tempat cuci, dan melangkah ke sore Bandung yang sejuk.

Di kepalanya, arsitektur sebuah aplikasi bernama KlikNews mulai mengambil bentuk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!