NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 KEKUATAN SEJATI

"Apa yang kamu katakan barusan Nisa?" tanya Dayang Putri.

"Kubilang, kalian punya kekuatan masing-masing, tapi kalian tak akan pernah bisa melebihi kekuatan Sang Pencipta!" jawabku dengan lebih jelas.

Lalu... Dayang Putri kini tersenyum padaku... Dan Sekar Mayang tertawa tipis...

"Memang seharusnya seperti itu batinmu Nisa..."Ucap Sekar Mayang.

Kemudian Sekar Mayang berjalan ke sebelah kiriku, dan ia duduk di sampingku. Lalu iya memegang daguku dengan sentuhan yang terasa persis seperti sentuhan Dayang Putri. Dan ia bertanya padaku...

"Lantas, mengapa kau malah memanggil Dayang Putrimu saat diuji olehnya barusan?"

Aku mengerutkan dahiku, kemudian menoleh ke arah Sekar Mayang, yang kini wajahnya agak dekat dengan wajahku.

"Apa maksudmu?" tanyaku.

"Hihihi... Kau lupa pada kekuatan sejati jika dalam keadaan yang mengerikan Nisa. Kau lupa dengan Penciptamu." Jawab Sekar Mayang.

Dan... Terasa sentuhan Dayang Putri di pundak sebelah kananku. Aku pun mengalihkan pandangan dari Sekar Mayang, ke arah Dayang Putri.

"Ingatlah selalu Nisa, semakin kuat batin dan tirakatmu. Maka semakin kuat pula diriku. Tetapi sebelum ujian ini kuberikan padamu, hatimu terasa bergantung padaku, bukan pada Penciptamu." ucap Dayang Putri.

Entah... Apa yang terjadi pada batinku saat mendengar ucapan dua sosok perewangan ini.

Seolah kembali semua ingatanku tentang beragam kejadian di masa lalu...

"Hihihi... Kau masih membawa ketakutan dalam hati atas segala kejadian di masa Lalumu Nisa." Ucap Sekar Mayang. Aku merasa Sekar Mayang bisa melihat seluruh masa laluku, walaupun baru dua kali aku melihat sosoknya.

"Dan kau masih ada kekhawatiran untuk meniti jalan masa depanmu." Ucap Dayang Putri. Di mana aku memang tak kaget lagi saat ia berkata seperti itu.

Sejenak aku terdiam...

Entah apa yang aku rasakan...

Entah apa yang aku pikirkan...

"Tetaplah kuatkan batinmu..." Ucap Dayang Putri, sambil kini memegang ke dua pipiku dengan ke dua tangannya.

"Dan jangan kau jadikan masa lalu itu sebagai pelemah batinmu..." ucap Sekar Mayang, sambil terasa tangannya menyentuh punggungku.

Lalu...

Telingaku mulai berdengung pelan, dan makin kencang...

Diiringi pandangan mataku yang memudar...

Muncul cahaya putih yang perlahan semakin membesar...

Dan...

.....

.....

.....

.....

"EEKKKHH.... HAAHH... HAAHH... HAAHH..."

Aku terbangun...

Tersadar...

Benar-benar bangun dan sadar dari tidurku. Terasa bercucuran keringat di sekujur tubuhku.

"Astaghfirulloh... Astaghfirulloh... Ya Alloh..." ucapku sambil terduduk di atas kasur kamar pondok putri Ustadz Furqon.

Aku meraba seluruh tubuhku, menepuk-nepuk pelan ke dua pipiku...

"Hahh... Hahh... Hahh... Mimpi? Ternyata cuma mimpi... Astaghfirulloh... Astaghfirulloh..."

Sejenak aku masih terduduk di atas kasur, kemudian menarik napas dalam-dalam agar lebih tenang dan teratur.

"Ya Alloh... Uugghh..." sedikit terasa pusing kepalaku.

Setelah beberapa saat, rasa pusing itu menghilang, dan napasku kembali teratur...

Aku segera mengecek HP, ternyata sudah jam 5 sore...

"Astaghfirulloh... Ya Alloh... Ampuni hamba..." ucapku saat sadar telah melewatkan waktu sholat zhuhur, bahkan satu jam lagi waktu sholat ashar pun habis.

Aku segera beranjak dari kasur, segera membuka salah satu tas milikku. Ku keluarkan handuk dan peralatan mandi, baju ganti, dan juga mukenaku.

Tanpa pikir panjang, aku segera keluar kamar. Dan segera turun untuk menuju kamar mandi yang berada di samping masjid.

Singkat cerita, aku selesai mandi, dan selesai sholat zhuhur yang dijamak dengan sholat ashar. Dan kini, aku duduk bersila di tengah masjid, memanjatkan doa kepada Alloh. Mendoakan almarhumah Ibuku, mendoakan Bapakku, dan juga semua orang yang ku kenal.

Dan... Aku kembali teringat dengan mimpiku barusan...

Mimpi yang amat sangat terasa nyata...

Dan aku kini semakin mengetahui, bahwa apa yang disampaikan oleh Dayang Putri dan Sekar Mayang, sesuai dengan kondisi batin dan imanku...

"Ya Alloh... Tolong kuatkan imanku pada-Mu... Aamiin..."

1
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
SecretS
Lanjut kak, 👍👍👍😁😁😁 ternyata wanita dekat toilet itu sekar mayang toh aku kira kuntilanak penunggu 😅
SecretS
Ooh, jadi ya buat tiket Nisa hilang itu sekar mayang toh. Buat yang punya kebingungan nyari tiket nya untung tuanya mau mbalikin dan kejadian nya sebelum Dayang Putri datang kalau ngak.... 😅😅 buat tuanya malu aja sekar mayang, pasti karena sekar mayang Zaki bayarin makanan nisa😁sedikit merasa bersalah akibat perewangannya. Lanjut kak 👍👍👍👍
Yeni Yeni: kodam zaki usil
total 1 replies
SecretS
Cover nya kok buat yang baca merinding ya kak 😅😅, tapi lanjutanya bagus 👍👍👍semangat 😀
Deni Komarullah: Hehehe... Terima kasih Kak atas dukungan dan komentarnya... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!